Articles

“Obituari: Dolores “Dodie” Osteen (1933–2025) Kesaksian Hidup Mukjizat Kesembuhan Seorang Ibu yang Menginspirasi Dunia.

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

“Obituari: Dolores “Dodie” Osteen (1933–2025)
Kesaksian Hidup Mukjizat Kesembuhan Seorang Ibu yang Menginspirasi Dunia.

Dunia kehilangan salah satu wanita beriman yang paling dikasihi dan dihormati, ketika Dolores “Dodie” Osteen meninggal dunia pada bulan Juli 2025 di usia 91 tahun. Istri dari pendeta dan pendiri Lakewood Church, John Osteen, serta ibu dari pengkhotbah terkenal Joel Osteen, Dodie meninggalkan warisan iman yang teguh, kasih yang tak bersyarat, dan kesaksian kesembuhan ilahi yang telah menguatkan jutaan manusia di seluruh dunia.

Perjalanan luar biasa Dodie dimulai pada tahun 1981 ketika ia didiagnosis menderita kanker hati metastasis, dengan prognosis medis yang suram: hanya beberapa minggu untuk hidup. Tumor besar ditemukan di hatinya, dan para dokter menyatakan, tidak ada pengobatan medis yang dapat menyelamatkannya. Saat keluarga Osteen dilanda keterkejutan dan duka mendalam, mereka mengambil keputusan penting — berpaling kepada Tuhan, bukan ketakutan.

Alih-alih menyerah pada vonis itu, Dodie MEMILIH untuk berdiri di atas janji-janji Tuhan. Ia meninggalkan rumah sakit dan memutuskan untuk berperang dalam iman, bersenjatakan Firman Tuhan dan keyakinan bahwa kesembuhan adalah hak anak-anak-Nya.

Setiap hari, Dodie membaca keras-keras ayat-ayat Alkitab tentang kesembuhan, berdoa, dan menyatakan firman itu atas tubuhnya. Ia menuliskan ayat-ayat itu dan menempelkannya di rumahnya, menjadikannya bagian dari kehidupan sehari-hari. Meski tubuhnya lemah dan gejala tetap ada, Dodie tidak membiarkan rasa takut dan keputusasaan menguasainya. Ia terus menjalani rutinitas harian — membersihkan rumah, memasak, bergerak — sebagai tindakan iman, kesembuhan sedang berlangsung.

Beberapa nilai penting yang menjadi kunci kesembuhannya adalah
– Iman yang tak tergoyahkan kepada Firman Tuhan

– Ketaatannya yang konsisten, walau tidak melihat hasil instan

– Hati yang bersih dari kepahitan, dengan meminta maaf kepada siapa pun yang pernah ia sakiti.

– Deklarasi Firman secara aktif, bukan pasif.

Simbol-simbol iman yang kuat, seperti menaruh foto dirinya saat sehat sebagai pengingat bahwa Tuhan sanggup memulihkan.

Dalam salah satu momen paling simbolik dari perjuangannya, Dodie berdiri secara harfiah di atas Alkitab, menyatakan bahwa ia secara fisik dan spiritual berdiri di atas janji-janji Tuhan. Tidak ada mukjizat dramatis dalam satu malam — kesembuhannya terjadi secara bertahap dan diam-diam, namun nyata dan utuh.

Beberapa minggu menjadi beberapa bulan, dan kemudian menjadi tahun-tahun panjang yang dipenuhi pelayanan dan kesaksian. Saat ia kembali ke dokter, hasil pemeriksaan menunjukkan sel kanker telah lenyap tanpa penjelasan medis.
Para dokter tidak mampu memahami, tapi bagi Dodie dan keluarganya, itu adalah tangan Tuhan yang menyentuh tubuhnya.

Sejak saat itu, Dodie mendedikasikan hidupnya untuk membagikan kesaksian kesembuhan ini kepada dunia. Ia menulis buku kecil berjudul Healed of Cancer (Disembuhkan dari Kanker), yang telah dicetak jutaan eksemplar dan diterjemahkan ke berbagai bahasa. Ia tidak hanya berbicara soal kesembuhan fisik, tetapi juga kesembuhan jiwa dan pemulihan hidup, mendorong orang lain untuk mempercayai kuasa Firman Tuhan dalam setiap aspek kehidupan mereka.

Hingga usia senjanya, Dodie tetap aktif berdoa bagi yang sakit, memberi pengharapan bagi yang putus asa, dan menyatakan, Yesus Kristus masih menyembuhkan sampai hari ini. Dengan kelembutan dan kekuatan yang bersatu, ia menjadi teladan bagi generasi wanita Kristen tentang *bagaimana hidup dalam kemenangan, tidak dengan kekuatan sendiri, tetapi *dengan iman yang bersandar pada Tuhan yang hidup.

Kepergiannya adalah kehilangan besar, namun warisannya akan terus hidup — dalam keluarga, gereja, dan jutaan hati yang telah disentuh oleh kesaksian kesembuhan dan iman Dodie Osteen. Hidupnya membuktikan, apa yang tak dapat disembuhkan oleh manusia, bisa sepenuhnya dipulihkan oleh Tuhan. Dan yang terpenting, bahwa tidak ada diagnosis yang final ketika Tuhan masih bekerja.

Selamat jalan, Dodie Osteen…
Hidupmu menjadi saksi hidup, betapa janji Tuhan tidak pernah sia-sia.

“Never underestimate the power of prayer. It can move mountains and open closed doors – Mother Teresa.

Jangan pernah meremehkan kekuatan doa. la mampu menggerakkan gunung dan membuka pintu yang tertutup.”
– Mother Teresa.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN


#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Memberi: Jumlah atau Motivasinya Yang Penting?
Lahir Karena Kecelakaan? (Healing Part 6)
Tunggu Pintu Tuhan, Bukan Sorotan Dunia.