Ketika Kesembuhan Membutuhkan Pemulihan Kedua
Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra
Ketika Kesembuhan Membutuhkan Pemulihan Kedua
Di awal abad ke-20, ada seorang dokter yang dihormati dunia medis bukan karena ia paling banyak meresepkan obat, tetapi karena ia paling banyak mengingatkan agar dokter tidak sembarangan menggunakannya.
Namanya Sir William Osler.
Osler adalah salah satu pendiri Johns Hopkins Hospital dan dikenal sebagai bapak kedokteran modern.
Ironisnya, justru dari orang inilah muncul peringatan yang terasa sangat relevan hari ini: bahwa pengobatan bisa menjadi masalah baru, jika dilakukan tanpa kebijaksanaan.
Ada sebuah kalimat yang sering dikaitkan dengan Osler, kurang lebih berbunyi begini:
seseorang yang minum obat sering kali perlu sembuh dua kali, sekali dari penyakitnya dan sekali dari obatnya.
Kalimat ini mungkin bukan kutipan literal, tetapi pemikirannya sangat Osler. Ia berkali-kali mengingatkan bahaya overmedikalisasi dan kebiasaan mengobati angka tanpa memahami manusia di baliknya.
Osler percaya satu hal penting: dengarkan pasien, bukan hanya penyakitnya.
Sayangnya, di zaman sekarang, kita sering terbalik.
Kita hidup di era di mana obat bekerja cepat. Tekanan darah bisa ditekan. Gula darah bisa dikontrol. Nyeri bisa diredam. Secara klinis, itu kemajuan besar.
Namun di balik keberhasilan itu, sering ada cerita sunyi yang tidak masuk rekam medis: tubuh yang makin lelah, pencernaan yang rusak perlahan, berat badan yang naik tanpa sebab jelas, emosi yang tidak stabil, dan daftar obat yang terus bertambah.
Bukan karena obatnya jahat.
Tetapi karena tubuh manusia tidak pernah diciptakan untuk diperlakukan seperti mesin.
Obat menekan gejala.
Tubuh sedang berbicara.
Setiap gejala sebenarnya adalah pesan.
Tubuh memberi alarm ketika ada yang tidak selaras. Masalahnya, kita sering sibuk mematikan alarm tanpa bertanya mengapa alarm itu berbunyi.
Pola makan yang salah dianggap biasa.
Stres kronis dianggap normal.
Kurang tidur dianggap wajar.
Peradangan ringan dibiarkan bertahun-tahun.
Akhirnya obat menjadi solusi jangka panjang untuk percakapan yang tidak pernah terjadi.
Inilah yang dulu diingatkan Osler. Bahwa pengobatan tanpa kebijaksanaan akan menciptakan lingkaran:
satu obat menimbulkan efek samping, efek samping itu melahirkan diagnosis baru, diagnosis baru melahirkan resep baru. Tubuh pun bekerja ekstra, bukan untuk sembuh, tetapi untuk bertahan.
Saya tidak sedang menentang dunia medis. Kita bersyukur untuk dokter, rumah sakit, dan obat-obatan. Banyak nyawa tertolong karenanya.
Obat adalah anugerah.
Tetapi obat bukan netral.
Dan bukan solusi tunggal.
Kesembuhan sejati selalu melibatkan lebih dari satu lapisan: pilihan hidup, disiplin harian, keberanian mengubah kebiasaan, dan kerendahan hati untuk mendengarkan tubuh yang selama ini kita abaikan.
Tubuh menyimpan catatan. Selalu.
Ia ingat apa yang kita makan.
Ia ingat stres yang kita tekan.
Ia ingat emosi yang tidak pernah diproses.
Cepat atau lambat, tubuh akan menagih perhatian. Bukan untuk menghukum, tetapi untuk menyelamatkan.
Kesembuhan terbaik bukan yang paling cepat, tetapi yang paling utuh.
Yang tidak menciptakan masalah baru untuk diselesaikan.
Yang memulihkan, bukan menumpuk.
Mungkin inilah hikmat lama yang perlu kita dengar kembali. Bahwa menyembuhkan bukan hanya soal menghilangkan gejala, tetapi memulihkan keseimbangan:
Antara tubuh dan pikiran.
Antara iman dan akal.
Antara teknologi dan kebijaksanaan.
Menurut Carl Jung, tubuh adalah media ekspresi dari hal-hal yang tidak disadari oleh pikiran sadar.
Artinya sederhana tapi dalam:
*Apa yang tidak kita akui, tidak kita pahami, atau tidak kita sadari di pikiran, sering muncul lewat tubuh.*
Karena tujuan kita bukan sekadar hidup lebih lama, tetapi hidup lebih selaras.
Dan kesembuhan yang baik tidak pernah meminta kita sembuh dua kali.
Bagaimana pendapat Anda?
*”The good physician treats the disease; the great physician treats the patient who has the disease.” – Sir William Osler.*
*”Dokter yang baik mengobati penyakitnya; dokter yang besar mengobati manusia yang memiliki penyakit itu – Sir William Osler.*
YennyIndra
www.yennyindra.com
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
#seruputkopicantik #yennyindra #InspirasiKebaikan #MotivasiKebaikan #PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama
