Jejak Kenangan di Brisbane & Sydney dengan Regent Seven Seas Cruise.
Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra
Jejak Kenangan di Brisbane & Sydney dengan Regent Seven Seas Cruise.
Brisbane… Brisbane… Brisbane… kota yang penuh kenangan.
Dengan penuh antusias kami mengikuti tour Leisure Brisbane.
Bagi P. Indra dan saya, ini bukan sekadar jalan-jalan. Ini seperti napak tilas perjalanan puluhan tahun lalu, saat kami mengantar Christian yang baru lulus SD untuk sekolah SMP sekaligus sekolah golf di Brisbane.
Waktu itu ia masih sangat kecil. Dan jujur saja, kami pun masih sangat minim pengalaman. Banyak keputusan diambil dengan iman yang polos, nyaris nekat. Tapi justru di sanalah kami melihat satu hal yang tak pernah berubah: Tuhan setia. Ia peduli. Ia menyertai. Ia mengubah keterbatasan kami menjadi kebaikan.
Saat hari ini ‘look back’ – kami menoleh ke belakang, jelas terlihat tangan Tuhan yang menuntun setiap langkah. Hati ini terharu. Terpukau. Dipenuhi rasa syukur.
God is good all the time. All the time, God is good.
Perjalanan mengitari kota Brisbane sungguh menyenangkan. Kota ini berubah banyak dalam 15 tahun terakhir. Terakhir kami ke sini saat Christian wisuda.
Kini gedung-gedung menjulang lebih modern, sungai tampak lebih hidup, dan kota terasa lebih rapi serta tertata.
P. Indra terlihat paling menikmati momen ini. Di tengah city, sambil video call dengan Christian, beliau menunjuk satu per satu lokasi yang dulu sering kami lewati. Elizabeth Street, tempat gereja Christian dulu beribadah, kini sudah berubah fungsi. King Street, Ann Street, dan Brisbane River terlihat makin cantik, lebih tertata, dan terasa hidup.
Hari itu 25 Desember. Natal. Banyak toko dan restoran tutup. Kota terasa lebih tenang, seolah memberi ruang bagi keluarga untuk berkumpul dan bersyukur. Suasana yang sederhana, tetapi hangat.
Foto-foto ini diambil di Kangaroo Point Cliffs Park, sebuah bukit batu alami yang menghadap langsung ke Brisbane River dan skyline kota. Dari sinilah kita bisa melihat gedung-gedung tinggi Brisbane, Story Bridge, dan aliran sungai yang membelah kota. Tempat ini memang terkenal sebagai spot favorit untuk menikmati panorama kota, terutama di siang hari yang cerah seperti ini. Angin sepoi, langit biru, dan pemandangan yang menenangkan hati.
Keesokan harinya kapal tidak docking. Kami berlayar menuju Sydney.
Dan di sanalah pengalaman lain menanti.
Cuaca cerah dan yang lebih menyenangkan lagi, meski summer temperatur sekitar 19? – 22? C, pas untuk jalan-jalan. Sejuk tetapi ada matahari diiringi semilir angin dingin. Langitnya biru berhiaskan awan-awan cantik, membuat foto-foto makin cantik.
Di Sydney, kami mengikuti Sydney Harbour Cruise sekitar tiga jam.
Rasanya… wow. Santai, elegan, dan menyenangkan. Sambil duduk menikmati pemandangan, kue dan minuman datang silih berganti. Semua disajikan dengan rapi, dan tentu saja… free of charge, khas *Regent Seven Seas Explorer.*
Kami mengitari ikon-ikon Sydney: – Sydney Opera House yang selalu memukau dari sudut mana pun
– Sydney Harbour Bridge, megah dan kokoh
– The Rocks, kawasan tua penuh sejarah
– Circular Quay yang sibuk namun hidup
– Fort Denison, pulau kecil dengan kisah militernya
– Royal Botanic Garden dan Mrs Macquarie’s Chair, hijau dan menenangkan
Setiap sudut terasa seperti kartu pos hidup.
Yang lucu, hampir hanya kami rombongan orang Indonesia yang sibuk foto sana-sini. Jepret… jepret… ganti pose… ganti angle.
Sementara para bule lebih memilih duduk tenang, menikmati pemandangan tanpa banyak gaya. Mereka Ada juga dua orang Asia lain yang sesekali ikut memotret, tapi selebihnya… kami juaranya.
Hahaha….
Konon orang Asia itu punya ciri khas tersendiri.. Tour guide kami dari Singapura, jika keluarganya datang, yang pertama ditanyakan di Sydney adalah Fish Market alias pasar ikan. Rupanya Sydney Fish Market merupakan fish market kedua terbesar di dunia setelah Tokyo. Unik ya? Yang dicari pertama justru pasar ikan. Tuhan memang kreatif, mencipta manusia dengan berbagai ragamnya.
Dan justru di situ letak keindahannya.
Perjalanan ini bukan soal tempat mewah atau foto indah semata. Tapi tentang mengenang penyertaan Tuhan, melihat kembali jejak langkah-Nya, dan menyadari bahwa hidup ini sungguh penuh anugerah.
Seusai cruise, jalan-jalan santai sambil mencari souvenir cantik dan oleh-oleh untuk keluarga.
MU SEA UM, alias museum laut yang sengaja ditulis unik nan menggelitik.
Dari Brisbane ke Sydney, dari masa lalu ke hari ini, satu hal yang pasti:
Tuhan tidak pernah salah membawa kita berjalan menyusuri setiap musim kehidupan.
Dan setiap musim, selalu ada cerita indah yang Ia ukir.
Mengagumkan bukan?
Praise The Lord!
Sometimes you will never know the value of a moment until it becomes a memory.” – Dr. Seuss
“Sering kali kita baru menyadari nilai sebuah momen ketika ia telah menjadi kenangan.- – Dr. Seuss
YennyIndra
www.yennyindra.com
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
#seruputkopicantik #yennyindra #InspirasiKebaikan #MotivasiKebaikan #PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama

