Articles

Ketika Dunia Gaduh, Iman Kita Jangan Ikut Goyah

Seruput Kopi Firman Tuhan
Yenny Indra

Ketika Dunia Gaduh, Iman Kita Jangan Ikut Goyah

Perang.
Rumor.
Spekulasi akhir zaman.

Beberapa hari ini timeline penuh dengan pembahasan Amerika, Israel, Iran. Video demi video muncul. Tafsiran demi tafsiran berseliweran. Ada yang yakin ini tanda terakhir. Ada yang mulai menghitung-hitung nubuatan, menghubungkan ayat dengan headline berita.

Jujur, suasananya bisa bikin hati ikut tegang.

Di tengah semua itu, sahabat saya, Ci Mei Lian, menulis di grup gereja kami di Surabaya. Pesannya sederhana dan dewasa: jangan berspekulasi tentang “ramalan” akhir zaman. Dan mari berdoa untuk perdamaian. Kasihan anak-anak dan warga sipil yang jadi korban di pihak mana pun.

Saya membaca itu, dan entah kenapa hati saya langsung tenang.
Saya setuju.
Tuhan mengasihi semua manusia…
Tidak perlu membela kanan or kiri.

Saya tidak mendalami detail eskatologi. Ada orang-orang yang memang belajar dan dipanggil khusus di bidang itu. Biarlah mereka yang membahasnya dengan bertanggung jawab. Tidak semua orang harus jadi analis akhir zaman. Dan tidak semua berita harus kita tafsirkan.

Lalu sikap saya bagaimana?
Saya kembali ke tempat yang selalu aman: Firman.

Mazmur 91 bukan ayat hiasan untuk ditempel di dinding atau dibagikan saat suasana mencekam.
Itu deklarasi posisi.

“Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa, akan berkata kepada TUHAN: Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.”

Perhatikan kata “duduk” dan “bermalam”. Itu bukan visit, kunjungan singkat. Tetapi tinggal. Itu menetap. Itu pilihan sadar untuk berada di bawah naungan-Nya, bukan di bawah bayang-bayang ketakutan.

Lanjutannya tegas sekali.
“Ia akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung, dari penyakit sampar yang busuk.”
“Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang.”

Dan ayat yang selalu mengguncang iman saya:
“Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu.”
“Tulah tidak akan menimpa engkau, dan malapetaka tidak akan mendekat kepada kemahmu.”

Itu bukan janji untuk orang yang panik. Itu janji untuk orang yang memilih tinggal dalam naungan-Nya.

Ada bagian Tuhan. Ada bagian kita.
Bagian Tuhan adalah melindungi, melepaskan, menjaga. Bagian kita adalah tinggal, percaya, dan terus membangun iman.

Jangan salah. Saya juga manusia. Bisa merasa khawatir. Bisa terdistraksi oleh berita. Tapi saya belajar ini: kalau hati mulai goyah, itu tanda saya perlu kembali duduk. Bukan menambah konsumsi berita, tapi menambah waktu di hadirat-Nya.

Yesus pernah berkata, “Jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?”

Pertanyaannya menusuk.
Bukan: adakah Ia mendapati orang yang paling update soal geopolitik?
Bukan: adakah Ia mendapati orang yang paling jago mengaitkan berita dengan kitab Wahyu?

Tetapi: adakah Ia mendapati iman?
Iman tidak lahir dari ketakutan.
Iman tidak dibangun dari rumor.
Iman timbul dari pendengaran akan Firman.

Dan waktu kita bukan tak terbatas.
Di usia saya sekarang, saya makin sadar, energi dan fokus adalah aset rohani.

Saya bisa menghabiskan waktu untuk belajar dadakan tentang akhir zaman.
Biar keren, biar update, biar gak kalah dengan yang lainnya.
Atau saya justru memakai waktu yang ada, untuk memperkuat iman, meneguhkan hati, memperdalam persekutuan dengan Dia?

Saya memilih yang kedua.
Saya memilih duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi.
Saya memilih bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa.
Saya memilih membangun iman, bukan membangun ketakutan.

Dunia boleh gaduh.
Timeline boleh panas.
Spekulasi boleh ramai.
Tapi jiwa kita tidak harus ikut gemetar.
Karena pada akhirnya, yang membuat kita bertahan bukanlah pengetahuan detail tentang kronologi akhir zaman.

Yang membuat kita kokoh adalah keyakinan sederhana namun dalam:
Tuhan adalah perlindungan kita.
Dan iman kepada-Nya adalah posisi paling aman yang bisa kita miliki, apa pun yang sedang terjadi di dunia.

Bagaimana dengan Anda?

“I’ve read the last page of the Bible. It’s all going to turn out all right.” – Billy Graham.

“Saya sudah membaca hingga halaman terakhir Alkitab. Pada akhirnya semuanya akan berakhir dengan baik.” – Billy Graham.

YennyIndra
www.yennyindra.com

TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
SVRG
SWEET O’ TREAT
AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopifirmanTuhan
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
“Apa yang sudah selesai?”
Mungkin Kata-kata Anda Yang Membunuh Anda!
“Foto, Tiktok, dan Tuhan: Bagaimana Kehadiran Orang Lain Mengubah Hidup”