Articles

“Yesus Dijadikan Tuhan? Atau Memang Sudah Tuhan?”

Seruput Kopi Firman Tuhan
Yenny Indra

“Yesus Dijadikan Tuhan? Atau Memang Sudah Tuhan?”

Kalimat ini sering bikin orang berhenti sejenak saat membaca Kisah Para Rasul 2:36.
“Allah telah menjadikan Yesus … Tuhan dan Kristus.”

Lho?
Bukankah Yesus sudah Tuhan sejak semula?
Kalau Dia “dijadikan” Tuhan, apakah itu berarti sebelumnya Dia bukan Tuhan?

Pertanyaan ini bukan sekadar soal kata. Ini soal bagaimana kita memahami Yesus dengan benar, bukan hanya dengan logika, tapi dengan pewahyuan.

Saya suka mengingatkan diri sendiri: Allah itu seperti samudra Atlantik, sementara pikiran kita cuma cangkir kopi kecil. Kalau kita paksa samudra masuk ke cangkir, yang rusak bukan samudranya, tapi cara kita memahami.

Mari kita duduk sebentar. Kita seruput pelan-pelan.

Sejak awal Injil, Yesus sudah disebut Tuhan.
Malaikat berkata kepada para gembala, “Telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan” (Lukas 2:11).
Artinya jelas: Yesus bukan baru Tuhan setelah kebangkitan.

Lalu kenapa Petrus berkata Allah “menjadikan” Yesus Tuhan?

Di sinilah banyak orang tersandung karena mencampuradukkan hakikat dengan jabatan.

Hakikat Yesus tidak pernah berubah.
Dia tetap Allah, tetap ilahi, tetap Tuhan, sebelum dan sesudah kebangkitan.
Yang berubah bukan siapa Dia, tapi posisi dan peran yang Ia jalani secara terbuka.

Saya suka analogi sederhana ini.
Seorang anak raja sudah lahir sebagai pewaris tahta. Ia raja secara identitas. Tapi ia belum memerintah. Baru saat dinobatkan, ia mulai menjalankan kuasa kerajaan secara penuh.

Begitu juga Yesus.

*Selama pelayanan-Nya di bumi, Yesus adalah Mesias, Anak Allah, Tuhan.
Namun setelah kebangkitan dan kenaikan-Nya, Allah menobatkan Dia di takhta sorga.*
Di situlah Yesus mulai memerintah secara nyata atas segala sesuatu.

Itulah maksud Petrus.
Bukan “Yesus baru jadi Tuhan.”
Tetapi “Yesus sekarang memerintah sebagai Tuhan.”

Pentakosta membuktikannya.

Allah berjanji dalam Yoel bahwa Ia sendiri akan mencurahkan Roh-Nya.
Di Kisah Para Rasul 2, siapa yang mencurahkan Roh Kudus?
Yesus.

Ini bukan detail kecil.
Tidak ada manusia, sebaik apa pun, yang bisa mencurahkan Roh Kudus. Roh Kudus bukan tenaga, bukan energi, bukan pengalaman.
Dia Pribadi ilahi.

Kalau Yesus mencurahkan Roh Kudus, maka kesimpulannya sederhana tapi tegas:
Yesus bukan hanya Mesias. Ia adalah Allah yang menjadi manusia.

Itu sebabnya Petrus berani berkata bahwa keselamatan ada dalam nama Yesus.
Nama Tuhan yang harus diserukan untuk diselamatkan bukan nama lain.
Nama itu adalah Yesus.

Jadi Kisah Para Rasul 2:36 sama sekali tidak meruntuhkan iman Kristen.
Justru sebaliknya.
Ayat ini menunjukkan momen surgawi yang luar biasa:
Yesus, yang sejak kekal adalah Tuhan, kini dimahkotai dan memerintah sebagai Tuhan atas segala sesuatu.

Bagi saya pribadi, ini bukan sekadar doktrin. Ini undangan untuk tunduk.
Kalau Yesus memerintah, maka hidup kita bukan milik kita lagi.
Kalau Yesus duduk di takhta, maka kita tidak bisa lagi duduk di kursi pengemudi.

Nach dalam terjemahan Godbey New Testament menjelaskan lebih gamblang.

*Act 2: 36 Godbey New Testament*
*Then let all the house of Israel assuredly know that God hath made this same Jesus, whom you crucified, both Lord and Christ*

*Kis 2: 36 Godbey New Testament*
*Kemudian, biarlah seluruh kaum Israel tahu dengan pasti bahwa Allah telah menjadikan Yesus yang sama ini, yang kamu salibkan, baik Tuhan maupun Kristus*

Diteguhkan dengan Filipi 2:9-11 (TB) Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,
dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!

Dan di situlah iman menjadi nyata.
Bukan sekadar tahu Yesus adalah Tuhan, tapi hidup Dia benar-benar memerintah.

Seruput kopi perlahan-lahan……
Kebenarannya dalam…
Betapa nikmatnya…. hhhmmmm….

The resurrection was not the making of Jesus into Lord, but the revealing of who He always was.”- N. T. Wright.

Kebangkitan bukanlah saat Yesus menjadi Tuhan, melainkan penyingkapan siapa Dia sejak semula. – N. T. Wright.

YennyIndra
www.yennyindra.com

TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopifirmanTuhan
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
PART 2– “Tiga Ngarai: Dari Mimpi Mao ke Ship Lock Raksasa yang Mengangkat Level Perjalanan dan Kehidupan.
Di Mana Berkat Tuhan Tersimpan?
Musim – Musim Kehidupan & Grand Design Tuhan.