Articles

Jangan Berdoa Saat Takut!

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Jangan Berdoa Saat Takut!

Wow… ini satu hal yang sering bikin kita berpikir. Kenapa ya, doa kita seperti mentok ke langit-langit? Padahal sudah menangis, sudah berlutut, sudah pakai segala cara. Tapi kenapa hasilnya nol besar?

Why?
Karena sering kali kita berdoa saat hati kita penuh ketakutan. Padahal, doa yang keluar dari ketakutan itu seperti sinyal yang terputus. Tidak nyambung.

Gubraaak!
Di situlah letak kesalahannya. Tuhan itu Roh. Cara berhubungan dengan Tuhan adalah lewat iman, bukan lewat rasa takut. Takut itu seperti isolator dalam listrik. Arus listrik selalu ada dan siap mengalir, tapi kalau kabelnya dibungkus isolator tebal, arus tidak bisa lewat. Sama persis dengan hidup kita. Kuasa Tuhan itu selalu ada, tidak pernah mati. Tapi saat hati dipenuhi ketakutan, kita seperti kabel yang terbungkus isolator. Kuasa Tuhan tidak bisa mengalir.

Imanlah yang membuat kita jadi konduktor. Mengalirkan kuasa Tuhan dalam hidup kita.

Jadi apa yang harus dilakukan?

Begini caranya:
Stop! Jangan dulu berdoa.
Kalau hati masih takut, stop dulu. Jangan memaksa diri doa panjang-panjang sambil menangis. Itu hanya keluar dari ketakutan, bukan dari iman.

Alihkan pandangan dari masalah kepada Tuhan.
Bukannya menyangkal masalah, tapi mulai fokus kepada siapa Tuhan itu. Ingat: Tuhan jauh lebih besar dari masalah apa pun yang kita hadapi. Dia selalu punya jalan keluar yang terbaik.

Isi hati dengan Firman dan ucapan syukur. Deklarasikan janji-janji Tuhan dengan bersuara agar telinga kita mendengarnya. Katakan terima kasih kepada Tuhan untuk kebaikan-Nya yang sudah pernah kita alami. Bersyukur itu seperti membuka sumbatan di pipa hati. Ketika hati kita penuh ucapan syukur, suasana hati jadi tenang. Takut pun luntur.

Setelah hati tenang, barulah berdoa dengan iman.
Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari yang tidak kita lihat. Nah, di titik ini doa jadi beda kualitasnya. Doa penuh keyakinan, bukan ketakutan.

Sederhana bukan? Tapi kita sering terbalik. Kita panik, langsung doa. Padahal Tuhan tidak bergerak karena kepanikan, Dia bergerak karena iman kita.

Pernah kan lihat orang kesetrum? Begitu tubuh menyentuh listrik tanpa isolator, aliran listrik langsung nyambung. Begitu juga dengan iman. Saat hati percaya penuh kepada Tuhan, kuasa-Nya otomatis mengalir tanpa hambatan.

Masalahnya bukan pada Tuhan. Sama sekali bukan. Kuasa-Nya selalu siap sedia. Sama seperti listrik yang ada terus, siang malam. Kalau lampu tidak menyala, bukan berarti PLN mati. Bisa jadi kabelnya putus, atau isolatornya menutup arus. Nah, ketakutan itu isolator. Sedangkan iman itu kabel tembaga yang nyambung langsung.

Maka, ketika kita sedang dilanda masalah, jangan buru-buru doa sambil takut. Bereskan dulu hatimu. Diam. Dekatkan diri kepada Tuhan. Rasakan damai-Nya. Katakan: “Tuhan Engkau baik. Aku percaya Engkau sanggup.” Lalu isi pikiran dengan Firman. Ucapkan syukur.

Begitu iman muncul, doa akan keluar dengan yakin. Dan doa yang lahir dari iman itulah yang menggerakkan gunung!

Kita tidak bisa mengendalikan badai di luar sana, tapi kita bisa memilih fokus kepada Tuhan.
Dan ketika hati percaya, gunung masalah pun bergeser, tercampak ke dalam laut.

Wow… sederhana tapi sangat menentukan!

Hari ini, mari kita putuskan untuk berhenti jadi isolator. Jadilah konduktor iman yang mengalirkan kuasa Tuhan dalam hidup kita.

Itulah rahasia doa yang dijawab. Mau? Yuk praktik….

“Faith is taking the first step even when you don’t see the whole staircase.” – Martin Luther King Jr.

“Iman adalah melangkah dulu, walau kita belum melihat seluruh anak tangga. – Martin Luther King Jr.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#Inspirasi Kebaikan #MotivasiKebaikan
#PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
“Dari Mana Asalnya Kehidupan?”
Endorsement & Kacang Lupa Kulitnya…
Rhema Part 7 – Berapa Lama Kita Bertahan…..?