Articles

Carilah Dahulu Kerajaan Allah…

Seruput Kopi Firman Tuhan
Yenny Indra

Carilah Dahulu Kerajaan Allah…

Ayat yang sangat akrab di telinga kita:
“Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Matius 6:33).

Kita hafal di luar kepala, tapi sering bertanya: bagaimana ayat ini bisa nyata dalam kehidupan sehari-hari?
Saya pun baru benar-benar mengerti setelah menyaksikan kisah nyata ini.

Pasangan muda ini, P. Oktavianus Danniel dan istrinya, B. Kristin Susanti, hidup seperti banyak keluarga masa kini: terjerat utang kartu kredit dan pinjol.
Jumlahnya?
Tidak tanggung-tanggung — lebih dari sepuluh kartu kredit, ditambah pinjaman online.

Gubbrraaaakkk… Alamak!
Dengarnya saja saya nyaris pingsan. Banyak amat!

Danniel bekerja sebagai staf biasa, sementara Kristin guru les, dan mereka memiliki dua anak.
Ketika mereka mulai bergabung di TLW, gereja kami, saya sempat berpikir,
“Secara logika, hutang ratusan juta ini tidak mungkin bisa lunas.”

Syukurlah ada B. Vei, seorang pengacara di jemaat, yang membantu menutup kartu kredit agar bunganya tidak makin menumpuk. Sebagian bunga dihapus, sebagian lagi tetap harus dibayar.
Debt collector masih datang silih berganti — berat, tapi mereka tetap berkomitmen mencicil.

Ketika ramai berita di TikTok bahwa hutang pinjol bisa diabaikan dan dilaporkan ke polisi, B. Kristin justru berkata dengan tenang,

“Saya tetap bayar, Bu. Saya tidak mau orangtua saya terganggu karena debt collector datang.”

Sederhana, tapi menunjukkan integritas yang luar biasa.

Dengan sedikit modal pinjaman, ia mulai berjualan apa saja. Ia berjanji tidak akan menyentuh uang pokok, hanya mengambil keuntungan.
Awalnya rajin melapor hasil jualannya, lama-lama tidak lagi. Saya tidak terlalu mengikuti, tapi bisa melihat, ada sesuatu yang mulai berubah.
Mereka mulai sungguh-sungguh belajar firman dan melakukannya.

Danniel pun semakin aktif melayani. Dalam doa volunteer, ia sering membawakan renungan firman yang penuh wibawa dan kuasa. Itu bukan hasil latihan berbicara, tapi buah dari kehidupan yang sungguh intim dengan Tuhan.
Renungannya menyentuh karena ia sendiri menghidupinya.

Kini Danniel juga melayani di sebuah gereja di Tangerang.
Sementara Kristin, yang dulu bercita-cita menjadi singer tapi gagal audisi, dengan rendah hati menerima arahan untuk melayani di Sekolah Minggu.
Ternyata di sanalah panggilannya. Anak-anak diberkati melalui pelayanannya yang penuh kasih dan kesabaran.

Beberapa waktu kemudian, saya mendengar kabar: Kristin bekerja di sekolah internasional untuk anak-anak berkebutuhan khusus.
Hidup mereka makin stabil, makin baik.

Semuanya dimulai dari satu keputusan sederhana: mencari dahulu Kerajaan Allah.
Bukan dengan doa instan agar hutang dihapus, tapi dengan membangun hubungan pribadi dengan Tuhan, belajar firman, dan menjadi pelaku firman.
Dan seperti janji Tuhan sendiri, ketika mereka mencari dahulu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya — semuanya ditambahkan kepada mereka.

Ketika kita sibuk membangun Kerajaan Tuhan, Tuhanlah yang membangun hidup kita.
Kadang kita baru sungguh mengenal Tuhan bukan lewat doa yang langsung dijawab, tetapi lewat perjalanan panjang yang tampak mustahil.
Di situlah kita melihat tangan-Nya bekerja dengan cara yang menakjubkan.

Suatu hari, Kristin bercerita tentang percakapan di kantornya.
Temannya, Eka, berkata bahwa ia akan pindah rumah karena selama ini tinggal di rumah inventaris keluarga. Dengan semangat, Eka menambahkan bahwa kakaknya baru saja membeli rumah di Kotabumi, Tangerang, dengan cara kredit.

Tanpa berpikir panjang, Kristin menjawab,
“Saya juga bakal punya rumah, tapi saya nggak mau beli.”

Eka menatap heran dan spontan berkata,
“Hari gini pengen punya rumah tapi nggak mau beli? Mana ada? Siapa yang mau kasih?”

Kristin tersenyum lembut dan menjawab,
“Tuhan saya sanggup, Eka. Mungkin bagi kita mustahil, tapi bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.”
Eka pun terdiam.

Mendengar kisah ini, saya bertanya dalam hati, Bisakah Daniel dan Kristin benar-benar mendapatkan rumah dari Tuhan?

Kita lihat… apakah janji Tuhan itu hanya teori, atau sungguh nyata bagi mereka yang mencari Dia lebih dulu.

Tunggu kisah selanjutnya di artikel: “Jejak Tangan Tuhan di Balik Pintu yang Tak Terduga”

When we put God first, all other things fall into their proper place.”— Ezra Taft Benson.

“Ketika kita mendahulukan Tuhan, segala sesuatu akan berada pada tempat yang seharusnyanya.”— Ezra Taft Benson”.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopifirmanTuhan
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Rumput Di Halaman Tetangga….
Strategi Singa yang Perlu Kita Ketahui
Pembaharuan Pikiran, Kunci Hidup Di Bumi Seperti Di Surga