Wendell Parr, Teladan Hidup dari Charis
Seruput Kopi Firman Tuhan
Yenny Indra
Wendell Parr, Teladan Hidup dari Charis
Wendell Parr, salah seorang guru saya di Charis, baru saja mengumumkan bahwa beliau memasuki musim baru agar bisa lebih dekat dengan keluarga. Kami para murid memanggilnya dengan penuh hormat dan sayang: Opa Wendell. Sosok yang lembut, tegas, penuh hikmat, dan selalu menyampaikan firman dengan ketenangan yang menular.
Saya pertama kali bertemu beliau ketika beliau datang ke Indonesia, sekitar tahun 2019 saat kami murid-murid anakatan pertama lulus level 1. Promotion, istilahnya.
Saya menghadiri acaranya di Jakarta dan Bali. Dari cara beliau berbicara, tersenyum, sampai mendoakan orang, terasa sekali kehidupan Tuhan terpancar dari dalam dirinya. Ada hadirat yang hangat. Ada ketulusan yang tidak dibuat-buat. Kasih Bapa yang mengalir.
Perjalanan Opa Wendell dengan Andrew Wommack dimulai tahun 1989, ketika mereka bertemu dalam sebuah konferensi rohani. Pertemuan itu sederhana, tetapi menjadi titik balik yang mengubah arah hidup keduanya. Pada waktu itu Opa Wendell melayani sebagai gembala di sebuah gereja yang berkembang pesat. Gerejanya sukses luar biasa. Banyak jemaat, pelayanan hidup, dan Tuhan memakai beliau dengan dahsyat.
Dan ada satu kisah yang terus membekas. Ketika sedang makan, tiba-tiba Tuhan memberi gambaran jelas tentang desain gereja yang harus dibangun. Bukan lewat mimpi panjang. Bukan lewat rapat berhari-hari. Tapi di tengah santap siang biasa. Opa Wendell mengambil tisu, menggambar apa yang Tuhan tunjukkan, dan hasilnya? Gereja itu berdiri persis seperti yang Tuhan inginkan.
Yang lebih luar biasa lagi, di puncak keberhasilan itulah Tuhan memanggilnya memasuki musim yang berbeda. Kebanyakan orang memilih bertahan, menikmati zona nyaman, menjaga posisi.
Tapi Opa Wendell?
Beliau taat. Beliau menyerahkan gereja sukses itu kepada penerusnya dan bergabung dengan Andrew Wommack untuk memulai Charis Bible College.
Yang lucu, Opa Wendell pernah bercerita, beliau mengira Andrew sudah punya gambaran jelas tentang sekolah seperti apa yang hendak didirikan. Ternyata… sama sekali belum!
Guubraaakkk…..
Bayangkan, sudah meninggalkan gereja yang mapan, masuk musim baru, eh ternyata blueprint-nya belum ada.
Berapa banyak orang yang berani meninggalkan kemapanan seperti itu demi ketaatan pada Tuhan?
Salut!
Jadilah dua orang yang mendapat visi Tuhan ini merintis bersama-sama.
Guru-guru Charis punya berbagai pengalaman, bagaimana mereka menaati Tuhan dengan kerendahan hati dan iman yang luar biasa.
Next time saya tulis tentang guru-guru lainnya.
Semuanya keren dan mengagumkan.
Ini lho kehidupan orang-orang yang benar-benar memuliakan Tuhan.
Tidak berhenti di situ. Opa Wendell dan istrinya, Linda, kemudian merintis Charis di United Kingdom. Mereka tinggal di sana cukup lama. Mulai dari nol. Menyentuh hidup banyak orang. Dan dari murid-muridnya, beberapa sekarang memegang posisi penting di Charis global.
Salah satu yang paling dikenal adalah Carrie Pickett, bersama suaminya Mike Pickett. Hari ini mereka meneruskan tongkat estafet Andrew Wommack sebagai pemimpin Charis Bible College dan AWM International.
Dan di sinilah letak keteladanan emas seorang Opa Wendell. Orang-orang yang dulu duduk sebagai muridnya, kini menjadi pemimpinnya. Dan beliau? Taat. Menghormati otoritas baru itu.
Disuru absen, ya absen…. diberi tugas lain, ya nurut.
Tidak merasa lebih hebat hanya karena lebih senior. Tidak bersandar pada sejarah masa lalu.
Sungguh langka. Sungguh indah. Tidak banyak ditemukan di tempat lain.
Charis Bible College bukan sekadar sekolah Alkitab, tetapi sekolah pemuridan. Kami belajar FULL dari Alkitab, tidak ada buku lainnya.
That’s why, kami tidak hanya belajar hikmat, pengetahuan, dan pengertian dari Alkitab, tetapi tujuan akhirnya adalah perubahan hidup dan karakter yang menyerupai Kristus.
Dan perubahan itu menjadi mungkin karena kami memiliki teladan hidup. Guru-guru yang bukan hanya mengajar, tetapi menghidupi firman itu. Opa Wendell adalah salah satu contohnya yang kuat.
Ketaatannya. Kerendahan hatinya. Sikap hormatnya pada generasi baru. Keberaniannya memasuki musim yang tak jelas. Kesetiaannya berjalan bersama Tuhan sampai usia senja.
Inilah yang membuat Charis berbeda.
Murid datang bukan hanya untuk belajar firman, tetapi untuk melihat bagaimana firman bekerja dalam kehidupan orang yang benar-benar menjalaninya. Dan ketika seseorang melihat firman yang menjadi hidup — bukan hanya teori — roh mereka bangkit, iman mereka tumbuh, dan karakter mereka berubah.
Jika Anda rindu perjalanan iman yang lebih dalam, perubahan hidup yang nyata, dan pembentukan karakter melalui teladan yang hidup, Charis adalah tempat yang tepat.
Kami belajar firman… tapi Tuhan membentuk kami melalui keteladanan kehidupan para guru-Nya. Dan salah satu batu penjuru teladan itu adalah seorang pria lembut yang kami panggil Opa Wendell.
Btw Charis akan mengadakan Charis Experience, kesempatan bagi teman-teman yang tertarik untuk sekolah, mencicipi pengalaman sekolah di Charis. Pelajarannya, suasananya dan komunitasnya.
*Free of charge lho!*
Yuk teman-teman yang berminat, bisa daftar di
https://charisindonesia.org/experience2026/
See u….
“Discipleship is not just learning information, but allowing the truth to transform how you live.” – Andrew Wommack
“Pemuridan bukan hanya mempelajari informasi, tetapi memungkinkan kebenaran mengubah cara hidup Anda”- Andrew Wommack
YennyIndra
www.yennyindra.com
https://www.instagram.com/seruput.kopi.firman.tuhan?igsh=cWN6NHF2b2RhdGQ3
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN
#seruputkopifirmanTuhan
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

