“Lihaike, Sang Driver yang Mengajarkan Excellence dengan Tindakan”
Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra
“Lihaike, Sang Driver yang Mengajarkan Excellence dengan Tindakan”
Perjalanan liburan ke Xinjiang – Jalan-jalan dengan Anton Thedy- ini, tidak semuanya mulus. Kami jalan 2 bus.
Hp saya hilang, kemungkinan besar jatuh ke danau saat sibuk berfoto-ria..
Dan ada seorang peserta dari bus satunya yang jatuh sakit dan harus dilarikan ke rumah sakit. Artinya harus ada yang menemani dan mengantarnya. Awalnya, TL dari Indo, Ferdian, yang mengantarnya lalu digantikan Soleh, local guide yang menemani.
Dari Kantor China akan mengirimkan local guide baru sebagai pengganti. Tetapi saat itu Mr. Yu Hung Chiao , driver di bus kami segera menawarkan diri.
“Saya bisa….”
“Nanti klo ada pemeriksaan bagaimana?”, kata P. Anton.
“Saya jamin, sudah tidak ada pemeriksaan lagi…”
Sementara local guide satunya justru ketakutan dan gak yakin.
Rupanya “Lihaike”, julukan dari B. Kristina untuk sang driver: Mr. Yu Hung Chiao ini berpengalaman mengantarkan wisatawan lokal sehingga sudah berpengalaman.
Dijuluki driver Lihaike karena cekatan, gerak cepat alias gercep, dan selalu muncul dengan solusi ‘out of the box‘-nya.
Kami semua cinta dan suka sekali dengannya.
Bus kami selalu bersih. Jika sopir lain tunggu semua penumpang turun dan membersihkannya sekali sehari, Lihaike berbeda.
Setiap kali ada yang kotor, langsung dibersihkan sehingga nyaman sekali.
Ketika P. Anton bertanya, koq berkali-kali dibersihkan?
“Ini bus saya, harus bersih…”
Rasa memilikinya sungguh luar biasa. Dia merasa bahwa bus itu representasi dirinya.
Sangat menguasai medan yang akan dijalani dan tempat-tempat yang akan dikunjungi, sehingga selalu Pede dengan keputusan-keputusannya. Dia berusaha mencari info terkini dari driver-driver lainnya, sehingga infonya senantiasa terkini.
Kami bisa mendapatkan rute lebih pendek, antrian yang lebih cepat pula dan diusahakan di tempat-tempat wisata, naik busnya bersama-sama. Ini penting.
Di Kanas Lake, ribuan wisatawan tanpa pengaturan yang baik, bisa jadi ada peserta yang tercecer.
Penyakit orang Indonesia itu suka ke toilet.
Nach di Kanas, antri toilet panjangnya luar biasa.
Baik yang di dalam gedung, mau pun yang diluar gedung.
Apa yang dilakukan Lihaike?
Dengan bahasa isyarat, karena kami kebanyakan ga bisa bahasa mandarin, diminta mengikutinya.
Ke mana?
Ternyata ke toilet restoran. Tidak hanya itu, dia jagain kami, karena sebagian masuk toilet pria supaya cepat…
Hahaha….. lucunya.
Tamu-tamu pria sampai kebingungan.
Lihaike betul-betul kreatif dan selalu berpikir *out of the box.*
Lunch di Kanas juga penuh dan pelayanan lama. Tiba-tiba Lihaike datang membawa sumpit dan sendok lalu membagi-baikannya kepada kami. Tidak hanya itu dengan gercep, memastikan makanan kami keluar lebih cepat.
Lihaike selalu bersukacita, dengan penuh semangat melayani dan memimpin rombongan kami. Dia selalu tahu jalur mana yang cepat, bagaimana bernegosiasi dengan petugas setempat dan dengan teliti mengawasi rombongannya.
Kelihatannya santai, tapi dia tahu persis masih berapa orang yang belum berkumpul, meski tidak tahu namanya.
“Yang kurus tinggi belum ada…”, katanya.
P. Anton bercerita, saat meeting dengan Tour Leader indo: P. Samsul & Ferdian, lalu dengan local guide dan si driver, meski sesungguhnya bahasanya tidak terlalu paham tetapi si driver langsung tanggap, paham apa yang dikehendaki dan dia bisa memberikan alternatif solusinya.
P. Anton bercerita, puluhan tahun bawa tur, tapi yang seperti Lihaike baru kali ini. Dia jauuuh lebih jagoan dibandingkan local guidenya.
Karenanya, P. Anton memberinya tip besar. Keesokan harinya dia bertanya,
“Kamu gak salah kasi tip sebesar itu?”, tanyanya dengan polos.
Kami semua sangat puas dengan pelayanannya sehingga sudah mengumpulkan tip meski tur belum selesai.
Lihaike cukup terheran-heran dan sangat bersyukur karenanya.
“Grup ini sangat murah hati…”, ujarnya penuh syukur.
Dan…. lebih rajin lagi. Dengan gercep, buah Honey Melon hadiah dari kantor China, dipotongnya lansung dan disajikan ke masing-masing meja.
Apa yang bisa dipelajari dari kisah ini?
Banyak sopir di China tetapi Lihaike berbeda.
Dia menguasai apa yang menjadi tugasnya. Itu yang membuatnya bisa mengerjakan tugasnya dengan efisien dan efektif. Tahu strategi yang tepat sasaran.
Lihaike Do The Extra Miles.
Dia mengerjakan apa yang bukan tugasnya dengan antusias, penuh semangat dengan hasil yang sangat baik.
Tulus berusaha membantu saat melihat masalah terjadi.
Dia tidak memikirkan, “apa untungnya buat saya?”, seperti kebiasaan yang dilakukan para pecundang, yang sangat perhitungan untung-rugi. Hanya mau bergerak klo ada duitnya.
Lihaike selalu bisa diandalkan dan memastikan semuanya lancar.
Bahkan jauuuh lebih baik dari local guide yang resmi.
Tanpa harus berpromosi, Lihaike segera menjadi *Outstanding*. Menonjol dengan sendirinya.
Apa hasilnya?
B. Rita, istri P. Anton, membawa tur ke Xinjiang sesudah grup kami.
Siapa driver yang dipilih? Tentu saja Lihaike!
Kesaksian grup kami memudahkan grup lain memilih driver yang pas.
Konon promosi dari mulut ke mulut lebih efektif dibandingkan dengan sponsor iklan.
Ternyata kunci sukses tetap sama bukan?
– Do your best – Lakukan yang terbaik yang kita bisa.
– Do the extra miles – Kerjakan lebih dari yang diminta.
– Consistency – Konsisten melakukannya alias bisa diandalkan.
Excellence, sejatinya hanyalah melakukan sedikit lebih dari yang baik. Dan semua orang bisa!
Ini semua berhubungan dengan karakter seseorang…
*Sesungguhnya, siapa diri kita, akan bersuara lebih keras daripada apa yang kita katakan.*
“Anjientai…..”, demikian terngiang-ngiang di telinga suara Lihaike saat bus hendak berangkat.
“Pasang sabuk pengaman….”, demikian artinya.
Rupanya jika sabuk pengaman tidak dipasang, itu connect dengan kantor polisi. Bisa mempengaruhi ijin mengemudi si driver. Semua terkontrol. Berapa kecepatan sang driver. Apakah setiap 2 jam berhenti? Itu wajib. Melanggar aturan lalu lintaskah?
Di China meski penduduknya miliaran orang tetapi aman. Why?
Karena CCTV di mana-mana. Saat HP saya hilang, bisa langsung dilihat di CCTV, bahkan sepupu saya di Beijing pun bisa mendapatkan rekamannya, tanpa membayar apa pun. Itulah sebabnya, warganya tidak berani macam-macam. Semua bisa saling mengawasi.
Ke mana pun kita pergi, scan paspor untuk beli tiket, ke hotel dsb.
Artinya, ke mana pun kita pergi, terdeteksi dan terawasi. Kelihatannya kehidupan normal-normal saja tetapi tidak ada yang lolos dari pantauan dan tertib.
Sungguh cerdik.
Excellence is never an accident. It is always the result of high intention, sincere effort, and intelligent execution.” – Aristotle.
“Keunggulan tidak pernah terjadi secara kebetulan. Itu selalu hasil dari niat yang tinggi, usaha yang tulus, dan pelaksanaan yang cerdas.” – Aristoteles.
YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN
#seruputkopicantik
#yennyindra
#Inspirasi Kebaikan #MotivasiKebaikan
#PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama
#JaniWiguna

