Tag Archives: #seruputkopifirman #yennyindra #InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

Articles

Bom Bisa Menghancurkan Kota, Kasih Tuhan Mengubah Hati

Seruput Kopi Firman Tuhan
Yenny Indra

Bom Bisa Menghancurkan Kota, Kasih Tuhan Mengubah Hati

Hidup memang aneh. Kadang Tuhan memakai jalan yang paling kelam untuk menyalakan terang yang paling indah. Begitulah kisah Jacob DeShazer, seorang serdadu Amerika yang hatinya dipenuhi kebencian, tetapi akhirnya menjadi pembawa kasih Kristus di negeri musuhnya sendiri — Jepang.

Jacob lahir tahun 1912 di Oregon, dari keluarga Kristen sederhana yang hidup dengan iman yang nyata, bukan sekadar rutinitas hari Minggu. Namun ketika dewasa, dunia mulai menggoyahkan keyakinannya. Ia mengejar logika, menolak Alkitab, dan menyebut dirinya ateis. Iman yang dulu diajarkan orang tuanya terasa usang. Hingga suatu hari, dunia berubah.

Ketika Jepang menyerang Pearl Harbor tahun 1941, ribuan tentara Amerika tewas, dan kemarahan membakar hati Jacob. Ia bergabung dalam misi balas dendam terkenal bernama The Doolittle Raid — serangan udara rahasia ke Jepang. Saat pesawatnya mengebom kota Nagoya, Jacob merasa puas. Ia mengira dendamnya terbalas. Tapi hidup punya cara aneh untuk membalikkan cerita. Pesawatnya kehabisan bahan bakar dan jatuh di wilayah Jepang. Jacob ditangkap, disiksa, dan dipenjara selama tiga tahun.

Dalam gelap dan dinginnya sel, rasa bencinya justru semakin membara. Ia menulis, “Kebencianku kepada orang Jepang hampir membuatku gila.” Tiap hari ia hidup di antara rasa lapar, ketakutan, dan amarah. Tapi Tuhan punya rencana lain. Suatu hari, ia teringat kembali potongan ayat yang dulu dibacakan ibunya sebelum tidur. Hanya itu yang tersisa dari masa lalunya — sepotong firman yang tertanam di hati, menolak mati.

Lalu terjadilah sesuatu yang mengubah hidupnya. Seorang penjaga Jepang, entah mengapa, memberinya sebuah Alkitab. Jacob membacanya dengan rakus. Ia membaca seluruhnya — dari Kejadian sampai Wahyu — dan menemukan sesuatu yang selama ini ia cari: pengampunan. Firman Tuhan mulai menembus kebenciannya seperti sinar kecil di ruang gelap. Ia membaca 1 Korintus 13, tentang kasih yang sabar, yang tidak menyimpan dendam, dan ayat itu tiba-tiba hidup dalam dirinya. “Aku menemukan kebencianku berubah menjadi kasih,” tulisnya kemudian.

Ia mulai mendoakan para penjaganya, bahkan yang paling kejam. Ia mengampuni mereka satu per satu. Bagi orang lain, itu mungkin gila — mengampuni musuh di tengah penjara perang. Tapi bagi Jacob, itulah kebebasan sejati. Seperti tertulis dalam 2 Korintus 3:17, “Di mana Roh Tuhan berada, di situ ada kemerdekaan.”

Setelah perang usai, ia dibebaskan. Namun yang menakjubkan, Jacob tidak melupakan Jepang. Ia kembali ke Amerika, belajar teologi di seminari, dan beberapa tahun kemudian… ia kembali ke Jepang — bukan dengan bom, tapi dengan kasih Kristus. Ia menjadi misionaris, berdiri di tanah yang dulu ia benci, kini untuk membawa pengharapan.

Ribuan orang datang mendengarnya berkhotbah. Mereka tertegun melihat seorang mantan pilot Amerika yang dulu mengebom kota mereka, kini berbicara tentang pengampunan dan kasih Tuhan. Dalam satu tahun pertama saja, ribuan jiwa berbalik kepada Kristus. Jacob membangun 24 gereja di seluruh Jepang, termasuk satu di kota Nagoya — kota yang dulu ia hancurkan. Tuhan mengubah medan perang menjadi ladang tuaian.

Yang lebih indah lagi, pesan Injil yang dibawanya sampai kepada Mitsuo Fuchida, komandan Jepang yang memimpin serangan ke Pearl Harbor. Orang yang dulu jadi musuhnya kini menjadi saudara seiman. Mereka berdua berdiri berdampingan, mengabarkan kasih Kristus — dua mantan musuh, kini dipersatukan oleh darah Anak Domba.

Jacob hidup hingga usia 95 tahun. Ia menutup mata dengan damai, meninggalkan warisan yang lebih kuat daripada perang: kasih yang mengalahkan kebencian.

Kisahnya mengingatkan kita bahwa tidak ada hati yang terlalu keras untuk dilembutkan oleh kasih Tuhan. Tidak ada luka yang terlalu dalam untuk disembuhkan oleh firman-Nya. Dan tidak ada musuh yang terlalu jauh untuk dijangkau oleh pengampunan.

Tuhan tidak selalu menghentikan badai, tapi Ia bisa mengubah orang yang dulu melempar bom menjadi pembawa damai.

“The love of God can turn the darkest hatred into a light that never fades.”

“Kasih Allah dapat mengubah kebencian paling gelap menjadi terang yang tak pernah padam.”

YennyIndra
www.yennyindra.com

TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopifirman
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

Read More