“Yesus Dalam Luka Umat-Nya”
Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra
“Yesus Dalam Luka Umat-Nya”
Dikhianati, ditusuk dari belakang, dilukai orang yang kita percaya… Menyakitkan bukan?
Dan yang membuat luka itu semakin dalam adalah karena yang melakukannya justru orang-orang dekat — teman seperjalanan, rekan pelayanan, bahkan anggota keluarga.
Saya pernah ada di sana.
Dan jujur saja, tidak ada yang mudah dari pengalaman itu.
Awalnya saya bergumul. Mengapa, Tuhan? Kenapa Engkau izinkan ini terjadi?
Bukankah aku mengasihi mereka? Bukankah aku hanya ingin menjadi saluran berkat?
Tapi kemudian saya belajar.
Ternyata, saat kita disakiti, Tuhan mengambilnya secara personal.
Dalam Kisah Para Rasul 9:4, ketika Yesus menampakkan diri kepada Saulus di jalan menuju Damsyik, Ia berkata, “Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku?”
Padahal secara fisik, Saulus tidak menyentuh Yesus. Ia “hanya” menganiaya para pengikut-Nya. Namun Yesus menyamakan penderitaan umat-Nya dengan penderitaan-Nya sendiri.
Luar biasa bukan?
Tuhan begitu mengasihi kita hingga apa yang menyentuh kita — menyentuh-Nya juga.
Hmmm…..Jangan Ambil Alih Tugas Tuhan!
Rasanya ingin membela diri, ingin menjelaskan, ingin membalas. Itu manusiawi.
Tapi saya belajar dan diingatkan akan firman dalam Roma 12:19,
“Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan.”
Saat kita membela diri, sebenarnya kita sedang mengatakan, “Tuhan, aku tidak percaya Engkau akan membelaku.”
Itu bentuk ketidakpercayaan, dan Tuhan tidak bekerja dalam ketidakpercayaan.
Banyak orang ingin melihat pembelaan Tuhan, tapi terus berusaha menyelesaikan semuanya dengan caranya sendiri. Mereka tak sadar, tangan Tuhan hanya bekerja ketika kita berhenti menggunakan tangan kita sendiri.
Berhenti membela diri bukan berarti kita lemah.
Justru sebaliknya, itu bukti bahwa kita percaya penuh kepada Tuhan yang berdaulat, adil, dan tidak pernah gagal menepati janji-Nya.
Tuhan itu tidak pernah tidur. ‘Gusti Allah mboten sare…’
Apa yang penting untuk kita, itu penting juga bagi Tuhan.
Saat kita memilih diam, menyerahkan luka dan pengkhianatan kepada Tuhan, kita sedang memberikan ruang bagi pengadilan surga bekerja.
Saya pernah menyaksikan bagaimana Tuhan membela saya — secara terbuka, gamblang, dan di luar perkiraan saya.
Orang-orang yang dulu salah paham, mencemarkan nama baik, akhirnya datang meminta maaf.
Yang lain melihat kebenaran yang selama ini saya pegang teguh.
Dan saya? Hanya bisa tersenyum dengan kagum, “Tuhan, Engkau adil. Engkau tahu segala sesuatu.”
Bahkan Tuhan berjanji, apa yang dicuri si musuh melalui orang-orang yang mau dipakainya, si iblis harus mengembalikan 7 kali lipat.
Wow….. dahsyat bukan?
Saya belajar bahwa dalam kerajaan Allah, tidak ada luka yang sia-sia.
Setiap pengkhianatan yang kita alami — jika kita menyerahkannya kepada-Nya — akan diubah menjadi mahkota kemuliaan.
Sakit hati bukan untuk disimpan.
Luka bukan untuk dikubur.
Tapi untuk diproses, diampuni, dan diserahkan.
Mengampuni bukan berarti membenarkan tindakan mereka.
Tapi itu berarti kita membebaskan diri kita dari jerat kepahitan yang menggerogoti damai sejahtera kita.
Dan percayalah, saat kita memilih jalan salib — jalan yang sempit dan tidak populer — kita akan melihat tangan Tuhan menyatakan pembelaan-Nya secara nyata.
Hari ini… mungkin kita sedang terluka.
Dikhianati, disalahpahami, difitnah.
Jangan takut. Jangan balas. Jangan patah.
Tuhan melihat. Tuhan tahu. Dan Tuhan akan bertindak.
Biarkan Dia yang membela.
Sementara kita terus melangkah… dengan damai, penuh kasih, dan percaya bahwa akhir dari orang benar itu selalu penuh kemuliaan.
Saya pun belajar. Bagaimana dengan Anda?
“Darkness cannot drive out darkness; only light can do that. Hate cannot drive out hate; only love can do that. – Martin Luther King Jr.
“Kegelapan tidak bisa mengusir kegelapan; hanya cahaya yang bisa melakukan itu. Kebencian tidak bisa mengusir kebencian; hanya kasih yang bisa melakukan itu.- Martin Luther King Jr.
YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan
