Articles

Badai Tidak Menentukan Akhir Cerita

Seruput Kopi Firman Tuhan
Yenny Indra

Badai Tidak Menentukan Akhir Cerita

Kadang hidup terasa seperti badai besar yang tak kunjung reda. Angin masalah datang dari segala arah, petir persoalan menyambar tanpa henti, dan hati pun lelah menanggung semuanya. Pikiran mulai sibuk dengan seribu “bagaimana kalau” — bagaimana kalau gagal, bagaimana kalau tidak selesai, bagaimana kalau semua ini sia-sia?

Itulah jebakan pikiran negatif. Mereka seperti pencuri yang masuk diam-diam, mencuri damai sejahtera dari hati kita. Tapi seperti kata Lisa Osteen, “When negative thoughts bombard your mind, let this be your declaration of faith: It may not look well, but with God’s help — all will go well with the righteous.” Artinya, sekalipun keadaan tampak kacau, selama kita berjalan bersama Tuhan, akhirnya akan berakhir baik.

Masalahnya, di tengah badai hidup, ada begitu banyak suara yang ingin kita dengar.
Suara ketakutan berkata, “Sudahlah, menyerah saja.”
Suara masa lalu mengingatkan, “Kamu pernah gagal, pasti begitu lagi.”
Suara dunia menekan, “Lihat realita, keadaanmu takkan berubah.”

Namun di antara semua suara itu, ada satu suara lembut yang menenangkan: “Jangan takut, Aku menyertai engkau.”
Dan di titik ini, kita punya pilihan — mau mendengarkan suara yang mana?

Kita sering berpikir, baru bisa percaya kalau semua sudah jelas dan pasti. Padahal iman tidak menunggu penjelasan. Iman melangkah dulu, baru melihat mujizat terjadi.

Seperti Petrus di tengah badai. Saat Yesus berjalan di atas air, Petrus berkata, “Tuhan, suruh aku datang kepada-Mu.” Dan Yesus hanya menjawab satu kata: “Datanglah.” Tidak ada jaminan, tidak ada teori cara berjalan di air. Hanya satu kata — datanglah. Petrus melangkah. Selama ia menatap Yesus, ia berjalan di atas air. Tapi ketika fokusnya beralih ke ombak, ia tenggelam.

Kita pun sama. Kalau fokus kita pada masalah, kita tenggelam dalam kekhawatiran. Tapi kalau fokus kita pada Tuhan, kita berjalan di atas badai itu. Rahasia kemenangan hidup orang percaya hanya satu: It’s all about God, not us.

Bukan tentang seberapa kuat atau pintarnya kita, tapi tentang siapa yang menyertai kita. Daud mengalahkan Goliat bukan karena ia ahli perang, tapi karena ia datang “dalam nama Tuhan semesta alam”. Daniel selamat dari gua singa bukan karena singanya jinak, tapi karena Tuhan mengutus malaikat menutup mulut mereka. Semua pahlawan iman tidak berfokus pada kemampuan sendiri, tapi pada kuasa Tuhan yang bekerja melalui mereka.

Jadi ketika pikiran negatif menyerang, ubah menjadi deklarasi iman:
“Tuhan adalah Gembalaku, takkan kekurangan aku.”
“Aku lebih dari pemenang oleh Dia yang mengasihi aku.”
“Apa yang mustahil bagi manusia, mungkin bagi Allah.”

Katakan dengan suara iman, bahkan ketika hati masih berat: “All will go well with the righteous.” Percaya dulu, baru lihat hasilnya.

Hidup beriman seperti berjalan di atas tali — kuncinya fokus. Jika pandangan kita ke bawah, ke masalah, kita goyah. Tapi jika mata kita tetap pada Tuhan, kita melangkah dengan mantap.

Hari ini, apa pun badai yang sedang kamu hadapi, ingat: hidup ini bukan tentang kita, tapi tentang Tuhan. Dia yang memulai, Dia yang akan menyelesaikan. Dia yang membuka jalan, Dia pula yang akan menuntun kita sampai akhir.

Karena dengan Tuhan, akhir cerita kita selalu sama: kemenangan.

“God will pass over a million people just to find someone who will believe Him.”— Smith Wigglesworth.

Tuhan akan melewati sejuta orang hanya untuk menemukan satu yang sungguh-sungguh percaya kepada-Nya. — Smith Wigglesworth.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopifirmanTuhan
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
“Foto, Tiktok, dan Tuhan: Bagaimana Kehadiran Orang Lain Mengubah Hidup”
Living Content- Hidup Memuaskan. Mungkinkah?
Dari Yang Tak Terlihat Menjadi Terlihat.