Articles

In Christ Part 3: Stop Berusaha Membuktikan Diri – Anugerah Itu Gratis!


Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

In Christ Part 3: Stop Berusaha Membuktikan Diri – Anugerah Itu Gratis!

“Apa yang harus saya lakukan supaya doa saya dijawab Tuhan? Saya sudah berdoa, baca Alkitab, rajin ke gereja, bahkan setia bayar persepuluhan! Saya sudah melakukan semua yang Alkitab perintahkan.”

Itu kalimat yang sering kita dengar. Bahkan mungkin kita sendiri pernah berkata begitu. Tapi tahukah kita, justru itu alasan utama mengapa doa kita tidak dijawab?

Seperti yang Andrew Wommack katakan:
“Saat seseorang berkata begitu, dia tanpa sadar sudah menjelaskan mengapa dia tidak menerima jawaban doa—karena dia berpikir bahwa ketaatannya, usahanya, dan kebaikannya bisa membuat Tuhan menjawab.”

Kita sedang mengandalkan performa diri, bukan anugerah Tuhan.

Kasih Karunia Itu Gratis, Bukan Imbalan.

Kasih karunia (grace) artinya pemberian cuma-cuma dari Tuhan. Tidak bisa dibeli, tidak bisa ditukar dengan perbuatan baik kita, dan tidak perlu dibuktikan bahwa kita layak. Kasih karunia itu datang dari hati Tuhan yang mengasihi, bahkan jauh sebelum kita lahir.

Tapi sering kali, tanpa sadar, kita menganggap Tuhan seperti bos yang menilai kinerja. Kita berpikir: kalau sudah cukup rajin dan taat, baru pantas diberkati. Kalau hidup kita belum benar, rasanya tidak mungkin Tuhan menjawab doa.

Ini adalah jebakan berpikir yang berbahaya. Karena tanpa sadar, kita sedang memindahkan dasar iman kita dari Yesus kepada usaha kita sendiri.

Iman: Tanggapan Positif atas Anugerah.

Kebenarannya adalah ini: Grace – Anugerah adalah bagian Tuhan. Faith – Iman adalah bagian kita.
Anugerah (kasih karunia) sudah Tuhan sediakan—semua berkat, kesembuhan, damai sejahtera, jawaban doa—sudah tersedia di dalam Kristus. Tugas kita adalah menanggapi dengan iman.

Iman bukan berarti kita memaksa Tuhan melakukan sesuatu.
Iman hanya berkata, “Ya Tuhan, aku percaya. Aku terima yang sudah Engkau sediakan.”

Sama seperti seseorang memberikan kita hadiah. Kita tidak perlu kerja dulu untuk dapat hadiah itu. Kita cukup menerima. Kalau menolak karena merasa belum layak, berarti kita menolak kemurahan si pemberi.

Begitu juga dengan Tuhan.

*Mengapa Banyak Doa Tidak Dijawab?*

Mungkin ini jawabannya. Kita sudah terlalu sibuk melakukan “performa rohani,” padahal kita lupa satu hal: Tuhan tidak menjawab doa karena kita sudah cukup baik. Tuhan menjawab doa karena Yesus sudah sempurna menggantikan kita.

1 Yohanes 5:4 berkata:
“Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.”

Bukan kekuatan, bukan amal, bukan kerajinan. Tapi iman!

Iman yang percaya bahwa segala sesuatu yang kita butuhkan sudah selesai dikerjakan Yesus di kayu salib. Kita tinggal menerima dengan ucapan syukur, bukan dengan usaha mati-matian.

Mari kita berhenti bersusah payah secara rohani. Tuhan tidak minta kita bekerja untuk menerima kasih-Nya. Dia minta kita percaya bahwa Dia sudah bekerja untuk kita—dan pekerjaan itu sudah selesai!

Ketika kita berhenti berusaha, dan mulai percaya bahwa kasih karunia itu cukup, maka damai mulai mengalir. Doa pun jadi ringan dan penuh keyakinan. Kita tidak lagi datang sebagai pengemis yang merayu, tapi sebagai anak yang yakin dikasihi.

Dan anak yang tahu bahwa dia dikasihi, akan lebih mudah menerima warisan dari Bapanya.

Intinya,

– Anugerah/Kasih karunia adalah bagian Tuhan—sudah selesai.
– Iman adalah bagian kita—merespons dengan percaya.
– Jangan mengandalkan perbuatan baik untuk menerima jawaban doa.
– Percayalah pada kasih Tuhan dan karya salib Yesus.
– Iman yang percaya kepada anugerah/kasih karunia itulah yang membawa kemenangan.

Jadi… yuk, kita belajar untuk percaya lebih dari berusaha. Tuhan lebih tertarik pada hati yang percaya penuh daripada daftar panjang aktivitas rohani kita.

Itulah kehidupan yang penuh anugerah. Dan di situlah doa-doa mulai dijawab.

“Christianity does not begin with a big DO, but with a big DONE.” – Watchman Nee.

“Kekristenan tidak dimulai dengan kata LAKUKAN, tapi dengan kata SUDAH SELESAI.” – Watchman Nee.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Belajar Dari Dr. Henry Cloud: Boundaries!
Happy New Year 2023 Part 2
“Apakah Kasih Itu?”