Articles

“Jangan Mati Gaya Hanya Karena Sekali jatuh.”

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

“Jangan Mati Gaya Hanya Karena Sekali jatuh.”

Pernah nggak, kita mengawali sesuatu dengan penuh semangat, lalu gagal… dan tiba-tiba semua energi langsung hilang? Yang sebelumnya yakin, sekarang jadi ragu. Padahal baru gagal satu kali.

Dr. Charisse Nixon, profesor psikologi di Pennsylvania State University, pernah melakukan eksperimen sosial yang sederhana tapi sangat mengena.

Satu hari, beliau masuk ke kelas, membagikan secarik kertas kepada setiap mahasiswa. Mereka diminta untuk tidak langsung membalikkan kertasnya.

“Ini adalah anagram. Silakan susun huruf-huruf ini menjadi sebuah kata. Harusnya mudah,” kata Dr. Nixon.

Mahasiswa pun mulai mengerjakan.

Di sisi kanan ruangan, beberapa mahasiswa langsung tersenyum. Tangan mereka terangkat, tanda sudah menyelesaikan teka-teki. Mereka dapat soal seperti “back” dan “lemon”—memang mudah.

Tapi di sisi kiri ruangan, wajah-wajah mulai tegang. Tangan mereka tetap di meja, kepala menunduk penuh frustrasi. Mereka mencoba keras, tapi huruf-huruf itu seperti nggak masuk akal.

Apa yang mereka tidak tahu adalah: Dr. Nixon memang membagikan dua jenis soal.

Satu kelompok diberi anagram yang bisa diselesaikan. Kelompok lainnya diberi dua anagram pertama yang sengaja dibuat mustahil untuk dipecahkan.

Keduanya baru mendapat soal ketiga yang sama persis, yaitu “cinerama”—yang bisa disusun ulang menjadi “American.”

Tapi anehnya, kelompok yang sejak awal berhasil, langsung menyelesaikan soal ketiga ini.

Sementara kelompok yang sebelumnya gagal dua kali, tetap tidak bisa menyelesaikannya. Mereka sudah kalah duluan sebelum mencoba.

Lima menit berlalu. Ruangan sunyi di satu sisi, dan penuh percaya diri di sisi lain.

Saat itulah Dr. Nixon menjelaskan bahwa semua ini adalah eksperimen. Ia lalu bertanya kepada kelompok yang mendapat soal mustahil, “Apa yang kalian rasakan tadi?”

Beberapa mahasiswa mulai terbuka:
“Aku merasa bodoh.”
“Aku merasa kalah.”
“Aku bingung kenapa yang lain bisa, aku tidak.”
“Aku frustrasi.”

Lalu Dr. Nixon bertanya, “Kenapa kalian tidak bisa menjawab soal ketiga yang sebenarnya bisa diselesaikan?”

Jawaban seorang mahasiswa langsung mengena:
“Karena rasa percaya diriku sudah hancur.”

Itu yang disebut learned helplessness—ketidakberdayaan yang dipelajari. Saat kita gagal, otak merekam: “Aku memang nggak bisa.” Dan perasaan itu terbawa ke langkah-langkah berikutnya, bahkan untuk hal yang sebenarnya bisa kita lakukan.

Banyak orang yang gagal bangkit bukan karena mereka tidak mampu, tetapi karena mereka percaya bahwa mereka tidak mampu.

Dan masalahnya, ini bukan cuma terjadi di ruang kelas. Tapi juga di kehidupan sehari-hari.

Kita pernah coba bisnis—gagal—lalu gak mau coba lagi.
Pernah percaya sama orang—dikhianati—akhirnya menutup hati.
Pernah pelayanan, pekerjaan —dihina—lalu gak mau terlibat lagi.

Padahal kegagalan itu bukan akhir, hanya bagian dari proses belajar.

Sayangnya, kita sering terlalu cepat menyimpulkan bahwa kegagalan sama dengan “aku memang gak bisa.” Itu kesimpulan keliru.

Bangkit lagi setelah gagal jauh lebih penting daripada tidak pernah gagal sama sekali.

Percaya bahwa kita bisa mencoba lagi, membuka jalan bagi kemenangan.

“Fall down seven times stand up eight” -Jatuh tujuh kali berdiri delapan kali.”

Tuhan gak pernah menuntut kita harus selalu berhasil. Tapi Dia ingin kita terus maju, terus melangkah, dan gak menyerah.

Jangan izinkan satu kegagalan hari ini mencuri semua potensi yang Tuhan siapkan untuk hari esok.

Kadang, bukan dunia yang menjatuhkan kita—tapi pikiran kita sendiri.

Mari kita lawan ketidakberdayaan yang dipelajari dengan keberanian untuk mencoba lagi.
Karena kemenangan tidak datang kepada orang yang tidak pernah jatuh,
tapi kepada mereka yang terus memilih untuk bangkit!

“Failure is simply the opportunity to begin again, this time more intelligently.” – Henry Ford.

“Kegagalan hanyalah kesempatan untuk memulai kembali-kali ini dengan lebih cerdas.” – Henry Ford.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN


#seruputkopicantik
#yennyindra
#Inspirasi Kebaikan #MotivasiKebaikan
#PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Serba Serbi Konseling, Perpuluhan & Kebenaran Yang Membebaskanmu
Jika Tuhan Berdaulat….
Enjoy Your Life…..