Articles

Mengapa Jam Kota Tidak Lagi Akurat? Pelajaran Hikmat Yang Membawa Hidup Yang Terbaik!

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Mengapa Jam Kota Tidak Lagi Akurat? Pelajaran Hikmat Yang Membawa Hidup Yang Terbaik!

Wow! Apa jadinya jika jam pusat kota, yang selama ini menjadi patokan waktu semua orang, tiba-tiba tidak lagi bisa dipercaya?

Ada sebuah cerita menarik yang begitu sederhana—tapi menyimpan hikmat dalam. Di tengah kota, berdiri sebuah menara tinggi dengan jam besar yang terpasang di puncaknya. Orang-orang yang berlalu-lalang setiap hari, akan melirik ke atas, memeriksa jam di menara, lalu menyesuaikan jam tangan mereka. Karena mereka percaya, jam itu adalah patokan yang pasti. Standar kebenaran waktu.

Tapi lalu… terjadilah sesuatu yang tidak biasa.

Beberapa orang mulai mengeluh.
“Kenapa jam itu dipasang begitu tinggi? Sulit dilihat!”
“Kenapa tidak diturunkan saja ke bawah, supaya lebih gampang diakses semua orang?”

Seperti biasa, kita seringkali ingin menyesuaikan hal yang seharusnya menjadi standar dengan kenyamanan pribadi kita, bukan?

Akhirnya, dalam rapat warga kota, diputuskan: Jam kota akan diturunkan ke level mata. Di mana semua orang bisa melihat—bahkan menyentuhnya.

Awalnya, semua senang. Wah! Sekarang mudah melihat jam. Tapi tidak lama kemudian, muncul kebiasaan baru:
Kalau jam itu berbeda dengan jam tangan seseorang, bukan jam tangannya yang disesuaikan, tapi jam kota itu yang diubah.

“Saya yakin jam saya yang benar,” kata satu orang.
Lalu datang orang berikutnya—melakukan hal yang sama.
Dan selanjutnya. Dan selanjutnya.

Lama-lama? Jam kota yang dulunya menjadi acuan kebenaran waktu, kini menjadi kacau. Diubah begitu banyak tangan dengan versi waktu masing-masing, hingga akhirnya rusak total.

Dan… dibuang.

Gubraaaaakkkk…… Ini bukan cuma soal jam.

Ini adalah gambaran tentang Firman Tuhan di tengah dunia kita saat ini.
Dulu, Firman Tuhan menjadi patokan. Sumber kebenaran mutlak. Orang menyesuaikan hidupnya dengan Firman. Tapi kini?

Banyak orang berkata:
“Ah, firman itu kelihatannya terlalu keras, kita ubah sedikit ya.”
“Zaman sudah berubah, masa Tuhan masih melarang hal itu?”
“Saya percaya Tuhan pasti mengerti maksud hati saya.”

Wow! Sejak kapan manusia berhak mengubah Firman Tuhan?

The Real Question: Who is the Standard?
Apakah Tuhan harus menyesuaikan diri dengan manusia?
Atau justru kita yang harus menyesuaikan hidup dengan Tuhan?p

Firman Tuhan itu kekal. Tidak berubah. Tidak bergantung pada opini publik atau tren sosial. Sama seperti jam kota yang dulu berada di tempat tinggi—bukan untuk disesuaikan, tapi untuk menjadi patokan.

Ketika kita mulai menurunkan standar Firman supaya cocok dengan kehendak pribadi, maka kita bukan lagi hidup di dalam kebenaran—kita hanya hidup dalam versi “kebenaran” kita sendiri.

Dan hasilnya?
Kacau.
Tidak ada lagi kesatuan nilai. Setiap orang berjalan menurut pandangannya sendiri.
Raja Salomo berkata, “Ada jalan yang disangka lurus, tetapi ujungnya menuju maut.”

Prinsipnya, Tuhan tidak memanggil kita untuk mengubah Firman-Nya, tapi untuk mengubah diri kita sesuai Firman.
Kebenaran bukan berdasarkan mayoritas, tapi pada siapa Tuhan itu.
Hikmat itu menyadari bahwa Tuhan tahu lebih baik dari kita—dan karenanya, kita memilih untuk tunduk, bukan menuntut.

Saat kita mengizinkan Firman Tuhan kembali berada “di tempat tinggi”, sebagai otoritas tertinggi dalam hidup kita, maka hidup kita akan kembali menemukan ketepatan arah, kejelasan tujuan, dan damai yang sejati.
Bukan karena kita hebat, tapi karena kita berpegang pada standar yang benar.

Hikmat itu bukan menurunkan standar supaya kita nyaman, tapi meninggikan Tuhan supaya hidup kita selaras dengan-Nya.

Yuk, kembalikan “jam kota” kita ke tempat semula.
Tuhanlah pusat waktu dan kebenaran kita—bukan yang lain.
Siap?

“If you board the wrong train, it is no use running along the corridor in the opposite direction.” – Dietrich Bonhoeffer.

“Jika kamu naik kereta yang salah, percuma berlari ke arah sebaliknya di dalam kereta. – Dietrich Bonhoeffer.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN


#seruputkopicantik
#yennyindra
#Inspirasi Kebaikan #MotivasiKebaikan
#PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
“Lebih baik dari Vitamin!”
True Story: Terror At Tenerife. Rahasia Luput Dari Kematian & Krisis Kehidupan. (Survival Kit 3)
Mau Sembuh Supernatural? Ini Rahasianya!