Ketika Merasa Tidak Berguna, Tuhan Justru Sedang Bekerja…
Seruput Kopi Firman Tuhan
Yenny Indra
Ketika Merasa Tidak Berguna, Tuhan Justru Sedang Bekerja…
Ada satu kisah yang selalu menyentuh hati saya setiap kali membacanya. Kisah ini mengingatkan bahwa Tuhan tidak pernah salah memilih alat-Nya. Bahkan ketika kita merasa paling tidak layak, paling lemah, dan paling tidak berguna.
Namanya Charlotte Elliott.
Ia lahir dari keluarga terpandang di Inggris. Cerdas, berbakat, dan penuh potensi. Namun di usia muda, hidupnya berubah drastis. Ia jatuh sakit dan tidak pernah benar-benar pulih. Selama hampir lima puluh tahun, Charlotte hidup sebagai seorang invalid. Terbaring. Terbatas. Bergantung pada orang lain.
Yang paling menyakitkan bukan hanya tubuhnya yang lemah, tetapi perasaannya. Ia melihat orang-orang di sekelilingnya melayani Tuhan dengan aktif. Kakaknya menjadi pendeta. Orang-orang lain sibuk melayani, mengajar, membantu. Sementara ia hanya bisa berbaring.
Dalam hatinya muncul pertanyaan yang sangat manusiawi:
“Apa gunanya hidupku bagi Tuhan?”
Suatu hari, seorang penginjil bernama César Malan berkunjung ke rumahnya. Charlotte mengungkapkan kegelisahannya. Ia merasa tidak layak datang kepada Tuhan karena tidak punya apa-apa untuk dipersembahkan.
Jawaban Malan sederhana, tapi mengubah hidupnya:
“Datanglah kepada Tuhan, apa adanya.”
Kalimat itu tertanam dalam-dalam di hatinya.
Bertahun-tahun kemudian, pada tahun 1835, saat keluarganya sibuk mempersiapkan sebuah acara amal, Charlotte kembali diliputi perasaan tidak berguna. Ia tidak bisa membantu apa-apa. Malam itu, dari tempat tidurnya, ia menulis sebuah lagu sederhana. Bukan lagu megah. Bukan syair teologis yang rumit.
Hanya satu kalimat yang diulang-ulang:
“Just as I am… I come.”
Apa adanya aku datang kepada-Mu.
Ia menulis enam bait. Semua tentang kelemahan, keraguan, ketidaklayakan, namun juga tentang anugerah Tuhan yang menerima manusia apa adanya.
Charlotte tidak pernah tahu bahwa lagu itu akan mengubah dunia.
Puluhan tahun kemudian, seorang penginjil muda bernama Billy Graham menggunakan lagu itu setiap kali ia mengundang orang maju menerima Kristus. Lagu itu mengiringi jutaan orang yang datang ke altar. Di stadion. Di lapangan terbuka. Di berbagai belahan dunia.
Jutaan jiwa datang kepada Tuhan lewat lagu yang ditulis oleh seorang perempuan sakit yang merasa tidak berguna.
Charlotte Elliott meninggal tanpa pernah tahu betapa besar dampak hidupnya.
Kisah ini mengingatkan saya pada satu kebenaran penting:
Tuhan tidak membutuhkan kekuatan kita.
Tuhan tidak menunggu kita sempurna.
Tuhan hanya menunggu hati yang mau datang apa adanya.
Hal yang sama terjadi pada William Branham. Dalam kondisi hampir mati di rumah sakit, saat tubuhnya melemah dan hidupnya seolah berakhir, ia mengalami perjumpaan dengan Tuhan. Di titik terlemahnya, Tuhan justru memanggilnya. Bukan saat ia kuat, tetapi saat ia tidak berdaya.
Dari pengalaman itu lahirlah pelayanan besar yang menjangkau banyak jiwa.
Benang merahnya sama.
Tuhan paling sering bekerja bukan lewat mereka yang merasa siap, tetapi lewat mereka yang berserah.
Sering kali kita berpikir kita harus kuat dulu. Harus beres dulu. Harus layak dulu. Padahal Tuhan berkata sebaliknya:
“Datanglah. Sekarang. Apa adanya.”
Kadang justru di titik kita merasa tidak berarti, Tuhan sedang menyiapkan sesuatu yang jauh lebih besar dari yang bisa kita bayangkan.
Charlotte merasa hidupnya tidak berguna.
Tuhan menjadikannya alat keselamatan bagi jutaan orang.
Mungkin hari ini kita juga merasa kecil, lelah, atau tidak berarti.
Tapi jangan salah.
Di tangan Tuhan, bahkan hidup yang terasa paling sederhana pun bisa menjadi alat kemuliaan-Nya.
Karena Tuhan tidak mencari kesempurnaan.
Dia mencari hati yang mau datang…
apa adanya.
Praise The Lord!
“God does not call the qualified, He qualifies the called.” – Unknown
“Tuhan tidak memanggil yang mampu, tetapi memampukan yang dipanggil”.- Unknown
YennyIndra
www.yennyindra.com
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopifirmanTuhan
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan






