Articles

“Menang dengan Cara Tuhan: Tambahkan Terang Positif, Gelap Pun Lenyap”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

“Menang dengan Cara Tuhan: Tambahkan Terang Positif, Gelap Pun Lenyap”

Hidup itu seperti matematika. Kalau mau menghapus angka, caranya dengan menambahkan kebalikannya. Positif dibatalkan dengan negatif yang sama nilainya. Perkalian dibatalkan dengan membaginya. Begitu rumusnya di dunia hitung-hitungan. Menariknya, prinsip yang sama juga berlaku di dunia rohani. Tuhan berkata, “Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan.” Artinya, kita tidak cukup hanya menghindari atau melawan kejahatan secara pasif. Kita perlu secara aktif menambahkan kebaikan, agar kejahatan itu batal, nilainya jadi nol.

Bayangkan, seseorang berkata kasar kepada kita. Reaksi alami manusia adalah membalas dengan nada yang sama, atau minimal ngedumel di hati. Tetapi Tuhan mengajarkan cara yang berbeda: tambahkan berkat untuk membatalkan kutuk. Itu bisa berarti kita membalas dengan kata yang lembut, atau cukup mengucap syukur kepada Tuhan, daripada mengunyah-ngunyah rasa sakit di pikiran. Saat kita menambahkan positif ke negatif, luka itu kehilangan kekuatannya. Nilainya jadi nol. Dan kalau kita lakukan ini terus-menerus, daftar kesalahan orang lain terhadap kita akan selalu kosong.

Bahkan Tuhan berkata, saat kita berbuat baik kepada orang yang berbuat jahat pada kita, itu seperti menaruh bara di atas kepalanya. Bara itu membakar rasa bersalahnya dan membuat hati nuraninya terusik. Bukan untuk membalas dendam, tetapi untuk menundukkan kejahatan dengan cara Tuhan. Dengan cara demikian, karakter kita dibentuk semakin menyerupai Dia. Kita belajar sabar, rendah hati, dan berfokus pada kebaikan, bukan pada luka.

Kegelapan tidak bisa diusir dengan kegelapan. Kalau kita membalas benci dengan benci, kita hanya menambah pekatnya suasana. Tetapi begitu Terang datang, gelap otomatis hilang. Tidak perlu diusir, tidak perlu didoakan secara khusus. Cukup hadirkan terang, dan gelap akan mundur dengan sendirinya. Begitu pula saat kita menghadirkan kebaikan, kasih, dan pengampunan. Atmosfer berubah, hati menjadi lega, dan damai sejahtera kembali.

Tuhan sudah memberi contoh. Kita semua awalnya punya “saldo dosa” yang sangat besar, tak mungkin kita bayar sendiri. Lalu Tuhan menambahkan “positif”-Nya — pengorbanan Yesus di kayu salib — untuk membatalkan semua “negatif” kita. Seketika, rekening dosa kita jadi nol. Tidak ada lagi catatan pelanggaran, semuanya dihapus. Lalu Tuhan meminta kita memperlakukan orang lain dengan cara yang sama.

Kuncinya bukan sekadar menahan diri supaya tidak marah, tetapi menggantinya dengan tindakan positif sesuai Firman Tuhan. Kalau hatimu mulai panas karena ucapan orang, langsung tambahkan ucapan syukur. Kalau kamu dirugikan, segera cari cara untuk menabur kebaikan. Tidak selalu mudah, tapi setiap kali kita memilih cara ini, kita sedang membangun kebiasaan baru. Lama-lama, ini menjadi gaya hidup: membalas negatif dengan positif, bukan untuk membenarkan orang itu, tapi untuk membebaskan hati kita sendiri.

Saat karakter kita dibentuk, kita sebenarnya sedang naik level. Dan setiap kenaikan level selalu diiringi promosi dari Tuhan. Kepercayaan dan tanggung jawab besar hanya bisa diberikan kepada orang yang sudah terbentuk di level tertentu. Tuhan tidak akan menaruh beban besar di pundak orang yang belum siap. Jadi, setiap kali kita memilih untuk mengalahkan kejahatan dengan kebaikan, bukan hanya hati kita yang terjaga, tetapi kita sedang memposisikan diri untuk menerima kepercayaan dan tanggung jawab yang lebih besar dari-Nya.

Dunia mengajarkan: “Balas setimpal.”
Tuhan mengajarkan: “Balas dengan kasih.”
Dunia bilang: “Jangan mau direndahkan.”
Tuhan bilang: “Rendahkan dirimu, dan Aku yang akan meninggikanmu.” Kalau kita paham prinsip ini, kita akan sadar, kemenangan sejati bukan saat kita “menang debat” atau “membalas dendam,” tapi saat hati kita tetap tenang, bebas dari kepahitan.

Jadi, setiap kali negatif datang — entah dalam bentuk kata, perlakuan, atau sikap orang — jangan biarkan dia menetap. Tambahkan positif. Ucapkan berkat, nyatakan kasih, lakukan kebaikan.
Seperti matematika, nilai negatif itu akan dibatalkan. Dan seperti terang, begitu hadir, gelap akan pergi tanpa perlawanan. Inilah hidup yang Tuhan mau kita jalani: menang, bukan dengan memukul balik, tapi dengan menghadirkan terang di tengah gelap.
Wow… ternyata rahasianya sesederhana itu, tapi dampaknya luar biasa.

The best way to destroy an enemy is to make him a friend.” – Abraham Lincoln

“Cara terbaik menghancurkan musuh adalah menjadikannya teman.” – Abraham Lincoln.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Belajar & Kesempatan Tuhan: Indonesia Di Ajang “Roto Moulding Tech Talk”
Apa Artinya Hidup Mendemonstrasikan Kebaikan Allah?
Apakah Anda merasa terjebak?