Category : Articles

Articles, Christianity

“Bersukacitalah dalam Firman-Nya, Carilah Dia dan Jadilah Makmur!”

“Bersukacitalah dalam Firman-Nya, Carilah Dia dan Jadilah Makmur!”

“Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”
Matius 6:33 (TB)

Tuhan ingin melihat anak-anak-Nya menikmati kelimpahan-Nya. Kelimpahan itu dimulai dari dalam, yaitu di dalam roh kita yang sudah lahir baru. Segala yang kita butuhkan untuk mencapai tujuan kita di bumi ini dan menjadi berkat bagi orang lain, ditemukan di dalam diri kita, begitu kita lahir baru. Sama seperti kata-kata kita dapat melepaskan dan menciptakan hal-hal baik dalam kehidupan kita.

Read More
Articles, Christianity

“Berkenan kepada Tuhan.”

“Berkenan kepada Tuhan.”

Apakah Anda berkenan kepada Tuhan dan manusia?
Perkenanan merupakan berkat dari Tuhan yang membukakan pintu, memberikan perlindungan, mempromosikan, dan menyediakan bagi mereka yang menemukannya. Bagaimana kita bisa berjalan dalam Perkenanan dari Tuhan dan manusia?

Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya TUHAN; Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai.
Mazmur 5:12 (TB)

Berjalan dalam kebenaran akan melepaskan perkenanan Tuhan.

Siapa mengejar kebaikan, berusaha untuk dikenan orang, tetapi siapa mengejar kejahatan akan ditimpa kejahatan.
Amsal 11:27 (TB)

Mengejar kebaikan akan menemukan perkenan.

Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu,
maka engkau akan mendapat kasih (perkenanan) dan penghargaan dalam pandangan Allah serta manusia.
Amsal 3:3-4 (TB)

Menunjukkan belas kasihan dan membela kebenaran menemukan perkenanan.

Dengan pemahaman yang baik akan memperoleh perkenanan, tetapi jalan orang yang tidak setia itu sulit. (Amsal 13:15 KJV)

Memiliki pemahaman yang baik tentang jalan-jalan Tuhan akan membawa perkenanan.

Dengan perkenanan kita dapat menyelesaikan jauh lebih banyak dalam satu menit daripada upaya diri sendiri secara alami selama bertahun-tahun. Deklarasikan perkenanan Tuhan atas hidup kita dan bertekadlah untuk berjalan dalam kebenaran, mengejar hal-hal yang baik, tunjukkan belas kasihan, berdiri membela kebenaran dan terus mencari hikmat. Kehidupan dan berkat yang berlimpah akan mengejar hidup kita!

[Repost ; “Favor with God”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra]

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#SeruputKopiCantik
#yennyindra #InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan #mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles, Christianity

“Pemuridan vs Penginjilan.”

Kebanyakan orang Kristen percaya bahwa tujuan utama keselamatan adalah untuk menghindarkan diri mereka dari neraka.
Mungkin itu yang diajarkan kepada kita, tetapi bukan itu yang diajarkan Alkitab. Pada kenyataannya, pemikiran semacam itulah yang ditanamkan sebagai kebenaran Injil tentang keselamatan.

Seandainya tidak ada kematian dan jika tidak ada neraka, saya masih percaya bahwa Yesus akan datang ke bumi dan mati bagi kita. Mengapa?
Karena keselamatan intinya adalah memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan.
Alasan utama Allah mengutus Yesus, supaya persekutuan manusia dengan Allah dipulihkan.
Kebetulan saja, ketika hubungan kita dengan Allah dipulihkan melalui keselamatan, salah satu manfaatnya – dan salah satu manfaat besarnya – adalah kita diluputkan dari neraka dan mendapatkan surga.

Tidak ada dalam Alkitab yang mengatakan kepada kita untuk pergi dan membuat orang lain bertobat. Mari kita lihat apa terkenal sebagai Amanat Agung, yang tertulis dalam Matius 28:18-20 (TB) dikatakan:
“Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman. Amin”

Yesus mengatakan kepada mereka supaya mengajarkan semua hal yang Dia perintahkan.
Kata Yunani “mengajar” pada bagian ini secara harfiah diterjemahkan sebagai “murid.”
The New International Version menerjemahkan kata ini sebagai “Pergi dan jadikan semua bangsa murid-Ku.”
Penekanannya di sini, Tuhan memerintahkan kita untuk memuridkan, bukan mengubahnya agar bertobat.

Di sepanjang perjalanannya, gereja telah mengubah penekanan pesan ini dari memuridkan menjadi membuat orang dilahirkan kembali, meninggalkan pemuridan yang menjadikannya “dewasa” rohani.

Tahukah kita bahwa Yesus tidak pernah berkhotbah tentang “dilahirkan kembali”?
Dalam Yohanes pasal tiga, Yesus berbicara kepada Nikodemus tentang kelahiran rohani dibandingkan dengan kelahiran alami, tetapi Dia tidak pernah mengajar atau berkhotbah kepada orang-orang supaya “dilahirkan kembali.”
Kita mungkin bertanya kepada diri sendiri, “Bagaimana Andrew bisa mengatakan itu? Itu inti dari setiap upaya penginjilan. ”
Anda benar — memang — tetapi saya percaya bahwa Alkitab mengajarkan bahwa gereja telah menempatkan penekanannya pada tempat yang salah. Dengan menjadikannya fokus, gereja sebenarnya sedang menurunkan standar, meninggalkan orang-orang dengan kesalahpahaman bahwa semua yang perlu mereka lakukan hanyalah dilahirkan kembali dan pemuridan adalah pilihan. Bukan itu yang diperintahkan Yesus.

Hasil statistik mengatakan bahwa 33 persen dari “orang Kristen yang sudah lahir baru” masih mendukung hal-hal seperti aborsi dan pemikiran zaman Baru (paham New Age).
Tentunya hal ini tidak mencerminkan sikap seseorang yang benar-benar sudah lahir baru.
> Billy Graham mengatakan, hanya 15 persen dari orang-orang yang mengaku Kristen, benar-benar lahir baru.
Hal lain yang mungkin mengejutkan kita:
> Kathryn Kuhlman mengatakan, hanya 15 persen dari mereka yang disembuhkan dalam pelayanannya, yang terus bertahan sembuh, ketika mereka meninggalkan pelayanannya.
Angka-angka ini memberi tahu kita, bagaimana cara mengukur kesuksesan dalam sebuah pelayananan.

(catatan tambahan dari penterjemah: hanya dengan menghidupi Firman Tuhan, maka kesembuhan menjadi permanen).

Saya tidak mengatakan bahwa dilahirkan kembali dan hidup kekal bersama Yesus tidaklah penting — itu penting!

Saya mengatakan bahwa kita telah mengubah pesan Yesus dari cara kita mengajarkannya.
Kita telah menurunkan definisi “lahir baru” ke titik tertentu di masyarakat kita saat ini, menjadi sesuatu yang populer secara sosial untuk mengatakan bahwa kita sudah lahir baru, agar mendapatkan penerimaan di kalangan tertentu.

Yesus berkata bahwa kita harus memuridkan, para pengikut Kristus. Ketika kita meminta orang untuk menerima Yesus sebagai Juruselamat mereka, kita perlu mengajar mereka bahwa ini adalah komitmen total dari kehidupan seseorang kepada Tuhan. Itulah artinya menjadi murid Yesus.

[Repost ; “Discipleship vs Evangelism”, – Andrew Wommack https://www.awmi.net/reading/teaching-articles/discipleship_evangelism/, diterjemahkan oleh Yenny Indra]

??YennyIndra??
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
?? *MPOIN PLUS & PIPAKU* ??
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan #mengenalTuhan #FirmanTuhan

 

Read More
Articles, Christianity

“Dari buku saya: Dia Menyembuhkan Mereka Semua.”

“Dari buku saya: Dia Menyembuhkan Mereka Semua.”

Dari mana datangnya harapan positif?
Tentu saja semua itu merupakan hasil dari memperbaharui pikiran sesuai dengan kehendak Tuhan, apa yang baik, yang berkenan, dan sempurna.

Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
Roma 12:2 (TB)

Semakin kita merenungkan janji-janji Allah dan memahami bahwa Dia telah membuat kita layak untuk menerima semua anugerah-Nya, kita mulai membangun kembali harapan kita pada Firman Tuhan, bukan kepada ketakutan serta pengalaman dengan dunia mau pun masa lalu kita.
Jika melihat diri sendiri tidak layak, maka kita pun berharap diperlakukan tidak layak. Mungkin ada beberapa remah berkat yang jatuh dari meja Allah dari waktu ke waktu, tetapi kita melihat diri kita di bawah meja. Kita akan memiliki harapan “di bawah meja” dalam hidup ini.

Tetapi ketika kita mendapatkan pewahyuan tentang karunia kebenaran (Roma 5:17), harapan kita berubah.
Saya tidak layak karena apa yang telah saya lakukan atau belum saya lakukan. Saya layak karena apa yang telah diselesaikan Yesus (di kayu Salib) atas nama saya. Hak saya dipulihkan, bukan didasarkan pada kelayakan saya, tetapi pada kelayakan-Nya!
Ini membingungkan dan sulit dipahami banyak orang, tetapi itulah kebenarannya. Di sini harapan positif lahir. Saya berharap agar hidup dalam keadaan sehat karena Yesus.

Tuhan adalah Tuhan yang memberi pengharapan. Dialah Sang Pemberi karunia-karunia yang baik. Sediakan waktu untuk merenungkan janji-janji-Nya dan beri makan hati kita dengan kasih dan kehendak-Nya bagi hidup kita.

Kita dapat memiliki sikap pasrah, takut, dan sedih, atau sebaliknya berpegang teguh pada Firman Tuhan dan memiliki sikap positif yang penuh ekspektasi dan pengharapan. Pada saat itulah iman muncul untuk menerima anugerah kesembuhan.

Setiap orang yang mencari Yesus melakukan hal yang sama, karena mereka berharap untuk disembuhkan. Hanya satu orang yang bertanya kepada Yesus, apakah kehendak-Nya untuk menyembuhkannya (Markus 1:40-41).
Pola yang sama berlaku hari ini. Harapan positif adalah tempat lahirnya mukjijat!

[Repost ; “From my book : He Healed Them All”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra]

Read More
Articles

“Lebih Besar, Lebih Besar, dan Lebih Besar Lagi!”

“Lebih Besar, Lebih Besar, dan Lebih Besar Lagi!”

Saya sering mengetik kata-kata acak ke dalam program pencarian Alkitab saya dan membaca, lalu merenungkan ayat-ayat yang muncul. Saya mendapatkan banyak pewahyuan dari pembelajaran tersebut.

Berikut adalah tiga ayat yang mengandung kata ‘lebih besar.’

Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.
1 Yohanes 4:4 (TB)

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa;
Yohanes 14:12 (TB)]

Sebab jika kita dituduh olehnya, Allah adalah lebih besar dari pada hati kita serta mengetahui segala sesuatu.
1 Yohanes 3:20 (TB)

Saya menemukan tiga kebenaran penting dalam ayat-ayat ini.

Pertama, Dia yang hidup di dalam kita, yang kita terima dengan iman, lebih besar dari sistem dunia, penguasa dunia mau pun kerusakan yang terjadi di dunia ini. Kebenaran ini memberi saya kedamaian, karena menyadari bahwa -terlepas dari apa pun yang terjadi di sekitar saya-, saya hidup dengan sesuatu (Seseorang / Pribadi) di dalam diri saya, yang lebih besar. Kerajaan Allah yang ada di dalam saya, memiliki kekuatan dan sumber daya untuk mengatasi kegelapan tanpa terkecuali.

Kedua, bukan saja Dia yang ada di dalam saya lebih besar, Dia ingin dimanifestasikan melalui karya-karya yang lebih besar di dunia ini.

Kasih dan kuasa Tuhan yang ada di dalam diri kita, menunggu untuk dilepaskan. Hal itu lebih besar dari dosa, penyakit, kegagalan, depresi mau pun ketakutan.
Anugerah Tuhan di dalam diri kita yang telah memperlengkapi supaya dapat membawa kita keluar dari kegelapan ke dalam terang-Nya yang ajaib.

Akhirnya, bahkan jika saja kita melewatkannya dan bahkan jika kita gagal, Tuhan lebih besar dari hati kita atau semuanya itu.
Dia duduk di atas takhta Anugerah yang memberikan kasih karunia dan belas kasihan pada saat dibutuhkan.
Jangan biarkan hati kita mengutuk atau menghakimi diri kita sendiri. Biarkan Allah Yang Besar mengangkat kita. Setiap momen dapat menjadi awal yang baru bagi kita.

Kehidupan yang berkelimpahan harus lebih besar dan lebih besar lagi. Itu adalah karakter Allah yang sesungguhnya!

[Repost ; “Greater, Greater and Greater!”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra]

Read More
1 271 272 273 274 275 308