Category : Articles

Articles

Cara Mengatasi Kepahitan Dan Bunga Rampainya….

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Cara Mengatasi Kepahitan Dan Bunga Rampainya….

Ketika join menjadi pelayan doa, ada beberapa pengunjung yang minta didoakan karena kepahitan, terluka dan sakit hati. Dan penyakit yang minta didoakan adalah tekanan darah tinggi.

Banyak orang yang masih belum paham, bahwa ketersinggungan – offended -, terluka dan sakit hati itu merupakan kegelapan, yang terjadi dalam jiwa seseorang. Pikiran kegelapan ini mengakibatkan stress, yang endingnya menyebabkan tekanan darah tinggi serta berbagai penyakit lainnya.
Masalah ini tidak bisa diselesaikan dengan didoakan saja.

Lalu solusinya bagaimana?
Biarkan Terang itu datang. Ketika terang datang, dengan sendirinya kegelapan sirna.

Apa yang dimaksud dengan terang?
Kebenaran Tuhan melalui firman-Nya.
Dan kamu akan menerima kebenaran, kebenaran yang kamu mengerti itu akan membebaskan kamu.

*****
Pemahaman bahwa manusia yang sudah lahir baru itu memiliki roh, jiwa dan tubuh, itu sungguh sangat memerdekakan.
Roh Allah tinggal di dalam roh kita.
Jati diri kita yang sesungguhnya, ada di dalam roh kita. Kita itu diciptakan serupa dan segambar dengan Allah.

Tujuan kita adalah hidup selaras dengan karakter Allah yang ada di dalam roh kita.
Idealnya, kita berpikir, merasa, berkata-kata selaras dengan Allah. Karena kita memiliki pikiran Allah.
Inilah kunci sehingga mujizat bisa tercipta.

Nach… tersinggung, kepahitan, tidak mau kalah, ingin berbuat curang dll terjadi di level jiwa.
Jiwa itu terdiri dari pikiran, emosi, kehendak dan imajinasi.

Saat ada orang yang melakukan tindakan yang tidak adil, keterlaluan dan menurut ukuran dunia, wajar banget kita tersinggung… tetapi sebagai orang yang sudah lahir baru, menjadi ciptaan baru di dalam Tuhan, kita punya pilihan.

Bereaksi seperti orang dunia?
Emosi, terluka, balas dendam?
Artinya kita mengandalkan kekuatan sendiri dan berpikir ala dunia. Gak ada bedanya sama sekali dengan orang-orang yang tidak mengenal Allah.

Atau ber-respon dengan cara Allah?
Memang sich keterlaluan sekali sikap si Ani, misalnya. Tetapi selama saya tidak sepakat dengan apa yang Ani lakukan, sesungguhnya perlakuan Ani tidak dapat menyakiti saya.
Saya tidak membiarkan kunci kebahagiaan saya ditentukan oleh sikap orang lain.

Tuhan mengajar agar mengampuni orang yang menyakiti kita dan justru dibalas dengan kebaikan.

Jikalau seterumu lapar, berilah dia makan roti, dan jikalau ia dahaga, berilah dia minum air.
Karena engkau akan menimbun bara api di atas kepalanya, dan TUHAN akan membalas itu kepadamu.

Ingat selalu, Sumber Berkat kita yang sejati adalah Allah sendiri.
Ketika taat pada arahan Tuhan, kita berkemenangan.
Yang balas dendam, tersinggung, itu biasa…
‘Ombyokan,’ kata Orang Jawa.
Tetapi yang membalas kejahatan dengan kebaikan, itu justru outstanding. Nama Tuhan dipermuliakan.
Dunia ingin melihat bukti, bagaimana kita sebagai duta Allah bersikap, bereaksi, berkata-kata serta bertindak secara berbeda: dengan cara Allah.
Itulah yang disebut sebagai Terang dan Garam dunia.
Memberi pencerahan dan memberi rasa, sehingga dunia menjadi lebih indah dan lebih nikmat, karena kehadiran kita.

Hidup jadi bebas stress, damai dan penuh sukacita. Penyakit pun kabur dengan sendirinya.

Mau? Belajar sama-sama yuk…

Troublemakers drain your energy and focus if you allow it. Don’t put your happiness in people’s hands. Guard your heart and don’t allow them to control your attitude and life – Joel Osteen.

Pengacau menguras energi dan fokus Anda jika Anda mengizinkannya. Jangan letakkan kebahagiaanmu di tangan orang lain. Jagalah hatimu dan jangan biarkan mereka mengendalikan sikap dan hidupmu -Joel Osteen.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Diperkaya! Mau?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Diperkaya! Mau?

Meskipun agama dan rasa takut telah melemahkan atau mencuri pesan anugerah dan pesan bahwa Tuhan ingin memberi peningkatan di sebagian besar gereja, kita harus tetap berdiri teguh di atas apa yang menjadi hati Tuhan. Tuhan ingin “memperkaya” kita.

2 Korintus 9:9-10 (TB) “Ia membagi-bagikan, Ia memberikan kepada orang miskin, kebenaran-Nya tetap untuk selamanya.”
Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu;

Diperkaya dalam segala hal…..segalanya…untuk semua kemurahan hati. Inti dari Tuhan, agar kita menjadi pemberi sebagaimana Dia adalah pemberi. Kebebasan dan peningkatan menggambarkan hati dan kehendak Tuhan.

“Sebab begitu besar kasih Allah terhadap dunia ini sehingga Ia mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal” (Yohanes 3:16)

Dia yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi menyerahkan Dia bagi kita semua, bagaimana mungkin Dia tidak bersama-sama dengan Dia juga memberikan segala sesuatu kepada kita dengan cuma-cuma? (Rm. 8:32)

Diperkaya berarti memiliki lebih dari cukup, kasih untuk diberikan, sukacita untuk disebarkan, dan pengampunan untuk dibagikan. Itu juga mencakup memiliki sumber daya untuk diberikan supaya memberkati orang lain.

Bijaksana dalam hal keuangan, tidak berarti bersikap pelit dan menawar setiap sen. Tuhan memberikan yang dipadatkan, digoncang bersama, dan yang tumpah keluar.

Pertanyaan pertama yang TIDAK akan ditanyakan Tuhan kepada Anda ketika Anda masuk surga adalah: “Berapa banyak uang yang Anda hemat?”
Dia akan jauh lebih tertarik pada berapa banyak orang yang Anda berkati dengan kemurahan hati Anda.

Anda bisa membelanjakan dengan keyakinan akan hasil yang terbaik (dengan cara mengorbankan atau memanfaatkan orang lain) atau justru percaya akan diperkaya dengan segala kemurahan hati.
Bukan seberapa banyak uang yang Anda miliki di bank yang membuat Anda kaya. Namun ditentukan oleh seberapa murah hati Anda, dan bagaimana Anda memahami bahwa Tuhanlah sumber pemberian kita yang lebih besar dan lebih besar lagi.

Ini merupakan pelajaran yang membutuhkan waktu bertahun-tahun bagi saya untuk memahaminya. Selama ini saya berorientasi pada “kesepakatan” (murah), namun sekarang saya berorientasi pada berkat. Semakin saya menghilangkan batasan hatiku, semakin Tuhan memperkayaku. Saya mungkin tidak memiliki rekening bank seperti yang dimiliki sebagian orang, namun hati saya bebas untuk memberi dan memberi.
Inilah kemakmuran yang terbaik!

******

Barry Bennett memberikan keteladanan, bagaimana beliau belajar dari waktu ke waktu, menjadi murah hati.

Hasilnya?
Barry makin diberkati dan makin bebas untuk memberi. Kemakmuran tidak diukur dari seberapa banyak harta yang bisa disimpan, tetapi seberapa banyak hidup orang lain diberkati dan dimenangkan karena apa yang kita bagikan.
Dampaknya bersifat kekal.

Anak-anak Barry diberkati. Putra pertamanya saat dalam kandungan, divonis dokter meninggal. Tetapi Barry tidak menyampaikan vonis dokter itu pada istrinya, seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
Putranya lahir normal, cerdas dan sukses dengan memiliki pekerjaan yang sangat baik di sebuah perusahaan ternama.

Putra keduanya, Daniel Bennett menjadi Dean of Students and as an Executive Director – Dekan Kemahasiswaan dan sebagai Direktur Eksekutif.

Tidak hanya diberkati secara materi, tetapi anak-anak dan cucu-cucunya juga diberkati dan menjadi berkat.

Mari kita meneladani Barry Bennett …

The longer you live, the wiser you become – Job 32:7 MSG

Semakin lama kamu hidup, semakin bijaksana kamu – Ayub 32:7 MSG

Sumber: Barry Bennett.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Doa Yang Diulang-Ulang, Perlukah?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Doa Yang Diulang-Ulang, Perlukah?

Kerap teman-teman bertanya, bolehkah doa diulang-ulang?

Sebenarnya jawabannya bukan masalah boleh atau tidak?
Tentu saja boleh wong ga ada undang-undang yang melarang, tetapi yang perlu diperhatikan itu, bagaimana cara mengulang doanya dan bagaimana buahnya?
Berdoa itu mau hasilnya bukan?

Tidak semua doa terjawab instan apalagi jika sakitnya sudah parah. Kadang kondisi seperti yoyo, naik turun.
Sikap, iman dan apa yang kita lakukan dan katakan saat menanti manifestasi tercipta, itu yang menentukan.

Ada teman yang sakitnya tergolong ‘berat’ menurut dunia, minta didoakan,
karena hari ini pusing.
Besok minta didoakan lagi karena agak panas.
Lusa karena tenggorokan gatal
Lalu keesokannya lagi pilek.
Dst.

Apa yang sedang terjadi?
Teman ini fokus pada symptoms.
Yang diamati dan diperhatikan, jusyru gejala-gejala penyakitnya. Selama masih ada gejala, merasa masih sakit. Belum sembuh.

Prinsipnya, apa yang kita fokuskan itu membesar.
Saat teman ini fokus pada symptomnya, dia tidak punya kesempatan untuk membangun imannya.
Manusia itu pada dasarnya tidak bisa fokus pada 2 hal yang berbeda.
Itulah sebabnya *Andrew Wommack* kerap berkata, “Jika Anda ingin menghancurkan visi seseorang, berikan dia 2 visi.”

Kita sudah belajar, untuk jumpstart kesembuhan awal seseorang, kita bisa minta dukungan iman dan doa orang lain melalui doa sepakat.
Namun untuk mempertahankan kesembuhannya, perlu iman orang itu sendiri.
Why?
Kita tidak bisa menjagai pikiran orang yang sakit itu.
Si sakit yang menentukan berita apa yang dia dengarkan, saran siapa yang dia percayai?
Hanya si sakit yang bisa menentukan.

Si sakit juga yang memilih, pikiran apa yang dibiarkannya bercokol di kepalanya.
Pikiran Tuhan atau pikiran dunia.
Ketika galau, takut, khawatir, berpikir negatif, itu artinya dia berada pada teritori si musuh. Iblis punya pijakan untuk menyerang dan kuasa Tuhan tidak efektif karena bak isolator yang menghambat aliran listrik bekerja.

Believing is a Work
Percaya adalah sebuah Pekerjaan

Tidak terjadi otomatis.
Memilih tetap berdiri di atas janji-janji Tuhan, meski fakta secara kasat mata berbeda dengan yang diharapkan.

Mendeklarasikan firman-Nya, meyakinkan diri sendiri bahwa janji-Nya selalu bisa diandalkan.

Roma 10:10 (TB) Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.

Siapa orang yang paling kita percayai?
Diri kita sendiri!

Ketika kita memperkatakan Janji-Janji Tuhan dengan bersuara dan telinga mendengarkannya, meski awalnya tidak terlalu yakin, lakukan terus. Maka janji itu terukir dalam hati. Di situlah iman tumbuh makin hari makin kuat.

?Romans 4:17 NKJV?
—God, who gives life to the dead and calls those things which do not exist as though they did;

Roma 4:17 TB
—Tuhan, yang menghidupkan orang mati dan Menyebut Hal-Hal Yang Tidak Ada SEOLAH-OLAH Ada;

Dan semua ini butuh usaha, kemauan, niat, keteguhan hati.
Tidak tergoda ‘merasa’ sakit, meski faktanya itu yang dirasakan.

Berani berdiri teguh di atas janji Tuhan bahwa oleh bilur-bilur-Nya, kita SUDAH sembuh.
Yakin bahwa kita Orang Sembuh yang sedang menendang penyakit, karena penyakit itu illegal bercokol di tubuh kita.
Why?
Saat lahir baru, kita menerima ‘Sertifikat Tanah Perjanjian’ berupa kesehatan, kemakmuran, hikmat bahkan kuasa yang membangkitkan Yesus dari antara orang mati.
Penyakit, kemiskinan dan hal-hal yang mencuri, membunuh serta membinasakan adalah lapak-lapak illegal yang ada di tubuh kita.
Karenanya perlu diusir!

Oleh sebab itu dikatakan, Percaya adalah sebuah Pekerjaan.

Kembali ke Laptop: Bolehkah doa diulang?
Boleh… jika memang digerakkan Roh Kudus untuk mendoakannya lagi. Tetapi jangan salah fokus, justru membesarkan dan menghargai symptom-symptom melampaui pethatian kita pada kebenaran-Nya.

Setuju?

Your inheritance as a child of God is peace, rightousness, security and triumph over opposition! – Lisa Osteen.

Warisan Anda sebagai anak Tuhan adalah kedamaian, kebenaran diri, keamanan dan kemenangan atas musuh! – Lisa Osteen.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Kereta Api & Tuhan, Apa Korelasinya?


Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Kereta Api & Tuhan, Apa Korelasinya?

Ketika hendak bepergian jauh, ke kota yang tidak ada penerbangan ke kota tersebut, saya prefer menggunakan kereta api daripada mobil.
Why?
Kereta api itu senantiasa tepat waktu. Apalagi di Jepang atau di beberapa negara Eropa, tidak meleset semenit pun.

Apa yang kerap membuat kita galau dan tidak nyaman?
Ketidakpastian.
Dengan mobil, jam berapa kita tiba di tujuan, serba tidak pasti. Tergantung kemacetan di jalan.

Pernahkah kita menyadari, bahwa janji Tuhan itu seperti kereta api?
Pasti dan bisa diandalkan.
Tetapi banyak orang yang sekedar percaya bahwa Janji-Nya bisa diandalkan namun tidak melangkah dengan iman.

Agar bisa sampai tujuan, pertama-tama kita harus mencari tahu kereta yang mana yang sesuai tujuan kita.
Apakah kita perlu kesembuhan Ilahi, terobosan ekonomi atau pemulihan hubungan atau yang lain lagi?
Setiap kereta ada jam, platform di stasiun yang berbeda-beda. Di kota besar, stasiunnya ada beberapa.
Kita harus mempelajarinya. Agar tidak salah kereta. Semua ada jadwal dan caranya. Tidak bisa semau kita sendiri.

Di mana kita mempelajarinya?
Di dalam firman-Nya. Cara memperoleh kesembuhan, bisa jadi berbeda dengan cara memperoleh terobosan ekonomi.
Setelah tahu caranya, ada tindak lanjut yang harus diambil pula.

Membeli tiket, pergi ke stasiun tepat waktu, menunggu di platform yang sesuai, duduk di kursi yang ditentukan dan turun di tujuan yang dituju.

Ada orang-orang yang sesudah berdoa, lalu tidak melakulan apa-apa. Menanti hingga jawaban doa menghampiri atau jatuh di pangkuannya.
Tidak ada yang otomatis.

Tidak semua jawaban doa itu instan. Jika kita sudah melakukan yang terbaik yang kita bisa, serahkan yang tidak bisa kepada-Nya, Tuhan akan mengerjakan secara supernatural apa yang kita tidak mampu.

Kerap saat menanti jawaban doa, musuh meneror….
“Gak mungkin terjawab. Tuh tetangga sebelah meninggal. Sakitnya sama lho dengan kamu…”

“Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu,” demikian Raja Daud bermazmur

Artinya, baik yang seribu mau pun sepuluh ribu itu dekat sekali dengan kita, tetapi itu tidak menimpa kita.
Why?
Karena kita percaya dan beriman kepada-Nya.
Perlindungan Allah sempurna.
Tuhan sudah berjanji, kamu akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya.

Apa yang menimpa orang lain itu bukan bagian kita. Jangan menyamakan diri dengannya. Itu tipuan iblis.
Jika respon kita berbeda dengan tetangga, hadilnya pun akan berbeda. Percayalah!

Apa yang kita pilih untuk dipikirkan dan dikatakan saat menanti jawaban doa, menentukan apakah doa kita termanifestasi atau tidak?

Jika yang dipikirkan dan didengarkan, hal-hal yang berlawanan dengan kesembuhan yang didoakan, tinggal tunggu waktu, mulut pun akan mengucapkan kata-kata yang senada dengan apa yang tersimpan di hatinya. Itu yang menghapus doa kita sendiri.

As a man thinks in his heart so is he.
Seperti orang berpikir di dalam dirinya, demikianlah dia.

Lalu solusi bagaimana?
Saat pikiran meneror, gantikan dengan sepakat dengan Tuhan.
Perkatakan janji kesembuhan-Nya.
Jangan di diamkan.
Jawab dengan firman Tuhan. Maka pikiran negatif pun pergi.

Kita yang menentukan, kesembuhan atau terobosan ekonomi tercipta atau justru gagal. Melalui perkataan dan iman kita.
Karena itu program baik-baik apa yang kita inginkan, deklarasikan firman-Nya, dengarkan firman-Nya, renungkan siang dan malam. Jangan lupa, bergaul dengan orang-orang yang percaya kesembuhan Ilahi, orang yang percaya mujizat, lebih baik lagi bergaul dekat dengan orang-orang yang sudah mengalaminya..
Mereka menjadi teladan dan peta jalan, prinsip-prinsip kebenaran Tuhan.

Siap praktik? Yuk….

“When in need, we should seek God’s direction for something to set our hands to and then trust Him to bless it and multiply thevresults of our work. But one hundred times zero is zero. Many people have missed their miracle because they never took that first step of faith and used what they had.” – Andrew Wommack.

“Ketika membutuhkan, kita harus mencari petunjuk Tuhan untuk sesuatu yang dapat kita tangani dan kemudian percaya kepada-Nya untuk memberkatinya dan melipatgandakan hasil pekerjaan kita. Namun seratus kali nol adalah nol. Banyak orang yang melewatkan mukjizatnya karena mereka tidak pernah mengambil langkah pertama dengan iman serta menggunakan apa yang mereka miliki.” -Andrew Wommack.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Iman Yang Sederhana… Namun Berhasil!

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Iman Yang Sederhana… Namun Berhasil!

Iman tidak harus rumit atau bahkan mendalam. Kita sering kali mengajarkan iman secara berlebihan hingga meninggalkan kesan bahwa hanya segelintir orang saja yang bisa benar-benar percaya kepada Tuhan. Kita mencoba untuk “meningkatkan” iman kita, mengakui iman kita, dan menyatakan iman kita. Meskipun iman dapat bertumbuh, dan terdapat ekspresi iman yang berbeda-beda, namun pada dasarnya iman hanyalah sebuah pilihan untuk percaya pada kebaikan Tuhan.

Kita semua mempercayai sesuatu. Percaya adalah bagian dari pengalaman manusiawi kita. Kita telah memilih untuk percaya atau tidak percaya pada hal-hal yang diberitahukan kepada kita. Ada banyak suara yang ingin kita mempercayainya. Ada suara politik, suara agama, suara budaya, suara keluarga, suara dokter, dll. Percaya tidaklah sulit. Kita semua melakukannya setiap hari. Yang penting adalah “apa” yang kita yakini. Perhatikan peristiwa berikut yang dicatat dalam Injil Matius.

Matius 9:27-30 (TB) Ketika Yesus meneruskan perjalanan-Nya dari sana, dua orang buta mengikuti-Nya sambil berseru-seru dan berkata: “Kasihanilah kami, hai Anak Daud.”
Setelah Yesus masuk ke dalam sebuah rumah, datanglah kedua orang buta itu kepada-Nya dan Yesus berkata kepada mereka: “Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?”
Mereka menjawab: “Ya Tuhan, kami percaya.”
Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: “Jadilah kepadamu menurut imanmu.”
Maka meleklah mata mereka.

Ungkapan, “menurut imanmu, biarlah hal itu terjadi padamu,” dapat menjadi hal yang menakutkan bagi banyak orang. Kita cenderung percaya bahwa kedua orang buta ini jelas mempunyai iman yang besar agar bisa disembuhkan secara ajaib dari kebutaannya.
Tapi benarkah?
Mari kita lihat apa yang terjadi.

“Anak Daud, kasihanilah kami.” Seruan minta ampun bukanlah pernyataan iman yang besar.
Itu panggilan permintaan bantuan. Ada kesadaran di pihak orang-orang buta itu, Yesus dapat menolong mereka. Itu saja. Mereka bahkan tidak dapat melihat Dia.

“Apakah kamu yakin aku mampu melakukan ini?” Mereka berkata kepada-Nya, “Ya, Tuhan.” Itu dia! Itu adalah keyakinan mereka! “Kasihanilah kami.” “Kami yakin Anda bisa melakukannya.” Itulah keyakinan mereka. Mereka hanya percaya bahwa dengan belas kasihan, Yesus dapat menyembuhkan mereka. Kita sering mengabaikan betapa sederhananya hal itu dan kita mencoba menjadikannya rumit.

Apa yang kita pilih untuk dipercayai? Suara siapa yang kita dengarkan juga? Kita semua percaya pada sesuatu.
Mari kita memilih untuk beriman kepada kebaikan Yesus.
Tetap fokus pada masa depan yang sembuh, sehat, dan bahagia.

Jagalah mata hati kita tetap tertuju pada kebaikan-Nya, nikmat-Nya, dan kasih-Nya kepadamu.

“Yeremia 29:11 (TB) Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.”

Jangan pernah melupakan perbuatan baik Tuhan dalam hidup kita. Jagalah keajaiban mujizat tetap hidup di hati kita. Bangkitkan kegembiraan dari setiap kemenangan di masa lalu. Rasa syukur dan pujian akan memberdayakan kita untuk hari ini dan masa depan!

Aku mau bersyukur kepada TUHAN dengan segenap hatiku, aku mau menceritakan segala perbuatan-Mu yang ajaib;
(Mazmur 9:1)

If you don’t walk in your God Given Authority, the enemy will seek to take it away and use it against you – John Bevere.

Jika Anda tidak berjalan sesuai Otoritas yang Diberikan Tuhan, musuh akan berusaha mengambilnya dan menggunakannya untuk melawan Anda – John Bevere.

Sumber: Barry Bennett.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 59 60 61 62 63 308