Articles

Saat Pikiran Ingin Menguasai Hari Esok…

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Saat Pikiran Ingin Menguasai Hari Esok…

Kita hidup di zaman ketika logika dipuja-puja. Orang bangga berkata, “Aku realistis.” “Aku pakai logika.”
Seolah-olah kemampuan mengontrol segala kemungkinan adalah tanda kecerdasan tertinggi. Padahal, diam-diam, di balik kebanggaan itu, banyak jiwa yang kelelahan, cemas, dan stres.

Pemikiran ini sejalan dengan apa yang sering disampaikan oleh *Caroline Leaf* PhD , seorang ahli dalam _Communication Pathology_, dengan spesialisasi _neuropsikologi kognitif dan metakognitif_.
Ia mengatakan, anxiety bukan terutama soal masa depan, melainkan tentang pikiran manusia yang berusaha mengontrol sesuatu yang belum terjadi. Pikiran berlari lebih cepat daripada kenyataan. Kita memutar semua kemungkinan, skenario terburuk, dan “bagaimana kalau…” tanpa henti.
Tubuh pun ikut merespons.
Nafas menjadi pendek.
Otot menegang.
Hati terasa tercekik.

Ironisnya, semua itu sering kita sebut sebagai “berpikir logis”.
Padahal logika yang tidak ditempatkan dengan benar justru berubah menjadi alat penindas jiwa. Kita ingin memastikan semuanya aman, terkendali, terprediksi. Kita ingin memegang kendali atas besok, minggu depan, tahun depan. Dan ketika kita gagal mengontrolnya, kita menyalahkan diri sendiri. Di situlah kecemasan lahir.

Tuhan berbicara sangat berbeda. Ia tidak mengajarkan murid-murid-Nya untuk mengendalikan hidup, melainkan memercayakan hidup.
“Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”

Kalimat ini sederhana, tetapi radikal. Artinya Tuhan tidak pernah meminta kita memikul beban esok, pada hari hari ini.

Masalahnya, pikiran kita tidak mau berhenti di hari ini. Kita menyeret hari esok ke dalam hari ini, lalu bertanya mengapa jiwa kita sesak.

Ilustrasi yang sangat menenangkan: burung pipit. Makhluk kecil, tanpa gudang, tanpa tabungan, tanpa strategi lima tahun. Namun dipelihara Bapa. Bukan karena mereka pintar mengatur hidup, tetapi karena mereka hidup dalam desain pemeliharaan Tuhan. Jika burung pipit diperhatikan, apalagi kita.

Firman Tuhan juga berkata dengan jelas:
“Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.”
Menariknya, firman ini tidak berkata, “Pikirkanlah lebih keras,” atau “Susunlah rencana lebih detail.”
Yang diminta adalah menyerahkan, bukan mengendalikan.

Di sinilah benturan besar terjadi. Pikiran manusia ingin memegang kendali. Roh Kudus mengajak kita untuk percaya.
Pikiran berkata, “Kalau aku tidak mengatur, semuanya bisa berantakan.” Tuhan berkata, “Justru karena kamu mencoba mengatur semuanya, jiwamu berantakan.”

Dr. Caroline Leaf menegaskan bahwa ketika pikiran kita terus berlari ke depan dan memutar kemungkinan yang belum terjadi, tubuh akan mengikuti. Kecemasan bukan hanya di kepala, tetapi menjalar ke seluruh sistem tubuh. Itulah sebabnya banyak orang merasa tegang, lelah, sulit tidur, dan cepat panik, meski hidup mereka tampak “baik-baik saja”.

Kabar baiknya, kecemasan tidak harus diusir dengan kepura-puraan. Kecemasan dilemahkan dengan kesadaran dan penyerahan. Kita belajar menghentikan pikiran yang berlari terlalu jauh. Kita menariknya kembali ke hari ini. Ke napas hari ini. Ke anugerah hari ini.

Tuhan tidak pernah menjanjikan hidup tanpa tantangan. Tetapi Ia berjanji menyertai hari ini. Bukan besok. Bukan kemungkinan terburuk yang belum tentu terjadi.

Ketika kita berhenti menyebut kecemasan sebagai “logika”, dan mulai melihatnya sebagai beban yang bukan untuk kita pikul, di situlah jiwa mulai bernafas lagi. Logika tetap berguna, tetapi bukan sebagai tuan. Ia hanya alat, bukan penguasa.

Damai tidak datang dari kontrol yang sempurna. Damai lahir dari kepercayaan yang sederhana: hari ini ada di tangan Tuhan, dan itu sudah cukup.
Dan sering kali, cukup itu merupakan awal dari kesembuhan.

“The trouble is not that God does not care, but that we try to take control instead of trusting Him.” – Andrew Murray.

“Masalahnya bukan karena Tuhan tidak peduli, tetapi karena kita ingin mengendalikan, bukan mempercayakan”- Andrew Murray.

YennyIndra
www.yennyindra.com

TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID

#seruputkopicantik #yennyindra #InspirasiKebaikan #MotivasiKebaikan #PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Fasilitas VS Karakter, Mana Yang Membawa Kesuksesan?
Kuasa Allah bekerja jauh melebihi doa dan pikiran manusia. Percaya?
Pikiran Apa Yang Melintas Di Kepala Kita?