Author Archives: Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Articles

Let Go Let God….

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Let Go Let God….

Salah satu momen paling membahagiakan dalam hidup adalah ketika pada akhirnya kita menemukan keberanian untuk melepaskan apa yang tidak bisa kita ubah. Karena pada saat itulah, akhirnya kita terbebas dari beban kekhawatiran, stres, dan kecemasan yang selama ini menghambat.

Dulu bagi saya sulit sekali. Ketakutan begitu menghantui.
What If.... dengan berbagai kemungkinan buruk berkecamuk di kepala.

Ketika semakin intim dengan Tuhan, tidak lagi…
Saya bisa menyerahkan masalah ini kepada-Nya dan mengijinkan Allah yang mengambil alih serta membenahinya dengan cara-Nya yang melampaui pemikiran otak saya yang hanya sebesar kacang.

Melepaskan apa yang tidak dapat diubah tidak pernah mudah, karena hal itu mengharuskan kita untuk menyerahkan kebutuhan kita akan kendali, keinginan kita akan hasil tertentu, dan keterikatan kita pada hasil tertentu, namun ketika melakukannya, menyerahkannya kepada Allah dan betul-betul pasrah, kita pun bisa bernafas lagi. Bisa merasakan lagi. Lega…

Ini adalah momen pembebasan, momen pemberdayaan, dan momen pertumbuhan mendalam.
Ketika kita berani melepaskan apa yang tidak dapat diubah, kita tidak hanya melepaskan masa lalu, tetapi juga merangkul masa kini, dan menyambut baik masa depan dengan tangan terbuka, bersama Allah.

Jika sebelumnya kita yang mengendalikan kehidupan, sekarang denhan rendah hati menyayakan ketergantungan sepenuhnya kepada Allah.
Dahsyatnya, masa depan menjadi tidak terbatas karena sekarang semuanya berjalan selaras dengan ukuran Allah, bukan kita lagi.
Hidup supernatural menjadi naturalnya kita.
Yeeeaaayyyy….

Hal-hal yang menghalangi kita berserah, let go let God, – biasanya karena kepentingan egois kita.

Saat kita belajar memikirkan hal-hal yang terbaik bagi orang lain, dan belajar mengasihinya dengan kasih Allah, semua menjadi lebih mudah dan sederhana.

Tuhanlah sumber segala sesuatu termasuk sumber dari peningkatan kita.
Ketika kita mengejar pengenalan akan Dia, segala sesuatu yang kita butuhkan mau pun yang kita inginkan, ditambahkan-Nya ke dalam kehidupan kita dengan berlimpah-limpah.

Semakin kita hidup dan bertumbuh dalam hal-hal Tuhan, semakin besar peningkatan-Nya dalam hidup dan usaha kita.
Kita bagaikan pohon yang ditanam di tepi air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, yang daunnya tidak akan layu; dan apa pun yang kita lakukan akan menjadi berhasil, beruntung dan makmur.

Pengusaha terkenal, Truett Cathy, pendiri jaringan restoran cepat saji Chick-fil-A. Sebelum sukses, Truett menghadapi berbagai tantangan besar, termasuk kehilangan restoran pertamanya akibat kebakaran dan menghadapi persaingan ketat di industri makanan cepat saji.

Namun, di tengah kesulitan itu, Truett memutuskan untuk let go dan let God. Dia menyerahkan semua kekhawatiran dan masa depannya kepada Tuhan, sambil terus bekerja keras dan mempertahankan integritas dalam bisnisnya. Salah satu prinsip hidupnya adalah menjaga hari Minggu sebagai hari istirahat dan ibadah, meski itu berarti menutup semua restorannya pada hari itu—keputusan yang sangat berisiko dalam bisnis makanan cepat saji.

Hasilnya, Chick-fil-A tumbuh menjadi salah satu jaringan restoran paling sukses dan dihormati di Amerika Serikat, dikenal tidak hanya karena makanannya berkualitas, tetapi juga karena nilai-nilai yang dijunjung tinggi. Truett Cathy sering mengatakan bahwa kesuksesan perusahaannya adalah berkat menyerahkan segalanya kepada Tuhan dan mengikuti arahan-Nya dalam setiap langkah bisnis.

Siap praktik? Yuk…..

Let go of what you think you know. Something amazing happens when you let God and trust. – Tammy L. Kubasko.

Lepaskan apa yang Anda pikir Anda tahu. Sesuatu yang menakjubkan terjadi, ketika Anda membiarkan Tuhan membereskannya dan percaya. – Tammy L. Kubasko

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#Inspirasi Kebaikan #MotivasiKebaikan
#PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama

Read More
Articles

Terus Melangkah Hingga Mencapai Kemenangan.

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Terus Melangkah Hingga Mencapai Kemenangan.

Menyambung artikel kemarin tentang menetapkan tujuan, saya ingin mengulas kembali, kutipan dari Lao Tzu:
“The journey of a thousand miles begins with a single step – Perjalanan seribu mil dimulai dengan satu langkah pertama.”

Mengambil langkah pertama itu mudah. Tetapi untuk terus konsisten maju itu tidak mudah.
Perjalanan tidak selalu lancar. Kadang halangan merintangi, badai menerpa, hujan dsb.
Saat-saat berat, godaan untuk menyerah sangat masuk akal.

Menarik sekali….
Tuhan mengingatkan, apa pun yang terjadi, sesungguhnya posisi kita secara rohani, di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga. Efesus 2:6 (TB)
Artinya, ending kita menang.

Jangan khawatir tentang memiliki kekuatan untuk terus berjalan – bagian kita hanyalah fokus untuk bangkit kembali. Tuhan akan mebemui kita di sana dan memberi kekuatan untuk mengambil langkah berikutnya.
Asalkan kita terus bergantung dan melangkah bersama-Nya.
Dan setisp langkah merupakan suatu mujizat.

Saya terinspirasi sekali dengan pengajaran P. Irwan Siregar, bahwa kita tidak perlu sempurna saat berjalan bersama Yesus.
Just show up….. istilah masa kininya: pokoknya setor muka…
He…he..he…

Tuhan menghargai koq ketaatan kita!

Contohnya, Abraham. Hidupnya tidak sepenuhnya sempurna. Banyak kesalahan yang diperbuatnya.

Suatu ketika, berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; Kejadian 12:1 (TB)

Apa yang Abraham lakukan?
Abraham taat tetapi dia membawa pula istrinya, ayahnya dan lot keponakannya.
Blas gak sesuai yang diperintahkan Tuhan tetapi tetap pergi dan tidak pernah meoleh ke belakang, mau pun kembali ke kampung halamannya.

Ketika timbul kelaparan, Abraham dan Sarai mengungsi ke Mesir. Karena Sarai cantik, Abraham takut dibunuh jika mereka tahu Sarai itu istrinya.
Abraham bersepakat dengan Sarai berbohong bahwa Sarai itu adiknya.
Raja Mesir, Firaun, membawa Sarai ke istananya hendak dijadikan istri.
Allah yang menegur Firaun sehingga mengembalikan Sarai pada Abraham.

Tetapi Allah berkenan kepada Abraham karena ketaatannya. Bahkan dijuluki sebagai bapa orang beriman meski Abraham tidak sempurna. Dengan berjalannya waktu, Abraham makin taat dan beriman.

Demikian juga dengan kita. Datang saja dengan keadaan kita apa adanya, tetapi terus membangun hubungan intim dengan Allah seperti Abraham dengan taat dan setia.

Dengan berjalannya waktu, dalam perjalanan bersama Tuhan dan kehidupan, pribadi kita pun dibentuk semakin hari semakin dewasa dan bijak. Pengalaman membentuk kita.
Tuhan sendiri yang akan membimbing kita menuju masa depan yang penuh harapan, sesuai janji-Nya!

Desember lalu, saya betul-betul merasa lelah dan burn-out. Dikejar oleh berbagai tugas dan tanggung jawab.

Bagaimana hubungan dengan Tuhan, koq bisa burn-out?
Sejak sekolah, fokus hidup kami, para murid selalu kepada Tuhan.
Menulis, mengajar, berdiskusi dengan teman-teman selalu tentang Tuhan.

Tetapi tetap butuh waktu khusus berdua dengan Tuhan tanpa dibebani target berbagai tugas.
Tuhanlah sumber segalanya.

Akhirnya, saya memutuskan Seruput Kopi Cantik dan Gospel’s Truth, hanya muncul dari senin hingga jum’at.
Sabtu hari khusus untuk belajar dan membangun hubungan pribadi dengan Tuhan, tanpa harus dikejar harus post artikel.
Minggu biasa seharian di gereja.

Ternyata perubahan ini menimbulkan semangat dan ide-ide baru. Menulis jadi lancar dan menyenangkan.

Just Show Up!
Roh Kudus akan membimbing kita melakukan penyesuaian-penyesuaian selaras dengan yang terbaik bagi kondisi kita.
Dia akan membawa kita kepada masa depan yang penuh harapan.

“God doesn’t require us to be perfect. He only asks us to follow Him with our whole hearts.” – Rick Warren.

Tuhan tidak mengharuskan kita untuk menjadi sempurna. Ia hanya meminta kita untuk mengikuti Dia dengan segenap hati.” – Rick Warren

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Mau Menetapkan Tujuan Hidup? Ini Caranya!

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Mau Menetapkan Tujuan Hidup? Ini Caranya!

Dalam doa pagi BBL, Dhamma bercerita, pada awal desember kami menerima kertas yang di design apik, agar menuliskan harapan apa yang ingin kita doakan dan capai untuk tahun 2025.
P. Dolfi menjelaskan, terbukti banyak yang keinginan tercapai setelah menulis resolusi untuk tahun depan.

Dan Dhamma memilih tidak menuliskan apa-apa karena dia berpikir, Tuhan tahu yang terbaik.
“Klo saya menuliskan keinginan saya, kan belum tentu itu yang terbaik. Jadi lebih baik kosong saja.

Benarkah pendapat Dhamma?
Tentu saja tidak.

Artinya, Dhamma tidak memiliki visi atau tujuan yang hendak dicapai.
Apa kata Tuhan?
“Where there is no vision, the people perish – Dimana tidak ada visi, orang-orang binasa.”

Hidup itu perlu tujuan. Jika tidak ada tujuan, apa yang akan terjadi?
Lucius Annaeus Seneca berkata,
“If one does not know to which port one is sailing, no wind is favorable. – Jika seseorang tidak tahu ke pelabuhan mana ia akan berlayar, tidak ada angin yang menguntungkan.”

Dengan kata lain, Tidak Akan Pernah Sukses!

Bahkan ketika kita berdoa, penting untuk decide – memutuskan apa yang kita inginkan.

“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.
Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan”, demikian janji Tuhan.

Artinya, kita harus meminta dengan jelas apa yang kita inginkan.

Timbul pertanyaan, bagaimana jika ternyata keinginan saya bukan yang terbaik dari Tuhan?
Nanti saya gak dapat yang terbaik…. gak mau dong!

Kuncinya, terletak pada hubungan pribadi yang kita bangun dengan Tuhan dari hari lepas hari.
Semakin intim hubungan kita dengan Tuhan, maka semakin selaras hubungan kita dengan Tuhan.
Tanpa disadari, keinginan kita = keinginan Tuhan.
Kan sehati….

Mungkin saja pada awalnya kita menetapkan tujuan, yang di kemudian hari ternyata bukan yang terbaik.
Jangan kuatir.
Mulai melangkah saja dengan iman, karena
“The journey of a thousand miles begins with a single step – Perjalanan seribu mil dimulai dengan satu langkah pertama.”

Ketika kita mengambil langkah pertama, sama artinya kita sudah membuka langkah pertama menuju kesuksesan.
Jika kita terus menerus berjalan bersama-Nya, Tuhan akan mengarahkan kita, meluruskan jalan kita menuju tujuan yang terbaik. Taat saja dengan hati yang tulus.

Bagaimana jika kita kurang peka mendengar-Nya sehingga salah mengartikan kehendak Tuhan?
Tenang saja, Tuhan mampu mengubah kesalahan menjadi kebaikan bagi masa depan kita.

Mengapa harus meminta dengan jelas? Bukankah Allah Mahatahu?
Allah tahu yang terbaik tetapi kita tidak.

Saat kita meminta A, maka kita tahu ketika A muncul, artinya ini yang saya minta, ini lho jalan menuju goal yang sudah saya tetapkan.
Sehingga kita tahu jalan mana yang harus kita pilih.

Dengan cara yang sama, mengapa kita perlu mengucap syukur kepada Tuhan setelah meminta sesuatu?
Untuk mengingatkan kita, yang kita minta itu A, jadi jika yang muncul itu B, berarti bukan yang kita minta.

Dengan bersyukur dan mendeklarasikan janji-janji-Nya, menyadarkan kita bahwa kita SUDAH menerima apa yang kita minta, tetapi masih on the way – dalam perjalanan sampai kita menerimanya.

Dengan demikian iman menjadi teguh dan kita bisa berdiri teguh di atas janji-Nya hingga terealisasi.

Tuhan itulah jalan dan kebenaran dan hidup. Di dalam Dia kita akan berada di jalan yang benar, menuju masa depan yang penuh damai sejahtera.

Siap? Yuk… praktik.

“People with goals succeed because they know where they’re going.” — Earl Nightingale.

“Orang-orang dengan tujuan berhasil karena mereka tahu ke mana mereka akan pergi.” — Earl Nightingale.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

“Serahkan Masalahmu….”

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

“Serahkan Masalahmu….”

“Terkadang engkau terjatuh, itu karena ada sesuatu di bawah sana yang harus engkau temui.”

Bukankah tidak menyenangkan saat terjatuh?
Sakit, terluka dan tidak nyaman.

Apa yang biasa kita lakukan?
Komplain, marah, mengomel, bersungut-sungut, ‘menuduh’ Tuhan tidak mengasihi, sambil berusaha membereskannya sesuai cara kita sendiri, mengikuti persepsi kita yang belum tentu benar.

Bahkan kita tidak punya waktu, untuk berhenti sejenak dan merenung, lalu bertanya,
“Tuhan, apakah ada sesuatu yang harus saya pelajari dari peristiwa ini?”

Ketika kita sibuk terus bergerak, berjalan, maka tidak lagi ada waktu untuk evaluasi diri.

Tidak ada asap, jika tidak ada api.

Jika kita tidak tahu penyebabnya, kemungkinan akan jatuh ke lubang yang sama lagi.
Atau tahu tetapi tidak bisa membereskannya.
Mengapa tidak menuruti saja perintah-Nya?

Menarik sekali, Tuhan memerintahkan kita,
“Serahkanlah segala kekhawatiranmu, masalahmu, stresmu dst kepada-Nya, sebab Tuhan yang memeliharamu.”

Tuhan tidak mengomel, menyalahkan atau membuat kita merasa bersalah, tetapi Dia hanya meminta kita mempercayai-Nya agar Dia dapat membereskan masalah kita.

Seperti seorang anak kecil yang mainannya rusak, lalu datang kepada ayahnya.
Segera dengan terampil ayahnya membenahi bagian-bagian yang rusak.
Menjelang mainan hampir selesai diperbaiki, anak kecil itu mengambil mainan dari tangan ayahnya, sambil berkata,
“Papa saya bisa menyelesaikannya!”

Tentu saja sekarang sang ayah tidak bisa menyelesaikan perbaikannya.
Sementara anak kecil itu, yang merasa tinggal bagian finishing yang mudah, saat dia mencoba membereskannya, tidak semudah yang diduganya.

Bukankah kita kerap bersikap seperti anak kecil itu?
Kita menanti jawaban doa yang tak kunjung tiba, karena sebelum selesai kita mengambilnya lagi karena tidak sabar.
Caranya?
Dengan bertindak melalui cara yang kita pikir ‘baik’, akibatnya merusak semuanya.

Ada masalah yang ketika kita berdoa, memang tidak ada sesuatu pun yang bisa kita lakukan.
Tugas kita tinggal menanti dengan percaya, – menanti dengan iman.
Dan ini tidak mudah.
Jauh lebih mudah jika kita sibuk melakulan sesuatu. Diam dan sabar butuh iman yang besar.

Bagaimana caranya agar kita bisa bersabar?
Penuhi hati dengan firman dan janji-janji-Nya.
Saat hati penuh dengan firman Tuhan, tidak ada ruang untuk keraguan.

Dia Allah yang Mahabesar. Dia tahu yang terbaik.
Dia sedang mengatur waktu yang paling tepat agar doa terjawab dengan sangat baik melampaui apa yang bisa kita minta, pikirkan mau pun kita doakan.
Dahsyat bukan?

Namun ada pula masalah, yang saat diselesaikan, perlu kita mengerjakan bagian kita.
Penuhi juga hati dengan firman dan janji-janji-Nya.
Saat membangun hubungan yang intim dengan Tuhan, kita akan peka, kapan kita harus mengerjalan sesuatu?
Apa yang harus dikerjakan?
Bagaimana cara mengerjakannya?
Dst.

Dengan demikian kita akan menjadi orang yang tepat, pada saat yang tepat, dengan cara yang tepat dan bersama Tuhan,
yang dulunya kita anggap masalah, justru sekarang menjadi berkat luar biasa yang tidak terpikirkan.

******

Di sebuah desa kecil, seorang petani yang memiliki ladang gandum subur mengalami tragedi ketika api melahap seluruh ladangnya.
Hancur dan putus asa, dia bertanya-tanya mengapa ini terjadi.
Namun, dia tetap berdoa dan percaya bahwa Tuhan memiliki rencana lebih besar.

Beberapa minggu kemudian, tim arkeolog datang ke desa tersebut. Mereka mendengar tentang ladang yang terbakar dan tertarik untuk melakukan penelitian.
Ternyata, di bawah tanah ladang yang terbakar itu, tersembunyi sisa-sisa peninggalan sejarah yang sangat berharga. Penemuan ini membuat desa kecil itu terkenal, dan pemerintah memberikan kompensasi besar kepada petani tersebut.

Tak hanya itu, ladang baru yang dibeli oleh si petani setelah insiden tersebut, ternyata jauh lebih subur daripada ladang yang sebelumnya. Panennya menjadi berlipat ganda, dan hidupnya berubah menjadi lebih baik dari yang pernah ia bayangkan

Kisah ini mengajarkan, masalah sering kali membawa berkat tak terduga, ketika kita menyerahkannya kepada Tuhan.
Dia bekerja di balik layar, mengubah malapetaka menjadi kesempatan.

Tuhan turut bekerja dalam segala sesuatu untuk kebaikan mereka yang mengasihi-Nya. Tetaplah percaya, berdoa, dan bersabar, karena Tuhan selalu memiliki rencana yang lebih baik.
Siap?

“God never lets us walk alone in the storm. He is always present to turn the storm into a rainbow of blessings.” – Max Lucado.

“Tuhan tidak pernah membiarkan kita berjalan sendirian dalam badai. Dia selalu hadir untuk mengubah badai itu menjadi pelangi berkat.” – Max Lucado.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#Inspirasi Kebaikan #MotivasiKebaikan
#PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama

Read More
Articles

Kita Memiliki Kuasa!

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Kita Memiliki Kuasa!

Pernahkah kamu merasa tak berdaya menghadapi tantangan di dunia yang jatuh ini? Apakah Tuhan meninggalkanmu tanpa kuasa? Atau mungkin suara keraguan dan ketidakpercayaan meyakinkanmu bahwa kamu tidak memiliki pilihan. Apa yang akan kamu lakukan jika kamu tahu bahwa kamu memiliki kuasa untuk mengubah hidupmu dan mempengaruhi keadaan di sekitarmu?

Jika kamu lahir baru, hatimu adalah rumah bagi kuasa Tuhan!

Sebab aku tidak malu akan Injil Kristus, karena Injil itu adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya… (Roma 1:16)

Injil yang telah mengubahmu membawa kuasa untuk mengubah mereka yang mendengarkanmu dan percaya.

Bagi Dia yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari apa yang kita minta atau pikirkan, sesuai dengan kuasa yang bekerja di dalam kita, (Ef. 3:20)

Apa itu “kuasa yang bekerja di dalam kita”? Kita bisa berbicara tentang iman, Roh Kudus, Nama Yesus, kebenaran Allah, dan banyak aspek lain dari kuasa ini. Bagaimana dengan kata-kata kita?

Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya. (Ams. 18:21)

Jika kamu memiliki lidah, kamu memiliki kuasa atas hidup dan mati! Ketika kamu dipenuhi dengan Roh Allah, kata-katamu membawa kuasa. Banyak dari kita telah mengalami “kematian” yang datang dari kata-kata yang menyakitkan atau kata-kata yang penuh ketakutan, tetapi kita juga bisa mengalami kemenangan, penyembuhan, kehidupan, dan damai dari berbicara kata-kata iman dan kehidupan. Kita memiliki kuasa di dalam diri kita!

Mendengar dan percaya pada kata-kata Injil membuatmu diselamatkan. Kamu mengaku Yesus dengan mulutmu (Roma 10:9-10). Itu adalah awal dari kuasa untuk hidup. Apa yang kamu lakukan dengan kata-katamu sekarang?

Begitu kita menyadari bahwa kuasa untuk menyembuhkan, untuk bebas dari ketakutan, dari depresi, dan dari kemiskinan ada di dalam diri kita, kita akan menjadi jauh lebih proaktif dalam menyatakan firman Tuhan dan melepaskan kuasa tersebut.

“Bukankah firman-Ku seperti api?” firman TUHAN, dan seperti palu yang menghancurkan bukit batu?” (Yer. 23:29)

Kita memiliki kuasa!
Pergunakanlah!

Jangan ubah keyakinan kita untuk mengakomodasi penderitaan dan kepahitan yang ada. Tuhan bukanlah masalahnya. Penderitaan tidak datang dari Sang pemberi kehidupan. Kita harus memahami dan percaya bahwa Tuhan telah menyediakan segala kebutuhan, dan bahwa ketika iman kita dihidupkan dengan mendengarkan Dia, kita akan memperoleh kemenangan!

Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. (Rm. 10:17) Tetapi Yesus menjawab, katanya: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” (Mat. 4:4)

Sudahkah kita hidup dari Firman?

“Faith in God’s power, working through us, is the key to living in victory.” – Andrew Murray

“Iman dalam kuasa Allah, yang bekerja melalui kita, adalah kunci untuk hidup dalam kemenangan.” – Andrew Murray

Sumber: Barry Bennett.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 41 42 43 44 45 398