Tag Archives: #seruputkopicantik #yennyindra #Inspirasi Kebaikan #MotivasiKebaikan #PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama

Articles

Kuasa Kata-Kata

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Kuasa Kata-Kata

Pagi ini dalam doa pagi BBL, kami membahas tentang “Kuasa Kata-Kata.”
Ari, seorang youth leader, berbagi pengalaman yang sangat menyentuh.

“Banyak anak muda di pelayanan saya mengalami masalah mental health,” ujarnya.
“Setelah saya dekati, ternyata penyebab utamanya adalah perkataan negatif dari orang tua. Ucapan meremehkan, membandingkan, atau menyalahkan, yang mungkin dimaksudkan agar anak berubah, ternyata justru melukai hati mereka. Akibatnya, anak merasa tertolak, tidak percaya diri, bahkan ada yang depresi.”

Ari pun menasihati para orang tua ini agar berhenti mengucapkan kata-kata yang menghancurkan. Ia mengajarkan untuk mengganti perkataan kematian dengan firman Tuhan yang membangun. Mengubah keluhan menjadi ucapan syukur, dan mulai menubuatkan hal-hal baik bagi anak-anaknya. Saat Ari mendoakan mereka, banyak orang tua menangis. Firman Tuhan menyentuh hati mereka. Perlahan-lahan, bukan hanya anak yang dipulihkan, tetapi orang tuanya juga ikut bertumbuh.

Wow… benih yang ditabur Ari sungguh luar biasa!

Beberapa waktu lalu, Angelin,saya dan teman-teman sempat berlibur ke Chiang Mai & Chiang Rai. Begitu tiba, Pak Rudi, salah satu pemilik tur, sudah jatuh sakit. Esoknya masih lemah. Kami sepakat berdoa, memerintahkan kesembuhan, dan terus memperkatakan bahwa ia sudah sembuh. Hasilnya? Pak Rudi sendiri yang bersaksi: tubuhnya langsung segar hingga kembali ke Jakarta.

Di saat yang sama, Indonesia sedang ramai dengan demo besar. Berita simpang siur membuat suasana tidak nyaman. Namun, karena terbiasa doa pagi BBL, kami memilih memperkatakan firman:
“Seribu rebah di sisiku, sepuluh ribu di sebelah kananku, tetapi itu tidak akan menimpa aku.”

Kabar boleh heboh, tapi hati tetap tenang. Kami pun bisa menikmati liburan.

Menjelang pulang, berita makin panas. Banyak yang menyarankan kami jangan pulang dulu. Namun setelah berdoa, kami memutuskan tetap kembali ke Jakarta. Kalau situasi di bandara tidak kondusif, kami siap menginap di hotel bandara.

Ada satu kejadian lucu. Kristina, teman kami, trauma duduk di kursi tengah karena repot kalau mau ke toilet. Pagi itu saat check in online, semua kursi penuh, yang tersisa hanya di tengah. Bahkan sempat terpikir upgrade ke bisnis class, tapi biayanya hampir sama dengan harga tur! Kami akhirnya sepakat berdoa minta mujizat.

Di bandara, awalnya petugas menyarankan tetap pindah ke bisnis. Tetapi setelah dicek ulang, ternyata ada satu kursi aisle di baris belakang, dengan dua kursi kosong di sebelahnya. Wow… Tuhan sungguh baik!

Lucunya lagi, saya dan Angelin duduk bersebelahan. Saya di aisle, Angelin di tengah. Lalu Angelin bertanya,
“Bu Yenny, siapa ya yang duduk di window?”

Saya spontan menjawab,
“Ya sudah, kita perintahkan saja biar kosong.”

Tiba-tiba pramugari di belakang kami nyeletuk, “Alamaak… perintahkan!”
Dan betul saja… kursi window itu kosong sampai pesawat terbang.

Pelajarannya jelas: Perkataan kita punya Kuasa.
Situasi bisa berubah hanya karena kita memperkatakan janji Tuhan, bukan berita simpang siur. Hati yang tadinya gelisah menjadi tenang, karena kita tahu, “Jika Allah di pihak kita, siapa dapat melawan kita?”

Sering kali kita tahu otoritas yang Tuhan beri, tetapi lupa mempraktikkannya. Padahal saat dengan iman kita memerintahkan halangan pergi, jawaban doa nyata kita alami.

Firman Tuhan berkata:
“As a man thinks in his heart, so is he. – Seperti seorang pria berpikir dalam hatinya, begitu juga dia.”

Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.

Apa yang kita pikirkan dan ucapkan menentukan hasilnya. Jika sungguh percaya Tuhan, maka kata-kata kita akan selaras dengan iman. Seperti pohon dikenal dari buahnya, demikian pula hidup kita.

Maka mari berhati-hati dengan apa yang keluar dari mulut kita.
Ucapan kita bisa menjadi doa, nubuat, dan benih yang menumbuhkan mujizat.

Setuju?

“Kind words can be short and easy to speak, but their echoes are truly endless.” – Mother Teresa.

“Kata-kata yang penuh kasih bisa singkat dan mudah diucapkan, tetapi gaungnya akan terus terdengar tanpa akhir.” – Bunda Teresa.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN


#seruputkopicantik
#yennyindra
#Inspirasi Kebaikan #MotivasiKebaikan
#PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama

Read More
Articles

“Kretek-Kretek” dan Nubuat yang Kita Pilih.

 

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

“Kretek-Kretek” dan Nubuat yang Kita Pilih.

Cuplikan yang dikirimkan Prof. Edy Djuwito sangat manis dan reflektif.

Suatu pagi yang cerah di Jakarta, di sebuah kafe kecil beraroma kenangan, empat sahabat lanjut usia duduk melingkar. Secangkir kopi mengepul di tangan masing-masing, hangat mengisi jeda obrolan pagi.

Bu Lisa menyentuh pipinya sambil terkekeh,
“Duh… kerutan di wajah saya ini seperti peta dunia.
Kalau ditarik garisnya, bisa sampai Eropa.”

Pak Budi ikut tertawa, lalu menepuk lututnya,
“Ah, kamu tetap cantik, Lis. Kerutan masih bisa dandan.
Saya ini kalau naik tangga, lututnya bunyi ‘kretek-kretek’ kayak pintu gudang tua.”

Obrolan yang renyah, jujur, dan polos. Tapi tanpa sadar, mereka sedang menubuatkan nasib mereka sendiri.
Bukan dalam pengertian mistis, tapi dalam hukum rohani yang sangat nyata: setiap kata adalah benih. Apa yang kita ucapkan, itulah yang kita izinkan untuk tumbuh dalam hidup kita.

Tuhan menciptakan dunia dengan firman-Nya. Dan kita, manusia, diciptakan menurut gambar dan rupa-Nya.
Itu sebabnya, kita pun diberi kuasa untuk mencipta melalui pikiran dan ucapan.
Seperti orang berpikir dalam hatinya, demikianlah ia.

Artinya, kita ini bukan korban situasi. Kita punya kehendak bebas—diberi hak untuk memilih apa yang kita pikirkan, apa yang kita ucapkan, dan akhirnya… apa yang kita alami.

*Ayub pernah berkata, “Apabila engkau memutuskan berbuat sesuatu, maka akan tercapai maksudmu, dan cahaya terang menyinari jalan-jalanmu.”*

Jadi bukan menunggu nasib, tapi kita memutuskan!
Kita yang memilih. Dan keputusan itu dibuktikan melalui ucapan kita.

Saat seseorang sedang sakit, lalu berdoa minta kesembuhan dan percaya bahwa Tuhan sudah menjawab, tapi setelah itu dia berkata, “Kayaknya makin parah deh…” — maka dia sedang membatalkan doanya sendiri.

Kalau kita betul-betul percaya kesembuhan sedang dikerjakan,
kita akan menjaga ucapan kita selaras dengan iman itu.

Bukan munafik atau sok kuat, tapi memilih untuk berkata sesuai kebenaran, bukan sesuai gejala.
Karena lidah kita sedang mengarahkan ke mana hidup kita bergerak.

Hal ini juga berlaku dalam kasih.
Kasih yang sejati—kasih ilahi—juga bukan soal perasaan, tapi keputusan.
Kita memilih untuk mengasihi, bahkan saat emosi sedang tidak sejalan.
Karena kasih ilahi bukan berdasarkan perlakuan orang, melainkan berdasarkan Tuhan yang menjadi sumbernya.

Kasih manusia itu reaktif:
Kalau kamu baik, aku balas baik.
Kalau kamu kasar, ya aku menjauh.

Tapi kasih Tuhan mengalir karena kita memilih untuk menarik dari-Nya.
Bukan karena orang lain layak, tapi karena Tuhan baik.
Sama seperti kuasa perkataan, kasih pun harus dipilih dulu, baru kemudian kita bisa merasakannya.
Bukan tunggu hati adem dulu, baru mengampuni.
Tapi ampuni dulu, karena itu keputusan iman. Maka damai akan menyusul.

Hidup kita adalah hasil dari gabungan antara apa yang kita pikirkan, kita ucapkan, dan kita pilih.
Kalau hari-hari kita terasa berat, coba cek:
Apa isi pikiran kita?
Apa yang keluar dari mulut kita tiap hari?
Dan apa yang kita izinkan untuk menetap di hati?

Kita tidak bisa mengontrol semua situasi, tapi kita bisa mengontrol respons kita.
Kita tidak bisa mengatur orang lain, tapi kita bisa memilih apa yang kita percayai dan kita ucapkan.
Dan itu cukup untuk mengubah arah hidup kita.

Tuhan sudah memberi kuasa itu.
Tinggal kita mau pakai atau tidak.

Seruput Kopi Cantik kita……
Mari kita perkatakan masa depan yang ingin kita tuai.
Dan memilih kasih… walau tidak selalu terasa.
Karena yang kita pilih dengan sadar, itulah yang membentuk siapa kita sebenarnya.

“Faith will never rise above the words of your mouth.” – Kenneth Hagin.

“Iman tidak akan pernah melampaui kata-kata yang keluar dari mulutmu.” – Kenneth Hagin.

??YennyIndra??
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

 

#seruputkopicantik
#yennyindra
#Inspirasi Kebaikan #MotivasiKebaikan
#PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama

Read More
Articles

Menang Bukan dengan Argumen, Tapi dengan Damai…

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Menang Bukan dengan Argumen, Tapi dengan Damai…

Kita sering keliru menyalurkan beban hati ketika ada masalah dengan orang terdekat. Saat berselisih dengan pasangan, kita justru curhat kepada teman kantor. Sebaliknya, ketika bermasalah dengan teman kantor, kita pulang dan curhat kepada pasangan. Rasanya lebih mudah, tetapi jelas bukan solusi. Masalah tidak akan selesai dengan dipindahkan ke telinga orang lain. Yang terjadi, kita hanya memindahkan sampah hati.

Henry Cloud menegaskan, diam hanya membuat orang lain menebak-nebak. Gosip tidak pernah menyelesaikan apa pun. Solusi datang saat kita berani bicara langsung, dengan jelas dan penuh kasih, kepada orang yang bersangkutan.

Saya belajar dari 40 tahun pernikahan, ada hal-hal yang tidak bisa saya ubah pada pasangan saya, sebagaimana ada bagian diri saya yang tidak bisa dia ubah. Sama halnya dengan persahabatan. Ada sisi-sisi yang memang tidak bisa kita pengaruhi.

Saat itu, doa Serenity Prayer menjadi pegangan:
“Tuhan, berikanlah aku ketenangan untuk menerima hal-hal yang tidak bisa kuubah, keberanian untuk mengubah hal-hal yang bisa kuubah, dan hikmat untuk membedakan keduanya.”

Hidup ternyata bukan tentang menang atau kalah, bukan soal siapa benar siapa salah, tetapi tentang kebijaksanaan dalam menjalani kebenaran.

Dr. Wayne Dyer pernah berkata, “When given the choice between being right and being kind, choose kind.” – “Ketika diberi pilihan antara bersikap benar dan bersikap baik, pilihlah yang baik.”

Betapa dalam maknanya. Banyak pertengkaran dalam hubungan sebenarnya bisa berakhir lebih cepat bila kita berani menaruh ego di bawah kasih. Menjadi benar itu penting, tetapi menjadi baik jauh lebih berdampak. Kita tidak kehilangan apa pun saat memilih mengalah, sebaliknya justru memperoleh damai.

Sering orang takut, “Kalau saya diam, nanti apa kata orang?” Padahal hidup bukan tentang pembenaran di mata manusia.
Pepatah Jawa berkata, Becik ketitik, olo ketoro.Kebenaran akan muncul dengan sendirinya. Firman Tuhan mengingatkan kita,

Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak; Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang.”

Janji Tuhan inilah yang membuat hati tenang. Emas, meski dibuang ke tempat sampah, tetap bersinar. Sementara kuningan, meski dipajang di tempat terhormat, pada waktunya akan menghitam dimakan usia. Tuhan itu setia dan adil. Percayalah, Dia sanggup menyingkapkan yang benar pada waktunya.

Orang yang bijak tahu kapan harus bicara dan kapan harus diam. Mereka tidak sibuk mencari kemenangan kecil dalam debat, tetapi fokus menjaga damai yang lebih besar. Menang argumen hanya memuaskan ego sesaat, tetapi merusak hubungan jangka panjang. Orang di sekitar kita justru lebih menghargai mereka yang memilih damai daripada yang sibuk membuktikan diri.

Dalam pernikahan, prinsip ini menjadi kunci. Banyak orang beranggapan menikah berarti “happily ever after. -bahagia selamanya.”
Kenyataannya, pernikahan bukan dongeng, melainkan perjalanan panjang dua orang dengan karakter, kelemahan, dan latar belakang berbeda. Tidak ada pasangan yang sempurna. Konflik tidak bisa dihindari. Yang menentukan langgengnya sebuah pernikahan bukan ketiadaan konflik, melainkan kemampuan untuk mengampuni berkali-kali.

Voddie Baucham mengatakan, pernikahan bukan tentang “happily ever after – bahagia selamanya,” melainkan “forgiveness ever after – mengampuni selamanya” dan “reconciliation ever after – rekonsiliasi terus menerus selamanya.” Inilah kebenaran yang saya amini setelah empat dekade hidup bersama pasangan saya.

Hubungan apa pun—dengan pasangan, sahabat, atau rekan kerja—hanya bisa bertahan kalau kita berani bicara jujur, mengampuni, dan tidak menumpuk sampah hati. Kadang, pilihan terbaik bukan membuktikan siapa benar, tetapi menciptakan damai, menerima dengan lapang dada, dan membiarkan kasih menutupi kelemahan.

Albert Einstein pernah berkata, “Peace cannot be kept by force; it can only be achieved by understanding.” Damai tidak bisa dipaksakan, tetapi tumbuh dari pengertian.
Dan pengertian hanya lahir dari hati yang mau mendengar, mengalah, dan mengampuni.

Doa Santo Fransiskus Asisi yang di post dr. Daniel Wijaya apiiik:

TUHAN, jadikanlah aku pembawa damai. Bila terjadi kebencian, jadikanlah aku pembawa cinta kasih.
Bila terjadi penghinaan, jadikanlah aku pembawa pengampunan.
Bila terjadi perselisihan, jadikanlah aku pembawa kerukunan.
Bila terjadi kesesatan, jadikanlah aku pembawa kebenaran.
Bila terjadi kebimbangan, jadikanlah aku pembawa kepastian.
Bila terjadi keputus-asaan, jadikanlah aku pembawa harapan.
Bila terjadi kegelapan, jadikanlah aku pembawa terang. Bila terjadi kesedihan, jadikanlah aku pembawa sukacita.

Ya Tuhan Allah,
ajarlah aku untuk lebih suka menghibur daripada dihibur; mengerti daripada dimengerti; mengasihi daripada dikasihi;
sebab dengan memberi kita menerima;
dengan mengampuni kita diampuni,
dan dengan mati suci kita dilahirkan ke dalam Hidup Kekal. Amin.

Yuk praktik…..

Kind words can be short and easy to speak, but their echoes are truly endless.” – Mother Teresa

“Kata-kata baik bisa singkat dan mudah diucapkan, tetapi gema pengaruhnya tidak berkesudahan – Mother Teresa

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#Inspirasi Kebaikan #MotivasiKebaikan
#PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama

Read More
Articles

“Lihaike, Sang Driver yang Mengajarkan Excellence dengan Tindakan”

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

“Lihaike, Sang Driver yang Mengajarkan Excellence dengan Tindakan”

Perjalanan liburan ke Xinjiang – Jalan-jalan dengan Anton Thedy- ini, tidak semuanya mulus. Kami jalan 2 bus.
Hp saya hilang, kemungkinan besar jatuh ke danau saat sibuk berfoto-ria..
Dan ada seorang peserta dari bus satunya yang jatuh sakit dan harus dilarikan ke rumah sakit. Artinya harus ada yang menemani dan mengantarnya. Awalnya, TL dari Indo, Ferdian, yang mengantarnya lalu digantikan Soleh, local guide yang menemani.

Dari Kantor China akan mengirimkan local guide baru sebagai pengganti. Tetapi saat itu Mr. Yu Hung Chiao , driver di bus kami segera menawarkan diri.
“Saya bisa….”
“Nanti klo ada pemeriksaan bagaimana?”, kata P. Anton.
“Saya jamin, sudah tidak ada pemeriksaan lagi…”
Sementara local guide satunya justru ketakutan dan gak yakin.

Rupanya “Lihaike”, julukan dari B. Kristina untuk sang driver: Mr. Yu Hung Chiao ini berpengalaman mengantarkan wisatawan lokal sehingga sudah berpengalaman.

Dijuluki driver Lihaike karena cekatan, gerak cepat alias gercep, dan selalu muncul dengan solusi ‘out of the box‘-nya.
Kami semua cinta dan suka sekali dengannya.

Bus kami selalu bersih. Jika sopir lain tunggu semua penumpang turun dan membersihkannya sekali sehari, Lihaike berbeda.
Setiap kali ada yang kotor, langsung dibersihkan sehingga nyaman sekali.

Ketika P. Anton bertanya, koq berkali-kali dibersihkan?
“Ini bus saya, harus bersih…”
Rasa memilikinya sungguh luar biasa. Dia merasa bahwa bus itu representasi dirinya.

Sangat menguasai medan yang akan dijalani dan tempat-tempat yang akan dikunjungi, sehingga selalu Pede dengan keputusan-keputusannya. Dia berusaha mencari info terkini dari driver-driver lainnya, sehingga infonya senantiasa terkini.
Kami bisa mendapatkan rute lebih pendek, antrian yang lebih cepat pula dan diusahakan di tempat-tempat wisata, naik busnya bersama-sama. Ini penting.
Di Kanas Lake, ribuan wisatawan tanpa pengaturan yang baik, bisa jadi ada peserta yang tercecer.

Penyakit orang Indonesia itu suka ke toilet.
Nach di Kanas, antri toilet panjangnya luar biasa.
Baik yang di dalam gedung, mau pun yang diluar gedung.

Apa yang dilakukan Lihaike?
Dengan bahasa isyarat, karena kami kebanyakan ga bisa bahasa mandarin, diminta mengikutinya.
Ke mana?
Ternyata ke toilet restoran. Tidak hanya itu, dia jagain kami, karena sebagian masuk toilet pria supaya cepat…
Hahaha….. lucunya.
Tamu-tamu pria sampai kebingungan.

Lihaike betul-betul kreatif dan selalu berpikir *out of the box.*
Lunch di Kanas juga penuh dan pelayanan lama. Tiba-tiba Lihaike datang membawa sumpit dan sendok lalu membagi-baikannya kepada kami. Tidak hanya itu dengan gercep, memastikan makanan kami keluar lebih cepat.

Lihaike selalu bersukacita, dengan penuh semangat melayani dan memimpin rombongan kami. Dia selalu tahu jalur mana yang cepat, bagaimana bernegosiasi dengan petugas setempat dan dengan teliti mengawasi rombongannya.

Kelihatannya santai, tapi dia tahu persis masih berapa orang yang belum berkumpul, meski tidak tahu namanya.
“Yang kurus tinggi belum ada…”, katanya.

P. Anton bercerita, saat meeting dengan Tour Leader indo: P. Samsul & Ferdian, lalu dengan local guide dan si driver, meski sesungguhnya bahasanya tidak terlalu paham tetapi si driver langsung tanggap, paham apa yang dikehendaki dan dia bisa memberikan alternatif solusinya.

P. Anton bercerita, puluhan tahun bawa tur, tapi yang seperti Lihaike baru kali ini. Dia jauuuh lebih jagoan dibandingkan local guidenya.

Karenanya, P. Anton memberinya tip besar. Keesokan harinya dia bertanya,
“Kamu gak salah kasi tip sebesar itu?”, tanyanya dengan polos.

Kami semua sangat puas dengan pelayanannya sehingga sudah mengumpulkan tip meski tur belum selesai.
Lihaike cukup terheran-heran dan sangat bersyukur karenanya.
“Grup ini sangat murah hati…”, ujarnya penuh syukur.

Dan…. lebih rajin lagi. Dengan gercep, buah Honey Melon hadiah dari kantor China, dipotongnya lansung dan disajikan ke masing-masing meja.

Apa yang bisa dipelajari dari kisah ini?
Banyak sopir di China tetapi Lihaike berbeda.
Dia menguasai apa yang menjadi tugasnya. Itu yang membuatnya bisa mengerjakan tugasnya dengan efisien dan efektif. Tahu strategi yang tepat sasaran.

Lihaike Do The Extra Miles.
Dia mengerjakan apa yang bukan tugasnya dengan antusias, penuh semangat dengan hasil yang sangat baik.
Tulus berusaha membantu saat melihat masalah terjadi.
Dia tidak memikirkan, “apa untungnya buat saya?”, seperti kebiasaan yang dilakukan para pecundang, yang sangat perhitungan untung-rugi. Hanya mau bergerak klo ada duitnya.

Lihaike selalu bisa diandalkan dan memastikan semuanya lancar.
Bahkan jauuuh lebih baik dari local guide yang resmi.
Tanpa harus berpromosi, Lihaike segera menjadi *Outstanding*. Menonjol dengan sendirinya.

Apa hasilnya?
B. Rita, istri P. Anton, membawa tur ke Xinjiang sesudah grup kami.
Siapa driver yang dipilih? Tentu saja Lihaike!
Kesaksian grup kami memudahkan grup lain memilih driver yang pas.
Konon promosi dari mulut ke mulut lebih efektif dibandingkan dengan sponsor iklan.

Ternyata kunci sukses tetap sama bukan?
Do your best – Lakukan yang terbaik yang kita bisa.
Do the extra miles – Kerjakan lebih dari yang diminta.
Consistency – Konsisten melakukannya alias bisa diandalkan.

Excellence, sejatinya hanyalah melakukan sedikit lebih dari yang baik. Dan semua orang bisa!

Ini semua berhubungan dengan karakter seseorang…
*Sesungguhnya, siapa diri kita, akan bersuara lebih keras daripada apa yang kita katakan.*

“Anjientai…..”, demikian terngiang-ngiang di telinga suara Lihaike saat bus hendak berangkat.
“Pasang sabuk pengaman….”, demikian artinya.
Rupanya jika sabuk pengaman tidak dipasang, itu connect dengan kantor polisi. Bisa mempengaruhi ijin mengemudi si driver. Semua terkontrol. Berapa kecepatan sang driver. Apakah setiap 2 jam berhenti? Itu wajib. Melanggar aturan lalu lintaskah?

Di China meski penduduknya miliaran orang tetapi aman. Why?
Karena CCTV di mana-mana. Saat HP saya hilang, bisa langsung dilihat di CCTV, bahkan sepupu saya di Beijing pun bisa mendapatkan rekamannya, tanpa membayar apa pun. Itulah sebabnya, warganya tidak berani macam-macam. Semua bisa saling mengawasi.

Ke mana pun kita pergi, scan paspor untuk beli tiket, ke hotel dsb.
Artinya, ke mana pun kita pergi, terdeteksi dan terawasi. Kelihatannya kehidupan normal-normal saja tetapi tidak ada yang lolos dari pantauan dan tertib.
Sungguh cerdik.

Excellence is never an accident. It is always the result of high intention, sincere effort, and intelligent execution.” – Aristotle.

“Keunggulan tidak pernah terjadi secara kebetulan. Itu selalu hasil dari niat yang tinggi, usaha yang tulus, dan pelaksanaan yang cerdas.” – Aristoteles.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#Inspirasi Kebaikan #MotivasiKebaikan
#PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama

#JaniWiguna

Read More
Articles

Urho Ghost City – Kota Hantu di Padang Pasir Xinjiang – Grand Bazar & Urumqi Factory Outlet.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Urho Ghost City – Kota Hantu di Padang Pasir Xinjiang – Grand Bazar & Urumqi Factory Outlet.

Bayangkan sebuah kota tanpa penghuni, penuh formasi batu aneh yang menyerupai kuil, istana, bahkan binatang raksasa. Itulah Urho Ghost City, atau Mógui Chéng dalam bahasa Mandarin, yang berarti “Kota Hantu.”

Terletak di Karamay, Xinjiang, kawasan ini terbentuk dari proses alam jutaan tahun lalu. Dahulu sebuah danau, lalu mengering dan diukir angin gurun yang ganas. Suaranya melolong di antara bebatuan, sehingga penduduk lokal menjulukinya “kota setan.”

Saat kereta odong-odong wisata membawa kami berkeliling, pemandangan seolah membawa imajinasi ke dunia lain. Bayangan sore yang jatuh di atas bebatuan membuatnya tampak seperti benteng kuno. Ada yang berbentuk mirip Spinks di Mesir. Tak heran, banyak film Tiongkok mengambil lokasi syuting di sini.

Dibangun pula patung yang menjadi spot foto yang apik.
Pemerintah Tiongkok dengan serius memfasilitasi obyek-obyek wisata sedemikian rupa, sehingga nyaman dikunjungi dan dinikmati.

Tips kecil, jangan lupa kacamata, masker, dan syal—angin bisa tiba-tiba berhembus kencang. Juga payung… walau saat kami datang, selesai explore baru gerimis mulai menitik. Waktu terbaik datang adalah sore hari, ketika langit biru kontras dengan warna cokelat kemerahan batu, menciptakan foto dramatis nan memukau.
O ya ada persewaan menunggang onta cantik juga.
Ada pula kuda di sana.
Jepret… jepret… tak henti-hentinya kami foto bersama sambil bergaya…

“Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya.”

Melihat karya alam di Ghost City ini, hati spontan bersyukur: bahkan di tengah padang gurun tandus, tangan Tuhan tetap melukis keindahan-Nya.
Amazing!

Menginap di Dushanzi, sesungguhnya hanya untuk transit, karena langsung ke Urumqi terlalu jauh.

Di Urumqi, ke Grand Bazar, menikmati pasar traditional dengan barang-barang khas Xinjiang.

Mei Tjien membeli penutup kepala cantik berwarna putih berenda. Duh… uniknya…
Kristina & saya pun ikutan membeli dan langsung dipakai…
Jadilah trio kembaran…
Hahaha…. inilah yang membuat liburan dengan teman-teman itu menyenangkan.

Ternyata banyak teman-teman lain yang juga tertarik, sayangnya sudah jauh dari tokonya.
Sayang y…

Ada kue isi coklat dan kacang yang digoreng, lalu disajikan dengan secangkir kecil kopi panas. Bisa pilih Americano atau Coffee Latte.
Menikmatinya bersama kawan sambil berfoto dengan background Nasrudin Hoya…
Jadi ingat buku cerita bacaan masa kecil.
Kenangan masa kecil senantiasa memberikan nuansa khusus yang membawa ke masa lalu.
Kami pun asyik saling menimpali sambil tertawa mengenang Nastudin Hoya.

Factory Outlet Urumqi masih sangat baru dan besar sekali.
Ketika P. Daniel memberi kabar mereka ada di toko Bosideng, kami menyusulnya.
Lho koq ga ada?
Ternyata toko Bosideng ada 4 outlet di sana.
Alamaaak….

Demikian juga dengan brand-brand lainnya, banyak yang memiliki lebih dari 1 outlet.
Strateginya, harus tahu apa yang hendak dicari, agar tidak menghabiskan waktu percuma.
Menyenangkan untuk berbelanja. Discount hingga 70-80%….

Keesokan paginya kami bersiap pulang.
Airport Urumqi juga baru. Yang membuat terpukau, untuk domestic flight saja lebih dari 300 gate.
Wow…. bisa dibayangkan banyaknya penerbangan menuju Urumqi yang menjadi pintu gerbang Xinjiang dari berbagai kota di Tiongkok.

Liburan bukan saja menyenangkan tetapi kesempatan yang Tuhan berikan untuk bertemu dengan teman-teman baru. Membuka kesempatan membangun pertemanan baru dan menabur benih-Nya dalam kehidupan setiap orang yang kita temui.
Mungkin melalui perkataan, sikap atau bahkan body language tanpa kita sadari.
Bukankah setiap kita adalah duta-Nya di dunia ini?

“Look deep into nature, and then you will understand everything better.” — Albert Einstein

“Selamilah alam dengan sungguh-sungguh, maka engkau akan memahami segala sesuatu dengan lebih baik.” — Albert Einstein.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#Inspirasi Kebaikan #MotivasiKebaikan
#PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama

Read More
1 2 3 4 5 6 10