Category : Articles

Articles, Relationship, Self Motivation

Memberi: Jumlah atau Motivasinya Yang Penting?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Memberi: Jumlah atau Motivasinya Yang Penting?

Apa pun kepercayaan seseorang, memberi itu sesuatu yang baik. Tetapi saya baru belajar, ternyata *motivasi pemberian kita jaaauuuuhhh lebih penting daripada pemberian itu sendiri.*
Wow..

“Anita tidak layak sakit ce… Dia orang yang baaaiiik luar biasa. Hatinya lembut, selalu ingin berbagi dengan orang lain. Setiap bulan dia membagikan makanan ke panti asuhan, panti jompo bahkan satpam dan tukang sapu di kompleks rumahnya. Rutin lho… Bukan hanya sekali-sekali, ” ujar sahabat saya sambil mengusap air matanya,
“Anita lebih mengutamakan orang lain daripada dirinya sendiri. Koq bisa Tuhan ijinkan Anita sakit? Padahal orang-orang yang jahat justru sehat-sehat saja.”

Orang berbuat baik, itu motivasinya apa dulu? Kalau dia berbuat baik supaya dia diterima Tuhan, misalnya, itu menjadi beban yang tidak pernah cukup. Dia melakukan 6, rasanya masih kurang baik, 7, kurang baik juga, gak ada habisnya. Karena pemahaman Anita salah. Justru orang ‘jahat’ yang hidupnya gak karuan, gak pernah didera rasa bersalah. Jadi hidupnya justru sehat-sehat saja.

Motivasi dan pemahaman yang salah, dijadikan pijakan iblis agar dapat meneror manusia dengan berbagai perasaan bersalah. Teror semacam inilah yang bikin stres dan berujung dengan mengalami berbagai penyakit.

Pertama, penyakit bukan dari Tuhan. Tetapi dari si musuh, iblis. Pemikiran yang salah itu yang memicu penyakit.

Seperti orang berpikir dalam dirinya, demikianlah ia, kata Raja Sulaiman/Salomo.

Pikiran kita menentukan kondisi kita. Dan pikiran itu hasil keputusan kita sendiri. Karena itu, perlu membangun mindset yang benar agar hidup sehat dan makmur sesuai dengan kehendak Tuhan.

Kedua, motivasi kita dalam memberi, lebih penting daripada pemberiannya.
Ada orang-orang yang memberi karena dikejar perasaan bersalah, takut kalau tidak memberi nanti tidak diberkati. Jadi seperti orang memberi sesajen saja.

Ada juga yang seperti judi, Tuhan berjanji melipatgandakan apa yang kita berikan menjadi 30, 60, 100 kali lipat, maka memberi dengan tujuan dilipatgandakan. Ini jelas motivasi yang salah.

Motivasi yang benar, kita memberi karena kita SUDAH diberkati, sebagai ucapan syukur. BUKAN SUPAYA diberkati. Meski hukumnya memang tabur tuai tetapi bukan itu yang menjadi fokus dan motivasi alasan kita memberi.
Terlebih berkat memberi daripada menerima.
Memberi dan berbagi itu membuat kita bahagia karena kita memang diciptakan agar diberkati agar menjadi berkat bagi orang lain.
Blessed to be a blessing for others.

Ingat, antara waktu menabur dan menuai ada jeda. Nach kalau yang ditanam biji mangga atau durian, bisa bertahun-tahun, baru bisa berbuah. Jangan sampai kecewa, ketika panen tak kunjung tiba.
Sikap hati kita, tabur saja segala hal baik yang bisa kita lakukan, soal panen, biarkan Tuhan dan alam yang mengatur. Janji Tuhan Ya dan Amin.
Kalau pun saat kita hidup tidak sempat menikmati tuaiannya, mungkin anak cucu kita yang menuainya.

Nach agar bisa menuai, tidak asal bagi-bagi benih ke mana-mana. Jika benih jatuh ke tanah yang berbatu, ya …mubazir.
Benih yang ditanam perlu juga disiram, dirawat dan disiangi agar bebas benalu dan hama.

Setelah menanam benih Firman Tuhan, pastikan pula perhatian kita tidak fokus pada nilai-nilai dunia, ibarat jatuh ke tanah berbatu. Tidak bertumbuh dan berbuah. Renungkan janji-janji-Nya dan hidupi.

*****

Ada pula orang yang korupsi di perusahaan, lalu menyumbang dalam jumlah besar untuk pembangunan rumah ibadah.
Dieeeenk…..!!!
Dia berharap dengan sumbangannya, hati nuraninya yang dikejar rasa bersalah bisa ditenteramkan. Dosanya bisa di discount.
Nyogok Tuhan, tujuannya

Banyak orang menilai dari kulitnya saja. Perbuatannya kelihatannya baik, tetapi asal dana dan tujuannya yang menentukan. Tuhan menilainya bukan dari apa yang dilakukan, melainkan motivasi dalam melakukannya, jauh lebih penting.
Hhmmm… Make sense!

Ketiga, memberi dari apa yang ada pada kita, bukan yang belum kita miliki.

Andrew Wommack menyoroti, akhir-akhir ini banyak orang yang memberikan persembahan dengan menggesek kartu kreditnya. Niatnya baik, ingin memberkati orang lain, tetapi caranya kurang bijak.
Uang dari kartu kredit adalah uang yang BELUM dimiliki seseorang, alias hutang, seharusnya persembahan tidak demikian.
Orang itu ingin ‘beriman’ memberi dalam jumlah besar.
Andrew menegaskan, itu salah.
Keinginan itu baik, tetapi itu berlawanan dengan kebenaran yang diajarkan Tuhan. Persembahan yang berkenan kepada Tuhan, berasal dari uang yang memang milik kita.

Penting diingat, yang baik itu belum tentu benar.
Berpeganglah pada kebenaran dari Tuhan.
Persembahan seyogyanya diberikan dari uang atau harta yang SUDAH kita miliki.

Keempat, Berilah dengan sukacita bukan dengan berat hati.

Karena perpuluhan itu miliknya Tuhan, kerap asal sudah dibayar, hati plong. Padahal kadang dilakukan dengan motivasi takut kena kutuk kalau tidak dibayar, atau merasa berdosa merampok milik Tuhan.
Lebih baik memberi sedikit dengan sikap hati yang benar dan dengan penuh sukacita, itu lebih berkenan kepada Allah.

Alasan dan sikap saat mempersembahkan, jauh lebih penting daripada nilai yang dipersembahkan

Tuhan menghendaki kita mempersembahkannya dengan hati yang penuh sukacita, kasih serta ucapan syukur.
Bagi orangtua, lebih membahagiakan ketika sang anak membawakan bunga di kebun tetapi diberikan dengan antusias, ceria dan penuh kasih.
Daripada diberi kado mahal tetapi dengan wajah yang cemberut, berat hati dan penuh beban.
Bukankah persembahan itu mewakili kasih di hati si pemberi?

Persembahan apa pun, yang terbaik dipersembahkan dari kelimpahan hubungan pribadi kita dengan Tuhan. Memberi sesuai tuntunan dan kehendak-Nya, untuk kemuliaan-Nya.

Pengajaran ini membuat saya lebih bijak dan dewasa rohani.
Bagaimana dengan Anda?

GIVING IS BETTER THAN RECEIVING. When God blesses you financially, don’t raise your standard of living. Raise your standard of giving. – Mark Batterson.

MEMBERI LEBIH BAIK DARIPADA MENERIMA. Ketika Tuhan memberkati Anda secara finansial, jangan menaikkan standar hidup Anda. Tingkatkan standar pemberian Anda. – Mark Batterson.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles, Christianity, Relationship, Self Motivation

Tempat Yang Disebut “Di Sana” – Andrew Wommack.

 

Mau belajar langsung dengan Andrew Wommack- Founder & President Director Charis Bible College, dari Colorado, USA ?
Dalam acara Live Streaming “Indonesia Grace & Faith”* *(Diterjemahkan Bhs Indonesia)
Hari Ini, Rabu 1 November 2023 
PK. 19.00 WIB

Catat & KLIK LINK:

Join yuk….

********

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Tempat Yang Disebut “Di Sana” – Andrew Wommack.

Alkitab berkata dalam Yakobus 5:17 (TB) Elia adalah manusia biasa sama seperti kita.
Meski dia dipakai Tuhan dengan luar biasa.

Dalam Alkitab diceritakan bagaimana saat Elia sangat sedih sehingga ia meminta Tuhan untuk membunuhnya (1 Raja-raja 19: 4).
Elia tidak sempurna;

Elisa memanggil api dari surga tiga kali;
Dia orang pertama yang pernah membangkitkan seseorang dari kematian; menjadi kebangkitan terbesar dalam sejarah sampai saat itu;
Kata-kata nubuatannya dimulai dan diakhiri dengan kekeringan tiga tahun;
lalu melipatgandakan makanan secara ajaib;
dan merupakan salah satu dari dua orang yang tidak pernah mati — dan diangkat hidup-hidup ke surga.
Banyak hal yang bisa kita pelajari dari pria hebat ini, baik dari sisi positif mau pun negatif.

Alkitab memberi sedikit gambaran tentang latar belakang Elia. BUKAN silsilah atau pendidikannya yang membawanya ke posisi yang berpengaruh dan berkuasa.
Elia bukan siapa-siapa sampai dia menerima Sepatah Kata Dari Tuhan: Revelation, Pewahyuan atau Rhema. Pewahyuan yang diberikan Tuhan kepadanya, yang menempatkannya pada posisi kepemimpinan.

Berita baiknya, sama seperti setiap kita yang sudah lahir baru, dibaptis dalam Roh Kudus, memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan,- kita juga memiliki juga pewahyuan dari Allah. *Sama seperti pewahyuan Elia dari Allah yang menempatkannya dalam posisi berpengaruh. Siapa pun yang memiliki pewahyuan Allah, memiliki potensi untuk memengaruhi orang lain juga. Satu-satunya yang membedakan kita dengan Elia adalah Elia tahu apa yang dimilikinya dan berani untuk berbicara.*

Banyak diantara kita yang merasa terintimidasi oleh orang-orang yang tidak percaya. Kita tidak berani mengatakan kebenaran yang diterima dari Tuhan. Bagaimana jika Elia tidak mengatakan nubuat itu kepada Raja Ahab? Kekeringan mungkin saja terjadi, tetapi Elia tidak akan bisa menggunakannya untuk memengaruhi bangsanya. Orang-orang akan menganggap kekeringan sebagai kejadian alami.
Elia dengan berani menyuarakannya, sebelum ada bukti bahwa apa yang dia katakan akan terjadi. Dibutuhkan iman dan keberanian yang besar.
Ketika kekeringan datang seperti yang dinubuatkannya, Elia menjadi orang yang paling dicari di negeri ini.

1 Raja-raja 18:10 (TB) Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada bangsa atau kerajaan, yang tidak didatangi suruhan tuanku Ahab untuk mencari engkau. Dan apabila orang berkata: Ia tidak ada, maka ia menyuruh kerajaan atau bangsa itu bersumpah, bahwa engkau tidak ditemukan di sana.

Jika kita menyuarakan kebenaran yang ditunjukkan Tuhan kepada kita, sama seperti Elia, kebenaran yang kita ucapkan pada akhirnya akan menang.

Elia tidak memiliki semua jawaban atau pun tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, ketika ia bernubuat kepada Raja Ahab (1 Raja-raja 17: 1). Ahab telah melarang ibadah kepada Allah yang benar, meresmikan ibadah Baal. Dia membunuh para nabi Tuhan, dan Elia menempatkan dirinya dalam bahaya dengan menaati Tuhan.

Setelah Elia menyampaikan nubuatan Tuhan, barulah Tuhan berbicara kepadanya tentang bagaimana Dia akan melindungi dan mendukungnya.
Tuntunan datang setelah kita melangkah dengan iman.

1 Raja-raja 17:2-4 (TB) Kemudian datanglah firman TUHAN kepadanya:
“Pergilah dari sini, berjalanlah ke timur dan bersembunyilah di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan.
Engkau dapat minum dari sungai itu, dan burung-burung gagak telah Kuperintahkan untuk memberi makan engkau di sana.”

Salah satu pelajaran luar biasa yang dapat kita pelajari di sini, Tuhan tidak segera mengungkapkan rencana lengkap-Nya. Diungkapkan kehendak-Nya kepada kita selangkah demi selangkah. Setelah kita mematuhi langkah pertama, Dia menunjukkan kepada kita langkah selanjutnya.

Untuk apa Tuhan harus menunjukkan kepada kita langkah ke dua atau ke sepuluh, jika langkah pertama saja tidak dipatuhi? Itu hanya akan membuat kita lebih perhitungan. Jadi, jangan mencoba mencari tahu langkah selanjutnya sampai kita bertindak berdasarkan apa yang kita tahu harus dilakukan sekarang. Sungguh kebenaran yang berkuasa.

Ketika Tuhan memerintahkan Elia untuk pergi ke Sungai Kerit. Dia sudah memerintahkan para gagak untuk membawa roti dan daging Elia di tempat tersedia “DI SANA” setiap pagi dan sore. Ini ajaib! Sungguh suatu penyediaan luar biasa selama masa yang mengerikan!

Namun perhatikan ini: Tuhan tidak mengirim persediaan Elia ke tempat dia berada. Seorang gelandang tidak melempar bola ke tempat penerima berada, tetapi ke tempat penerima itu pergi. Mukjizat Elia bukanlah di mana dia berada tetapi di mana Tuhan mengirimnya.
Itu kebenaran yang luar biasa!

Setiap kita memiliki tempat yang disebut “DI SANA,” di mana berkat-berkat Tuhan sedang menunggu. Tuhan tidak pernah gagal untuk menyediakan, tetapi orang sering gagal untuk menerima karena tidak semuanya pergi ke tempat “DI SANA”  Jika Elia tidak pergi ke tempatnya yang disebut “DI SANA”, ketidaktaatannya tidak akan menghentikan kesetiaan Allah; Namun, dia tidak akan menerima penyediaan tersebut; “DI SANA” yang tersedia di Sungai Kerit hancur sudah.

Inilah tepatnya yang terjadi pada banyak dari kita. Tuhan telah meletakkan sesuatu di hati kita untuk dikatakan atau dilakukan. Tetapi, jika kita tidak mematuhinya, kita tidak berada “DI SANA”. Kita tidak melihat penyediaan Allah, karenanya tidak taat supaya berada di sana.

Saya mendengar banyak orang mengatakan bahwa Tuhan memberi tahu mereka untuk belajar di Charis Bible College. Tetapi mereka tidak bisa melihat bagaimana itu bisa terjadi. Mereka ingin melihat penyediaan Tuhan sebelum mereka pergi “DI SANA”.
Cara kerjanya bukan seperti itu.
Sebagian dari kita tidak melihat penyediaan Allah karena kita tidak melakukan apa yang Dia perintahkan untuk dilakukan. Tidak berarti Tuhan menghukum kita. Jika Elia tidak pergi ke tempat “DI SANA”, maka dia akan kehilangan persediaannya. Tuhan memiliki penyediaan-Nya untuk kita juga, tetapi berada “DI SANA”.
Tempat yang disebut “DI SANA” berubah. Tuhan mengubah tempat dan metode penyediaan-Nya bagi Elia:

1 Raja-raja 17:8-9 (TB) Maka datanglah firman TUHAN kepada Elia:
“Bersiaplah, pergi ke Sarfat yang termasuk wilayah Sidon, dan diamlah di sana. Ketahuilah, Aku telah memerintahkan seorang janda untuk memberi engkau makan.”

Kita tidak bisa hanya mencari Tuhan satu kali, mendengar suara-Nya, melangkah dengan iman, dan kemudian berhenti mendengarkan-Nya.
Tuhan membawa kita kepada kehendak-Nya yang sempurna selangkah demi selangkah.
Elia bergerak ketika Tuhan menyuruhnya bergerak.
Ini membawa Elia ke kota Sarfat di mana dia meminta seorang janda untuk memberinya makanan terakhir. Sepertinya Elia mengambil dari wanita ini, tapi sesungguhnya justru memberi padanya. Alih-alih ini menjadi makanan terakhirnya sebelum meninggal, Tuhan melipatgandakan perbekalan wanita ini, yang membuat dia, putranya, dan Elia hidup selama sekitar tiga tahun (1 Raja-raja 17: 15-16).
Mukjizat yang menakjubkan!

Itu bukan semua yang diterima sang janda. Kesetiaannya dalam memberi, menyebabkan putranya dibangkitkan dari kematian (1 Raja-raja 17: 17-23). Dia mempraktekkan imannya setiap hari. Menggunakan sedikit minyak dan makanan terakhir untuk Elia, lalu menemukan, selalu tersedia cukup untuk membuat kue bagi dirinya dan putranya.
Imannya dibangun secara luar biasa, saya yakin, ini yang menyebabkan mujizat putranya terjadi.

Ingin menerima penyediaan Tuhan? Mari kita pergi ke SANA, tempat yang Tuhan kehendaki dengan mentaatinya!

Andrew Wommack mengupasnya dengan sederhana, jelas dan mudah untuk diteladani, sehingga kita pun mudah meraihnya.

Karena itu jangan lupa Join LIVE STREAMING “INDONESIA GRACE & FAITH”* malam ini pk. 19.00
(Diterjemahkan Bhs Indonesia)
Klik LINK di atas ya….

See you….

If you don’t trust in the Lord, you can’t accomplish the things He’s planned for you. – Andrew Wommack.

Jika Anda tidak percaya kepada Tuhan, Anda tidak dapat mencapai hal-hal yang Dia rencanakan bagi Anda. -Andrew Wommack.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’scakes
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles, Relationship, Self Motivation

Serba-Serbi Sosmed…

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Serba-Serbi Sosmed…

Banyak pakar yang mengupas betapa berbahayanya sosmed. Mereka menyarankan puasa sosmed agar bisa berkonsentrasi membangun hubungan dengan Tuhan. Karena begitu besarnya godaan untuk melihat, menonton, menikmati hal-hal lain selain hal-hal yang baik.

Sosmed itu bak pisau, bisa baik atau tidak, tergantung di tangan siapa?

Saya justru tengah merenungkan, betapa dahsyatnya kehidupan kita di masa kini. Saya bisa menonton youtube Andrew Wommack dan guru-guru lainnya yang berada di Colorado, US.
Bahkan menikmati Live-Streaming, real time…

Begitu banyak pelajaran-pelajaran dari tokoh-tokoh hebat masa kini yang bisa kita pilih dan nikmati. Sedemikian banyaknya, hingga harus selektif, mana yang hendak kita pelajari dan yang tidak?

Ada beberapa teman, yang meski pun sudah lama percaya Tuhan, anehnya tidak memperoleh hasil yang diharapkan. Singkatnya, dia tidak bisa menuai buahnya.
Ketika di check & recheck karena terlalu banyak yang dipelajari, didengar dan semuanya diterima, sehingga prinsipnya justru kacau balau, akhirnya tidak memperoleh apa-apa.

Secara pribadi, saya lebih suka pegang prinsip-prinsip dan kebenaran yang saya pelajari di Charis.
Why?
Terbukti hasilnya!
Saya sembuh dari Hipertiroid dan lepas obat. Hidup saya berubah dan jauh lebih damai, sukacita dan penuh makna. Hidup yang berarti.
Apakah ini satu-satunya yang paling oke?
Mungkin tidak juga. Tetapi saya gak bisa mempelajari dan mempraktikkan semuanya…. waktu saya terbatas.
Dan saya tidak sejagoan itu, bisa menjadi segalanya.

Teringat kata-kata Andrew Wommack dalam bukunya: “A Better Way To Pray – Cara Berdoa Yang lebih Baik”.
Jika doa Anda tidak mendapatkan hasil yang diharapkan, mungkin ada cara berdoa yang lebih baik.

Dan itu yang saya alami. Saya belajar dari Andrew Wommack melalui Sekolah Charis, cara berdoa dan pemahaman dengan cara pandang yang benar tentang Tuhan dan firman-Nya, terbukti saya menuai buahnya.
Saya lebih suka bukti daripada janji!

*****
Dengan adanya sosmed, saya memutuskan follow baik FB, Instagram mau pun subscribe tokoh-tokoh yang pengajarannya sejalur dengan pengajaran di sekolah.
Apa yang terjadi?
Setiap kali yang muncul di HP saya adalah foto, firman, video pendek yang terus mengingatkan akan hal-hal baik tentang Tuhan.
Bahkan tidak jarang, Tuhan memakai beberapa tokoh dari negara yang berjauhan, secara tidak sengaja, membicarakan hal yang sama, saling menopang dan menjadi peneguhan dari firman yang saya dapatkan dari Tuhan ketika berdoa dan saat teduh.
Wow……
Tuhan bisa memakai segala cara untuk berkomunikasi dengan kita.

******
Nach satu lagi yang membuat saya terpukau, melalui sosmed, saya bisa membaca dan mendengarkan pengajaran dari tokoh-tokoh hebat, para pahlawan iman di masa lalu, yang sudah almarhum.

Teringat pelajaran saat masih SD, apa gunanya belajar sejarah?
Agar kita bisa belajar pengalaman orang lain, mengambil manfaatnya dan tidak perlu mengulangi kesalahan yang mereka lakukan.
Waktu dalam masa hidup kita, tidak akan cukup, jika harusdq mencoba sendiri segala kegagalan atau pengalaman, agar memperoleh hikmat dalam menghidupi prinsip tertentu.
Karena itu dengan belajar, kita menghemat banyak waktu dan bisa menjalani kehidupan yang jauh lebih baik dengan menimba dari pengalaman orang lain.

Sebuah quotes/ kutipan, itu merupakan kesimpulan singkat dari pengalaman panjang seseorang. Dengan mengingat kutipan itu, menjadi peta jalan bagi kita yang membacanya agar dapat menjalani kehidupan dengan lebih bijak.

Bayangkan … melalui sosmed, saya bisa belajar dari Smith Wigglesworth, sang pahlawan iman yang berulang kali membangkitkan orang mati.
Kathryn Kuhlman, yang setiap acaranya, puluhan orang mengalami mujizat kesembuhan dari berbagai penyakit berat. John Osteen, Dr. Lester Sumrall dan masih banyak deretan nama besar yang bisa kita pelajari di sosmed dengan gratis.

Tanpa disadari, dengan membaca dan mendengarkan sumber-sumber yang sangat baik ini, kita sudah ‘bergaul’, bersahabat dan menangkap pula pewahyuan-pewahyuan, revelation yang mereka terima dari Tuhan….
Kita mengalami percepatan dan meraih lompatan iman karenanya.
Sungguh luar biasa….

Dengan siapa kita bergaul, akan menentukan masa depan kita endingnya ke mana, kualitasnya seperti apa dan pada akhirnya, akan menentukan pula apakah hidup kita akan berdampak atau sekedar menjadi seseorang yang pernah ada di dunia ini, namun lewat begitu saja tanpa arti?

*****
Semakin lama kita berjalan bersama Tuhan, semakin banyak pengalaman kita bersama Tuhan.
Semakin banyak pengalaman kita bersama Tuhan, semakin mudah kita mempercayai-Nya.
Semakin kita mempercayai Tuhan, semakin mudah kita beriman, tidak lagi khawatir serta mengalami hidup di bumi seperti di surga, sesuai janji-Nya.
Hal-hal yang tak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga dan yang tak pernah terpikirkan pun, menjadi sesuatu yang senantiasa mengejar kita. Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti, di sepanjang umur kehidupan kita, sesuai janji-Nya, tercipta!

Anugerah ini, Tuhan sudah sediakan bagi semua orang. Namun tidak terjadi secara otomatis.
Wajib ada respon iman dari pihak kita untuk menerima dan bertindak menghidupinya.
Perlu usaha bersedia belajar dan mempraktikkannya.

Penyertaan Tuhan itu kasat mata.
Sudahkah kita mengalaminya?
Mari kejar Tuhan dan kebenaran-Nya, maka semuanya, apa pun yang kita butuhkan, akan ditambahkan ke dalam kehidupan kita!

Don’t be a parrot in life. Be an Eagle. A parrot talk to much but can’t fly high. But an eagle is silent & had the power to touch the sky – Denzel Washington.

Jangan menjadi burung beo dalam hidup. Jadilah Rajawali. Burung beo banyak bicara tapi tidak bisa terbang tinggi. Namun seekor Rajawali diam & mempunyai kekuatan untuk menyentuh langit – Denzel Washington.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK-
PEDULI KESEHATAN

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles, Christianity, Relationship, Self Motivation

Hanya Satu Hal yang Diperlukan…

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Hanya Satu Hal yang Diperlukan…

Ketika mengajarkan kesembuhan, saya sering diberitahu bahwa para pengajar tentang kesembuhan, membuat hal tersebut terlalu sulit.
Banyak diantara mereka yang meletakkan seluruh beban iman pada orang yang sakit.
Saya tidak percaya itu yang seharusnya terjadi.

Kita cenderung melakukan pendekatan penyembuhan dari berbagai sudut pandang, namun dalam kasus saya, hanya ada satu tujuan. Saya tidak tahu pendekatan mana yang akan “menjadikan firman itu hidup” dalam diri Anda.

Iman timbul dari pendengaran, namun bukan hanya pendengaran fisik. Melainkan merupakan firman dari Tuhan yang dihidupkan di dalam hati orang yang sakit.

Dalam Kisah Para Rasul 14, diceritakan tentang seorang pria di Listra, yang cacat sejak lahir, sedang duduk di tempat Paulus berhenti untuk berkhotbah. Dia tidak mengejar Tuhan, bahkan belum pernah mendengar Injil, dan kebetulan saja berada di tempat dan waktu yang tepat. Dikatakan… *”Orang ini mendengar Paulus berbicara. Paulus, yang memperhatikan dia dengan seksama dan melihat bahwa ia mempunyai iman untuk disembuhkan, berkata dengan suara nyaring, “Berdiri tegak!” Dan dia melompat dan berjalan.” (Kisah 14:9-10)*

Tidak ada beban yang dibebankan pada pria ini. Faktanya, tidak ada bukti dia diselamatkan. Paulus adalah pengkhotbah Injil pertama yang berada di wilayah tersebut. Meskipun demikian, mendengar Injil Kerajaan membuat iman menjadi hidup dalam hatinya. Hanya itu yang diperlukan. Satu-satunya hal yang diperlukan untuk kesembuhan secara mujizat adalah “mendengarkan” firman yang diberitakan oleh Paulus.

Mendengar harus terjadi di dalam hati, karena dengan hati seseorang percaya dan menerima keselamatan (termasuk kesembuhan) (Rm. 10:10).
Mendengar atau Pendengaran adalah satu-satunya hal yang diperlukan agar iman menjadi hidup dan visi penyembuhan dapat lahir.

Para guru tidak mencoba menjadikannya rumit, namun mencoba menyajikan setiap aspek kebenaran yang ada, dengan harapan ada satu kata firman dihidupkan, dan iman diaktifkan. Hanya itu yang diperlukan.
Apa pun yang kurang dari iman sejati hanyalah merupakan pemahaman dan persetujuan mental. Bagus, tetapi tidak cukup.

Lukas 5:15 (TB) Tetapi kabar tentang Yesus makin jauh tersiar dan datanglah orang banyak berbondong-bondong kepada-Nya untuk mendengar Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka.

Yang lebih luar biasa lagi, semua orang yang mendengarkan Dia, mereka disembuhkan. Tanpa Yesus mempersoalkan masa lalu, dosa atau persyaratan lainnya.
Cukup Mendengar & Sembuh!

Sumber: Barry Bennett

*****
Setelah 6 tahun sekolah di Charis untuk 3 level, mendengar suara Tuhan jauh lebih mudah dan natural. Kehidupan kami berubah, menjadi lebih damai, sukacita dan hidup jadi enteng…
Banyak kebetulan-kebetulan baik terjadi…

( Jangan khawatir sekolah hingga 6 th, ini hanya untuk angkatan pertama. Sekarang setiap level cukup 1 tahun. Sekolah Charis cukup 2 tahun dan bagi yang ingin lanjut memperdalam leadership/ sekolah kepemimpinan, bisa ambil level 3)

Why?
Kami dididik untuk terhubung dengan Tuhan melalui Roh Kudus dan Firman-Nya setiap saat. Kesadaran ini yang membuat kami terbiasa melibatkan Tuhan dalam keseharian kehidupan kami.

Semakin terbiasa dikelilingi oleh firman, berdoa dalam roh, bergaul dengan teman-teman yang mengejar Tuhan serta kebenaran-Nya, makin mudah dan peka kita mendengar suara Tuhan. Hidup mengikuti cara Tuhan -God’s Way- makin lancar.

Ketika mendengar suara-Nya, semakin kita taat, semakin mudah lagi untuk terus mendengar suara-Nya. Semakin familiar. Segala sesuatu berada di tempat seharusnya .

Di mana tempat kelimpahan kita?
Tepat di tengah-tengah kehendak Tuhan.

Namun ketika mendengar suara-Nya, lalu menolaknya atau kita mencari berbagai alasan yang seolah masuk akal agar tidak taat, kepekaan kita berkurang.

Tuhan tidak pernah memaksa dan memberi kita Free Will & Free Choice – Kehendak & Pilihan Bebas, namun setiap ketidaktaatan tentu ada konsekuensinya, hati kita menjadi keras. Yang diberi makan justru Unbelief- ketidakpercayaan.

Hidup adalah pilihan.
When you flow with The Lord, everything fall into place.

Saat kita mengalir bersama Tuhan, segala sesuatu akan berada di tempat seharusnya.

Mau mengalami terobosan ekonomi dan kesembuhan?
Ingin memahami Rahasia Kerajaan Allah?

Mari belajar langsung dengan Andrew Wommack dalam Acara tahunan yang Langka:

Live Streaming “Grace & Faith” – Andrew Wommack dari Colorado, USA. (Diterjemahkan Bhs Indonesia)
1 November 2023 ( Hari Rabu)
PK. 19.00 WIB
Catat tanggalnya & KLIK LINK:

Join yuk….

When you accept Jesus, you determine how much of His life you’re going to let flow through you. – Ps. Robert Morris.

Ketika menerima Yesus, Anda yang menentukan seberapa banyak bagian hidup-Nya yang akan Anda biarkan mengalir melalui Anda. – Ps. Robert Morris.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
*MPOIN PLUS & PIPAKU*
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’scakes
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles, Relationship, Self Motivation

Rohani & Natural, Pasangan Tak Terpisahkan…

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Rohani & Natural, Pasangan Tak Terpisahkan…

Japri berdatangan. Dari curhat pengalaman memberi hutang yang berakhir dengan berbagai masalah, hingga keluhan dimanfaatkan orang karena suka memberi.

Kerapkali kita terpenjara dengan istilah ‘Anak Tuhan harus murah hati’, sehingga dimanfaatkan oleh orang-orang yang selalu membutuhkan pemberian yang tidak ada habis-habisnya. Bahkan bak arisan, seluruh anggota cellgroup digilir.

Dulu saya pun begitu. Klo ada orang datang mengeluh, butuh pertolongan, lalu berpikir bahwa setidaknya mesti kasi duit.
Hhhm… Meski pun kadang-kadang dengan terpaksa. Cape… Gak habis-habis, datang dan pergi.
Sampai Sekolah Charis, saya melihat cara P. Irwan, direktur Charis Indonesia, menyikapinya secara berbeda.

Suatu ketika ada seorang murid yang datang pada P. Irwan, curhat, dia gak bisa lanjut sekolah karena tidak ada dana. P. Irwan mengingatkan, dia sudah belajar bahwa Tuhan itu Allah yang menjawab doa.

Segala kekayaan, kemakmuran, kelimpahan, kesehatan, hikmat sudah tersedia lengkap di dalam rohnya. Tuhan sudah memberinya kekuatan atau potensi untuk memperoleh kekayaan.

Ingat yang diberikan Tuhan itu potensi, bukan uang yang jatuh dari langit. Jadi kita yang harus bekerja.
Kita mengerjakan yang natural, Tuhan mengerjakan yang supernatural. Tuhan melipatgandakan apa yang kita kerjakan. Itu prinsipnya.

Kalau kita bekerja dengan usaha 5, misalnya. Tanpa Tuhan, hasilnya mungkin 6 atau 7 saja.
Tetapi dengan bekerja sama dengan Tuhan, maka Tuhan bisa melipatgandakannya menjadi 30, 60 atau 100 kali lipat.
Jadilah usaha 5 x dilipatgandakan Tuhan 60 = 300.

Tetapi kalau tidak bekerja, usahanya NOL.
60 X 0 = 0… Nol besar.
Bukannya Tuhan tidak memberkati, tapi karena manusia tidak melakukan bagiannya. Tuhan memberkati 60 x lipat, karena usahanya nol, hasilnya tetap nol.

Banyak yang tidak paham bahwa Berkat Tuhan Tidak Otomatis!
Berkat Tuhan berupa potensi. Untuk memanifestasikannya di alam natural, Harus ada Respon Iman. Ada bagian Tuhan dan ada bagian kita. Itu rumusnya.

Lalu P. Irwan mengajaknya berdoa sepakat dan minta Tuhan menolongnya, serta mendorong murid itu, untuk mempraktikkan apa yang sudah dipelajarinya.
Hasilnya?
Tidak sampai sebulan, murid itu datang kembali dengan penuh sukacita. Dia memperoleh terobosan, mampu bayar uang sekolah, punya pekerjaan yang menghasilkan dan mengalami Tuhan secara pribadi.
Yeaaaayyyy….
Itu yang dinamakan mendidik.
Klo memang kekurangan sekali, okelah sekali, dua kali, kita memberinya uang untuk makan. Tetapi setelah itu, ajari dia mengenal Tuhan secara pribadi dan mengalami Tuhan.
Begitu seseorang mengenal Tuhan secara pribadi, maka dia bagaikan menemukan Sumber Mata Air Hidup yang tidak akan pernah kering, terus mengalir di dalam hidupnya dan menyegarkan, tidak hanya untuk dirinya saja tetapi akan mempengaruhi keluarga dan lingkungannya pula.

Justru ketika sedikit-sedikit memberinya uang, kita sedang *Playing God… Seolah menjadikan diri kita tuhannya.* Membuatnya tergantung kepada kita.

Ya kalau soal uang…. Mungkin kita bisa memberi.
Bagaimana jika masalah kesehatan? Menderita penyakit yang menurut dokter tidak tersembuhkan?

Ketika orang itu memperoleh Sumber Mata Air Kehidupan, yaitu Allah sendiri, yang terjawab bukan sekedar masalah ekonomi, tetapi masalah sakit penyakit pun disembuhkan.
Termasuk penyakit yang menurut dokter tak tersembuhkan, bagi Tuhan perkara kecil.
Flu & kanker sama-sama enteng buat Tuhan.
Memperoleh kesehatan Ilahi pula.
Butuh hikmat untuk menyelesaikan berbagai masalah kehidupan, tersedia di dalam Allah pula.
Artinya, dia memiliki segala sesuatu yang dibutuhkan dalam hidup, untuk menjadi pemenang.
Dahsyat bukan?

Mari kita bawa teman-teman kita untuk mengenal Allah secara pribadi. Di dalam Dialah tersedia sukacita, damai sejahtera dan kelimpahan yang kekal.
Apa pun yang dibutuhkannya dalam hidup tercukupi, di mana pun dan kapan pun…. Hikmat, kepandaian, umur panjang, kehormatan, perlindungan menjadi miliknya.
Apa yang bisa lebih baik di dunia ini, melebihi mengenal karib Sang Pemilik Kehidupan? Bukankah itu harta karun, abundance, kelimpahan yang luar biasa?

Ajari pula agar teman-teman kita belajar serta setia mengerjakan yang natural. Bekerja dengan tekun dan konsisten, terus membangun diri agar berkembang, bergaul dengan orang-orang yang baik, cinta Tuhan, menginspirasi serta bersedia menjadi mentor, yang memberikan peta jalan bagi kemajuan kita.

Tidak ada sukses secara kebetulan. Kita harus setia mengerjakan baik yang rohani mau pun yang natural.
Siap? Yuk…

“There is a world of difference between knowing something to be true in your head and experiencing the reality in your life.”? Henry T. Blackaby

“Ada perbedaan besar antara mengetahui sesuatu yang benar di kepala Anda dan mengalami kebenaran itu secara nyata di dalam kehidupan Anda.”- Henry T. Blackaby

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK-
PEDULI KESEHATAN

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 94 95 96 97 98 314