Monthly Archives: Mar 2025

Articles

Kita Hanya Bisa Memberi Apa Yang Kita Miliki…

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Kita Hanya Bisa Memberi Apa Yang Kita Miliki…

Minggu lalu saat saya mendapat kesempatan sharing topik “Aku cantik, aku dikasihi,” saya terpukau dengan kesaksian sahabat saya, B. Ena Maria.

B. Ena bercerita, beliau seorang perfeksionis. Karena itu, dia memastikan agar jangan sampai terjadi kesalahan bail pada suami, mau pun anak-anaknya. Sampai-sampai anak-anak menjulukinya “Mama Super Benar”.
Tetapi semua itu wajar dalam pandangan B. Ena. Demi kebaikan keluarga.

Sampai B. Ena sekolah di Charis dan melayani di AVL, yang merupakan bagian team multi-media.
Beberapa kali pada awal pelayanannya, B. Ena terlambat menampilkan PPT di layar.
Dia merasa bersalah sekali. Tetapi teman-teman berkata,
“Nggak apa-apa bu…”.

Penerimaan ini memacunya, untuk lebih baik lagi. Dia pun berlatih dan berusaha untuk selalu bisa menampilkan PPT tepat waktu.

Yang tidak disangkanya, ketika B. Ena merasa diterima, dikasihi dan tidak dihakimi alias ‘diampuni’, maka karakter B. Ena pun berubah.
Dia lebih mudah menerima kesalahan anak-anak dan keluarganya. Tidak lagi menuntut kesempurnaan seperti dulu lagi.

Kita hanya bisa memberikan apa yang kita miliki. Saat kita dikasihi, maka kita bisa membagikan kasih itu. Saat kita diampuni, dimengerti dan diterima, kita pun bisa memberikan pengampunan, penerimaan dan empati kepada orang lain.

Semakin kita memahami firman Tuhan dan kasih Tuhan, semakin kita menyerupai Dia. Itu rumusnya!

Wow…. Charis memang luar biasa. Sekolah di Charis bukan sekedar belajar mengejar nilai atau kelulusan, tetapi Charis itu sekolah kehidupan, yang mengubah kehidupan murid-muridnya.
Kami belajar melayankan kasih, menerima satu dengan yang lain, saling membangun, belajar menanti waktu Tuhan dll.
Keteladanan para guru, itu menjadi percontohan dan peta jalan bagi murid-murid.

Sementara di dunia, kita terbiasa diajar untuk fokus pada apa yang salah.
Ulangan 10 soal, salah 1, biasa guru fokus pada 1 yang salah itu. 9 soal yang betul tidak diapresiasi.
Belum lagi nanti dibandingkan dengan teman sebangku yang betul semua.
Salah satu jadi kelihatan jeleeek sekali.
Kita hidup di dunia yang terbiasa fokus pada apa yang salah.

Bahkan dulu dihukum disuruh menulis: “saya tidak akan terlambat lagi” atau ungkapan lain, sesuai kesalahannya sampai 100 kali.

Yang difokuskan kesalahannya, tidak heran kesalahan itu justru makin membesar, makin sering terlambat ….

Seorang sahabat yang lain, kesulitan mengampuni kakaknya. Karena terlalu percaya pada sang kakak, akhirnya bisnisnya justru bangkrut.

Sahabat ini mengerti sekali segala teorinya, menyimpan sakit hati ibarat minum racun tapi mengharapkan orang lain yang mati.
Tetapi tahu teori satu hal, dan sungguh-sungguh mengampuni hal yang berbeda.

Ketika sahabat ini sekolah, dia menyadari betapa Tuhan sangat sangat mengasihinya. Dia diterima, diampuni, dikasihi, saat dia masih berdosa.
Semakin dia menyadari hal ini, ternyata sekarang sahabat ini bisa mengampuni kakaknya.

Kembali terbukti, kita hanya bisa memberikan apa yang kita miliki. Saat sadar kita sudah diampuni, maka kita dapat mengampuni orang lain.

Ps. John bercerita, ada seorang wanita yang hidupnya amat sangat berantakan. Banyak sekali masalah-masalah yang dihadapinya.

Dia datang berkonsultas pada psychoterapist, ingin mengatasi permasalahannya.
Lalu sang psychoterapist ingin mencari tahu akar penyebabnya dan menggali pengalaman masa lalunya. Hingga akhirnya sampai pada peristiwa ketika dia masih kecil.

Entah mengapa, gurunya sangat tidak menyukainya. Lalu guru itu menyuruh gadis kecil ini menulis di papan tulis: “I am a failure – saya orang yang gagal.”
Tidak cukup sampai disitu, sang guru meminta teman-temannya menulis juga di papan tulis, komentarnya tentang gadis kecil itu.
Orang dunia suka sekali mem-bold, alias menekankan kesalahan secara umum. Biar semua orang tahu dan berpendapat sama dengannya.

“Bagaimana responmu saat itu?”
“Saya tidak berani mengangkat wajah saya…. sungguh memalukan dan saya merasa hancur. Saya menangis dan satu-satunya hal yang saya inginkan adalah mati saat itu juga.”
“Tahukah kamu bahwa Tuhan pun ada di sana saat itu? Tuhan segera berdiri dari kursi belakang, lalu menuju papan tulis, menghapus semua tulisan yang ada di sana. Dan Tuhan menulis dengan huruf besar-besar:
I LOVE YOU & FORGIVE YOU – Saya mengasihi dan mengampunimu.
Tidak penting apakah yang tertulis di papan tulis itu benar atau tidak, Tuhan memberimu kehidupan yang baru.”

Wow…. melegakan sekali bukan?
Tuhan tahu segala kesalahan kita, tetapi Dia tetap mengasihi kita dan menerima kita apa adanya. Dan yang lebih dahsyat lagi, Dia memberi kita awal yang baru saat kita percaya dan menerima-Nya sebagai Tuhan & Juruselamat pribadi kita. Kita menjadi ciptaan yang baru. Yang lama sudah berlalu dan sesungguhnya yang baru sudah datang.

Yeeeeeaaaaayyyy….

Mari kita hidupi kehidupan kita yang baru bersama Tuhan.

“God loves us as we are, but He also loves us too much to let us stay that way” – Max Lucado.

“Tuhan mengasihi kita apa adanya, tetapi Dia juga mengasihi kita terlalu banyak untuk membiarkan kita tetap seperti itu” – Max Lucado.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#Inspirasi Kebaikan
#MotivasiKebaikan

Read More
Articles

Ashley & Carlie Terradez: Kekayaan Orang Fasik Disimpan Untuk Orang Benar… Yeaayyy…

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Ashley & Carlie Terradez: Kekayaan Orang Fasik Disimpan Untuk Orang Benar… Yeaayyy…

Ralat…Ralat…Ralat…. ternyata saya salah info.
Yang mengundang Ashley & Carlie Terradez itu AWM – Charis Indonesia.
Mereka diminta untuk mengajarkan tentang Healing & Financial Prosperity.
Cocok sekali!
Apalagi Carlie yang dulunya menderita Epilepsi parah, bahkan lumpuh, sembuh total.
Dan putrinya, Hannah Terradez menderita penyakit langka: Eosinophilic enteropathy, penyakit autoimmune langka, mengalami kesembuhan setelah didoakan oleh Andrew Wommack.

Setelah itu mereka menjadi murid Charis Bible College di Inggris lulus th 2008. Akhirnya, mereka pindah ke Colorado, USA.

Saat mengajar dan bersaksi, sungguh terasa powernya. Orang yang sudah menghidupi dan mengalami apa yang diajarkannya memang beda. Ada kuasa Ilahi yang mengalir, yang mempengaruhi iman pendengarnya.

Nach untuk acara sore harinya, P. Irwan Siregar & B. Angeline, direktur CBC Indonesia, memberikan kesempatan kepada Charis Indonesia Alumni (CIA) untuk berkolaborasi membuat events dengan para gembala yang juga alumni dari Charis.
Wuih… keren ya… bahkan setelah lulus pun masih dibimbing agar bisa terus maju serta mandiri.

Charis Bible College Indonesia memang ciamik!
Bangga menjadi bagian keluarga Charis!

******
Ashley menegaskan bahwa Kekayaan Orang Fasik Disimpan Untuk Orang Benar… Yeaayyy…

Tetapi nanti dulu, bukan dengan motivasi egois hanya untuk diri sendiri.

Definisi Kekayaan:
2 Korintus 9:8 (TB) Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan.

Kaya itu apa pun yang kita butuhkan tersedia, dan masih memiliki extra untuk dibagikan kepada orang lain. Tidak hanya itu malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan: perbuatan baik, kasih, pengampunan, empati, kepedulian dan saling mengasihi. Demikianlah hendaknya anak-anak Tuhan dikenal oleh dunia.

Amsal 13:22 (TB) Orang baik meninggalkan warisan bagi anak cucunya, tetapi kekayaan orang berdosa disimpan bagi orang benar.

Siapa orang benar itu?
Kita semua yang telah lahir baru.

Tujuan kekayaan itu diberikan, tentunya untuk menggenapi Amanat Agung, memenangkan jiwa-jiwa, mengabarkan Kabar Baik sampai ke ujung bumi dan memuridkan. Itulah hatinya Tuhan.

Bukan supaya lebih hebat dari tetangga atau sekedar memenuhi keinginan karena keinginan manusia itu tidak ada batasnya.

Banyak orang percaya antusias saat mendengar janji kelimpahan, tetapi tidak sedikit yang hanya pasif, sekedar menunggu jawaban doa

Cara kerja Tuhan tidak demikian.
Amsal 13:4 (TB) Hati si pemalas penuh keinginan, tetapi sia-sia, sedangkan hati orang rajin diberi kelimpahan.

Jiwa orang yang rajinlah yang dijadikan kaya.
Karena kekayaan itu tidak jatuh dari langit.

Memang TUHAN yang akan memerintahkan berkat ke atasmu di dalam lumbungmu dan di dalam segala usahamu; Ia akan memberkati engkau di negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu. Ulangan 28:8 (TB)
Tetapi Tuhan memberikannya dalam bentuk kekuatan untuk memperoleh kekayaan. (Ulangan 8:18)

Artinya, kita yang harus bekerja secara natural maka Tuhan yang akan melipatgandakannya secara supernatural.

Saat kita bekerjasama dengan Tuhan, melakukannya sesuai cara-cara Tuhan maka Mazmur 1:3 (TB) berjanji, kita akan seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang kita perbuat dijadikan Tuhan menjadi berhasil.

Penting diingat pula, saat kita mengerjakan yang natural, dengan sikap hati seperti di Kolose 3:17 (TB) Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.

Ketika kita rajin, itu kita sedang menghormati Tuhan.

Prinsipnya, agar makmur:

– Rajin, berikan sesuatu agar Tuhan dapat bekerja. Lakukan yang natural, supaya Tuhan dapat melipatgandakannya dan senantiasa taat pada tuntunan-Nya.

– Doakan pekerjaan, boss, rekan kerja dll.
Ada boss, rekan kerja yang menjengkelkan, selalu menyalahkan dan bersikap kasar.

Jangan mengutuki mereka. Di disitulah ladang kita mencari nafkah.

Lalu bagaimana?
Doakan dengan tulus, harapkan hal-hal yang baik terjadi pada mereka dan perkatakan serta nubuatkan hal-hal baik sebelum semuanya terjadi.

Kita menciptakan dan mengubah situasi melalui perkataan kita. Seperti Abraham yang memperkatakan bahwa doa bapak banyak bangsa, meski faktanya doa sudah tua dan Sara sudah mati haid.
Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.

Ketika konsisten melakukannya, oneday
Kita akan heran melihat dan berseri-seri, kita akan tercengang dan akan berbesar hati, sebab kelimpahan dari seberang laut akan beralih kepadamu, dan kekayaan bangsa-bangsa akan datang kepada kita. (Yesaya 60: 5)

Seberapa ukuran kelimpahan itu?
– Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum. Amsal 11:25 (TB)

– Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan. Amsal 11:24 (TB)

– Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima.” Kisah Para Rasul 20:35 (TB)

Amsal 3:10 (TB) berjanji, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.

Memberi itu tidak hanya uang, tetapi talenta, kemampuan, waktu, perhatian dan apa pun yang kita miliki. Saat kita menaburnya, menginvestasikannya dalam kehidupan orang lain, semua itu akan kembali kepada kita sesuai dengan ukuran yang kita berikan. Demikian prinsipnya.

Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.” Lukas 6:38 (TB)

Jadi, jika kami telah menaburkan benih rohani bagi kamu, berlebih-lebihankah, kalau kami menuai hasil duniawi dari pada kamu? 1 Korintus 9:11 (TB)

Beri ijin Tuhan untuk memberkati kita, dengann cara memberi dengan sukacita menurut ukuran yang kita pakai.

Yuk praktik…..

Wealth acquired through ill-gotten means will not last long. In the end, money will flow to those who know how to manage it wisely. – Warren Buffett.

Kekayaan yang diperoleh dengan cara yang tidak benar tidak akan bertahan lama. Pada akhirnya, uang akan mengalir kepada mereka yang tahu bagaimana mengelolanya dengan bijaksana. – Warren Buffett.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Ashley & Carlie Terradez:Harapan- Tuhan Menemui di Level Iman Masing-Masing.

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Ashley & Carlie Terradez: Harapan- Tuhan Menemui di Level Iman Masing-Masing.

Jika ditanya, mengapa harus Sekolah Alkitab di Charis Bible College (CBC)?
Ini jawabannya. Karena setelah lulus, kami tidak dibiarkan jalan sendiri.
Tetap di supply dengan bahan-bahan langsung dari Colorado. Asalkan mau belajar, tidak akan kekurangan resources.
Guru-guru juga rutin datang secara berkala ke Indonesia.
CBC mengundang para alumni untuk hadir …..
Hubungan tetap terjalin manis dengan komunitas yang sungguh-sungguh cinta Tuhan ini.
Yeaaaayyyy…. Luar biasa bukan?

AWM-CHARIS INDONESIA mengundang Ashley & Carlie Terradez yang berasal dari Inggris dan sekarang sudah hijrah ke US, hadir di Jakarta.

Mengapa Ashley & Carlie istimewa?
Ashley spesialisasinya soal keuangan, sedangkan Carlie tentang kesembuhan. Nach masalah umum manusia itu 2: ekonomi & kesehatan.

Saya terkesan ketika Carlie mengupas tentang Yesus menyembuhkan orang kusta di Markus 1: 40-44, dia memohon, “Tuhan, jika Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku.” Yesus tergerak oleh belas kasihan, mengulurkan tangan-Nya dan berkata, “Aku mau, jadilah tahir.” Seketika itu juga kustanya lenyap! Yesus pun memerintahkannya, “pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan, yang diperintahkan oleh Musa, sebagai bukti bagi mereka.”

Rupanya berita tentang kesembuhan si kusta menjadi viral terutama di antara para imam dan didengar pula oleh kepala rumah ibadat, yang bernama Yairus.

Dalam Markus 5, suatu ketika anak Yairus sakit, hampir mati. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan memohon dengan sangat kepada-Nya: “Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati, datanglah kiranya dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, supaya ia selamat dan tetap hidup.”
Lalu pergilah Yesus dengan orang itu.

Di situ ada seorang perempuan yang sudah dua belas tahun menderita pendarahan.
Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya.
Sebab katanya: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.”
Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya.

Mengapa Yairus ingin Yesus datang ke rumahnya, dan menumpangkan tangan atas anaknya?
Karena itulah kesaksian cara si kusta sembuh, sehingga Iman Yairus demikian.

Apalagi saat Yairus menyaksikan wanita yang pendarahan 12 tahun sembuh dengan menjamah jumbai jubahnya, makin berimanlah hati Yairus: agar sembuh harus ada jamahan, sentuhan tangan Yesus.

Iman Yairus yang membara, membuat dia tidak goyah saat mendengar anaknya mati dan dia taat kepada Yesus yang berkata, “Percaya saja.”

Lalu Yesus datang ke rumahnya dan menumpangkan tangan pada anaknya, maka anak itu bangkit dari kematiannya.

Sementara di Yohanes 4:46-53 (TB) Di Kana, seorang pegawai istana dari Kapernaum memohon Yesus menyembuhkan anaknya yang hampir mati. Pegawai itu berseru, “Tuhan, datanglah sebelum anakku mati!” Yesus menjawab, “Pergilah, anakmu hidup!” Ia percaya dan pergi. Dalam perjalanan, hambanya membawa kabar bahwa anaknya sembuh tepat saat Yesus berbicara. Ia pun sadar, lalu ia dan seluruh keluarganya percaya kepada Yesus!

Nach berita kesembuhan anak pegawai istana ini juga viral di kalangan pejabat istana.

Lukas 7:3-10 (TB) Seorang perwira Romawi meminta Yesus menyembuhkan hambanya yang sakit. Orang-orang Yahudi memohon kepada Yesus, “Ia layak ditolong karena mengasihi bangsa kami.” Yesus pun pergi. Namun, sebelum sampai, perwira itu mengirim pesan, “Tuan, aku tidak layak menerima-Mu. Katakan saja sepatah kata, maka hambaku akan sembuh. Aku memahami otoritas, sebagaimana aku memberi perintah kepada prajuritku.”
Yesus kagum dan berkata, “Iman sebesar ini belum pernah Aku jumpai di Israel!” Ketika utusan itu kembali, hambanya telah sembuh.

Mengapa perwira ini yakin cukup dengan perkataan Yesus, hambanya akan sembuh?
Karena dia mendengar kesaksian pegawai istana yang anaknya sakit, disembuhkan cukup dengan perkataan Yesus.
Itulah level iman dan keyakinannya, maka Yesus menemuinya di level imannya.

Menarik bukan?

“Aku jarang berdoa lebih dari 30 menit, tetapi aku juga jarang melewatkan 30 menit tanpa berdoa. Ketika iman kita tumbuh, jawaban Tuhan datang semakin cepat dan semakin nyata.” – Smith Wigglesworth

I rarely pray for more than 30 minutes, but I also rarely go 30 minutes without praying. As our faith grows, God’s answers come more quickly and more clearly.” – Smith Wigglesworth

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 2 3