Monthly Archives: Feb 2025

Christianity, Seruput Kopi Cantik

Tiger Nest- ikonik Bhutan di Tebing Curam 3.000 Meter

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Tiger Nest- ikonik Bhutan di Tebing Curam 3.000 Meter

Tiger’s Nest atau Paro Taktsang adalah ikonik di Bhutan yang bertengger di tebing curam setinggi 3.000 meter di atas lembah Paro.

Tempat ini bukan sekadar destinasi wisata, tetapi juga simbol spiritual yang penuh misteri dan legenda!
Konon, Guru Rinpoche- sang tokoh- terbang ke sini dengan menunggangi harimau betina. la bermeditasi di dalam gua selama tiga tahun, tiga bulan, tiga minggu, tiga hari, dan tiga jam!
Sejak itu, tempat ini menjadi pusat ziarah suci.

******
Malam sebelum kami ke Tiger Nest, P. Indra teringat handbagnya. Duh di mana ya?
Ah, kelihatannya disimpan di Smart Luggage – kopor yang ada batterynya- yang kami tinggal di bus.
Baru sadar, arloji dan cincin berlian P. Indra disimpan di sana.

Udara dingin, baju berlapis-lapis, jadi P. Indra merasa cincin dan arloji itu merepotkan. Dilepaslah arloji dan cincin itu lalu disimpan dalam tas.

Bisa hilang dong…. demikian pikiran natural kita.
Menolak kuatir, saya memperkatakan perintah, agar malaikat Tuhan menjagainya.

Keesokan paginya, begitu bus datang, saya cari smart luggage…. tapi gak ada. Ternyata disimpan tour leader di reception. Waktu saya buka, gak ada….
Oh….

Sudah terbiasa berdoa pagi BBL, apa pun yang terjadi, menolak berkata negatif atau kuatir. Dalam perjalanan ke Tiger Nest, P. Indra berusaha mengingat-ingat, terakhir di taruh di mana ya?
Ketinggalan di resto saat breakfast di hotel sebelumnya?
Atau ditinggal di rak bus di atas kepala?

Begitu bus berhenti di Tiger Nest bus stop, segera saya coba meraba-raba di rak atas, ternyata ada…
Dan saat dibuka, arloji dan cincin lengkap ..
Yeaaaay……
God is good all the time!

Yang saya gak bisa jagain, malaikat-Nya menjagai untuk saya….
Hati saya meleleh….
Betapa baiknya Engkau, Tuhan!
Siapakah aku ini jadi biji mata-Mu? Betapa hati ini bersyukur….I love You….

*******
Saat saya menceritakan kejadian ini pada teman-teman, B. Lusi bercerita, pagi tadi saat breakfast tiba-tiba gigi palsunya patah…
Alamaaak…..

Begitu B. Lusi berkomentar, “Aduh, gigiku patah….”
Persis di seberang mejanya, ada B. Ninin, tanpa banyak bersuara, segera mengeluarkan lem gigi palsu dari dalam tasnya….

Wow…..
Seberapa sering orang yang tur bawa lem gigi?
Dan gak usah nyari-nyari, langsung saat itu juga tersedia.
Sehingga B. Lusi tetap cantik…. klo gak cerita, saya pun ga tau…

*Dahsyatnya Tuhan itu…. menyediakan apa pun yang kita perlukan, bahkan yang kita tidak sadar kita membutuhkannya.*

Kami saling sharing dan terpukau, betapa baiknya Tuhan itu…
Kami pun bernyanyi bersama dengan hati yang penuh syukur & kekaguman atas kebaikan dan kesetiaan-Nya…

Aku punya Tuhan yang besar…
Yang tlah berjanji dan sanggup menggenapi…
Imanku bersepakat percaya kuasa-Nya,
Ku terima sekarang, kemenangan dari-Mu…

*********
Beberapa hari sebelumnya, saat di Nepal, P. Benny sedang berjalan keluar dari sebuah toko souvenir.

Tempatnya bertingkat, di sana sini ada beberapa anak tangga, tempatnya naik turun. P. Benny berpegangan pada seng, dipikirnya itu bangunan permanen, ternyata tidak. P. Benny pun meluncur ke bawah pelan-pelan kehilangan keseimbangan.
Gedubraaaaakkk…..
Jatuhlah beliau, padahal badannya besar.

Untungnya…. – Orang Jawa selalu untung 🙂 -, jatuhnya pelan dan meski sedikit sakit, tetap oke dan bisa melanjutkan tur dengan baik.
Bukankah ini pun mujizat Tuhan?
Malaikat-Nya menjagai di sepanjang perjalanan…

********
Ketika kami membicarakan kebaikan-kebaikan Tuhan, hati pun berbunga-bunga dan penuh semangat bersiap menikmati Tiger Nest yang terkenal.

Sebagian memilih naik kuda, termasuk saya, dan sebagian lagi memilih trekking.
Gadis muda yang menuntun kuda poni yang saya tunggangi, berusia 20 tahun. Dia sudah lulus SMA tetapi tidak melanjutkan kuliah karena harus membantu orangtuanya.
Sayang ya…. padahal ke universitas pun semua biaya sudah ditanggung pemerintah.

Mereka menuntun kuda berkelompok. Gadis ini dengan ayah dan saudarinya berada di satu kelompok kecil dan berjalan bersama-sama. Demikian pula kelompok-kelompok lainnya.

Perjalanan menanjak. Di sebagian tempat ada tangga tetapi masih berupa tanah berbatu, sisanya benar-benar jalan tanah di tepi tebing yang cukup curam. Pemandangannya indah dan udaranya cukup dingin, 4 derajad di pagi hari.

Kami menuju Tiger Nest Takshang Cafetaria berada di ketinggian sekitar 2.950 meter di atas permukaan laut.
Tempat ini menjadi titik istirahat favorit bagi para pendaki sebelum melanjutkan perjalanan ke Tiger Nest yang berada di ketinggian sekitar 3.120 meter.
Dari sini, pengunjung bisa menikmati pemandangan spektakuler Tiger’s Nest sambil menikmati teh hangat atau makanan khas Bhutan.
Kami pun menikmati makan siang di sana.

Nampak biara putih berjajar di antara tebing batu yang menjulang tinggi di ketinggian…
Sungguh mempesona…. menakjubkan…

Menuju Tiger’s Nest bukan perjalanan biasa. Jalurnya 6 km menanjak, melalui hutan pinus yang sejuk, jembatan kecil, dan tanjakan curam. Setiap langkah merupakan latihan kesabaran dan ketahanan, seolah mengajarkan seperti juga perjalanan kehidupan yang tidak selalu mudah. Namun, bersama Tuhan kita senantiasa mampu menaklukkan tantangan hidup, seberat apa pun.

P. Indra terpukau dan berujar, “Tidak bisa dibayangkan bagaimana cara mereka membangunnya…. Tantangannya betul-betul tidak mudah.”
P. Indra memang dari Teknik Sipil dan biasa membangun pabrik sehingga mengerti betul kesulitannya.

Pada tahun 1998, Tiger Nest mengalami kebakaran hebat yang hampir menghancurkan seluruh bangunannya. Namun, dengan dedikasi dan ketekunan luar biasa, rakyat Bhutan bersama pemerintah berhasil membangunnya kembali dengan cara tradisional. Hingga kini, keaslian arsitekturnya tetap terjaga

Kami bertemu dengan turis-turis mancanegara. Dari Amerika, Korea, Eropa, India mau pun turis lokal.

Sungguh bersyukur diberi Tuhan kesempatan melihat langsung keindahan ciptaan-Nya yang dipadukan dengan ketekunan dan kegigihan manusia.

Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya kepada-Nya!
Setuju?

Climb mountains not so the world can see you, but so you can see the world.” – David McCullough Jr.

“Mendaki gunung bukan agar dunia melihat kita, tetapi agar kita bisa melihat dunia.”- David McCullough Jr.

Artinya, setiap perjalanan mendaki gunung, membuka perspektif baru dan mengajarkan kita untuk melihat Tuhan dalam segala hal.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#Inspirasi Kebaikan #MotivasiKebaikan
#PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama

Read More
Articles

Bhutan, Negeri Bahagia di Atas Awan.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Bhutan, Negeri Bahagia di Atas Awan.

Pagi ini kami terbang dari Kathmandu menuju Paro, airport di Bhutan dengan flight pagi.

Dalam perjalanan menuju Bhutan, awalnya saya berencana tidur. Ngantuk bangun subuh.
Namun terpukau…. ternyata kami kembali melewati Mt. Everest dari sisi yang berbeda.
Saat optional tour, kursi kami nomor 5, agak terhalang baling-baling. Tetapi kami memutuskan menolak kecewa, meski tidak mendapatkan yang terbaik. Ini pun sudah anugerah bisa menikmati Mt. Everest secara langsung.
Siapa sangka, saat ke Bhutan kami duduk di kursi terdepan dan 3 baris di belakangnya kosong…
Batal tidur, menikmati keindahan Mt. Everest sepuasnya. Apalagi ini international flight, terbangnya lebih tinggi, lebih dekat dan didukung cuaca yang bagus: Mt. Everest nampak menjulang tinggi dengan gagahnya, sementara awan putih jauh di dasarnya.
Puji Tuhan….

Pelajarannya:
Tetaplah bersyukur dalam segala perkara, kita akan menerima jauuuuh lebih banyak dari apa yang kita syukuri!

*******
Bhutan, negara kecil di Himalaya, dikenal sebagai Negeri Naga Guntur.
Begitu menginjakkan kaki ke Bhutan, suasananya sangat berbeda.
Tenang…. damai….bersih…

Satu-satunya negara di dunia yang mengukur kemajuan dengan Gross National Happiness (GNH), bukan hanya GDP!
Alamnya masih asri, penuh gunung, hutan, dan biara megah seperti Paro Taktsang (Tiger’s Nest) yang bertengger di tebing curam.

P. Anton bercerita, Bhutan itu lebih miskin daripada Nepal tetapi yang kelihatan justru kebalikannya.
Jalan-jalan halus, bersih, tenang tetapi kecil. Tidak ada bus atau truk besar di Bhutan.
Negara tanpa pabrik dan yang unik pula, tidak ada rumah pejagalan hewan. Dilarang membunuh hewan, baik ayam, ikan, sapi atau hewan-hewan lainnya.
Lalu bagaimana jika ingin makan daging?
Diimpor dari India.
That’s why tur ke Bhutan selalu mahal.
Tidak hanya makanan, namun
untuk menjaga kelestarian budaya dan lingkungan, Bhutan menerapkan kebijakan “High Value, Low Impact Tourism” dengan memberlakukan Biaya Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Fee/ SDF).

Mulai September 2023, SDF ditetapkan sebesar USD 100 per orang per malam, setelah sebelumnya sebesar USD 200. (travel.kompas.com). Kebijakan ini bertujuan untuk mengendalikan dampak pariwisata massal dan memastikan bahwa kunjungan wisatawan memberikan manfaat positif bagi negaranya.

Disamping pariwisata, pemasukan utama Bhutan, dengan menjual listrik ke India, Bangladesh, dan negara tetangga lainnya karena banyak sekali air terjun.

Perbedaan menyolok lainnya, klo di Nepal, penduduknya _Indian look_, tetapi begitu masuk Bhutan, _Oriental look_.

Apa itu Gross National Happiness (GNH)?
Gross National Happiness (GNH) atau Kebahagiaan Nasional Bruto adalah konsep unik dari Bhutan yang menilai kemajuan negara berdasarkan kesejahteraan spiritual, sosial, dan lingkungan, bukan hanya ekonomi seperti GDP.

Konsep ini diperkenalkan oleh Raja Jigme Singye Wangchuck pada tahun 1972, ketika beliau masih sangat muda. Saat banyak negara mengejar pertumbuhan ekonomi dengan segala cara, Raja Bhutan justru menekankan bahwa kesejahteraan rakyat lebih penting daripada sekadar kekayaan materi.

Sejak saat itu, Bhutan mengembangkan empat pilar GNH:

1. Pembangunan Sosio-Ekonomi yang Berkelanjutan – Ekonomi tumbuh tanpa merusak lingkungan dan budaya.

2. Pelestarian Budaya dan Tradisi – Identitas Bhutan tetap kuat meskipun dunia makin modern.

3. Kelestarian Lingkungan – Hutan dilindungi, dan Bhutan menjadi satu-satunya negara dengan emisi karbon negatif.

4. Tata Kelola Pemerintahan yang Baik – Pemerintah memastikan kebijakan selalu pro-rakyat dan berorientasi pada kebahagiaan.

Kini, Bhutan mengukur kebahagiaan rakyatnya secara berkala dengan survei GNH, mencakup aspek psikologi, kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan hubungan sosial.

Itulah sebabnya pendidikan dan medical care – pemeliharaan kesehatan semua gratis. Hebatnya, jika ada yang butuh transplantasi ginjal hingga ke India, misalnya, biayanya pun ditanggung pemerintah.
Konon jika ada turis mengalami kecelakaan di Bhutan, biayanya juga ditanggung pemerintah.
Wow…..

Meski rakyat hidup sederhana, tetapi mereka hidupnya santai, tidak tergesa-gesa, penuh senyum dan nampak sabar…
Saat kami membeli anggur, ibu penjual bersedia menyucinya satu persatu. Penuh empati.

Sampai kami bertanya kepada local guide, apakah ada yang stress?
Ternyata ada juga. Bahkan ada pula kejahatan…

Konsep GNH ini menginspirasi banyak negara dan organisasi dunia untuk melihat kebahagiaan sebagai indikator pembangunan yang lebih bermakna dibanding sekadar angka ekonomi.

*****
Kami mengunjungi Dochula Pass, di ketinggian 3.100 meter antara Thimphu dan Punakha, menyajikan panorama Himalaya yang megah dan memukau. Daya tarik utamanya adalah 108 Druk Wangyal Chortens, stupa yang didirikan untuk menghormati prajurit Bhutan yang gugur pada 2003 mengamankan negara dari serangan teroris.

Hutan cemara di sekitarnya dihiasi bendera doa berwarna-warni, melambangkan elemen alam dan membawa kedamaian. Druk Wangyal Lhakhang, kuil untuk Raja Bhutan keempat, berdiri megah di sini.

Setiap Desember, Druk Wangyal Festival menampilkan tarian dan budaya khas Bhutan. Dochula Pass bukan sekadar indah, tetapi juga kaya sejarah dan spiritualitas yang memukau.

Travel makes one modest. You see what a tiny place you occupy in the world. – Gustave Flaubert

Perjalanan membuat seseorang menjadi rendah hati. Anda melihat betapa kecilnya tempat yang Anda tempati di dunia ini. – Gustave Flaubert

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#Inspirasi Kebaikan #MotivasiKebaikan
#PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama

Read More
Articles, Travelling

Anugerah Menikmati Gunung Everest – Puncak Tertinggi Di Dunia….. Yeaaaayyy..

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Anugerah Menikmati Gunung Everest- Puncak Tertinggi Di Dunia….. Yeaaaayyy..

“Memangnya Nepal & Bhutan bagus Bu Yenny?,” tanya Marlina, alias maybe.

“Travelling itu bukan sekedar melihat tempat yang bagus, tetapi sesuatu yang unik, berbeda, membuka wawasan serta menginspirasi. Apalagi saya penulis.”

“Mestinya ke Mount Everest. Itu pasti unik dan menginspirasi,” komentar P. Dolfi.

“Yach… gak sanggup naiknya…”

Tetapi Tuhan itu Maha-baik… senantiasa memberi melampaui apa yang bisa kita pikirkan. Ternyata ada optional tour dengan pesawat. Semua duduknya window-seat, tidak masalah duduk di sebelah kiri atau kanan, karena pesawat akan terbang hingga ke Kanchenjunga- gunung sesudah Mount Everest, lalu putar balik.
Yang lebih keren lagi: charter flight pula…jadi seluruh pesawat teman sendiri.
Praise The Lord.
I love You full, My Lord… meniru mbah Surip.

Pesawat melintasi pegunungan Himalaya, mulai dari gunung Langtang Lirung dengan ketinggian 7234 m, melintasi 21 gunung-gunung dengan ketinggian yang bervariasi dari 5970 m yaitu gunung Chihoba-Bhamare, hingga melewari gunung Sagarmatha, dalam bahasa Nepal, terkenal dengan nama Mount Everest dengan ketinggian 8848.86 m, puncak tertinggi di dunia.
Melaju lagi hingga gunung Kanchenjunga 8586 m.

Pada puncak gunung-gunung yang tinggi serta berlapis-lapis, nampak glacier menutupi puncaknya. Sebagian meleleh terkena sinar matahari, menutupi sebagian lembah, menjadi danau nan cantik memukau. Perpaduan putihnya es glacier dengan warna biru atau hijau danaunya, diantara lekukan nampak asri… dan unik. Sulit dilukiskan dengan kata-kata untuk menggambarkan keindahannya.

Berbeda dengan menonton video, hanya melihat dari sudut pandang orang lain. Mengalami sendiri sensasinya, seperti mengenal Tuhan secara pribadi—merasakan, melihat, dan menyadari kebesaran-Nya secara langsung.

*Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan:*
Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?
Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat.
Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya.

Hati pun meleleh … betapa Engkau mencintaiku Tuhan…
Beruntungnya bisa menikmati keindahan Mount Everest, dengan kecanggihan masa kini, tanpa bersusah payah seperti Sir Edmund Hillary, pendaki asal Selandia Baru, dan Tenzing Norgay, pemandu Sherpa dari Nepal, penakluk Mt. Everest dari ekspedisi Inggris 1953 yang dipimpin oleh Kolonel John Hunt.

Penaklukan Mt.Everest tidak hanya membutuhkan kekuatan fisik, keberanian, ketahanan, dan kerja sama tim, tetapi juga biaya yang sangat mahal.
Pada tahun 1953 dibutuhkan biaya sekitar ÂŁ10.000 (setara dengan ratusan ribu poundsterling saat ini), setara 2 milyar rupiah lebih.

Tidak hanya pendaki saja, kru sebanyak 400 orang, porter Sherpa, kru pembawa ransum yang diangkut Yak, mirip banteng berbadan besar.
Wuih….

Hambatan Besarnya, Zona Kematian di atas 8.000 meter dengan oksigen yang sangat tipis, badai salju, lereng es curam di sebuah tebing setinggi 12 meter di ketinggian 8.790 meter, diberi nama Hillary Steps, menjadi rintangan terakhir yang tersulit.
Hillary memimpin dengan memanjat celah es dan menarik Tenzing ke atas.

Pada 29 Mei 1953, pukul 11:30 waktu setempat, Hillary dan Tenzing berdiri di puncak Everest (8.848 meter). Mereka mengambil foto dan menancapkan bendera Inggris, Nepal, India, serta PBB.

Saat kembali, Hillary dengan santai berkata kepada rekan-rekannya:
“Well, we knocked the bastard off.”
(“Yah, kita sudah menaklukkan si brengsek itu.”)

Keberhasilan ini menjadikan mereka pahlawan dunia. Hillary kemudian dianugerahi gelar “Sir” oleh Ratu Elizabeth II, dan Tenzing Norgay menjadi ikon kebanggaan bagi Nepal dan komunitas Sherpa.

Hillary tidak menikmati kejayaannya sendirian. Namun dia kembali ke Nepal dan mendirikan Himalayan Trust, yang membangun sekolah, rumah sakit, dan infrastruktur bagi komunitas Sherpa yang telah membantunya.

Sekian tahun kemudian, seorang wartawan bertanya pada Tenzing, mengapa dia membiarkan Hillary yang menginjakkan kali terlebih dahulu ke puncak Mt. Everest.

“Tidakkah Anda ingin juga menjadi orang pertama yang menaklukkan Everest, setelah 6 kali gagal, sebelum mendampingi Sir Hillary?”

“Tidak,” ujar Tenzing dengan bijak, “karena itu adalah mimpi Hillary… bukan mimpi saya.”

Wow… sungguh keputusan seorang yang berjiwa besar.

Pelajarannya:
Tidak ada orang yang bisa sukses sendirian. Selalu ada orang-orang yang berjasa membawa kita ke sana.

Setuju?

Travel far enough, you meet yourself.” David Mitchell

Perjalanan cukup jauh, Anda bertemu diri sendiri. “- David Mitchell

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#Inspirasi Kebaikan
#MotivasiKebaikan

Read More
Articles, Travelling

Nepal, di Kaki Gunung Himalaya.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Nepal, di Kaki Gunung Himalaya.

Nepal adalah negara kecil yang terletak di antara Tiongkok dan India, terkenal sebagai rumah bagi Gunung Everest, puncak tertinggi di dunia. Ibu kotanya adalah Kathmandu, yang kaya akan budaya, sejarah, dan kuil-kuil kuno.

Landing di Kathmandu Airport, grup tur jalan bareng bersama TX Travel & Anton Thedy ke Nepal & Bhutan. Begitu masuk ke airport, terlihat patung Sidarta Buddha Gautama dengan tulisan:
Nepal The Birthplace of Lord Buddha – Nepal Tempat kelahiran Tuhan Buddha.

Lho.. bukannya pelajaran sejarah saat SD, Sidarta lahir di India?
Ternyata Nepal pada jaman dulu hanya meliputi Kathmandu saja.
Sidarta Gautama lahir di Lumbini, dulu masih termasuk wilayah India, sekarang masuk wilayah Nepal.
Buku sejarah kita mesti direvisi juga ya….

Pendapatan penduduk yang utama dari pertanian. Dan pendapatan terbesar kedua dari pariwisata.
Sebagian besar wisatawan yang ke Nepal karena akan mendaki Gunung Himalaya.
Luar biasanya… Gunung Jaya Wijaya yang tertinggi di Indonesia hanya 4760 m, tapi di Himalaya yang tingginya sekitar 7000 meter konon ribuan. Dan puncak tertingginya adalah Mount Everest,tertinggi di dunia, 8.849 meter dari permukaan laut.
Wow….
Hampir 2x lipat tinggi Gunung Jaya Wijaya.

Mr. Lil, guide lokal kami, bercerita, dia trekking ke gunung setinggi 7000 meter, butuh waktu 2 minggu pulang pergi.
Wow….
Pegunungan Himalaya sangat panjang melewati beberapa negara: Nepal, India, Tibet (China), Bhutan dan Pakistan.

Apalagi yang sangat populer dari Nepal dan mendunia?
Gurkha, pasukan elit yang berasal dari Nepal dan terkenal dengan keberanian, disiplin, serta kemampuan tempur luar biasa. Mereka telah menjadi bagian dari tentara Inggris dan India sejak abad ke-19.

Bahasa sederhananya, mereka tentara bayaran profesional yang terkenal setia dengan siapa pun yang membayarnya. Siapa pun musuhnya, mereka tidak peduli.
Bahkan tanpa bersenjata pistol pun mereka berani melawan musuh dengan senjata khas Nepal: Kukhuri.

Setiap Gurkha membawa Khukri, pisau melengkung khas Nepal yang digunakan dalam pertempuran dan kehidupan sehari-hari. Konon, jika Khukri sudah keluar dari sarungnya, maka harus “merasakan darah”, entah dari musuh atau digunakan untuk keperluan lain.

Gurkha memiliki moto terkenal: “Better to die than be a coward” (Lebih baik mati daripada menjadi pengecut).

Menjadi seorang Gurkha bukanlah hal mudah. Setiap tahun, ribuan pemuda Nepal mengikuti seleksi, tetapi hanya ratusan yang diterima. Tesnya meliputi lari menanjak sejauh 5 km sambil membawa 25 kg pasir dalam keranjang di punggung!

Mengapa menjadi Gurkha sangat diminati kaum muda?
Penghasilan di Nepal, +- USD 300/bulan.
Dengan menjadi Gurkha penghasilan mereka bisa mencapai USD 2500- 3000/bln
Terbanyak bekerja di India, British, Singapore.

Salah satu kisah heroik prajurit legendaris dari Resimen Gurkha, bernama Lachhiman Gurung, yang bertarung dengan gagah berani dalam Perang Dunia II di Burma (Myanmar) melawan pasukan Jepang.
Meski kehilangan satu tangan akibat granat, tetap bertahan sendirian melawan puluhan musuh dengan satu senapan.

Tahun 2010, seorang Gurkha bernama Bishnu Shrestha sendirian melawan 40 perampok bersenjata di dalam kereta di India, hanya dengan Khukri.
Itulah sebabnya Gurkha Nepal sangat disegani kawan mau pun lawan.

Pasukan Gurkha juga masih bertugas di Angkatan Darat Inggris dan India, sering dikirim dalam misi perdamaian PBB dan operasi militer penting di seluruh dunia.

Keberanian dan loyalitas Gurkha telah membuat mereka dihormati di seluruh dunia. Mereka bukan hanya prajurit tangguh, tetapi juga simbol kehormatan dan pengabdian sejati.

*********
Sore harinya, kami menghabiskan waktu menikmati Sunset, di bukit Nagarkhot dengan latar belakang pegunungan Himalaya nan cantik memukau.

Penginapan kami berupa villa 4 lantai, dengan lokasi yang sangat indah: nampak lembah dan pegunungan Himalaya.
Tempat yang cocok untuk menikmati sunrise keesokkan paginya.
Dari semua jendela kamar, sunrise bisa terlihat.
Dan cantiknya ….. matahari menyembul di antara pegunungan, di mana puncaknya berselimutkan es.
Indahnya….
Segala kemuliaan bagi Tuhan….

“Life is either a daring adventure or nothing at all. – Helen Keller.

Hidup adalah petualangan yang berani atau tidak sama sekali.- Helen Keller.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#Inspirasi Kebaikan
#MotivasiKebaikan

Read More
Articles

Rahasia Iman

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Rahasia Iman

“Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.” (Markus 11:24)

Janji-janji Tuhan terdengar terlalu indah untuk menjadi kenyataan. Apakah Yesus benar-benar bermaksud seperti yang Dia katakan? “Mintalah, maka kamu akan menerima, supaya sukacitamu menjadi penuh.” (Yohanes 16:24) “Karena Bapamu berkenan memberikan kamu Kerajaan itu.” (Lukas 12:32)

Pikiran kita mungkin terkejut dengan implikasinya! Jika ini benar, mengapa masih ada kekurangan dalam hidup kita?

Apakah kita benar-benar memahami apa artinya berdoa dalam iman? Apa artinya percaya dan menerima? Jarak antara apa yang kita inginkan dan apa yang kita miliki ditentukan oleh iman atau ketidakpercayaan kita. Iman diaktifkan oleh mendengar firman Tuhan (Roma 10:17). Hanya mendengar Dia yang dapat membangkitkan iman yang menerima janji-janji Tuhan. “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.” (Ibrani 11:1)

Dengan kata lain, satu-satunya yang menjadi penghalang antara kita dan sumber daya surga adalah iman. Dan iman datang dari mendengar Tuhan. Oleh karena itu, mendengar Tuhan (ketika Roh menghidupkan janji-janji-Nya dalam roh kita) adalah kunci untuk percaya dan menerima dari-Nya.

Manusia percaya dengan hati. Dari hatilah terpancar kehidupan. Hati kita adalah pabrik iman atau ketidakpercayaan. Kita mendengar Tuhan dengan hati kita. Dari kelimpahan hati, mulut mengucapkan. Doa adalah cara kita membawa janji yang Tuhan nyatakan dalam hati kita menjadi kenyataan dalam kehidupan kita.

Mata iman melihat penyediaan Tuhan. Kata-kata iman memanggilnya ke dalam keberadaan. Sikap iman mengucap syukur sebelum jawaban itu terwujud secara fisik. Iman membawa sumber daya surga ke dalam dunia nyata yang penuh kebutuhan.

Inilah cara Yesus melayani. “Maka kata Yesus: ‘Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat sesuatu dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal yang diajarkan Bapa kepada-Ku.'” (Yohanes 8:28)

Yesus hanya berbicara dan melakukan apa yang Dia terima dari Bapa dalam doa. Itulah rahasia iman.

“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.” (Yohanes 5:19)

Apa yang kamu lihat Bapa lakukan? Apa yang Dia katakan dalam hatimu? Itulah rahasia iman.

*********

Kerapkali kita merasa beriman tetapi ternyata itu bukan iman.
Melainkan hanya pengetahuan di kepala saja.
Iman itu ada di dalam roh karena Tuhan itu roh, iman timbul ketika kita mendengar Tuhan di dalam roh kita.
Itulah sebabnya, iman pun ada di dalam roh kita.

Bagaimana caranya membedakan, apakah iman kita hanyalah iman di kepala atau sungguh-sungguh iman yang muncul dari dalam roh kita?

“It is not about what you believe, it’s about what you SAY and what you ACT ON that shows What You Believe” – Morgan Dufresne.

“Ini bukan tentang apa yang Anda percayai, ini tentang apa yang Anda KATAKAN dan apa yang Anda LAKUKAN yang menunjukkan Apa Yang Anda Percayai.” – Morgan Dufresne

Dieeenk…..

Kerap kita merasa, “Saya percaya koq saya Sudah sembuh…”

Namun pikiran kita tetap melanglang buana, bagaimana seandainya…..bla… bla… bla…
Pertanda lainnya, mengaku sudah sembuh tetapi terus mencari obat, nach sesungguhnya belum yakin sembuh.

Jika kita sungguh-sungguh percaya, perkataan dan tindakan kita akan selaras dengan apa yang kita percayai…

Makes sense?
Yuk praktik……

But someone will say, “You have faith; I have deeds.” Show me your faith without deeds, and I will show you my faith by my deeds. James 2:18 NIV.

Tetapi seseorang akan berkata, “Kamu memiliki iman; Aku memiliki perbuatan.” Tunjukkanlah imanmu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan imanku kepadamu dengan perbuatanku. Yakobus 2:18 NIV.

Sumber Barry Bennett

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN


#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 2 3