Ketika Kita Sudah Melihat Kuasa Tuhan, Tapi Masih Sulit Melepaskan Kendali…
Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra
Ketika Kita Sudah Melihat Kuasa Tuhan, Tapi Masih Sulit Melepaskan Kendali…
Ada satu hal yang sering saya renungkan akhir-akhir ini. Sesuatu yang kelihatannya rohani, bahkan penuh iman, tetapi sebenarnya menyimpan pergumulan yang dalam. Kita bisa melihat karya Tuhan. Kita bisa menyaksikan mujizat. Kita bisa mengalami pertolongan-Nya secara nyata. Namun tetap saja, ada area dalam hidup yang sulit sekali kita lepaskan dari genggaman kita sendiri.
Mengapa demikian?
Karena percaya Tuhan itu berkuasa tidak selalu sama dengan berserah kepada Tuhan sepenuhnya.
Banyak dari kita tidak bermasalah dengan Tuhan yang menolong. Kita nyaman dengan Tuhan yang memberkati. Kita bersyukur kepada Tuhan yang membuka jalan. Tapi ketika Tuhan mulai menyentuh wilayah kendali, keputusan, arah hidup, dan cara berpikir kita, di situlah sering kali hati kita menegang.
Berserah bukan soal mengakui Tuhan itu sanggup. Berserah adalah mengakui bahwa *kita terbatas.*
Dan ini tidak mudah. Sebab sejak kecil, kita dilatih untuk kuat, mandiri, bisa mengatur, bisa mengendalikan keadaan. Kita bangga ketika bisa “menghandle semuanya”. Kita merasa aman ketika tahu apa yang akan terjadi besok. Tanpa sadar, kita membawa pola ini ke dalam relasi kita dengan Tuhan.
Kita mengizinkan Tuhan bekerja, selama hasilnya masih sesuai dengan bayangan kita.
Padahal iman sejati justru dimulai ketika kita berhenti memegang kendali dan berkata, “Tuhan, aku tidak tahu semuanya. Aku tidak sanggup mengatur segalanya. Aku butuh Engkau memimpin, bukan sekadar membantu.”
Ada perbedaan besar antara Tuhan sebagai penolong darurat dan Tuhan sebagai Pemimpin hidup. Penolong datang ketika kita memanggil. Pemimpin menentukan arah, bahkan ketika kita tidak sepenuhnya mengerti alasannya.
Masalahnya, menyerahkan kendali berarti kita harus rela tidak selalu mengerti. Dan di situlah iman diuji.
Manusia itu terbatas. Pikiran kita terbatas. Emosi kita terbatas. Perspektif kita terbatas. Kita sering menilai sesuatu hanya dari potongan kecil yang bisa kita lihat hari ini, sementara Tuhan melihat keseluruhan gambar dari awal sampai akhir. Apa yang bagi kita terasa lambat, bagi Tuhan sering kali sedang tepat waktu. Apa yang menurut kita “tidak masuk akal”, sering kali justru jalur terbaik untuk membentuk kedewasaan rohani kita.
Sering kali Tuhan tidak sedang menahan berkat. Dia sedang menata hati.
Karena tangan yang memegang terlalu erat tidak siap menerima yang baru.
Berserah bukan berarti pasif. Berserah bukan berarti berhenti bertanggung jawab. Berserah adalah memilih untuk taat meskipun tidak semua jawaban ada di tangan kita. Berserah adalah tetap melakukan bagian kita dengan setia, sambil mempercayakan hasil sepenuhnya kepada Tuhan.
Dan jujur saja, berserah itu proses. Tidak instan. Ada hari-hari kita merasa kuat, ada hari-hari kita ingin mengambil alih lagi. Tapi setiap kali kita sadar dan kembali berkata, “Tuhan, aku memilih percaya,” di situlah iman dilatih.
Mungkin hari ini kita sedang berada di titik di mana kita sudah melihat banyak bukti kebaikan Tuhan, tetapi masih sulit melepas kendali di satu area tertentu. Tidak apa-apa untuk jujur di hadapan Tuhan. Dia tidak tersinggung oleh kejujuran kita. Yang Dia rindukan adalah hati yang mau diajar, mau dipimpin, mau percaya lebih dalam.
Karena pada akhirnya, hidup yang penuh damai bukan lahir dari kemampuan kita mengontrol segalanya, tetapi dari keberanian kita menyerahkan segalanya kepada Dia yang tidak pernah gagal.
Dan justru ketika kita mengakui keterbatasan kita, di situlah kuasa-Nya bekerja dengan paling nyata.
Pertanyaannya:
Kita berada di posisi yang mana?
“Trust in God is not believing that He will do what we want, but believing that He will do what is right.” – A.W. Tozer.
“Percaya kepada Tuhan bukan berarti yakin Dia akan melakukan apa yang kita inginkan, tetapi yakin Dia akan melakukan apa yang benar.” – A.W. Tozer.
YennyIndra
www.yennyindra.com
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
#seruputkopicantik #yennyindra #InspirasiKebaikan #MotivasiKebaikan #PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama
