Category : Articles

Articles

“Injil Klise # 5 Tuhan bekerja dengan cara yang misterius.”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

“Injil Klise # 5 Tuhan bekerja dengan cara yang misterius.”

Pusat dari semua injil klise, mungkin yang satu ini.
Idenya, bahwa Tuhan itu misterius dan kita hanyalah bidak atau pion sederhana dalam permainan catur surgawi-Nya.
Hak apa yang kita miliki untuk memahami sesuatu?
Dia mengatur segala sesuatu di bawah kendalinya.
Segala hal terjadi untuk sebuah alasan.
Dia mengijinkan kejahatan.
Dia memberi dan mengambil, dan, hanya untuk memastikan, dengan kepercayaan klise ini, kita bisa cuci tangan alias terbebas dari semua tanggung jawab dengan menyatakan, “Tuhan bekerja dengan cara yang misterius.”

Namun demikian, Yesus menjelaskan, jika kita telah melihat Dia, kita telah melihat Bapa (Yohanes 14:9).
Yesus adalah Tuhan dalam daging. Kata-kata dan tindakan-Nya dengan sempurna mengungkapkan pribadi Bapa.
Tidak ada lagi misteri!
Jika kita ingin tahu seperti apa Bapa itu, lihatlah Yesus. Dia pergi melakukan kebaikan dan menyembuhkan semua orang karena Bapa menyertai-Nya (Kisah Para Rasul 10:38).
Dimana Tuhan Yesus berada, kebaikan dan kesembuhan ada di sana

Misteri yang sesungguhnya berada di hati orang-orang, yang mengabaikan pengetahuan dan justru memilih fatalisme.
Mereka menolak diubahkan oleh pembaharuan pikiran mereka. (Roma 12:2).
Mereka tidak mencari hikmat dan pemahaman rohani.
(Efesus 1:17-18).
Pemikiran agar menerima tanggung jawab supaya dapat memerintah dalam hidup, membuat mereka kewalahan. Hidup dengan alasan klise, jauh lebih mudah.

Harapan-harapan kita dalam hidup akan selaras dengan keyakinan inti yang kita percayai. Jika kita percaya bahwa Tuhan itu skizofrenia alias sakit mental dan misterius, maka kita mengharapkan kehidupan yang penuh pertanyaan dan kehilangan. Injil klise menjadi satu-satunya solusi bagi kita.

Saat kita memahami bahwa Tuhan telah memberi kita :
Nama-Nya,
darah-Nya,
Roh-Nya,
Firman-Nya,
Perjanjian-Nya yang lebih baik,
janji-janji-Nya,
perlengkapan senjata-Nya,
iman-Nya dan
kunci-kunci kerajaan-Nya,
maka kita mulai bekerja sama dengan-Nya dan menegakkan kehendak-Nya, didalam kehidupan kita.

Inilah saatnya mengharapkan berkat Tuhan tercurah dalam hidup kita.
Inilah waktunya untuk melakukan pekerjaan Tuhan.
Inilah waktunya melawan musuh.
Inilah waktunya berjalan dalam otoritas ilahi kita, mengatasi musuh, penyakit, dan kerugian.
Hilangkan kepercayaan klise dan kenalilah Tuhan.
Dia telah memberi kita kekuasaan.
Jangan memberikannya kepada iblis!

[Repost ; “ClichĂ© #5 God moves in mysterious ways”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Apa Rahasia Untuk Mempertahankan Kesuksesan?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Apa Rahasia Untuk Mempertahankan Kesuksesan?

Ada berbagai pohon buah-buahan di kebun kami di Nava Park, BSD. Dua pohon mangga, sawo, durian musangking dan kelengkeng merah. Konon kelengkeng ini berasal dari Brasil, kata sang penjual.

Mana yang paling jadi primadona?
Tentu saja si kelengkeng merah!
Kelengkeng merah ini menjadi kebanggaan P. Indra. Karena belinya pohon cangkokan, cepat berbuah. Belum terlalu banyak sich buahnya, tetapi tidak henti-hentinya berbuah. Saat sebagian matang, sudah ada buah kecil-kecil dan bunganya.

Sebegitu hebohnya buah kelengkeng merah ini, sampai hanya dipetik saat ada tamu dan lengkap di video pula. 🙂 Warna kulitnya nampak merah menyala, rasanya manis dan disertai rasa mirip wine.
Heboh pokoknya!

Teman-teman bercanda, buahnya sudah diberi nomor dan dibooking pula.
B. Sukinawa dari Surabaya sampai berpesan, jangan lupa dibawakan bijinya! Dia ingin menanamnya.

Mengapa di antara pohon buah-buahan di kebun kami, hanya kelengkeng merah yang diperhatikan?
Karena kelengkeng itu yang selalu berbuah. Buahnya manis dan istimewa.
Ke dua pohon mangga dan durian musangking, lebat daunnya. Tetapi belum berbuah. Alias masih berjanji, akan berbuah. Belum terbukti. Sedangkan sawo hanya kadang-kadang saja ada buahnya.

Dengan cara yang sama, banyak teori-teori yang mengajarkan kita untuk promosi, baik promosi diri mau pun promosi produk.
Semuanya baik dan perlu.
Tetapi promosi itu hanya akan menarik orang lain pada awalnya, hingga orang itu membuktikan, baguskah produknya? Benarkah kepribadian orang itu semenarik tampilan luarnya?

Ilustrasi lainnya, semua kado dibungkus dengan kemasan yang cantik. Tetapi harga sebuah kado, bukan dinilai dari bungkusnya, melainkan isinya. Kualitas kita dan produknyalah yang pada akhirnya akan menentukan, orang lain akan tertarik atau tidak.

Andrew Wommack bercerita, biaya untuk menayangkan acaranya di televisi sangat mahal. Pada awal-awal pelayanannya, terasa berat. Suatu ketika ada team yang menawarkan cara memperoleh dana pendukung. Andrew setuju untuk bertemu.

Saat team ini datang, mereka membukakan peta dunia. Menunjukkan bahwa acara Andrew bisa ditayangkan di berbagai belahan dunia. Lalu mereka menjelaskan strateginya dan bercerita tentang panti asuhan.

“Stop… Stop… Rasanya Anda salah. Organisasi kami tidak memiliki panti asuhan,” sanggah Andrew.

“Organisasi lain bla.. bla.. bla… (orang itu menyebutkan sederet nama organisasi terkenal), juga tidak memiliki panti asuhan. Tetapi dengan mengatasnamakan donasi untuk panti asuhan, disertai foto-foto pendukung beserta informasi bagus yang selaras, maka mereka mendapatkan donasi jutaan dollar dari berbagai penjuru dunia. Dengan uang itu, Anda bisa memberkati orang lain melalui acara TV. Sama saja kan? Hanya penggunaannya yang berbeda. Tujuannya baik.”

Andrew pun mengusir mereka keluar dari kantornya.
Andrew mengajarkan, bukan sekedar tujuan baik yang penting, tetapi juga cara dan sikap dalam mengerjakannya. Kita melakukan segala sesuatu dengan cara Tuhan – God’s Way. Segala sesuatu harus dilakukan berdasarkan Kasih. Tanpa kasih, apa pun yang kita lakukan, sia- sia belaka.

Bagi Tuhan, motivasi hati kita dalam melakukannya, lebih penting daripada sekedar perbuatannya yang seolah ‘baik’. Jangan menipu dengan dalih untuk kebaikan. Penipuan tetap penipuan!

Diperlukan Cara Ilahi Untuk Mencapai Tujuan Ilahi.

Promosi bisa membawa seseorang naik, tetapi karakterlah yang mempertahankannya tetap di ketinggian, ujar Zig Ziglar.

Sama seperti kebun kami, pada akhirnya, pohon kelengkeng yang benar-benar berbuah dan nikmat rasanya, yang menarik banyak orang. Yang terbukti, bukan sekedar janji!

Saya pun belajar dan bersyukur memiliki teladan yang baik.
Bagaimana dengan Anda?

You will recognize them by their fruit. Grapes are not gathered from thorns or figs from thistles, are they?

Anda akan mengenali mereka dari buahnya.  Anggur tidak muncul dari antara duri atau buah ara dari rumput duri, bukan?
 
YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK-
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

“Klise # 4 Tuhan yang memberi dan Tuhan yang mengambil.”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

“Klise # 4 Tuhan yang memberi dan Tuhan yang mengambil.”

Sebagian besar orang Kristen seharusnya tahu, bahwa Tuhan tidak membuat pernyataan ini. Namun demikian, banyak anak-anak Tuhan yang mengutipnya, bahkan lebih sering daripada mengutip ayat lainnya di dalam Alkitab. Kitab Ayub menjadi lebih penting daripada empat kitab Injil bagi kebanyakan orang. Mengidentifikasikan diri dengan penderitaan Ayub, tampaknya membawa penghiburan karena beberapa alasan.

Kebenaran dari masalah ini adalah Tuhan yang memberi dan iblis mengambil.
Yesus menyatakan bahwa pencuri datang untuk mencuri, membunuh dan membinasakan. Yesus datang agar kita memiliki hidup yang berkelimpahan! (Yohanes 10:10)

Sekali lagi, rupanya mereka yang menyaksikan atau mengalami kehilangan serta tragedi, ingin merasa dibenarkan dan diteguhkan dalam pengalaman pahit yang mereka alami.
Cara apa yang lebih baik lagi selain menyalahkan Tuhan?

Agar dapat pindah dari kegelapan kepada terang, kita harus memiliki pewahyuan tentang ciptaan baru dan perjanjian yang lebih mulia (the better covenant), yang dibuat berdasarkan janji yang lebih tinggi (Ibrani 8:6).
Perjanjian ikat janji kita dengan Allah, tidak didasarkan pada perbuatan, tetapi lebih pada karya penebusan Yesus di kayu salib. Tuhan memberikan Yesus kepada dunia, agar kematian tidak mencuri, membunuh dan membinasakan kita.

Tuhan selalu menjadi pemberi. Dia tidak bisa dicobai dengan kejahatan dan juga tidak menggoda siapa pun dengan kejahatan (Yakobus 1:13). Setiap pemberian yang baik berasal dari Tuhan (Yakobus 1:17).
Semua janji-Nya ya dan amin (2 Korintus 1:20).
Semua itu merupakan janji ilahi-Nya yang memungkinkan kita melepaskan diri dari kerusakan dunia (2 Petrus 1:2-4).
Dia memberi kita Anak-Nya dan telah memutuskan untuk memberikan kepada kita segala sesuatu secara cuma-cuma (Roma 8:32). Roh Allah tinggal di dalam kita sehingga kita dapat mengetahui hal-hal yang telah Dia berikan dengan cuma-cuma kepada kita (1 Korintus 2:12).
Jika kita mencari dahulu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, semua yang dibutuhkan akan ditambahkan kepada kita (Matius 6:33).

Daftarnya bisa terus dan terus berlanjut. Intinya adalah, Tuhan BUKAN PENCURI! Tuhan di pihak kita, janji-Nya hidup dan kuat. Satu-satunya hal yang membatasi antara kita dengan kehidupan yang berkelimpahan, adalah Injil klise yang kita percayai, yang mempromosikan fatalisme dan kepasifan. Daripada belajar untuk memerintah dalam hidup, banyak orang yang puas dengan mengatakan “apapun yang akan terjadi, terjadilah.”

[Repost ; “ClichĂ© #4 The Lord gives and the Lord takes away.”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra].

??YennyIndra??
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
?? MPOIN PLUS & PIPAKU ??
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Sudahkah Kita Hidup Seimbang?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Sudahkah Kita Hidup Seimbang?

Pelajaran kami saat ini: “Living In Balance” – Hidup Seimbang. Seperti biasa karena hobi saya bercerita, maka saya menuliskan apa yang saya pelajari dalam artikel ini.
Berkat yang saya terima, saya bagikan kepada teman-teman.

Greg Mohr, guru saya bercerita, pada tahun 1975, John Osteen, hamba Tuhan terkenal dunia, sakit jantung dan harus dioperasi. Saat dirawat rumah sakit menunggu jadwal operasinya, john mendengar Tuhan berkata,
“Pulanglah. Tidak perlu operasi. Aku akan menyembuhkanmu.”
Maka John Osteen pun taat. Dan dia sembuh secara supernatural.

Pada tahun 1986, jantung John Osteen bermasalah lagi. Kembali John Osteen ke rumah sakit.
Dan kali ini, John Osteen mendengar Tuhan menyuruhnya operasi. Maka dia pun operasi dan sembuh.

Banyak orang berkomentar,
“John Osteen tidak beriman. Dia operasi… Oh… “
Mereka terkejut dan kecewa. Seolah dunia bergoncang.

Padahal Iman timbul karena pendengaran, pendengaran akan perkataan Tuhan. John Osten mendengar dan taat pada apa yang Tuhan katakan. John Osteen beriman.

Ada orang yang menganggap kalau minum obat, ke dokter, operasi berarti tidak beriman. Itu salah!
Dokter adalah alat Tuhan untuk menyembuhkan kita juga.
Tuhan bisa menyembuhkan melalui cara supernatural mau pun yang natural.

Mengapa seolah heboh saat saya sembuh dari hipertiroid secara supernatural?
Tentu saja, kalau disuru pilih sembuh melalui supernatural atau operasi, tentu saya pilih supernatural.
Lebih hemat, tidak sakit dioperasi dan tidak menakutkan. Karena operasi selalu ada resiko.
Tetapi Tuhan bisa memakai keduanya.
Tidak berarti yang sembuh supernatural, imannya lebih besar. Ukuran iman semua orang sama.

Kuncinya: apa yang Tuhan katakan dalam situasi yang kita alami? Taatilah!

Kembali lagi yang terpenting adalah hubungan pribadi kita dengan Tuhan. Apakah kita senantiasa mengarahkan telinga kita kepada-Nya? Agar kita bisa mendengarkan suara-Nya dan taat.

Yang saya suka, guru-guru senantiasa mendorong kami belajar secara seimbang. Terutama Greg Mohr.
Meski kami sekolah di Charis, milik Andrew Wommack, kami didorong mendengar pengajaran banyak orang. Jangan hanya dengan kacamata kuda dan menganggap ini satu-satunya yang benar.

Tidak ada orang yang mendapatkan pewahyuan lengkap, kita perlu belajar pewahyuan orang lain juga.

Will Rogers mengatakan,
“Setiap orang bodoh di bidang yang berbeda.”
Jangan pernah menganggap diri kita yang paling benar, paling pintar, paling tahu atau paling yang lainnya….
Open-minded dan terbukalah…
Mungkin saja apa yang selama ini kita anggap benar, belum tentu 100% benar.
Coba mengerti apa pandangan orang lain, ujar Greg Mohr.
Saya pun belajar.

Bagaimana kalau kita mendengarkan pengajaran yang salah?
Greg Mohr mengajarkan, ibarat kita makan ikan, buang tulangnya dan santap dagingnya.

Itulah gunanya sekolah, kata Greg Mohr, kita paham kebenaran yang sesungguhnya dan sudah waktunya belajar memilah: mana yang daging dan mana yang tulang. 
Uji segala sesuatu, kata Tuhan.
Kita tidak sekedar menelan semua pengajaran atau memprotes yang tidak sesuai dengan pemikiran kita, tetapi kita uji secara dewasa, apakah ini sesuai Firman Tuhan?
Siapa tau ada harta karun yang kita tidak tahu selama ini?

Kembali lagi yang terpenting adalah hubungan pribadi kita dengan Tuhan.
Dia akan meluruskan jalan kita, sesuai janji-Nya.
Pertanyaannya:
Apakah kita senantiasa mengarahkan telinga kita kepada-Nya?

Sama-sama belajar yuk… Lebih berhikmat dan bijaksana.
Setuju?

Test all things; hold fast what is good. Abstain from every form of evil.

Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik. Jauhkanlah dirimu dari segala jenis kejahatan.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://instagram.com/mpoinpipaku.id?igshid=rjebfgas4dec

Or

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

“Injil Klise # 3 Tuhan mengizinkan kejahatan.”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

“Injil Klise # 3 Tuhan mengizinkan kejahatan.”

Salah satu jawaban paling mengerikan atas kejahatan dan penderitaan di dunia adalah “Tuhan mengizinkannya”.

Sekali lagi, Tuhan adalah pelaku atau pelengkap kejahatan terhadap kemanusiaan. Sistem kepercayaan seperti itu secara efektif menantang sistem peradilan masyarakat beradab mana pun.
Jika Tuhan mengijinkan kejahatan, hak apa yang kita miliki untuk menghukum pelaku kejahatan?
Apa yang Tuhan ijinkan untuk tujuan ilahi-Nya sendiri harus dirayakan, bukan dikriminalkan. Untuk beberapa alasan, omong kosong ini masuk akal bagi beberapa pemikir religius.

Kebenarannya adalah Tuhan TIDAK mengijinkan dosa dan kejahatan masuk ke bumi. Manusia mengijinkannya.
Tuhan menciptakan manusia menurut gambar-Nya sendiri dan memberi manusia kekuatan untuk membuat pilihan. Segala sesuatu yang Tuhan ciptakan itu baik. Tidak ada dosa, tidak ada kematian, tidak ada penyakit, tidak ada perang, tidak ada bencana alam dan tidak ada penderitaan dalam ciptaan Tuhan. Tuhan secara khusus memberi tahu Adam dan Hawa untuk TIDAK makan dari Pohon Pengetahuan tentang yang Baik dan Jahat. Dia tidak mengijinkan kejahatan.

Kita harus mengerti bahwa sifat Tuhan itu baik. Segala sesuatu memiliki satu Sumber, yaitu Tuhan.

Kejahatan terjadi karena tidak adanya kebaikan. Kejahatan merupakan konsekuensi yang timbul karena melepaskan diri dari Tuhan. Tuhan tidak pernah menghendaki ciptaan-Nya hidup terpisah dari-Nya. Yesus menyatakan bahwa Dia tidak dapat melakukan apapun kecuali apa yang diterima-Nya dari Bapa-Nya (Yohanes 5:19). Allah Bapa merupakan teladan kita.
Jika tidak melekat pada Pokok Anggur, artinya kita memilih konsekuensi dari sikap mandiri, -memisahkan diri dari Tuhan-, yaitu mengalami kerusakan.

Dosa masuk ke dunia melalui manusia, bukan melalui Tuhan.
(Roma 5:12).
Apa yang Tuhan inginkan bagi manusia, supaya manusia memilih hidup dan bergantung pada-Nya. Jika manusia memilih kegelapan dan kematian, Tuhan akan tetap menghormati keputusan itu, tetapi Dia tidak bertanggung jawab atas sakit hati dan penderitaan yang akan terjadi sebagai akibat dari keputusan tersebut.

Tuhan tidak mengijinkan kejahatan. Tetapi Dia mengijinkan manusia untuk memilih: bergantung atau mandiri, dan Tuhan akan menghormati keputusan itu. Kejahatan adalah kesalahan manusia, bukan kesalahan Tuhan.

[Repost ; “ClichĂ© #3 God allows evil”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 247 248 249 250 251 308