Articles

Ada Musim di Mana Iman Terbesar Adalah Diam

Seruput Kopi Firman Tuhan
Yenny Indra

Ada Musim di Mana Iman Terbesar Adalah Diam

Kita sering berpikir iman itu selalu identik dengan bergerak, berdoa keras, mengambil langkah, membuat keputusan, dan “melakukan sesuatu”. Seolah-olah kalau kita diam, berarti kita kurang iman. Kalau kita berhenti, berarti kita menyerah. Kalau kita tidak mengontrol, berarti kita lalai.

Padahal Alkitab menunjukkan sesuatu yang sangat berbeda.

Di Kejadian 15, ketika Allah mengikat perjanjian dengan Abram, justru ada satu hal mengejutkan yang sering terlewat: Abram dibuat tertidur. Bukan dia yang berjalan di antara potongan korban. Bukan dia yang mengucapkan sumpah. Bukan dia yang menanggung risiko. Allah berjalan sendirian.

Abram tidak gagal. Ia tidak disingkirkan. Ia dibuat pasif dengan sengaja.
Ini bukan kelemahan. Ini pewahyuan.
Ada musim di mana iman terbesar bukan melakukan lebih banyak, tetapi diam dan membiarkan Allah bekerja sendirian.

Kita perlu jujur. Banyak dari kita lelah bukan karena masalah terlalu berat, tetapi karena kita memikul beban yang bukan bagian kita. Kita merasa harus menjaga janji Tuhan tetap aman. Menjaga relasi tetap utuh. Menjaga semua orang tetap baik-baik saja. Menjaga proses supaya tidak berantakan.
Tanpa sadar, kita menempatkan diri di posisi yang Tuhan tidak pernah minta.

Kejadian 15 membongkar pola itu.
Tuhan seakan berkata,
“Janji ini tidak bergantung pada kekuatanmu. Aku tidak butuh bantuanmu untuk menepatinya.”

Abram ditidurkan supaya tidak ada kebingungan tentang siapa yang bertanggung jawab

Supaya jelas: perjanjian ini aman karena Allah setia, bukan karena Abram kuat.

Ini kabar baik bagi orang-orang yang hatinya sungguh ingin menyenangkan Tuhan, tapi sering kelelahan.

Mungkin hari ini kita sedang berada di musim gelap. Ada penundaan. Ada hal-hal yang tidak berubah. Ada relasi yang menyakitkan. Ada doa yang terasa belum dijawab. Dan di tengah semua itu, kita tergoda untuk terus mengatur, menjelaskan, membuktikan, dan mempertahankan diri.

Padahal bisa jadi, justru sekarang Tuhan sedang berkata, “Tidurlah. Bukan karena Aku menyerah, tapi karena Aku sedang bekerja.”

Diam bukan berarti pasif tanpa iman. Diam bisa menjadi bentuk iman yang paling murni. Diam yang percaya. Diam yang berserah. Diam yang tahu bahwa Allah tidak perlu dikawal agar janji-Nya tergenapi.

Allah tidak menutupi kenyataan bahwa perjalanan Abram akan melibatkan penderitaan dan waktu. Tapi Ia juga menegaskan satu hal yang jauh lebih dalam: hasil akhirnya tidak akan gagal.
Kenapa? Karena Allah sendiri yang berjalan di lorong perjanjian itu.

Rhema ini sangat membebaskan. Kita boleh berhenti menyalahkan diri. Berhenti merasa kurang rohani. Berhenti berpikir bahwa semuanya akan runtuh kalau kita tidak terus menahan, melayani, dan mengalah.

Ada hal-hal yang hanya bisa dikerjakan Allah ketika kita berhenti ikut campur.
Ada peperangan yang hanya bisa dimenangkan saat kita berani menyerahkan kendali.
Ada musim di mana iman terbesar bukan berkata apa-apa, tetapi percaya sepenuh hati.

Dan di situlah damai sejahtera datang. Bukan karena masalah langsung selesai, tetapi karena kita tahu: janji Tuhan aman di tangan-Nya.

Kalau hari ini kita sedang lelah, mungkin ini bukan tanda kita lemah. Bisa jadi ini undangan Tuhan untuk berhenti sejenak dan berkata, “Tuhan, Engkau yang berjalan. Aku percaya.”
Dan itu… iman yang sangat besar.

“God creates out of nothing. Therefore, until a man is nothing, God can make nothing out of him.” – Martin Luther.

“Tuhan menciptakan dari ketiadaan. Karena itu, selama seseorang belum menjadi ‘bukan siapa-si
apa’, Tuhan tidak bisa membentuk apa pun dari dirinya.” – – Martin Luther.

YennyIndra
www.yennyindra.com

TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
SVRG
SWEET O’ TREAT
AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopifirmanTuhan
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Mengapa bumi menderita? *
Memasuki Kemenangan!
Sikap Hati Yang Ternyata Penting Sekali….