Articles

Buli-Buli yang Dipecahkan: Saat Hidup Kita Menjadi Kesaksian

Seruput Kopi Firman Tuhan
Yenny Indra

Buli-Buli yang Dipecahkan: Saat Hidup Kita Menjadi Kesaksian

Ada satu detail kecil dalam kisah perempuan dengan buli-buli pualam yang sering kita lewatkan. Ia tidak membuka buli-buli itu. Ia memecahkannya.
Dan justru di situlah inti ceritanya.

Buli-buli pualam dibuat untuk menjaga sesuatu yang mahal. Minyak di dalamnya bukan barang murah. Disimpan rapat. Dijaga. Tidak sembarang dituang. Sekali dipecahkan, tidak bisa dipakai lagi. Tidak ada sisa. Tidak ada cadangan. Tidak ada rencana “nanti”.

Di titik itu, kisah ini berhenti bicara soal minyak wangi. Ia mulai bicara tentang hidup.

Kita sering ingin mengikut Tuhan tanpa memecahkan buli-buli kita. Kita ingin tetap utuh. Tetap aman. Tetap punya kontrol. Kita ingin Tuhan memakai kita, tapi ego jangan disentuh. Kita ingin jadi saksi, tapi harga diri tetap dijaga. Kita ingin hadirat-Nya mengalir, tapi kepentingan pribadi masih disimpan rapi.

Masalahnya sederhana. Minyak tidak akan mengalir selama buli-buli masih utuh.

Sebagai jemaat Tuhan, kita membawa hadirat-Nya. Itu identitas kita.
Bukan karena kita hebat, rohani, atau punya jabatan pelayanan. Tapi karena Roh Kudus diam di dalam kita. Namun hadirat itu tidak otomatis menyebar. Ia bisa terkurung. Tersegel. Terjebak di dalam “wadah” bernama ego, ambisi, luka, rasa ingin dihargai, dan kebutuhan untuk terlihat benar.

Banyak orang Kristen wangi di dalam, tapi tidak tercium ke luar.
Kenapa?
Karena buli-bulinya belum dipecahkan.

Memecahkan buli-buli berarti membiarkan Tuhan menyentuh area yang paling kita lindungi. Cara berpikir yang merasa paling benar. Motif pelayanan yang diam-diam ingin dipuji. Kerinduan untuk dikenal, dihormati, diakui. Bahkan luka lama yang kita pelihara dan jadikan identitas.
Selama itu belum dipecahkan, minyaknya tertahan.

Perempuan itu tidak menuang setetes demi setetes. Ia tidak menghitung. Ia tidak bernegosiasi. Ia memecahkan segalanya. Minyaknya tuntas. Tidak tersisa. Dan justru karena itu, seluruh ruangan dipenuhi keharuman.

Begitu juga dengan hidup kita.
Kesaksian sejati tidak lahir dari hidup yang rapi dan terkendali, tapi dari hidup yang diserahkan. Dari orang-orang yang berani berkata, “Tuhan, ambil semuanya. Bukan sebagian.” Dari orang-orang yang tidak lagi sibuk menjaga citra, tapi rindu memuliakan Kristus.

Di sinilah banyak orang salah paham. Mereka mengira Tuhan senang dengan pengorbanan besar. Padahal yang Tuhan cari adalah penyerahan total. Bukan apa yang kita berikan, tapi apa yang kita lepaskan.

Ego yang dipecahkan akan menghasilkan kerendahan hati.
Ambisi yang dipecahkan akan menghasilkan ketaatan.
Kepentingan pribadi yang dipecahkan akan menghasilkan kasih.
Dan saat itu terjadi, minyaknya mengalir dengan sendirinya.

Kita tidak perlu berusaha keras menjadi saksi. Hidup kita akan bersaksi. Keharuman Kristus akan tercium, bukan karena kita bicara banyak, tapi karena wadahnya sudah tidak menahan-Nya lagi.

Ini bukan tentang kita. Bukan tentang reputasi. Bukan tentang pelayanan. Bukan tentang seberapa rohani kita terlihat.
It’s all about God, not us.

Salib sendiri adalah bukti tertinggi dari prinsip ini. Yesus dipecahkan sepenuhnya. Tidak ada yang ditahan. Tidak ada yang disisakan. Dan karena itu, hidup, pengampunan, dan kasih karunia mengalir bagi banyak orang.

Pertanyaannya sekarang sederhana, tapi jujur:
Buli-buli apa dalam hidup kita yang masih utuh?
Apa yang masih kita simpan rapat-rapat?
Karena saat kita berani membiarkannya dipecahkan, hadirat-Nya tidak hanya tinggal di dalam kita, tapi menyebar keluar. Tuntas. Tanpa sisa.

Bersediakah kita?

“God can do nothing with an individual until he is comes to the end of his resources.” – Oswald Chambers.

“Tuhan tidak dapat melakukan apa pun melalui seseorang sampai orang tersebut sampai pada titik di mana segala kemampuannya telah berakhir (habis) – Oswald Chambers.

YennyIndra
www.yennyindra.com

TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopifirmanTuhan
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Kekinian…..
Growth Environment for Our Children
Sudahkah Kita Menciptakan Kebahagiaan?