Author Archives: Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Articles

“Sisi Praktis: Pengelolaan Keuangan.”*

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

“Sisi Praktis: Pengelolaan Keuangan.”

Dalam artikel, “Saya yang Mendapatkannya, Ini Milik Saya!  Benarkah?”, saya menulis tentang sisi spiritual dari penatalayanan keuangan. 
Yesus mengajar lebih banyak tentang subjek ini daripada subjek lainnya, jadi Pengelolaan Keuangan sangat penting bagi Tuhan.

*Alkitab berkata dalam Lukas 16:10-11, bahwa jika kita ingin dipercaya dengan kekayaan kerajaan yang sejati, pertama-tama kita harus setia dalam hal yang terkecil:*

“Dia yang setia dalam apa yang paling kecil, setia juga dalam banyak hal: dan dia yang tidak adil sedikit pun tidak adil dalam banyak hal. Karena itu, jika kamu tidak setia dalam mamon yang tidak benar, siapa yang akan menyerahkan kepada kepercayaanmu kekayaan yang sebenarnya?”

Langkah besar pertama menuju berkat finansial adalah menyadari bahwa *Tuhanlah sumber kita.* Selama kita berpikir bahwa kemampuan dan bakat kitalah yang menyebabkan makmur, mungkin kita akan mengalami kesulitan untuk setia dalam hal yang paling kecil.

Dalam artikel ini, saya ingin membahas sisi praktis dari penatalayanan. Dengan cara yang sama bahwa *Iman tanpa perbuatan itu mati (Yakobus 2:20), percaya akan kemakmuran tanpa pengetahuan praktis tentang penanganan keuangan juga tidak akan berhasil.*

Untuk membantu hal ini, saya telah meminta seorang anggota Dewan Direksi saya, *Paul Milligan*, untuk bergabung dengan saya, membahas sisi praktis dari penatalayanan/pengelolaan keuangan.  Saya telah merencanakan untuk mengajarkan ini sendiri, tetapi setelah berbicara dengan Paul pada pertemuan dewan baru-baru ini, saya merasa akan bermanfaat bagi Anda jika saya menyertakan dia.

Paul memiliki pewahyuan besar tentang penerapan prinsip-prinsip rohani dengan cara-cara praktis.
Dialah pendiri dan pemilik beberapa perusahaan dan Life Walk International Ministries. Dia telah menetapkan banyak kebijaksanaan dalam bisnis mau pun keuangan, dan mengajarkan prinsip-prinsip ini di pertemuan ‘Business Summit’, di gereja, sekolah Alkitab, dan organisasi lain di seluruh Amerika dan di seluruh dunia.

Paul aktif dalam mendirikan usaha bisnis Micro-Enterprise di negara-negara dunia ketiga seperti Kenya, Polandia, Bulgaria, Sri Lanka, Meksiko, dan lain-lain. Orang-orang yang hidup dalam beberapa kondisi ekonomi terburuk mengalami kemakmuran yang dijanjikan Firman Tuhan karena mereka mengikuti prinsip-prinsip ini. Jika apa yang dia ajarkan berhasil di negara-negara itu, dan memang benar, itu pasti akan berhasil di sini.

Berikut adalah beberapa kutipan dari apa yang Paul katakan tentang aspek praktis penatalayanan.

Saya telah berbicara dengan orang-orang Kristen di seluruh dunia yang memberi tahu saya bahwa mereka telah memberi dengan setia tetapi masih mengalami kekurangan dan frustrasi dalam keuangan mereka. Ketika ditanya, saya biasanya menemukan bahwa mereka berhutang, mereka tidak menabung, dan mereka tidak memiliki rencana untuk masa depan keuangan mereka.

Dari yang punya rencana, banyak yang seperti ayah saya. Mereka lebih tertarik pada keamanan finansial daripada kebebasan finansial. Dia dibesarkan selama masa depresi dan kemudian dikirim ke medan perang. Selama dua puluh satu tahun pertama hidupnya, dunia mencoba membuatnya kelaparan atau membunuhnya, yang menjelaskan pola pikir keamanan itu.

Namun, keamanan finansial adalah pola pikir yang berpusat pada diri sendiri yang hanya berfokus pada apa yang dapat diperoleh seseorang. Ini adalah filosofi “dapatkan semua yang saya bisa, semua yang bisa saya dapatkan, dan jangan pernah berbagi dengan orang lain, apa yang saya peroleh”. 
Itu bukan cara Tuhan melihatnya.

2 Korintus 9:8 (TB) mengatakan,
“Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan.”

Firman mengajarkan, jika kita mau menjadi penatalayan / pengelola yang baik dari semua yang Tuhan berikan, maka kita harus siap mendistribusikan untuk membantu memenuhi kebutuhan orang lain, Tuhan mampu membuat semua kasih karunia berlimpah kepada kita sehingga kita memiliki kelimpahan. 
Dia ingin kita memiliki lebih dari sekedar rasa aman; 
Dia ingin kita memiliki kebebasan finansial yang sejati.

Meskipun gereja hari ini telah mengajarkan prinsip-prinsip besar memberi dan berkat-berkat yang dijanjikan Allah, saya percaya itu hanya mewakili sebagian dari apa yang diajarkan Firman tentang keuangan. Sisi rohani penatalayanan harus dilengkapi dengan sisi praktis.

Berikut adalah contoh dari apa yang saya maksud. 
Untuk menjadi penatalayan yang baik, kita harus setuju dengan Tuhan tentang tujuan uang.

Dalam Ulangan 8:18 (TB) kita membaca,
“Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.”

*Tuhan mengajarkan, Dia tidak memberi kita kekayaan tetapi Dia memberi kita kekuatan untuk menciptakan kekayaan.*
Ini membutuhkan tindakan dari pihak penatalayan. 
Ada beberapa hal praktis yang harus kita lakukan di sini, saat ini, jika kita ingin melihat kesuksesan finansial. Persepuluhan dan memberi saja tidak akan memberi kita jenis kelimpahan yang Tuhan bicarakan dalam Firman-Nya.

*Salah satu prinsip yang paling sering diabaikan yang Tuhan ajarkan adalah PRINSIP LUMBUNG.*

Ulangan 28:8 (TB) mengatakan,
“TUHAN akan memerintahkan berkat ke atasmu di dalam LUMBUNGMU dan di dalam segala usahamu; Ia akan memberkati engkau di negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu.”

*Tuhan memerintahkan berkat di ‘LUMBUNG’ kita. Namun, kebanyakan orang Kristen tidak memiliki ‘LUMBUNG’.*
*Kita tidak MENABUNG, dan karena itu, kita kehilangan berkat yang Allah perintahkan atas tabungan kita.*

Prioritas yang diajarkan dalam Firman untuk keuangan kita adalah: *“Bayar Tuhan, bayar diri sendiri, lalu bayar orang lain.”*

Kebanyakan orang Kristen telah belajar untuk memberi (membayar Tuhan), mereka pasti membayar orang lain, tetapi sangat sedikit yang membayar diri mereka sendiri. 
*Tuhan ingin memberkati ‘LUMBUNG’ Anda.* Mulailah *disiplin MENABUNG* uang secara teratur, dan berikan Tuhan sesuatu untuk diberkati.
*Tuhan hanya bisa memberkati apa yang Anda MILIKI; Dia TIDAK dapat memberkati apa yang Anda butuhkan.*

Jadi, itu menimbulkan pertanyaan, bagaimana Anda menghemat uang jika Anda terlilit hutang? 
Jawabannya adalah bagian dari apa yang saya ajarkan dalam seminar saya dengan topik “Membangun Rumah Finansial Anda”.

Saya mengajarkan cara menciptakan banyak aliran pendapatan (salah satu rahasia mendasar untuk menciptakan kekayaan) dan cara keluar dari hutang dengan menggunakan Metode Fast-Track.
Kami juga mengajarkan dasar-dasar *MENABUNG dan BERINVESTASI serta membuat rencana keuangan keluarga dengan tujuan yang dapat dicapai.*
Ini penerapan praktis menggunakan prinsip-prinsip rohani yang telah diajarkan Andrew.

Saya menjamin, Tuhan ingin Anda makmur melampaui apa yang Anda lakukan. Jika kita menghormati Tuhan dengan keuangan kita dan menerapkan prinsip-prinsip praktis, Dia akan menjaga kita lebih baik secara tidak sengaja, daripada yang pernah kita lakukan dengan sengaja.

Baik yang rohani mau pun yang praktis harus bekerja sama agar kita mengalami kelimpahan sejati.

[Repost : “Financial Stewardship: The Practical Side”, – Andrew Wommack, diterjemahkan oleh Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
*MPOIN PLUS & PIPAKU*
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

#gospeltruth’scakes
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Milik Siapakah Kita?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Milik Siapakah Kita?

Ayam Serama kami ada sekitar 13 ekor sekarang tetapi ada 2 ekor yang menjadi kesayangan P. Indra.
Why?
Kedua ayam ini tahu sekali cara mengambil hati P. Indra. Jika dipanggil langsung datang dan keduanya hinggap di tangan P. Indra.
Sesungguhnya, pada awalnya semua ayam diperlakukan sama, tetapi kedua ayam ini mendapatkan ‘revelation/ pewahyuan’ lebih betapa dia dikasihi sehingga dia meresponi P. Indra lebih daripada ayam-ayam lainnya.

Nach sama dengan hubungan kita dengan Allah. Semua orang dikasihi Allah dengan ukuran yang sama tetapi ada yang meresponi, melatihnya, dan berusaha memahami kehendak Allah lebih baik daripada lainnya, jadilah dia memperoleh pewahyuan kasih Allah yang lebih besar. Endingnya, setiap aspek hidupnya berkelimpahan.

Hhhmmmm… Ilustrasi lainnya, ini lebih jelas.
Setiap manusia lahir dengan otot yang sama. Jumlah otot saya sama dengan otot Ade Rai pada waktu lahir.
Bedanya, Ade Rai melatih ototnya hingga menjadi binaragawan top, sementara saya olahraga hanya sesekali.
Respon kitalah yang membedakan apa yang kita terima.
Makes sense?


P. Indra membeli 5 Ayam Serama dari P. Imam, yang mengerjakan renovasi di rumah kami.
P. Imam kadang masih suka menjenguk ayam-ayam yang dijualnya. Dia sayang pada ayam-ayam itu.

“Ayam-ayam ini serasa di surga P. Indra, bisa bermain – main di halaman yang luas, makanannya juga terjamin. Kalau di kampung mereka hanya di kandang saja,” ujar P. Imam.

Setiap minggu, 2-3 kali diberi ulat jerman. Bagian saya untuk order. Saya baru paham ternyata ulat ada 2 macam, ulat Hongkong kecil-kecil dan panas di tubuh ayam. Jadi gak boleh banyak-banyak.
Ada lagi ulat Jerman, konon kepompongnya kupu-kupu. Ini lebih aman, proteinnya tinggi.

“Masa kalau di kampung, ayam-ayam ini juga dikasi ulat jerman rutin?,” tanya saya.

“Mungkin sekali-sekali… Tapi klo rutin diberi ulat jerman, proteinnya cukup, bulu ayam jadi mengkilap,” jawab P. Indra.

Jadilah saya wajib beli ulat jerman 2-3 kali setiap minggu!
Belum lagi Pur makanan ayam, P. Indra minta yang merk terkenal. Konon gizinya terjamin. Mahal juga biaya perawatan ayam….
Ternyata yang menikmati bukan hanya ayam serama, burung gereja pun setiap hari mampir menikmati…
Ada juga burung kutilang, selain makan makanan ayam, pepaya kami juga dilahapnya.
Jadilah berebut dengan kutilang. Kalah cepat, pepaya sudah berlubang di sana sini.

Ayam Serama konon campuran Ayam Kate dan Merpati, jadi ayam ini bisa terbang. Kesukaannya tidur di atas dahan.
Ada yang di dahan kelengkeng merah dan ada yang tidur di dahan sawo.
Nach… Di kedua pohon itu juga dipasang tenda kafe warna warni, supaya sang ayam tidak kehujanan.

Kalau hujan deras, dengan telaten P. Indra memakai payung, memastikan ayam-ayam terlindung di bawah payung tenda. Ayam itu meski kehujanan cuek saja…
Justru P. Indra yang sibuk memindahkannya.
Pokoknya fasilitas ayam beneran istimewa…


Apa bedanya Ayam Serama di kebun kami dan Ayam Serama di kampung?
Tidak ada bedanya!
Yang membedakan adalah pemiliknya.

Ayam Serama milik P. Indra mendapat perlakuan lebih spesial, dihargai, dikasihi dan hidup menurut tatacara ala kami.
Karena ayam-ayam ini milik P. Indra.

Dengan cara yang sama, apakah kita lebih baik daripada teman-teman lainnya?
Sama sekali tidak!

Kalau hati kita dipenuhi damai sejahtera, mendapatkan berbagai keberuntungan serta pertolongan, itu karena kita ini milik Allah.
Ketika kita meresponi Allah sesuai dengan kehendak-Nya, secara alami hal-hal baik terjadi dalam kehidupan kita.
Persyaratannya dipenuhi, otomatis janji-janji-Nya terealisasi.
As simple as that.

Allah tidak berubah baik dahulu, sekarang sampai selama-lamanya.
Matahari tidak pernah ingkar janji selalu terbit dan tenggelam pada waktunya.

Dalam hidup, kita diberi pilihan:
menjadi milik dunia atau milik Allah.
Jadi milik dunia, bebas semaunya sendiri… Kekinian…
Boleh menikmati segala ‘kesenangan’ dunia padahal hasilnya justru hal-hal yang merusak. Bikin penyakit. Kacau balau… Tanpa aturan yang jelas.

Jadi milik Allah, harus berkomitmen, disiplin, submit menundukkan diri, konsisten dan mau diajar.
Seolah-olah ribet, banyak aturannya….. Gak bebas.
Tetapi sesungguhnya semua itu demi kebaikan kita sendiri.
Allah yang menciptakan manusia, Allah yang paling tahu apa yang terbaik untuk kita serta bagaimana menjalani hidup dengan bijak.
Sehingga hidup dipenuhi damai sejahtera, ketenangan dan ketenteraman.
Allah yang berperang bagi kita, bahkan Dia menyediakan hidangan bagi kita, di hadapan lawan-lawan kita!
Wow…. Mantaaaappp…

Nach…. Ketika bersedia mentaatinya, hasilnya seperti Ayam Serama P. Indra.
Bulunya cantik mengkilap, tubuhnya sehat, berkecukupan, tinggal di taman yang indah…. Apa pun yang dibutuhkan, sudah tersedia…

Ssstt…. Ayam-ayam bahkan gak usah mikirin kapan mesti beli Pur dan Ulat, justru saya yang mesti mikir dan repot.

Semua fasilitas ini bisa dinikmati karena ayam ini milik P. Indra….
Dengan pertanyaan yang sama:
Kita milik siapa?
Aturan mainnya berbeda, hasil akhirnya juga berbeda.
Terserah Milik Allah or milik dunia?
kita pilih yang mana?


Sebagai penutup, ada kisah manis…
Karena ayamnya banyak, pukul 04:00 sudah mulai berkokok.
Komplainlah anak-anak…
P. Indra membelikan kandang 3 susun diletakkan di depan rumah, sehingga jauh dari kamar.
Apartemennya ayam, kata Elisa. 🙂
Sekarang anak-anak kecil suka mampir melihat ayam… 🙂
Sambil disuapin, jalan-jalan sore, anak-anak atau cucu tetangga suka nonton ayam.

Kami punya 2 ekor kelinci yang ditaruh di depan rumah juga. Ada anak perempuan India yang cantik sekali, suka sekali dengan kelinci….
Gak mau pulang… Lucunya 🙂

Life is good….
Happy lies in simple things.
Hidup itu indah…
Kebahagiaan sesungguhnya terletak pada hal-hal yang sederhana.
Setuju?

“I used to ask God to help me. Then I asked if I might help Him. I ended up by asking God to do His work through me.” – Hudson Taylor.

“Dulu saya meminta Tuhan untuk membantu saya. Kemudian saya bertanya apakah saya bisa membantu-Nya. Saya akhirnya meminta Tuhan untuk melakukan pekerjaan-Nya melalui saya.” – Hudson Taylor.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Berhenti? Malas Itu….

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Berhenti? Malas Itu….

Demikian pemikiran kebanyakan orang, termasuk saya, dulu…
Sampai saya belajar sesuatu yang baru.
Pendidikan dari orangtua, orang hidup itu harus rajin dan kerja keras agar sukses.
Jadilah merasa bersalah jika beristirahat.
Merasa malas.

Berbeda dengan millenial, yang ogah kerja keras.
“Yang betul, kerja cerdas Ma….”
Sebagian betul, tapi tekun dan ulet alias tough wajib juga.

Bagaimana kata Tuhan?
Ternyata Tuhan menghendaki agar ada hari kita yang dipergunakan untuk beristirahat, Hari Sabat.
Tuhan sendiri mencipta alam semesta 6 hari lamanya, lalu beristirahat di hari yang ke tujuh.
Ternyata perhentian itu mendatangkan berkat.

Terbukti bukan berarti yang bekerja paling keras yang paling sukses.
Pekerja bangunan meski bekerja berat dan keras, hasilnya gak seberapa.
Artinya, untuk mendapatkan hasil yang paling optimal, selain perlu kerja cerdas, tekun, rajin, perlu mengandalkan Tuhan dan mengikuti caranya Tuhan.
Cara Tuhan justru memberi kita istirahat atau perhentian, serta kesempatan menikmati hasil kerja kita.
Keren bukan?

Apa yang Tuhan inginkan agar kita lakukan di perhentian?

Tuhan ingin kita membangun hubungan dengan-Nya. Tuhan tahu, manusia tidak dapat hidup sendiri.
Sejak awal penciptaan, Adam diciptakan untuk terus membangun hubungan dengan Tuhan. Dikatakan di Taman Eden, saat hari sejuk, Adam bercakap-cakap dengan Allah.
Segala kebutuhan Adam sudah disediakan Allah, sebelum Allah menciptakan manusia.
Allah sudah mencukupi seluruh kebutuhan kita, jangan kuatir…

Caranya?
Biarkan hati tenang, dipenuhi damai sejahtera Allah.
Saat hati tenang, suara Allah jelas terdengar.
Kita bisa bercakap-cakap menikmati ciptaan-Nya, bercanda, mengikuti arahan-Nya.

Gunakan waktu di perhentian untuk mengenal Allah lebih dalam lagi dengan membaca dan merenungkan firman-Nya.
Karena firman itu adalah Allah sendiri.

Perhentian itu ibarat HP yang sedang di charge, ketika baterai full, fungsi HP menjadi maksimal.
Tidak berarti di perhentian kita tidak mengerjakan apa-apa, bersikap pasif atau malas, melainkan secara aktif dituntun Tuhan mengerjakan bagian kita, namun dengan hati yang tenteram karena sadar Allah senantiasa menyertai kita.

Perhentian adalah tempat di mana kita melepaskan segala kekhawatiran, kemarahan, masalah, persoalan dan berbagai beban berat dan meletakkannya di kaki Tuhan.

“Nak, kamu tidak akan mampu menjalani hidup sendirian,” kata Tuhan,
“Mari jalani hidup bersama – Ku, biarkan aku yang menggandengmu. Ketika melewati tempat yang terjal, mari naik ke atas gendongan-Ku… Aku yang berjalan mengatasi segala rintangan di hadapanmu.”

Bersikap tenang saat menghadapi krisis, masalah berat, bertentangan dengan logika manusia.
Bahkan dulu saya merasa bersalah, wong masalah yang dihadapi sedemikian berat, koq gak mikir…
Klo gak stress rasanya gak wajar. Gak normal, bahkan gak waras.
Jadi stress diterima sebagai kewajaran.

Sampai saya belajar hidup dengan menggunakan kacamata Allah.
Itulah sebabnya Tuhan mengatakan damai sejahtera dan ketenangan yang Ia berikan, tidak sama dengan yang ditawarkan dunia.

Setiap teringat akan masalah berat yang menimpa, Tuhan mengingatkan akan peristiwa di Laut Merah. Musa dan bangsanya tentu ketakutan, terjepit…. Di depan Laut Merah, di belakang tentara Firaun dan kereta kudanya yang mengejar dengan senjata lengkap…
Betapa mengerikan!
Tetapi jalan Tuhan di luar akal pikiran manusia: Laut Merah terbelah, Musa dkk berjalan di tanah kering.
Amazing!

Dengan cara yang sama, Tuhan akan menyelamatkan kita.
Allah tetap sama, dahulu, sekarang dan selama-lamanya.
Jalan keluar supernatural tersedia bagi kita.
Bahkan Andrew Wommack mengatakan, jika hidup kita tidak supernatural, artinya hubungan kita dengan Allah hanyalah artifisial alias tidak benar-benar mengenal-Nya.

Masa kita hanya berdoa dan berserah saja?
Tentu tidak! Ada hal- hal natural yang harus kita kerjakan.
Tuhan bilang, orang yang tidak bekerja jangan makan.
Kita mengerjakan bagian kita, sesuai hikmat Allah, tetapi dengan hati yang tenteram, bebas dari kecemasan.

Permasalahannya bukan di pihak Allah, melainkan di pihak kita:
Maukah kita menyerahkan hidup kita sepenuh hati kepada-Nya dan hidup mengikuti jalan-jalan-Nya?

We tend to use prayer as a last resort, but God wants it to be our first line of defense – Oswald Chambers

Kita cenderung menggunakan doa sebagai upaya terakhir, tetapi Tuhan ingin doa menjadi garis pertahanan pertama kita – Oswald Chambers

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Theologi Kemakmuran VS Kemakmuran Tuhan Yang Sejati.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Theologi Kemakmuran VS Kemakmuran Tuhan Yang Sejati.

“Oh, ternyata saya keliru…,” komentar seorang teman, “Sayaa pikir selama ini, Bu Yenny penganut theologi kemakmuran.”

DIEEEEENNNNKKK…….

Nach ini dia, repot menjelaskannya.
Kemakmuran memang tujuan Tuhan bagi anak-anak-Nya.
Why?
Klo gak makmur, kan gak jadi contoh.
Masa ikut Tuhan justru hidupnya lebih kacau balau, berantakan, amburadul? Ngutang sana, ngutang sini…
Klo kepepet karena kekurangan, bisa saja seseorang melakukan tindakan tercela, mencuri misalnya.
Tidak bayar hutang.

“Lho… Katanya anak Tuhan, koq menilap duit orang…”
Mana ada yang tertarik mengikuti Tuhan yang seperti itu.
“Aku yang gak beribadah saja, hidupku masih lebih baik daripada yang mengaku kenal Tuhan…”, bisa dikomentari begitu….
Makes sense?

Tuhan ingin hidup kita menjadi demonstrasi kebaikan Tuhan. Sehingga orang lain berpikir, aku mau lho kenal Tuhan yang seperti itu….
Hidup temanku jadi makmur, penuh damai sejahtera, sukacita, sehat, berhikmat, setelah ikut Tuhan. Sungguh hidupnya ditata Tuhan dengan sangat baik. Keberuntungan, ‘kebetulan’, hoki mengejar & mengikuti hidupnya…
Mereka sadar, itu karena Allah!
Nach… Jadi kesaksian…
Ini lho hebatnya ikut Tuhan sungguh-sungguh!

Tuhan ingin kita makmur, supaya kita gak sibuk mikirin kebutuhan hidup kita lagi, semua sudah tercukupi, maka kita bisa fokus melayani Tuhan.
Merealisasikan perintah-perintah-Nya.

Dulu saya berdoa, “Tuhan saya gak minta banyak-banyak, cukup… Bla.. Bla… Bla… (pas untuk diri sendiri).”
Ternyata ini doa yang Egois!
Gubbbrrraaaakkkk….
Dulu saya pikir, ini doa orang yang rendah hati dan tidak serakah.
Ternyata seharusnya kita minta lebih dari yang kita butuhkan, agar kita bisa berbagi dengan orang lain.
Tidak hanya kebutuhan kita pribadi yang tercukupi, tetapi kebutuhan orang lain juga.
Wow… Perubahan mindset!


Cara menerima kemakmuran yang telah Tuhan sediakan , dengan memberi atau menabur benih.
Sama seperti petani, kalau gak menabur benih atau menanam sesuatu, masa mau panen? Di alam natural, ga begitu cara kerjanya. Demikian pula di alam rohani.

Berilah kepada orang lain, supaya Allah juga memberikan kepadamu; kalian akan menerima pemberian berlimpah-limpah yang sudah ditakar padat-padat untukmu. Sebab takaran yang kalian pakai untuk orang lain akan dipakai Allah untukmu.

Jika kita menanam 1 biji mangga, saat panen tidak hanya 1, bisa puluhan bahkan ratusan.
Yang lebih hebat lagi, setiap musim mangga, selalu panen lagi dan lagi…

Apa pun yang kita tabur atau tanam, berbuah sesuai jenisnya.
Kalau kita menanam biji mangga, pasti panennya mangga. Bukan durian.

Rahasia besar lainnya, ketika kita setia dengan hal kecil yang Tuhan percayakan, maka kita dipercaya juga dalam hal-hal besar.
Ketika semakin banyak keuangan yang dialirkan Tuhan melalui kita, otomatis lebih banyak pula bagian kita secara natural.

Itulah cara kerjanya Tuhan

Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan.
Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.


Yang bikin orang allergi dengan Theologi Kemakmuran, karena diselewengkan menjadi fokusnya:
Duit… Duit… Duit….
Untukku…. Untukku…. Untukku…
Seperti lintah yang tidak puas terus menyedot darah orang yang ditempelnya.

Ketika kita fokus pada uang, aset, dan kekayaan terus menerus, itu yang disebut Cinta Uang.
Hal yang dibenci Allah.
Uang menjadi berhala dalam hidupnya.
Seharusnya fokus kita kepada Allah. Uang hanyalah alat, netral, tidak baik namun tidak jahat juga, tergantung siapa yang mengelolanya dan dipergunakan untuk apa.

Padahal tujuan Tuhan berbeda.
Kita diberkati untuk menjadi berkat bagi orang lain.
Tujuan utamanya supaya perintah-perintah-Nya bisa terlaksana.
Inilah Kemakmuran Tuhan yang Sejati

Ukuran kesuksesannya apa?
Bukan dinilai dari banyaknya uang atau aset yang disimpan, melainkan dari berapa banyak yang dibagikan kepada orang lain dan membuat kehidupan orang lain menjadi lebih baik serta memuliakan Nama Tuhan.


Bukan untuk mempromosikan diri kita lho! Toh saat kita pulang ke surga semua ditinggal koq. Saat bertemu Tuhan, ditanya: “Apa yang sudah kamu lakukan dengan titipan-Ku?”

Betul-betul perubahan mindset secara radikal, setelah sekolah. Saya pun masih belajar untuk memahami dan menghidupinya. Ujian bisa saja sudah lulus, tetapi mempraktikkannya perlu usaha dan kemauan.

Kemakmuran baik, asalkan tidak diselewengkan.
Selaraskan tujuannya dengan tujuan Allah.
Kita beri nama Kemakmuran Tuhan yang Sejati saja, biar gak salah persepsi.
Dengan menjadi makmur, kita lebih efektif membantu mengentaskan kehidupan banyak orang.
Kalau kita makmur, suara kita lebih didengar orang… Sadar ga?

Bahkan Raja Salomo, raja paling bijaksana sekaligus terkaya yang pernah hidup di dunia ini, bercerita:
Di sebuah kota yang kecil, penduduknya tidak seberapa; Seorang raja yang agung menyerang, mengepungnya dan mendirikan tembok-tembok pengepungan yang besar terhadapnya;
Di situ terdapat seorang miskin yang berhikmat, dengan hikmatnya ia menyelamatkan kota itu, tetapi tak ada orang yang mengingat orang yang miskin itu.

”Hikmat lebih baik daripada keperkasaan, tetapi hikmat orang miskin dihina dan perkataannya tidak didengar orang,” kata Raja Salomo.

Masuk akal bukan, Tuhan ingin kita kaya & makmur, agar ketika kita menceritakan tentang Tuhan, orang lain bersedia mendengarnya.
Bukankah kita ini duta Allah di dunia ini, mana bisa menjadi duta yang efektif jika orang lain tidak mau mendengarkan dan menghargai kita?

Sama halnya, Bulan itu tidak bercahaya, gelap.
Tidak punya sinar sendiri. .
Saat bulan berada dekat matahari, bulan memancarkan sinarnya matahari dan bulan jadi nampak cantik memukau…
Dengan cara yang sama, Tuhan membuat kita lebih ‘hebat’, lebih ‘keren’, lebih ‘berhikmat’, lebih ‘makmur’ saat kita melekat kepada-Nya dan sibuk melayani-Nya.
Karena memancarkan kemuliaan Allah.
Menjadi cermin Allah!
Setuju?

Belajar yukkk….

Abundance isn’t God’s provision for me to live in luxury. It’s his provision for me to help others live. God entrusts me with his money not to build my kingdom on earth, but to build his kingdom in heaven.”? Randy Alcorn.

Kelimpahan bukanlah penyediaan Tuhan bagi saya untuk hidup dalam kemewahan. Ini adalah penyediaan-Nya bagi saya untuk membantu hidup orang lain. Tuhan mempercayakan uang-Nya kepada saya, bukan untuk membangun kerajaan saya di bumi, tetapi untuk membangun kerajaan-Nya di surga.”? Randy Alcorn.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Cara Melepaskan Kesembuhan

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Melepaskan Kesembuhan

Tahukah Anda apa artinya memiliki Yesus/Bapa/Roh Kudus yang tinggal di dalam diri Anda? Kita telah diubahkan oleh Roh Allah dan menjadi satu roh dengan Dia (1 Kor.6:17).

Jika Yesus hidup di dalam kita oleh Roh Kudus, maka semua yang Dia miliki, ada di dalam kita. Hidupnya (zoe) ada di dalam kita, termasuk kesembuhan.

Paulus berkata bahwa bukan lagi dia yang hidup, tetapi Kristus yang hidup di dalam dia dan dia sekarang hidup oleh iman Anak Allah (Gal. 2:20). Paulus menyatakan bahwa Yesus hidup di dalamnya, dan iman Yesuslah, iman yang dipergunakan oleh Paulus untuk hidup. Yesuslah Pemimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan.

Oleh karena itu, iman Tuhan yang ada di dalam diri kitalah, iman yang menyembuhkan. Inilah bagian dari sifat rohani kita yang sudah lahir baru.

Kebanyakan orang Kristen melihat kesembuhan datangnya dari luar, mungkin dari atas. Mereka melihat diri mereka sendiri sebagai orang sakit yang berusaha untuk sembuh. Mereka berdoa, meminta dan berharap sesuatu yang dari luar, akan menyentuh mereka.

Tentu saja ketika Yesus berjalan di atas bumi dan menyembuhkan semua orang yang datang kepada-Nya, Dia memang berada ‘di luar’ dari orang yang sakit dan menyembuhkan mereka dari luar. Tapi sekarang Dia tinggal di dalam kita, dengan demikian kuasa kesembuhan-Nya berada di dalam kita.

Ketika kita berurusan dengan penyakit di dalam tubuh kita sendiri, kita harus melihat diri kita sendiri sebagai orang sehat, – orang SUDAH disembuhkan -, yang sedang melawan penyakit, BUKAN sebagai orang sakit yang berusaha disembuhkan.

Penyakit adalah penyusup ilegal yang harus dikeluarkan bahkan ditendang keluar dari dalam tubuh kita. Kita berbicara memerintahkan kepada tubuh kita, dengan kuasa Roh Kudus yang ada di dalam kita. Yang jasmani harus tunduk kepada yang rohani. Yang terlihat harus tunduk kepada yang tidak terlihat.

Semua kesembuhan yang kita butuhkan telah tersedia melalui roh kita yang sudah lahir baru, yang menyatu dengan Tuhan. Kesembuhan datang dari dalam. Kita melepaskannya melalui kata-kata, sikap, pikiran serta tindakan kita. Maka kita bertindak berdasarkan Firman, mengucapkan Firman, memikirkan Firman dan ‘melihat’ kesembuhan.

BUKAN lagi kita meminta Tuhan untuk melepaskan kesembuhan. Kesembuhan SUDAH dilepaskan sejak Yesus berjalan di bumi dan sejak Dia bangkit dari kematian. Ini lebih merupakan masalah kita dalam melepaskan kesembuhan yang TELAH Tuhan berikan kepada kita.

Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, (Ef. 3:20)

Ayat itu layak untuk direnungkan!

Ketika kita memiliki pemahaman yang jelas dan pewahyuan iman, serta pemahaman bahwa Sang Penyembuh tinggal di dalam (dengan kuasa-Nya yang bekerja di dalam kita), maka kita sedang dalam proses melihat terjadinya manifestasi kesembuhan. Jika Anda dapat ‘melihatnya’ dengan mata iman, Anda pun dapat menerimanya.

[Repost : “Releasing Healing”, – Barry Bennett, Penerjemah oleh Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 173 174 175 176 177 404