“Mengapa Orang Senang Menyebut Semua Hal sebagai “Kehendak Tuhan”?
Seruput Kopi Firman Tuhan
Yenny Indra
“Mengapa Orang Senang Menyebut Semua Hal sebagai “Kehendak Tuhan”?
Ada satu kalimat yang sering terdengar sangat rohani, tapi diam-diam berbahaya:
“Ya mungkin ini memang kehendak Tuhan.”
Kalimat ini kelihatannya penuh iman. Padahal sering kali justru jadi tempat bersembunyi.
Karena ketika semuanya dilempar ke “kehendak Tuhan”, seseorang tidak perlu lagi bertanggung jawab. Seolah-olah Tuhan yang salah, Tuhan yang merancang penderitaan itu, Tuhan yang memutuskan kegagalan itu. Manusia tinggal berperan sebagai korban tanpa daya.
Ini bukan kerendahan hati. Ini pelarian.
Alkitab tidak pernah mengajarkan iman yang mematikan tanggung jawab pribadi. Justru sebaliknya. Sejak awal, Tuhan memberi manusia kehendak bebas. Pilihan itu nyata. Dan konsekuensinya juga nyata.
Banyak hal yang kita alami hari ini bukan karena kehendak Tuhan, tetapi karena hasil keputusan kita sendiri.
Besar pasak daripada tiang. Keinginan tidak dikendalikan. Gaya hidup ngawur. Uang dipakai tanpa hikmat. Tubuh dipaksa terus tanpa istirahat. Makan sembarangan. Stres dipelihara. Luka batin dibiarkan membusuk.
Lalu ketika tubuh akhirnya “menyerah”, sakit datang, energi hilang, emosi runtuh, kita berkata:
“Mungkin Tuhan mengizinkan ini.”
Padahal tubuh sudah lama berteriak.
Dan Roh Kudus sudah lama berbicara.
Hanya saja kita memilih tidak mendengar.
Dalam Roma 1 dijelaskan bahwa Allah berbicara dengan jelas, tetapi manusia sering menekan kebenaran itu. Bukan karena tidak tahu, tapi karena tidak mau taat. Tubuh kita sering menjadi alat pertama yang dipakai Tuhan untuk memperingatkan. Bukan untuk menghukum, tetapi untuk menyelamatkan. Namun ketika sinyal itu diabaikan terus-menerus, akibatnya tetap datang. Itu hukum tabur tuai, bukan kehendak Tuhan yang misterius.
Banyak orang berdoa minta Tuhan mengubah hidup mereka, sementara mereka sendiri tidak mau mengubah cara berpikirnya. Mereka ingin hasil ilahi dengan pola hidup duniawi. Itu tidak bekerja.
Hal yang sama diajarkan oleh Andrew Wommack, Firman Tuhan sudah menyediakan segala sesuatu yang kita perlukan untuk hidup dan kesalehan. Bukan sebagian. Segala sesuatu. Masalahnya bukan pada kurangnya jawaban dari Tuhan, tetapi kurangnya pembaruan pikiran dari pihak kita.
Ironisnya, banyak orang sangat rajin berdoa, tapi malas belajar Firman.
Mereka suka mengungkapkan isi hati, keluhan, tangisan, bahkan tuntutan. Tetapi enggan duduk diam untuk mendengar. Enggan membangun fondasi kebenaran. Doa akhirnya berubah menjadi monolog emosional, bukan persekutuan yang mentransformasi.
Lebih ironis lagi, ada orang yang sangat aktif melayani, sibuk di gereja, terlibat di banyak aktivitas rohani, tetapi tidak punya kehidupan intim dengan Tuhan. Mereka melayani Tuhan yang jarang mereka dengar suaranya. Mereka bekerja untuk Tuhan, tanpa berjalan bersama Tuhan.
Maria duduk di kaki Yesus. Marta sibuk melayani.
Yesus tidak menegur pelayanan Marta. Yang Dia luruskan adalah prioritasnya. Tanpa duduk di kaki Tuhan, pelayanan mudah menjadi pelarian. Aktivitas rohani dipakai untuk menutupi kekosongan relasi.
Segala yang kita butuhkan untuk menjalani hidup ini sudah ada di dalam Firman Tuhan. Hikmat untuk keuangan. Prinsip untuk tubuh. Kebenaran untuk emosi. Arahan untuk relasi. Kuasa untuk menang atas dosa. Bukan di luar Alkitab. Bukan di ramalan keadaan. Bukan di alasan “kehendak Tuhan” yang kabur.
Iman yang dewasa tidak menyalahkan Tuhan.
Iman yang dewasa berani berkata:
“Aku memilih, dan aku bertanggung jawab.”
Di situlah pertumbuhan dimulai.
Di situlah pemulihan menjadi nyata.
Dan di situlah kehendak Tuhan yang sejati bisa dialami.
Setuju?
“I am not a product of my circumstances. I am a product of my decisions.” – Stephen Covey.
“Saya bukan hasil dari keadaan saya. Saya adalah hasil dari keputusan-keputusan saya.” – Stephen Covey.
YennyIndra
www.yennyindra.com
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
SVRG
SWEET O’ TREAT
AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN
#seruputkopifirmanTuhan
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan