Bertumbuh atau Dibentuk? Dua Hal yang Sering Disalahpahami….
Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra
Bertumbuh atau Dibentuk? Dua Hal yang Sering Disalahpahami….
Saya tersentuh ketika membaca satu kalimat ini:
“Natural growth is not the same as divine shaping.”
“Pertumbuhan alami tidak sama dengan pembentukan ilahi.”
Sering kali kita merasa sudah bertumbuh hanya karena waktu berlalu. Kita merasa lebih dewasa karena sudah melewati banyak hal. Lebih kuat karena sudah terbiasa menghadapi tekanan. Lebih bijak karena pengalaman hidup semakin panjang. Tapi Tuhan menegur dengan lembut: bertumbuh secara alami tidak sama dengan dibentuk secara ilahi.
Pertumbuhan bisa terjadi dengan sendirinya. Waktu berjalan, usia bertambah, pengalaman menumpuk. Tapi pembentukan Tuhan berbeda. Ia disengaja. Ia detail. Dan sering kali tidak nyaman.
Saya belajar bahwa banyak dari kita sedang berada di musim ini. Bukan lagi sekadar bertumbuh, tapi sedang dibentuk.
Tuhan memperlihatkan gambaran yang sangat sederhana namun dalam: dua tanaman. Yang satu tumbuh liar, dibiarkan begitu saja, tumbuh tinggi tapi tidak terarah. Yang satunya lagi dirawat oleh seorang tukang kebun, dipangkas, diikat, diarahkan. Keduanya sama-sama tumbuh. Tapi hanya satu yang dipersiapkan untuk berbuah.
Di sinilah sering terjadi kebingungan. Kita mengira karena hidup berjalan, berarti kita siap.
Padahal Tuhan berkata, “Jangan samakan waktu yang berlalu dengan persiapan rohani.”
Ada musim di mana kita merasa hidup berjalan lambat. Doa terasa lebih sunyi. Proses terasa panjang.
Kita bertanya, “Tuhan, kenapa seperti tertahan?”
Jawabannya sering kali sederhana: karena Tuhan tidak sedang menunda, Ia sedang detil membentuk kita.
Apa yang sedang Ia kerjakan tidak terlihat dari luar, tapi sangat menentukan di dalam.
Tuhan tidak sedang memperbesar kita, Ia sedang memurnikan kita.
Dan pemurnian hampir selalu terasa seperti tekanan.
Seperti tanah liat di tangan penjunan. Dari luar tampak seperti ditekan, diputar, dibentuk tanpa henti. Jika tanah liat bisa bicara, mungkin ia akan berkata, “Kenapa harus sekeras ini?”
Tapi sang penjunan melihat bentuk akhir yang tidak bisa dilihat oleh tanah liat itu sendiri.
Begitu juga kita.
Ada hal-hal yang Tuhan singkirkan bukan karena itu jahat, tapi karena tidak lagi cocok dengan tujuan ke depan. Ada relasi yang berubah, kebiasaan yang ditinggalkan, bahkan rencana yang harus dilepaskan. Bukan karena salah, tetapi karena tidak lagi sejalan.
Di sinilah kita belajar satu kebenaran penting:
Tuhan lebih peduli membentuk karakter daripada mempercepat hasil.
Ia tidak sedang menghukum, Ia sedang menyelaraskan.
Ia tidak sedang mengurangi, Ia sedang menyiapkan kapasitas.
Ada air mata yang kita pikir berasal dari kehilangan, padahal itu tanda perubahan. Ada kesunyian yang kita kira penolakan, padahal itu ruang untuk pendewasaan.
Tuhan seolah berkata,
“Aku tidak membawamu sejauh ini untuk membiarkanmu rusak.”
“Aku membentukmu karena Aku mempercayakan sesuatu yang besar kepadamu.”
Musim sempit sering mendahului ruang yang luas.
Musim sunyi sering mendahului panggilan yang lantang.
Dan proses yang terasa berat sering menjadi fondasi untuk kemuliaan yang lebih besar.
Hari ini, jika kita merasa hidup tidak secepat orang lain…
Jika kita merasa sedang ditekan, diperlambat, bahkan dibentuk ulang…
Tenanglah.
Bukan berarti kita tertinggal.
Bukan berarti kita dilupakan.
Justru mungkin kita sedang berada tepat di tangan Tuhan.
Dan tangan-Nya tidak pernah salah membentuk apa yang Ia kasihi.
Siap? Yuuuuk….
“Before God can use a person greatly, He must first allow them to be shaped deeply.” – Andrew Murray
“Sebelum Tuhan memakai seseorang dengan besar, la akan lebih dulu membentuknya dengan dalam.- Andrew Murray
YennyIndra
www.yennyindra.com
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK PEDULI KESEHATAN
#seruputkopicantik #yennyindra #InspirasiKebaikan #MotivasiKebaikan #PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama

