Author Archives: Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Articles

Apakah Kita Merasa Bebas Untuk Hidup Dalam Kelimpahan?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Apakah Kita Merasa Bebas Untuk Hidup Dalam Kelimpahan?

Banyak orang percaya yang tidak memahami topik kemakmuran. Mereka belum memahami bahwa kemakmuran dan peningkatan merupakan sifat dasar Allah, dan sifat Firman-Nya (lihat Yes. 55:11).

Kemakmuran adalah kelahiran baru – dari kematian menuju kehidupan, dari kegelapan menuju terang.
Kemakmuran adalah pikiran yang diperbarui.
Kemakmuran adalah hidup yang dipenuhi oleh buah Roh, Bukan dikuasai oleh perasaan dan emosi manusia. Kemakmuran adalah kesehatan dan kesembuhan bagi tubuh kita.
Kemakmuran adalah hubungan yang penuh kasih dan sehat. Kemakmuran adalah damai sejahtera dan sukacita Tuhan.
Pada akhirnya, kemakmuran artinya memiliki lebih dari cukup, sehingga dapat memberkati orang lain serta memenuhi panggilan Tuhan dalam kehidupan kita.

Kemiskinan bukanlah bagian ciptaan Tuhan. Tuhan menentang segala sesuatu yang membawa kemiskinan: baik itu kebodohan, kemalasan, dosa, ketidakadilan, dan sakit penyakit.
Ketika seseorang tersinggung pada kemakmuran, mereka sebenarnya tersinggung pada kebaikan serta sifat Tuhan. Mereka tersinggung dengan “Injil yang dipenuhi berkat Kristus.” (Rm. 15:29).

Setiap orang yang mengritik kemakmuran, sedang mengungkapkan isi hatinya sendiri. Semua yang mengritik seseorang yang mempunyai rumah, mobil, rekening bank, pekerjaan, komputer, WIFI, dll., mereka orang-orang punya uang, bahkan ingin memikinya lebih banyak lagi. Tetapi untuk beberapa alasan, jika ada orang yang berbicara tentang kemakmuran dan kelimpahan dari Tuhan, mereka tersinggung. Pada kenyataannya, mereka yang mengritik, mungkin termasuk dalam kategori 10% teratas dari orang terkaya di dunia. Jika mereka sangat menentang uang, seharusnya mereka menyingkirkannya, dengan berhenti bekerja, dan menjadi tunawisma.

Jika kita menentang kelimpahan, artinya kita membenci surga. Jalanan surga diaspal dengan emas! Taman Eden adalah tempat di mana kemakmuran dan kelimpahan berada, diberikan Tuhan kepada manusia. Kekayaan bumi ditujukan bagi umat Allah, bukan untuk orang jahat. Agama telah mengajar kita, kemiskinan identik dengan kesalehan, bertahan dalam penderitaanlah yang seharusnya diharapkan.

Bagaimana kita bisa menjadi terang bagi dunia dan menunjukkan kepada mereka kebaikan Tuhan, jika kita sakit dan bangkrut, sementara orang-orang yang tidak mengenal Tuhan justru memiliki kekayaan yang Tuhan maksudkan bagi kita, orang-orang percaya?

Orang yang paling makmur adalah pemberi yang ceria. Mereka “mengerti.” Mereka memiliki hati Tuhan. Mereka tidak takut memiliki lebih dari cukup. Mereka bebas menikmati kelimpahan Tuhan di setiap tingkatan kehidupannya dan menjadi berkat bagi banyak orang tanpa rasa takut.

Kita diberkati untuk menjadi berkat bagi sesama. Itulah kerinduan hati Tuhan. Dengan demikian, hidup kita menjadi demonstrasi kebaikan-kebaikan Tuhan. Alkitab yang terbuka bagi dunia di sekeliling kita.

Siap?

When you focus on being a blessing, God makes sure that you are always blessed in abundance – Joel Osteen

Ketika kita fokus menjadi berkat, Tuhan pun memastikan kita selalu diberkati dalam kelimpahan – Joel Osteen

Sumber: Barry Bennett

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Sudahkah Kita Bersyukur? Ini Alasannya!

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Sudahkah Kita Bersyukur? Ini Alasannya!

Pada umumnya orang akan bersukacita dan dari mulutnya keluar ucapan syukur saat mendapatkan rumah baru, mobil baru, menang undian dsb.
Pokoknya mendapatkan sesuatu yang baru dan berharga.

Tadi saat sedang berjalan di Mall dengan P. Indra, entah di mana salahnya saya terpeleset… Untung sempat berpegangan tangan P. Indra sehingga jatuh tapi tidak apa-apa. Sedikit memar di lutut.
Saya baru menyadari, alas sandal saya memang agak licin. Modelnya cantik tapi membahayakan.

Ketika saya melanjutkan perjalanan, tiba-tiba ada bisikan kecil dalam hati mengingatkan agar saya bersyukur kepada Tuhan. Betapa saya dijagai sehingga tidak kurang suatu apa…

“Terimakasih Tuhan… Sungguh Engkau baik. Banyak orang jatuh jadi stroke dsb. Kalau saya baik-baik saja, itu sungguh suatu anugerah dan bukti perlindungan Tuhan yang nyata.”

Saya merasa sangat dicintai Tuhan… Allahku selalu bisa diandalkan.

Tuhan pun mengingatkan, betapa banyaknya yang bisa dan wajib disyukuri, meski pun saya tidak menerima hadiah atau mendapatkan sesuatu.

Tidak sakit dan tetap sehat, itu hadiah yang tak ternilai harganya.
Sahabat P. Indra yang terkena Covid beberapa bulan lalu, bercerita,

“Rasanya ingin mati saja. Bayangkan, mau nafas saja susah. Yang lebih menyiksa lagi, di rumah sakit, kamarnya dikunci dari luar. Di isolasi. Melebihi orang yang dipenjara. Tidak bisa apa-apa.”

Mendengar cerita itu, segera saya menarik nafas panjang-panjang…. Ah, betapa leganya. Ini sesuatu yang sangat berharga, yang selama ini jarang diperhatikan.

Kalau kita sehat bisa makan apa saja terasa nikmat. Menghirup udara dengan segar dan bebas. Masih bisa berkumpul keluarga dan teman. Apalagi saya masih bisa tetap sekolah dan hidup penuh semangat… Bukankah itu sebuah anugerah yang luar biasa?
Privilege dari Tuhan yang jarang disadari.

Sahabat P. Indra bercerita juga, sulit tidur. Karena cemas, takut ketularan Covid, maka dia memperbanyak olahraga. Terlalu lelah, malahan sulit tidur. Akibatnya kondisi drop. Akhirnya kena covid.

Berapa banyak dari kita yang ingat untuk mensyukuri karena bisa tidur nyenyak semalam? Kita kerap take it for granted, meremehkannya… Padahal tidur lelap pun anugerah Tuhan, yang bikin tubuh sehat dan imun meningkat.

Bebas dari ketakutan karena mengenal Tuhan secara pribadi, sungguh merupakan anugerah yang sangat berharga. Bisa tetap hidup normal tanpa kecemasan. Saya punya Allah yang luar biasa.

Betapa banyaknya teman-teman yang hidupnya serba ketakutan.
Tidak sadar bahwa sesungguhnya ketakutan itu teror dari ‘si musuh.’
Ketika takut, kita tidak mempercayai Allah. Bahkan menganggap apa yang kita takutkan, lebih besar daripada Allah!

Apa pun yang kita fokuskan itu membesar.
Semakin fokus pada ketakutan, semakin dahsyat jeratan ketakutan meneror.
Sebaliknya, ketika kita membesarkan Allah, maka ketika Terang itu datang, kegelapan dan ketakutan pun sirna.

Ingatlah dunia ini ditopang oleh firman-Nya.
Alam semesta diciptakan oleh-Nya.
Apakah ada yang sulit bagi Allah?


Konon tahun depan krisis akan melanda dunia. Ketika berbincang-bincang dengan Elisa, putri saya berkomentar,
“Masuk akal sich…. Bla bla bla….”, sambil menyebutkan berbagai alasan yang sangat masuk akal.

Suara lembut dalam hati bertanya,
“Kamu yang harus memilih, percaya pada apa kata dunia, para pakar dengan berbagai alasan yang secara fakta sangat masuk akal, Atau, mempercayai janji-janji Tuhan? Kamu punya free will untuk memutuskannya…”

Gubraaaaakkkk…. Kaget!

Betul juga ya…
Tuhan sudah berjanji, orang yang senantiasa duduk dalam lindungan yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa, akan senantiasa dilindungi.

Dilindungi dari apa saja?
Dilindungi dari penyakit menular, diluputkan dari panah si jahat, karena kesetiaan Allah menjadi adalah perisai dan pagar tembok bagi kita, yang percaya serta beriman kepada-Nya.

Yang lebih dahsyat lagi, mesi seribu orang rebah di sisi kita dan sepuluh ribu di sebelah kanan kita, tetapi semua itu tidak akan menimpa kita. Karena Tuhanlah yang menjadi tempat perlindungan kita dan Yang Mahatinggi menjadi tempat perteduhan kita.

Tuhan menyediakan hidangan bagi kita, di hadapan para lawan kita.
Tuhan mengurapi kepala kita dengan minyak, piala kita akan penuh melimpah.
Kebajikan dan kemurahan belaka yang akan mengikuti kita, disepanjang umur hidup kita.
Dan kita akan diam dalam rumah Tuhan sepanjang masa!
Wow….
Sungguh menakjubkan jaminan dari Tuhan!

Masihkah kita harus kuatir dengan adanya krisis atau resesi?
Apa yang mustahil bagi Dia? Tidak ada!
Apa pun yang terjadi di dunia ini, kita adalah warga negara Kerajaan Allah.
Dialah yang menjadi Sumber sejati berkat-berkat kita.
Di Kerajaan Allah tidak ada krisis dan resesi.
Tidak ada yang perlu ditakutkan.
Tuhan akan mengadakan perbedaan, bagi orang-orang yang sungguh-sungguh beribadah kepada-Nya.
Saya pun bersyukur! Hati ini bersorak-sorai penuh sukacita.

Terimakasih Tuhan!

God is good, all the time. 
Selalu ada yang bisa kita syukuri.
Sudahkah kita menghitung berkat-berkat-Nya, merenungkan janji-janji-Nya dan bersyukur?

Every chance I get, I will praise the Lord for all He has done for me.

Setiap ada kesempatan, saya akan memuji Tuhan atas semua yang telah Dia lakukan untuk saya.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC

MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK-
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Membangun Hati Yang Baru, Kunci Kehidupan Yang Berkelimpahan

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Membangun Hati Yang Baru, Kunci Kehidupan Yang Berkelimpahan

Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.
Efesus 2:10 TB

Sebelum kita diselamatkan, hati kita dibangun dalam sistem kepercayaan yang didasari oleh pandangan duniawi, usaha diri sendiri dan bergantung pada kinerja. Tetapi ketika kita menerima Yesus (sebagai Tuhan dan juruselamat pribadi), kita dilahirkan kembali di dalam roh dan hati!

Kita diselamatkan 100% karena Anugerah Tuhan semata.

Hati Yang Baru

“Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.”
Yehezkiel 36:26 (TB)

Sesuatu yang supernatural dan rohani terjadi di DALAM dan UNTUK kita; kita diciptakan kembali di dalam Kristus dan diberikan hati yang baru. Namun sayangnya, banyak orang yang terus membangun hati mereka di dalam sistem kepercayaan lama yang sama dengan yang mereka miliki sebelumnya. Sistim kepercayaan dunia, seperti sebelum mereka lahir baru.

Seharusnya, sebagai ciptaan yang baru, kita menyelaraskan pikiran kita sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan. Mengalami pembaharuan budi.

Mengembangkan Hati

Amsal mengatakan, bahwa kita harus mengarahkan telinga kita kepada Firman, menyimpannya di dalam hati kita
(Ams 4: 20-27).
Mengapa?
Karena Firman tidak akan pernah hidup dan menyehatkan diri kita, kalau tidak bekerja di dalam hati yang percaya!

Membangun kembali Hati Kita

Amsal juga memberitahukan bahwa hati manusia beroperasi seperti komputer!
Garbage In, garbage out.
Apa yang masuk ke dalam hati, itulah yang keluar dari mulut kita.

“Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan; karena dari situlah kehidupan dimulai! ” —Amsal 4:23 (MSG)

Ketika Alkitab berbicara tentang hati, itu berbicara tentang keyakinan, penghargaan, dan sistem kepercayaan di dalam hati kita yang terdalam.

Percaya hanya terjadi di dalam hati.

“Karena sebagaimana seseorang berpikir (Thinketh = PERCAYA) di dalam hatinya, demikian juga dia ….” – Amsal 23: 7 (KJV)

Thinketh artinya menghitung; untuk memperkirakan harga atau nilai pasar.

Jelaslah bahwa apa yang kita yakini, pentingkan, dan hargai di dalam hati kita, akan menentukan siapa dan bagaimana kita jadinya!
Jika sistem kepercayaan “bawaan” seseorang tidak benar, dia tidak akan berpikir atau berfungsi dengan benar.

Tuhan Melayani Jiwa Kita.

Tuhan melayani roh kita melalui Roh Kudus. Sebagai orang percaya, kita telah dibuat utuh dan dewasa di dalam roh melalui Kristus — tidak menginginkan dan tidak kekurangan apa pun. (Kol. 2: 8-10).

Kita tidak dapat bertumbuh menjadi dewasa secara rohani melebihi bagaimana kita telah diciptakan di dalam Dia!
Karena kita sudah memperoleh segala yang yang kita perlukan di dalam Kristus dan menjadi dewasa penuh didalam-Nya.

Ketika menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi, kita dilahirkan kembali di dalam roh dan hati!

Pelayanan Lima Jawatan untuk menyempurnakan Jiwa

Tuhan telah menetapkan pelayanan lima jawatan untuk menyempurnakan orang-orang kudus (Efesus 4: 11-13).

Menyempurnakan berasal dari akar kata yang artinya memperbaiki. Thayer mendefinisikannya sebagai: untuk menjadikan, menyelesaikan, memperbaiki (apa yang telah rusak atau dipinjamkan), untuk merenovasi, menyempurnakan dan membuatnya menjadi utuh!

Pelayanan lima jawatan ini melayani jiwa orang percaya, agar dapat memperbaiki pikiran, kehendak, mau pun emosinya.

Hanya Diri Kita yang Bisa Menjaga dan Melayani Hati Kita Sendiri.

*Mark Twain berkata, “Bukan apa yang Anda tidak tahu yang akan membunuh Anda. Apa pun yang Anda tahu dengan pasti, bahwa itu tidak benar, juga akan membunuh Anda. “

Orang lain tidak dapat menjaga, melindungi, dan melayani hati kita, untuk kita. Hanya kita sendiri yang dapat melakukannya.

Saat ini, banyak orang berhenti bertanggung jawab atas hidup mereka sendiri, tetapi justru suka menyalahkan orang lain mau pun penyebab lainnya, atas apa yang terjadi dalam hidup mereka. Kapan pun kita menyalahkan orang lain, tanpa sadar, kita sedang menyabotase hidup kita sendiri, dan itu menghalangi kesuksesan kita.

Ini bukan tentang benar atau salah. Yang terlebih penting, apakah apa yang kita ungkapkan membawa kehidupan atau justru kematian. Hanya kita sendiri yang dapat menjaga hati kita.

Cara Kematian!

Ada jalan yang nampaknya benar, dan sesuai hukum, namun bagaimana hal itu mempengaruhi hati Anda? (1 Kor.6: 12; 10:23)

Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apa pun.
1 Korintus 6:12 TB

”Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. ”Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.
1 Korintus 10:23 TB

Di seluruh Kitab Suci, kita menemukan orang-orang yang dipilih dan diurapi oleh Tuhan, tetapi karena mereka tidak menjaga kondisi hatinya, akibatnya mereka kehilangan pelayanan, kerajaan, dan beberapa diantaranya, bahkan kehilangan nyawa mereka!

Menjaga hati merupakan salah satu hal terpenting yang dapat kita lakukan setiap hari!

Jagalah Hatimu dengan Kebenaran.

Yesus menjelaskan, seberapa besarnya perhatian kita terhadap kebenaran (dari Tuhan), melalui apa yang kita dengar, akan menentukan seberapa banyak manfaat yang kita dapatkan darinya.
(Mrk. 4: 23-25).

Tuhan berkata, segala sesuatu yang kita dengarkan dan fokuskan akan meningkat, bertumbuh, dan menjadi berlipat ganda di dalam hati serta kehidupan kita.

Kondisi hati kitalah yang menentukan seberapa banyak kita dapat hidup dan menikmati hidup yang berkelimpahan!

A New Creatures in CHRIST, we all need to be accountable to people who regularly remind us That We Were Born To Make A Difference – Arthur Meintjes.

Menjadi Ciptaan Baru di dalam KRISTUS, artinya kita semua harus bertanggung jawab kepada orang-orang, yang selalu mengingatkan diri kita, bahwa Kita Dilahirkan (di dunia ini) Untuk Membuat Perbedaan – Arthur Meintjes.

Sumber: Arthur Meintjes

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Jangan Serahkan Kembali Kepada Musuh, Area Yang Telah Kita Menangi…

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Jangan Serahkan Kembali Kepada Musuh, Area Yang Telah Kita Menangi…

“Jika kita menjadi pasukan prajurit dan mendapat tugas untuk menyerang dan menguasai 4 pulau. Jika kita telah menguasai pulau A, tapi belum menguasai pulau B, C dan D.
Mungkinkah kita berkata,
“Yach, kami belum menang total, belum mampu menguasai 4 pulau, jadi apa gunanya pulau A ini? Serahkan kembali sajalah kepada musuh, ” demikian Yuliadi sahabat saya di sekolah Charis menjelaskan,
“Apakah kita akan bersikap seperti itu? Tentu Tidak bukan?Tetapi dalam hal kesembuhan, banyak orang tanpa sadar bersikap demikian, akibat termakan tipuan iblis.”

Contohnya : jika seorang menderita sakit kepala, nyeri tangan, kaki bengkak, pegal-pegal misalnya. Setelah dia berdoa atau didoakan, sakit kepalanya hilang, tapi tangan dan kaki masih belum sembuh.

Seringkali orang itu berkata,
“Yach, kayaknya aku belum sembuh deh, kepalaku kelihatannya belum sembuh juga…mungkin sugesti doang, kepalaku gak sakit lagi. Karena kakiku masih bengkak, pegal, tangan masih nyeri… kalau beneran sembuh, harusnya semuanya sembuh dong?”

Logika yang Salah!
Sakit kepala sembuh, ibarat kita sudah memenangkan Pulau A. Tinggal tunggu manifestasi kesembuhan nyeri tangan, kaki yang bengkak dan pegalnya hilang. Ini baru mindset yang lurus tepat sasaran!

Respon yang benar, seharusnya bersyukur untuk setiap kemajuan dan kemenangan yang sudah diraih.
“Puji Tuhan kepalaku sudah sembuh, itu artinya aku sudah menang 1 area, jadi tinggal 3 area lagi”

Kasus lain lagi : jika ada pria yg terikat rokok, ponografi, alkohol dan amarah.
Setelah sering berdoa, baca Firman dan beribadah, dia sudah bisa lepas dari rokok.
Tetapi kerapkali dia berespon,
“Yach… aku belum berubah, masih terikat narkoba, pornografi, marah-marah, jadi mendingan bablas sajalah sekalian, aku ngerokok lagi aja.”

Itu sama saja seperti prajurit yang menyerahkan kembali pulau A kepada pihak musuh, hanya karena ia belum menguasai pulau B,C,D
Seharusnya sikap yang benar, bersyukur sudah menang 1 area, jadi tinggal 3 area lagi.

Kemenangan besar, dimulai dari kemenangan dalam hal-hal kecil, yang dengan setia kita perjuangkan.


Saya terispirasi sekali mendengar kesaksian claire.
Suatu ketika Claire dan suaminya, Mark, melihat di slip gaji Mark ada kenaikan gaji sebesar 50 sen alias ½ USD = 7.500 rupiah.

Bagi kebanyakan orang, tidak akan peduli atau justru merendahkan, apa gunanya uang 50 sen di Amerika?
Bahkan tidak sedikit, di posisi yang sama, justru mengutukinya. “Huh… Naik koq cuma 50 Sen, buat apa coba?”
Tetapi tidak demikian dengan mereka, yang paham prinsip Benih.

Peningkatan sebesar 50 sen itu benih. Memang kecil. Tetapi dikatakan benih (biji) sesawi yang sangat kecil, nyaris tidak terlihat secara kasat mata, ketika tumbuh lebat bisa menjadi sayuran besar, lebih besar daripada berbagai jenis sayuran lainnya. Bahkan burung-burung pun dapat bernaung di sana.

Demikian benih uang 50 sen itu, ketika disyukuri, menjadi benih yang subur, suatu ketika akan bermultiplikasi hingga berlipat ganda menjadi berkat yang besar.
Sikap kita menentukan, benih itu akan menjadi berkat besar atau justru mati, sehingga tidak memperoleh apa-apa.

Tuhan mengajarkan Hukum Kehidupan ini berdasarkan prinsip Benih, Hukum Tabur dan Tuai.
Jika kita tidak menabur, maka kita tidak akan menuai.

Bahkan Barry Bennett mengajarkan, agar saat membayar tagihan pun jangan dengan sikap enggan, seolah-olah kita terpaksa kehilangan sesuatu. Disertai gerutu dan komplain. Tetapi perlakukan sebagai benih, dibayar dengan penuh ucapan syukur karena dengan tagihan itu kita dapat mencukupi kebutuhan keluarga. Bisa bayar tagihan, berarti diberkati Tuhan.
“Terimakasih Tuhan, saya bisa bayar tagihan tepat waktu karena anugerah-Mu. Aku bersyukur menjadi anak-Mu terkasih, apa pun kebutuhanku tercukupi.”

Ketika diperlakukan sebagai benih, artinya benih rohani selalu bertumbuh sesuai dengan jenisnya, dan suatu ketika akan berbuah, menjadi berkat.
Apa yang kita syukuri akan bermultiplikasi!

Nach terserah kita bagaimana hendak memperlakukannya?
Berkat dan kutuk ada di tangan kita sendiri.

A small seed of gratitude planted in your heart will grow into garden of blessings and joy!

Benih kecil rasa syukur yang ditanam di hatimu akan tumbuh menjadi taman yang penuh dengan berkat dan sukacita!

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Read More
Articles

Cara Menjalani Hidup Dalam Tuhan Yang Kerap Dilupakan.

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Cara Menjalani Hidup Dalam Tuhan Yang Kerap Dilupakan.

Kita terbiasa membagi hidup ini menjadi segmen satu tahunan. Mulai pada waktu tertentu, awal tahun, lalu berakhir pada waktu lain, akhir tahun. Masalahnya, kita cenderung mengkategorikan keberhasilan dan kekalahan kita dalam slot tahun ini dan kemudian menimbangnya kembali, di awal setiap tahun, biasanya berfokus pada apa yang tidak kita lakukan.

Setiap tahun, terlihat orang yang sama pergi berdoa lagi, bertekad untuk membuat resolusi di tahun baru, berharap akan berhasil. Apa yang tidak mereka sadari, seperangkat aturan baru, yang sesungguhnya seperangkat aturan yang sama seperti tahun lalu, yang dilakukan dengan cara yang berbeda, pada akhirnya akan memberikan hasil yang sama. Yang mereka butuhkan adalah perubahan hati.

Perubahan cara pandang, perubahan mindset dan cara mengerjakan yang baru sesuai dengan hikmat serta tuntunan Tuhan setiap harinya.
Cara Tuhan tidak pernah sama, meski untuk menyembuhkan penyakit yang secara kasat mata serupa.
Berkat-Nya selalu baru setiap hari.

God like to change the channels of His supply to us from time to time, so we don’t learn to trust in one of the channels of supply more than Him – Greg Fritz.

Tuhan senantiasa mengubah saluran pasokan-Nya kepada kita dari waktu ke waktu, jadi kita tidak belajar untuk mempercayai hanya salah satu saluran pasokan-Nya, melebihi kita mempercayai Tuhan sendiri – Greg Fritz.

Saya percaya kita perlu belajar untuk hidup setiap hari, dengan melangkah bersama Tuhan, langkah demi langkah, mensyukurinya sebagai hadiah dan anugerah Tuhan. Menjalani kehidupan bersama Tuhan, dengan cara Tuhan pula, untuk menggenapi tujuan hidup yang ditetapkan-Nya bagi setiap kita, serta mengalahkan setiap tantangan kehidupan. Sehingga hidup kita menjadi teladan bagi orang-orang di sekeliling kita. Mereka melihat bagaimana respon kita, dan bagaimana Tuhan campur tangan secara supernatural melalui hidup kita.

Mereka sadar, Allah kita Allah yang hidup. Allah yang dahsyat, namun memperlakukan kita sebagai anak-anak-Nya yang terkasih. Betapa indahnya….
Mereka pun ingin mengenal Allah kita!

Alkitab mengatakan kemurahan dan kebaikan kasih Tuhan selalu baru SETIAP pagi.
Setiap pagi, Dia bersedia memberi saya sesuatu yang lebih baik, melampaui apa yang layak saya terima dan mengasihi saya seolah-olah saya yang terkasih satu-satunya di dunia ini. Kasih Allah personal bagi setiap orang.

Pemikiran ini saja seharusnya membuat setiap kita bersukacita dan antusias menyambut hari yang baru. Setiap hari memiliki lapisan perak baru. Berkat yang unik.
Salah satu quotes terkenal, mengatakan, “Kita kehilangan lapisan perak setiap hari, karena terlalu sibuk mencari emas.”

Syukuri apa yang kita terima dan hargailah. Segala sesuatu yang kita syukuri, akan bermultiplikasi. Berlipat kLi ganda dan berlimpah-limpah.

Gaya hidup yang senantiasa bersyukur merupakan ungkapan hati yang dipenuhi rasa syukur. Ketika seseorang bisa mensyukuri apa yang sudah dimilikinya, itu pertanda bahwa dia sudah cukup dewasa untuk menerima, dipercaya serta mampu mengelola berkat-berkat yang lebih besar lagi.

Seberapa besar berkat yang bisa kita terima, tidak tergantung seberapa banyak kita bisa menerimanya, namun tergantung seberapa besar kita dapat bertanggung jawab untuk mengelolanya sebagai penatalayan yang setia, lalu memanfaatkannya bukan untuk kepentingan diri sendiri, melainkan untuk mengabarkan Kabar Baik serta menjadikan bangsa-bangsa menjadi murid Tuhan, sesuai pesan Tuhan Yesus sebelum naik ke surga.

Bagaimana dengan kita?
Siapkah menerima tanggung jawab itu?

The Kingdom you have within you will become The Kingdom Around You. – Arthur Meintjes.

Kerajaan Allah di dalam diri Anda akan menjadi Kerajaan di Sekeliling Anda. – Arthur Meintjes.

Sumber: Arthur Meintjes

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 158 159 160 161 162 404