Kuasa Kata-Kata
Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra
Kuasa Kata-Kata
Pagi ini dalam doa pagi BBL, kami membahas tentang “Kuasa Kata-Kata.”
Ari, seorang youth leader, berbagi pengalaman yang sangat menyentuh.
“Banyak anak muda di pelayanan saya mengalami masalah mental health,” ujarnya.
“Setelah saya dekati, ternyata penyebab utamanya adalah perkataan negatif dari orang tua. Ucapan meremehkan, membandingkan, atau menyalahkan, yang mungkin dimaksudkan agar anak berubah, ternyata justru melukai hati mereka. Akibatnya, anak merasa tertolak, tidak percaya diri, bahkan ada yang depresi.”
Ari pun menasihati para orang tua ini agar berhenti mengucapkan kata-kata yang menghancurkan. Ia mengajarkan untuk mengganti perkataan kematian dengan firman Tuhan yang membangun. Mengubah keluhan menjadi ucapan syukur, dan mulai menubuatkan hal-hal baik bagi anak-anaknya. Saat Ari mendoakan mereka, banyak orang tua menangis. Firman Tuhan menyentuh hati mereka. Perlahan-lahan, bukan hanya anak yang dipulihkan, tetapi orang tuanya juga ikut bertumbuh.
Wow… benih yang ditabur Ari sungguh luar biasa!
Beberapa waktu lalu, Angelin,saya dan teman-teman sempat berlibur ke Chiang Mai & Chiang Rai. Begitu tiba, Pak Rudi, salah satu pemilik tur, sudah jatuh sakit. Esoknya masih lemah. Kami sepakat berdoa, memerintahkan kesembuhan, dan terus memperkatakan bahwa ia sudah sembuh. Hasilnya? Pak Rudi sendiri yang bersaksi: tubuhnya langsung segar hingga kembali ke Jakarta.
Di saat yang sama, Indonesia sedang ramai dengan demo besar. Berita simpang siur membuat suasana tidak nyaman. Namun, karena terbiasa doa pagi BBL, kami memilih memperkatakan firman:
“Seribu rebah di sisiku, sepuluh ribu di sebelah kananku, tetapi itu tidak akan menimpa aku.”
Kabar boleh heboh, tapi hati tetap tenang. Kami pun bisa menikmati liburan.
Menjelang pulang, berita makin panas. Banyak yang menyarankan kami jangan pulang dulu. Namun setelah berdoa, kami memutuskan tetap kembali ke Jakarta. Kalau situasi di bandara tidak kondusif, kami siap menginap di hotel bandara.
Ada satu kejadian lucu. Kristina, teman kami, trauma duduk di kursi tengah karena repot kalau mau ke toilet. Pagi itu saat check in online, semua kursi penuh, yang tersisa hanya di tengah. Bahkan sempat terpikir upgrade ke bisnis class, tapi biayanya hampir sama dengan harga tur! Kami akhirnya sepakat berdoa minta mujizat.
Di bandara, awalnya petugas menyarankan tetap pindah ke bisnis. Tetapi setelah dicek ulang, ternyata ada satu kursi aisle di baris belakang, dengan dua kursi kosong di sebelahnya. Wow… Tuhan sungguh baik!
Lucunya lagi, saya dan Angelin duduk bersebelahan. Saya di aisle, Angelin di tengah. Lalu Angelin bertanya,
“Bu Yenny, siapa ya yang duduk di window?”
Saya spontan menjawab,
“Ya sudah, kita perintahkan saja biar kosong.”
Tiba-tiba pramugari di belakang kami nyeletuk, “Alamaak… perintahkan!”
Dan betul saja… kursi window itu kosong sampai pesawat terbang.
Pelajarannya jelas: Perkataan kita punya Kuasa.
Situasi bisa berubah hanya karena kita memperkatakan janji Tuhan, bukan berita simpang siur. Hati yang tadinya gelisah menjadi tenang, karena kita tahu, “Jika Allah di pihak kita, siapa dapat melawan kita?”
Sering kali kita tahu otoritas yang Tuhan beri, tetapi lupa mempraktikkannya. Padahal saat dengan iman kita memerintahkan halangan pergi, jawaban doa nyata kita alami.
Firman Tuhan berkata:
“As a man thinks in his heart, so is he. – Seperti seorang pria berpikir dalam hatinya, begitu juga dia.”
Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.
Apa yang kita pikirkan dan ucapkan menentukan hasilnya. Jika sungguh percaya Tuhan, maka kata-kata kita akan selaras dengan iman. Seperti pohon dikenal dari buahnya, demikian pula hidup kita.
Maka mari berhati-hati dengan apa yang keluar dari mulut kita.
Ucapan kita bisa menjadi doa, nubuat, dan benih yang menumbuhkan mujizat.
Setuju?
“Kind words can be short and easy to speak, but their echoes are truly endless.” – Mother Teresa.
“Kata-kata yang penuh kasih bisa singkat dan mudah diucapkan, tetapi gaungnya akan terus terdengar tanpa akhir.” – Bunda Teresa.
YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#Inspirasi Kebaikan #MotivasiKebaikan
#PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama
