Articles

Chiang Mai: Taman Bunga, Celana Aladin & Wat Ban Den.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Chiang Mai: Taman Bunga, Celana Aladin & Wat Ban Den.

Perjalanan hari itu membawa kami menjelajahi sisi lain Chiang Mai yang memesona. Setelah kunjungan singkat di pagi hari, kami tiba di *Dantewada Cafe* untuk makan siang. Tapi tempat ini bukan sekadar restoran biasa. Begitu turun dari bus, kami disambut dengan taman bunga warna-warni yang begitu indah. Kebun binatang mini, kolam cantik, bunga tropis yang tertata cantik, dan air terjun kecil yang mengalir di sudut taman… suasananya sejuk dan damai. Rasanya seperti sedang makan di tengah taman pribadi, ditemani semilir angin dan aroma bunga segar.

Interior cafenya terbuka, memadukan unsur kayu dan kaca, menyatu dengan pemandangan taman yang asri. Makanannya? Lezat! Hidangan Thai dengan cita rasa otentik disajikan cantik dan porsi pas. Kami menikmati setiap suapan sambil sesekali berfoto—karena suasana seperti ini terlalu sayang kalau tidak diabadikan.

Dari sana, kami melanjutkan perjalanan ke Wat Ban Den, kuil Buddha yang megah dan tenang. Banyak orang sering menyamakannya dengan Blue Temple karena warna birunya yang mencolok, tetapi Wat Ban Den memiliki skala yang jauh lebih besar dan nuansa yang lebih hening. Ornamen emas, patung naga raksasa, dan arsitektur khas Lanna memberikan kesan agung namun damai. Tidak seperti Blue & White Temple yang cenderung lebih ramai oleh turis, di sini kami bisa menikmati keindahan dengan lebih leluasa. Sambil berjalan menyusuri halaman luasnya, kami menikmati keheningan yang terasa menyentuh.

Malam harinya, kami menutup hari dengan makan malam di Chom Cafe and Restaurant. Meski terkenal karena tamannya yang seperti negeri dongeng, kami datang saat hari sudah gelap, jadi pemandangannya tidak terlalu terlihat. Tapi makanan yang disajikan tetap luar biasa. Karena dinner tidak termasuk dalam biaya tur, masing-masing memesan sesuai selera.
Ada yang memesan orange cake, dim sum, pad thai, salad dsb.
P. Indra dan saya memilih Pork Knuckle yang gurih dan renyah plus sayur gurmar masak telur. Gak tau sayur apa itu, memesan karena penasaran.

Apa itu sayur gurmar?
Sayur gurmar sebenarnya bukan sayur dalam arti umum yang biasa dimasak seperti bayam atau kangkung. Gurmar adalah nama dari tanaman herbal yang dalam bahasa Latin disebut Gymnema sylvestre. Tanaman ini berasal dari India dan Afrika, Afrika, dan sudah lama digunakan dalam pengobatan Ayurveda, terutama untuk mengontrol gula darah.

Semuanya dimasak dengan bahan segar dan bumbu seimbang. Tidak berlebihan, tapi kaya rasa. Minuman jus buah segarnya pun pas, tidak terlalu manis, sangat menyegarkan. Tak heran restoran ini mendapat penghargaan Michelin Guide—bukan hanya karena tempatnya yang cantik, tapi juga karena rasa makanannya memang juara.

Hari itu semakin seru karena saya, Kristiana Robert, dan Indrawati, janjian kompak mengenakan celana Aladin kembaran. Lucu sekali rasanya—langsung jadi tema hari itu. Kami tertawa, foto-foto dengan gaya santai, dan menikmati momen kekompakan kecil yang membuat perjalanan makin berkesan.

Tak lama kemudian, kami mampir ke toko Naraya. Awalnya hanya ingin lihat-lihat… tapi tahu-tahu semua sudah memegang tas belanja. Dan yang paling lucu, kami langsung pakai tasnya di tempat! Satu warna, satu model, semua kembaran. Kami tertawa lepas—seperti anak-anak panti asuhan yang baru dapat hadiah. Sederhana, tapi justru momen seperti ini yang melekat di hati.

Rombongan kami hanya 14 orang, dengan bus yang lega. Masing-masing dapat dua kursi, jadi perjalanan terasa nyaman dan santai. P. Siekah dengan telaten merekam semua momen lewat video TikTok, dan B. Mona, fotografer dadakan kami, sibuk mengatur gaya dan menangkap setiap ekspresi terbaik. Foto-fotonya apiiik…

Tak ada yang merasa asing—semua akrab, hangat, dan penuh tawa.
Terimakasih P. Rudi yang sudah mengawal kami.

Liburan tidak harus panjang untuk menjadi berkesan. Empat hari saja cukup untuk mengisi ulang semangat, menghirup udara segar, dan menciptakan cerita baru bersama teman-teman. Kami pulang dengan hati penuh syukur, tas Naraya kembaran, dan tumpukan foto lucu yang akan terus membuat kami tersenyum. 🙂

Life was meant for good friends and great adventures.” – Anonymous

“Hidup ini memang untuk dijalani bersama teman baik dan petualangan yang seru.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#Inspirasi Kebaikan #MotivasiKebaikan
#PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
“Iman yang Hidup.”
“Mengapa Kita Ada Di Dunia Ini?”
Rahasia Segalanya….