Articles

Di Antara Terumbu Karang dan Angin Laut: Catatan Syukur dari Cairns ke Airlie Beach.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Di Antara Terumbu Karang dan Angin Laut: Catatan Syukur dari Cairns ke Airlie Beach.

Cairns menyambut kami dengan ketenangan yang tidak dibuat-buat. Kota tropis ini seperti tahu persis caranya membuat orang melambat. Pagi itu kami berjalan santai di sekitar area Gonsavale. Tidak ada agenda besar. Hanya langkah kaki, udara hangat, dan suasana yang ramah. Cairns bukan kota yang berisik. Ia tidak berusaha mengesankan. Justru karena itulah ia terasa jujur.

Berjalan di sini mengingatkan kita bahwa hidup tidak selalu harus penuh target. Ada masa di mana kita cukup hadir, cukup mengamati, cukup menikmati. Melihat orang-orang berlalu dengan ritme mereka sendiri. Mendengar suara alam yang bersahut-sahutan. Ada damai yang turun pelan-pelan, tanpa pengumuman.

Cairns juga punya satu mahakarya yang membuatnya dikenal dunia, Great Barrier Reef. Inilah taman bawah laut terbesar di dunia. Luasnya membentang ribuan kilometer, terdiri dari ribuan terumbu karang dan ratusan pulau kecil. Dari udara, ia tampak megah. Dari bawah laut, ia hidup, berwarna, dan penuh detail yang membuat kita terdiam.
Great Barrier Reef bukan sekadar destinasi wisata. Ia seperti galeri ciptaan Tuhan yang diletakkan di bawah permukaan laut. Karang-karang dengan bentuk dan warna yang tidak pernah kita bayangkan. Ikan-ikan kecil berkilau, penyu laut, dan kehidupan yang bergerak harmonis tanpa suara. Melihat atau bahkan sekadar membayangkan keindahannya membuat kita sadar betapa kecilnya manusia, dan betapa luar biasanya Sang Pencipta.

Dari Cairns, keesokan harinya, perjalanan kami berlanjut ke Airlie Beach. Dan suasananya berubah, tapi tetap memikat. Laut di sini berwarna hijau tosca, jernih dan tenang. Sepanjang jalan, mata dimanjakan oleh bunga flamboyan berwarna oranye menyala dan bougenville warna-warni yang tumbuh subur. Alam seakan sedang tidak pelit menunjukkan keindahannya.

Kami singgah di Coral Sea Resort. Pemandangannya langsung menghadap laut. Kapal dan boat cantik berjejer di perairan yang tenang, memberi kesan hidup namun tetap rapi. Ada rasa menyenangkan melihat laut yang tidak kosong, tetapi juga tidak sesak. Semua berada di tempatnya.
Bangunan-bangunan baru di sepanjang pantai menambah sentuhan modern tanpa merusak karakter alamnya. Airlie Beach terasa segar, tertata, dan bersahabat. Tempat yang membuat orang betah duduk lama, menatap laut, tanpa merasa harus melakukan apa pun.

Kenyamanan perjalanan ini semakin terasa karena perhatian pada hal-hal kecil. Snack, kopi, teh, semuanya tersedia dan sudah termasuk dalam fasilitas Regent Seven Seas Explorer. Tidak repot, tidak ribet. Semua mengalir. Ada rasa dimanjakan, tapi dengan cara yang tenang, tidak berisik.

Kami juga mengunjungi Proserpine Museum di Airlie Beach. Museum kecil, sederhana, namun penuh cerita. Tentang sejarah wilayah ini, tentang laut yang menjadi nadi kehidupan, dan tentang orang-orang yang membangun komunitasnya dari waktu ke waktu. Tempat seperti ini selalu mengingatkan bahwa keindahan hari ini tidak muncul begitu saja.

Cairns dengan Great Barrier Reef-nya, dan Airlie Beach dengan laut hijau toscanya, memberi pelajaran yang sama. Dunia ini indah bukan karena kita mengejarnya, tetapi karena kita mau berhenti sejenak untuk melihat. Dan di setiap keindahan itu, ada undangan lembut untuk bersyukur. Tanpa perlu kata-kata besar. Cukup hati yang terbuka dan kopi yang dinikmati perlahan.

“Look deep into nature, and then you will understand everything better.” – Albert Einstein.

“Tataplah alam dengan sungguh-sungguh, maka kita akan memahami banyak hal dengan lebih jernih.” – Albert Einstein.

YennyIndra
www.yennyindra.com

TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID

#seruputkopicantik #yennyindra #InspirasiKebaikan #MotivasiKebaikan #PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
“Apa yang dikhotbahkan oleh gereja mula-mula?”
Berkat & Tidur, Apa Korelasinya?
“Ciptaan Baru.”