Articles

Berjalan di Atas Air: Soal Fokus, Bukan Soal Ombak.

Seruput Kopi Firman Tuhan
Yenny Indra

Berjalan di Atas Air: Soal Fokus, Bukan Soal Ombak.

Kisah Petrus berjalan di atas air selalu menarik untuk direnungkan. Bukan karena mujizatnya semata, tetapi karena kisah ini sangat jujur menggambarkan kehidupan iman kita sehari-hari.
Alkitab mencatat, ketika para murid berada di perahu dan angin bertiup kencang, Yesus datang berjalan di atas air. Petrus, dengan keberanian yang tidak biasa, berkata, “Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air.” Dan Yesus menjawab singkat, jelas, tanpa drama: “Mari datanglah.”

Coba perhatikan satu hal penting. Sebelum Petrus melangkah keluar dari perahu, angin sudah ada. Ombak sudah ada. Situasi berbahaya itu bukan muncul setelah Petrus berjalan. Sejak awal semuanya sudah ada.

Dan ketika Petrus benar-benar berjalan di atas air, angin yang sama tetap bertiup. Ombak yang sama tetap bergulung. Tidak ada yang berubah di luar dirinya.
Lalu apa yang membedakan antara Petrus yang berjalan di atas air dan Petrus yang hampir tenggelam?

Fokus!

Selama Petrus fokus memandang Yesus, ia melakukan hal yang mustahil. Air yang biasanya membuat manusia tenggelam, kali ini menjadi pijakan. Tetapi saat fokusnya teralihkan, saat ia mulai memperhatikan angin dan ombak, imannya goyah. Ketakutan masuk. Dan ia mulai tenggelam.
Bukankah ini sangat menggambarkan kita?

Kita berdoa minta terobosan keuangan. Kita minta proyek besar. Kita rindu peningkatan, ekspansi, pertumbuhan. Dan Tuhan menjawab, “Mari datanglah.” Anugerah sudah tersedia. Peluang sudah ada. Jalan sudah disiapkan.
Tinggal satu hal: kita melangkah.
Namun sering kali, setelah melangkah, fokus kita berubah. Kita mulai “menonton ombak”. Kita mendengar berita: krisis global, dollar naik, ekonomi tidak pasti, bisnis terancam, pasar lesu. Perlahan-lahan keberanian yang tadi penuh iman, berubah menjadi kekhawatiran.

Padahal, mari jujur saja. Sejak dulu media selalu memberitakan krisis. Dollar naik salah, turun juga salah. Pengamat ekonomi hampir selalu meramalkan hal-hal buruk. Itu bukan hal baru. Dan justru karena itulah berita-berita tersebut laku.

Masalahnya bukan pada berita. Masalahnya pada fokus kita.
Firman Tuhan mengingatkan, sumber berkat kita bukan dari sistem dunia, melainkan dari Tuhan. Kita hidup di bawah hukum Kerajaan Allah, bukan semata-mata hukum ekonomi dunia. Dan di Kerajaan Allah, tidak pernah ada krisis.

Itulah sebabnya, di tengah dunia yang kacau, kita tetap bisa maju. Kita tetap bisa bertumbuh. Kita tetap bisa sukses.
Bahkan, sering kali di dalam krisis justru tersembunyi potensi keuntungan besar bagi mereka yang peka dan taat pada arahan Tuhan. Saat pandemi Covid, banyak aset strategis dijual murah. Mereka yang mendengar dengan peka, melangkah dengan iman dan hikmat, sekarang menuai hasil yang besar.
Prinsip yang sama berlaku dalam kesembuhan. Yang menyembuhkan bukan dokter. Bukan rumah sakit. Bukan alat medis. Semua itu hanyalah sarana.
Yang memberi kesembuhan adalah Tuhan.

Semahal apa pun obatnya, secanggih apa pun teknologinya, jika tubuh tidak bisa melakukan recovery, kesembuhan tidak akan terjadi. Dan siapa yang memberi kemampuan tubuh untuk pulih? Tuhan sendiri.

Karena itu, selama fokus kita tetap pada Tuhan dan jalan-jalan-Nya, tidak ada kondisi yang terlalu mustahil. Baik itu keuangan, bisnis, kesehatan, maupun masa depan.

Kuncinya satu: iman yang bertindak dan fokus yang terjaga.
Angin mungkin tetap bertiup. Ombak mungkin tetap besar. Tetapi selama mata kita tertuju kepada Yesus, kita tidak akan tenggelam.

Dan kalau pun sempat goyah, ingat satu hal yang menghibur. Saat Petrus mulai tenggelam dan berseru, Yesus langsung mengulurkan tangan-Nya.
Tuhan setia. Tinggal kita mau menjaga fokus atau sibuk menghitung ombak.

Pada akhirnya, hidup iman bukan soal seberapa besar ombak yang kita hadapi, melainkan ke mana mata kita tertuju. Ombak bisa sama, angin bisa tetap kencang, tetapi hasilnya akan berbeda ketika fokus kita tetap pada Tuhan yang memanggil kita untuk melangkah.

“Look at the world, you’ll be distressed. Look within, you’ll be depressed. Look at Christ, you’ll be at rest.” – Corrie ten Boom.

“Jika kita memandang dunia, kita akan gelisah. Jika memandang diri sendiri, kita akan tertekan. Tetapi jika memandang Kristus, kita akan menemukan ketenangan.” – Corrie ten Boom.

Dan seperti Petrus, selama kita memilih untuk tetap memandang Yesus, air yang sama yang menenggelamkan orang lain justru menjadi pijakan bagi langkah iman kita.

YennyIndra
www.yennyindra.com

TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopifirmanTuhan
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Rain & Mud
Tuhan Ingin Kita Makmur & Sehat. Mau?
Lakukan Bagian Kita, Tuhan Akan Melakukan Bagian-Nya!