Category : Articles

Articles

Doa Sudah Lama Belum Juga Terjawab? Mungkin Ini Penyebabnya!

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Doa Sudah Lama Belum Juga Terjawab? Mungkin Ini Penyebabnya!

Alkisah Hiduplah Raja Ahab yang kaya raya dan istrinya Izebel, yang dominan, seorang penyembah berhala.
Mereka tidak takut akan Tuhan.
Pada suatu hari, datanglah Elia. Dia diutus Tuhan untuk menyampaikan kabar yang tidak menyenangkan kepada sang raja.

“Sesungguhnya, tidak akan ada embun atau hujan yang turun pada tahun-tahun ini, hingga kukatakan.”

Sungguh bencana yang mengerikan akan terjadi. Elia mengambil resiko besar untuk menyampaikan hal ini. Bisa saja raja marah dan membunuhnya.

Tuhan tidak menjanjikan apa pun pada Elia, sampai dia menaati perintah-Nya, menyampaikan berita kekeringan kepada raja Ahab.
Lalu Tuhan memerintahkan Elia,
“Pergilah dari sini, berjalanlah ke timur dan bersembunyilah di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan. Engkau dapat minum dari sungai itu, dan burung-burung gagak telah Kuperintahkan untuk memberi makan engkau di sana.”

Tuhan Mengirimkan burung gagak terlebih dahulu, agar Elia tahu di mana persediaan itu disiapkan.
Terbukti, setiap pagi dan petang burung-burung gagak membawa roti dan daging kepadanya, dan ia minum dari sungai itu.

Di Sana, tempat yang tepat yang ditentukan Tuhanlah, di mana penyediaan Tuhan tersedia.
Artinya, kita harus mengikuti tepat seperti apa yang Tuhan kehendaki.

Perhatikan, persediaan TIDAK mendatangi Elia di mana dia BERADA saat itu. Elia yang harus Taat mengikuti arahan Tuhan, melangkah, dan di sana, apa yang dibutuhkan sudah disiapkan.
Bukan separuh taat lalu di mixed dengan cara kita, 100% cara Tuhan. Tunduk, taat sepenuh hati.

Andrew Womack menekankan, sebelum kita menaati perintah Tuhan, penyediaan TIDAK ditemukan. Persediaan ada DI SANA.

Sungguh luar biasa bagaimana burung gagak rutin membawakan roti untuk makanan Elia, pagi dan petang, lalu dia minum dari air di Sungai Kerit.
Secara akal mustahil, tetapi bagi Allah tidak ada yang mustahil.
Tetapi perintah untuk bersembunyi muncul, SETELAH Elia menaati dulu perintah mengabarkan kekeringan pada Ahab.

Saya merenung.
Acapkali saya tidak juga mendapat jawaban doa, meski sudah meminta hingga jungkir balik.
“Mengapa Tuhan, Engkau tidak menjawab doaku?”

Yang tidak saya sadari, sesungguhnya Tuhan sudah memerintahkan saya untuk mengambil langkah pertama, – seperti kasus Elia, menyampaikan berita kekeringan-, tetapi saya terlalu takut pada resikonya.
Saya diam di tempat.
Tuhan pun menunggu… Hingga saya bergerak menaati-Nya, barulah arahan berikutnya datang.

Ini rumus saat berhubungan dengan Tuhan.
Dia tidak akan menjelaskan apa yang akan terjadi A hingga Z di awal. Otak kita yang sebesar kacang, tidak akan memahaminya.
Kita harus mengikuti-Nya langkah demi langkah.
Dan setiap langkah merupakan suatu mukjizat, peningkatan serta pengenalan kita kepada Allah meningkat.

” Tetapi Bu Yenny, saya tidak mendapat perintah apa pun dari Tuhan…”

Jika saja kita sungguh-sungguh mencari Dia melalui doa, firman dan perenungan akan Firman-Nya, tentu kita akan mendengar suara-Nya.
Dia Allah, Dia akan membuat kita mengerti dengan cara-Nya yang unik dan spesial untuk masing-masing kita.
Masalahnya, kerap kita tidak fokus, terlalu memperhatikan suara-suara di sekitar kita dan lebih mempercayai pendapat-pendapat orang-orang yang kita anggap ‘penting, hebat dan keren’ sehingga mengabaikan suara-Nya.

Dari pengalaman saya pribadi, setiap kali salah mengambil keputusan atau tertipu, sesungguhnya hati nurani sudah memberi insting, ini gak benar. Tidak damai.
Tetapi logika menepis ya dengan berbagai alasan.
“Untungnya gede lho… Kapan lagi?”
“Ini pendapat pakar yang berpengalaman… Gak mungkin salah.”
Dsb.
Insting, perasaan tidak sejahtera itulah suara Tuhan yang berusaha memandu kita.

Itulah sebabnya sekarang saya berprinsip, kalau ragu-ragu, lebih baik tidak.
Kalau tidak ada damai sejahtera, tunda dulu. Tanya lagi pada Tuhan sampai benar-benar yakin bahwa ini memang kehendak-Nya. Menghindari ribuan masalah yang tidak perlu.


Tetapi sesudah beberapa waktu, sungai itu menjadi kering, sebab hujan tiada turun di negeri itu.
Maka datanglah perintah TUHAN kepada Elia:
“Bersiaplah, pergi ke Sarfat yang termasuk wilayah Sidon, dan diamlah di sana. Ketahuilah, Aku telah memerintahkan seorang janda untuk memberi engkau makan.”

Elia tetap berada di Sungai Kerit, melakukan tugas hariannya. Hidup normal, hingga muncul perintah berikutnya. Namun Elia terus membangun hubungan yang dekat dengan Tuhan dengan sikap awas serta waspada.
Sehingga ketika perintah berikutnya muncul, Elia langsung menangkapnya.
Demikian terus menerus terjadi, hingga kekeringan berakhir.

Prinsip sederhana ini menggugah saya untuk mengevaluasi kembali hubungan saya dengan Tuhan.
Allah itu tidak pernah berdusta. Janji-Nya YA dan AMIN.
Kalau saya tidak mendapat jawaban, kesalahan pasti bukan di pihak Tuhan, melainkan di pihak saya.
Setelah saya mempelajari prinsip ini, saya sadar… Ternyata saya belum taat dan melangkah…

Bagaimana dengan Anda?

The moment we recognize our complete weakness and our dependence upon Him will be the very moment that the Spirit of God will exhibit His power.”— Oswald Chambers

Saat kita menyadari kelemahan kita sepenuhnya, ketergantungan kita kepada-Nya akan menjadi saat dimana Roh Allah akan menunjukkan kuasa-Nya.”— Oswald Chambers

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

“Tiga Dimensi Anugerah.”

“Tiga Dimensi Anugerah.”

“Oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.”
Roma 3:24 (TB).

Anugerah, kasih, dan belas kasih Tuhan bekerja untuk kita bahkan sebelum kita lahir. Ini adalah anugerah kasih karunia dalam bentuk kata ‘Past Tense’ dalam Bahasa Inggris, artinya menggambarkan yang sudah terjadi di masa lampau.

Sebelum adanya waktu dan penciptaan, Tuhan sudah melihat ke depan untuk memberikan ‘hari depan yang penuh harapan’ (Yeremia 29:11).
Melalui kematian Yesus di kayu salib, pembenaran atau anugerah kasih karunia telah diberikan kepada semua orang. Pintu anugerah dibuka untuk umat manusia.
Semua orang bisa masuk ke dalam kasih karunia yang telah disediakan sebelum dunia dijadikan.

“Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.”
2 Korintus 12:9 (TB).

Kasih Karunia-Nya Saat Ini adalah penyediaan dan kekuatan-Nya untuk setiap kebutuhan yang kita miliki saat ini.
Itu adalah bahan mentah yang darinya kita dapat masuk dengan iman ke dalam keselamatan dan menuai kehidupan yang berkemenangan.
Semua janji Tuhan adalah ‘YA’ dan ‘AMIN!’.
Kasih karunia-Nya cukup untuk hari ini.
Belajarlah menerimanya. Hikmat Tuhan mengajarkan bagaimana cara kita mengaktifkan penyediaan-Nya di dalam setiap area kehidupan kita.

“Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus.”
1 Petrus 1:13 (TB).

Lebih banyak lagi anugerah kasih karunia yang akan dicurahkan! Ada Dimensi Masa Depan bagi anugerah Tuhan. Gunakanlah kasih karunia hari ini untuk tetap teguh sampai akhir, karena lebih banyak lagi anugerah kasih karunia yang sedang dalam perjalanan.

Ketika kita dapat memahami tiga dimensi kasih karunia, maka kita dapat lebih memahami dimensi kebenaran, pengudusan, pengampunan bahkan kesembuhan.
Apa yang telah dilakukan Yesus di kayu salib 2.000 tahun yang lalu dapat diakses dengan iman di sini dan saat ini, dan masih banyak lagi yang akan datang.

Apa yang akan kita lakukan dengan anugerah kasih karunia Tuhan?

[Repost ; “The Three Dimensions of Grace”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra].

Read More
Articles

Mau Hidup Dalam Anugerah-Nya? Ini Rahasianya

Seruput Kopi Cantik

Yenny Indra

Mau Hidup Dalam Anugerah-Nya? Ini Rahasianya!

Beberapa hari lalu saya post kisah bagaimana kami diberkati Tuhan dengan diberikan sahabat seperti P. Henry ‘MacGyver’ dan Rosita.
https://yennyindra.com/2021/01/tuhan-mengirimkan-makaikat-nya-mau-dengar-ini-kisahnya/

Komentar pun berdatangan.
“luar biasa bu .. sangat inspiratif sampai melok terharu bacanya ..
makasih .. Luar biasa Tuhan kita ,” ujar Fanny.

“Yen bahagia sekali ya…Tuhan selalu menganugerahi segalanya serasa ga percaya ya… karena Yenny sudah memprioritaskan Tuhan jadi yang utama,” kata Bu Lewi.

“A piece of heaven on earth”, Lip Khun berkomentar.

“Wow.. luar biasa sharingnya.
Berjalan dalam anugrah Tuhan setiap hari,” Arum pun terinspirasi,
“Semoga hari ini aku menjadi “malaikat” buat orang lain”.

Vonny bertanya bagaimana cara P. Henry & Rosita berbisnis dan dalam kesehariannya sehingga bisa menjadi orang yang serba bisa dan sukses pula.

Suk Dhing ingin minta resep bubur ikan, saya perkenalkan dengan P. Henry & Rosita. Tidak hanya dapat resep bubur, tapi plus bonus resep Ayam Rebus P. Henry yang TOP abis!

“Memang benar-benar malaikat penolong”, komentar Suk Dhing.

Mengapa saya perlu menulis spesial kebaikan P. Henry dan Rosita?

  1. Tulis di atas batu, jangan sampai terhapus, kebaikan yang kita terima.
    Wajib jadi pribadi yang selalu ingat budi baik orang lain.
  2. Kebaikan itu menular.
    Terbukti tidak hanya saya yang diberkati, teman-teman lain terinspirasi ingin menjadi seperti P. Henry & Rosita.
    Bahkan dapat resep rahasianya pula.

Di jaman yang semua dinilai dengan uang dan materi, teman yang baik dan tulus itu sungguh langka.
Mari kita belajar menjadi yang langka itu, sehingga ‘mahal’ harganya & limited edition.

Saya pun makin terpukau dengan kebaikan Tuhan dalam hidup kami sekeluarga. Tuhan baik dan sangat baik.
Yang tidak terpikirkan, Tuhan sediakan. ‘Malaikat’ dan hal-hal baik yang tak terbeli dengan uang, Tuhan sediakan dengan sangat berkelimpahan.

Melintas dalam ingatan ungkapan Barry Bennett,
Kalau kita hidup dalam anugerah-Nya, hidup kita jadi demonstrasi kebaikan Tuhan”

Dan itu terbukti.

Apa arti Anugerah atau Grace?
Grace is “the love and mercy given to us by God because God desires us to have it, not necessarily because of anything we have done to earn it.

Anugerah adalah “kasih dan belas kasihan yang diberikan Tuhan kepada kita karena Tuhan menghendaki kita untuk memilikinya, *bukan* karena apa pun yang telah kita lakukan untuk mendapatkannya.

Anugerah Tuhan diberikan kepada semua manusia dengan gratis…tis…tis…tis.
Bukan karena kita melakukan sesuatu!

Kalau memang gratis dan diberikan kepada semua manusia, mengapa tidak semua orang hidup dalam berkat-Nya?
Karena anugerah itu harus diterima atau direspon melalui iman.

Iman inilah yang harus dibuktikan.

Kuncinya:
Keselamatan diberikan gratis sebagai anugerah Tuhan bagi semua manusia, direspon dengan iman.

Anugerah itu apa saja?
Kemakmuran, kelimpahan, kesehatan, kesembuhan, damai sejahtera, sukacita, otoritas-Nya dsb.
Intinya, ‘anugerah’ adalah persediaan, kekuatan dan otoritas yang diberikan-Nya untuk menaklukkan segala kekuatan musuh.
Apa pun yang dibutuhkan manusia dalam hidup, sudah disediakan Tuhan lengkap untuk kita miliki.

Anugerah ini bisa berkurang dan dilipatgandakan.
Siapa yang menerima lebih banyak anugerah dari Tuhan?
Yang rendah hati.

Tuhan memberikan anugerah kepada orang yang rendah hati.

Apa arti rendah hati?
Sepakat dengan perkataan Tuhan dan bergantung sepenuhnya kepada-Nya.

Orang yang rendah hati adalah mereka yang tidak mempromosikan diri sendiri, bersedia memberikan nyawanya bagi orang lain, yang berusaha untuk melayani dan bahkan tetap anonim alias melakukannya tanpa mencari pujian.
Tuhan memberikan lebih banyak anugerah, lebih banyak kekuatan, persediaan dan otoritas bagi mereka yang rendah hati.

Tapi, Tuhan menolak orang sombong!
Dengan kata lain, kesombongan adalah penghalang untuk penyediaan Tuhan dan membuat anugerah berkurang

Kesombongan yang ditentang Tuhan adalah orang yang angkuh dan mereka yang berusaha untuk berada di atas orang lain. Mereka adalah orang yang tidak bersedia melayani, memberi, mengampuni dan berkorban untuk orang lain. Bergantung pada kekuatannya sendiri.

Apa tantangan saat belajar menjadi rendah hati?
Mengalahkan ke”aku”-an, sifat egois, dan menundukkan jiwa (pikiran, emosi serta kehendak) kita, pada Tuhan.

Ini benar-benar tidak mudah. Tidak bisa dilakukan dengan kekuatan kita sendiri.
Satu-satunya cara adalah menyerahkan hidup kita kepada Tuhan Setiap Hari agar ditundukkan kepada kehendak-Nya!

Bukan aku lagi yang hidup, tetapi Tuhan yang ada didalamku, yang mengendalikan hidupku.

Ibarat tangki yang berisi anugerah, semakin kita tunduk dan taat kepada-Nya, saluran pipa yang mengalirkan stok anugerah makin besar dan makin lancar tentunya.
Anugerah pun mengalir deras….

Ingat tangki, ingat Tangki MPOIN ya… 🙂
Ingat pipa, ingat PIPAKU & MPOIN Anti Timbal wkwkwk …🙂

Jika saya yang masih awal hidup dalam anugerah-Nya saja sudah terpukau dan terkagum-kagum dengan kebaikan-Nya, apalagi jika kita bisa mendapatkan lebih banyak lagi anugerah-Nya…..
Yang dikomentari teman-teman berkat luar biasa, itu masih yang level awalnya anugerah..
Saya sadar sekarang!

Tak terbayangkan….
Betapa kita bisa sungguh-sungguh menikmati surga di bumi, seperti yang dikehendaki Tuhan sejak awal penciptaan manusia, jika kita hidup dalam kepenuhan anugerah-Nya. Full.
Wow…..
Heaven on earth!

Mau?
Belajar sama-sama yuk….

God has saved you only because he himself is so very kind. He has saved you because you believe him. You could not save yourselves, but it is God’s gift to you.

Tuhan telah menyelamatkan kita hanya karena Dia sangat baik. Dia menyelamatkan, karena kita percaya kepada-Nya. Kita tidak bisa menyelamatkan diri sendiri, tetapi itu adalah pemberian Tuhan untuk kita.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

seruputkopicantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Sentuhan Kasih Allah Yang Lembut….

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Sentuhan Kasih Allah Yang Lembut….

Sudah lebih dari 3 bulan terakhir saya pasang status di WA. Mixed antara artikel baru dan artikel lama. Ternyata banyak teman-teman yang suka.
Jadi saya rutin pasang status. Bahkan hari minggu saya biasa libur post renungan, status tetap ada.

Tgl 23 Oktober pagi saya pasang status. Anehnya, link artikel yang saya pilih sesuai urutan, tidak bisa di KLIK.
Berkali-kali saya ulang, gagal terus.
Akhirnya saya memutuskan untuk ganti artikel saja.
Jadilah saya post artikel tentang Lonely.

“Terimakasih banyak bu, untuk renungannya setiap hari sungguh menguatkan saya,” ujar Bu Elizabeth,
“Kebetulan sekali hari ini saya berulang tahun
dan renungannya “Lonely”
koq bisa ya? Saya yakin, semua tidak ada yang kebetulan. Tuhan memberkati ibu dan semua keluarga sehat dan bahagia selalu. Kiranya tulisan-tulisan ibu dpt memberkati dan menguatkan banyak orang, seperti saya juga.”

Nyesss…. Terharu sekali.
Ternyata Tuhan sedang berbicara dan mengungkapkan kasih-Nya pada Bu Elizabeth.
Very personal…

Lagu: Allah mengerti… Allah peduli…
Segala persoalan yang kita hadapi,
Tak akan pernah dibiarkannya,
Ku bergumul sendiri,
Sebab Allah mengerti…

Segera saya minta Ivana, menantu saya, mengirimkan tart cake buatan perusahaannya, Sweet_O_Treats.


Pada tanggal 7 Juli 2021 chat masuk,
“Selamat pagi Bu Yenny, saya Elizabeth, istrinya Hanyono Rusli. Suami saya sudah dipanggil Tuhan kemarin pagi.
Terimakasih untuk tulisan Bu Yenny yang memberkati kami tiap hari. Tuhan memberkati.”

OH… Sungguh mengejutkan.
P. Hanyono Rusli, kepala cabang di BCA, di sana saya mengenal beliau. Berlanjut dengan rutin saya mengirimkan artikel Seruput Kopi Cantik.
Tanpa dinyana, begitu cepat beliau pulang ke rumah Tuhan.

Melalui chat ini, saya berkenalan dengan Bu Elizabeth.
Sharing, saling menyapa dengan berbagai cerita dan komentar menanggapi Seruput Kopi Cantik.

“Saya dulu mengenal suami saya di BCA. Dia tidak kenal Tuhan, namun sebelum menikah memutuskan untuk terima Tuhan. Kami menikah thn 1997, dianugrahi 3 orang putra. Selama ini kehidupan kami bahagia. Bisa pelayanan di gereja, komsel, bahkan anak kami juga sudah belajar melayani.
Tetapi mengapa suami saya begitu cepat di panggil Tuhan.
Sebagai orang percaya saya hanya bisa berserah pada kehendak Tuhan, tetapi sebagai manusia, saya belum bisa memahami semua ini, apa yang Tuhan mau lakukan dalam hidup saya.. . “

“Bu, bukan kehendak Tuhan P. Hanyono meninggal. Penyakit, malapetaka dan semua hal buruk dari si iblis karena dunia sudah jatuh dalam dosa. Adam menyerahkan otoritas dunia ini ketika tunduk pada tipuan iblis untuk makan buah pohon pengetahuan baik dan jahat,” saya berusaha menjelaskan prinsip yang dipelajari di Sekolah Charis,
“Tidak semua hal bisa kita mengerti sekarang, apalagi dengan otak kita yang terbatas. Satu hal yang saya tahu, Tuhan tidak pernah meninggalkan mau pun membiarkan kita. Ketika kita bersedia menyerahkan apa yang tidak kita mengerti kepada-Nya, Tuhan akan mengubah halangan yang dirancang si iblis, untuk diubah menjadi kebaikan bagi masa depan kita. Syaratnya, kita mengasihi Tuhan dan terpanggil sesuai dengan rencana-Nya.”

Ada hal-hal yang tidak kita mengerti sekarang tetapi kita harus bersikap:

Don’t let what you don’t know influence what you do know, – Jangan biarkan apa yang tidak kita mengerti, mempengaruhi apa yang kita mengerti, yaitu Allah mengasihi kita, setia dan Dia tidak pernah berubah, baik dulu, sekarang mau pun selamanya, ” ujar Andrew Wommack.

Kerap dari pengalaman ‘buruk’ yang kita alami, lamaaa setelah itu… Saat menoleh ke belakang, ternyata ada berkat yang tersembunyi di belakangnya – blessings in disguise.

Tidak semua hal kita bisa mengerti sekarang, tetapi beranikah kita memilih mempercayakan hidup kita kepada-Nya?
Itulah iman, percaya sebelum melihat.

Pewahyuan yang saya terima akhir-akhir ini adalah kesadaran bahwa Saya Bukan Tuhan.

Artinya, begitu banyak hal-hal yang terjadi diluar kendali saya.
Teman-teman yang pulang ke rumah Tuhan secara mendadak, mengingatkan saya:
Nikmati hidup hari lepas hari. Kesusahan sehari, cukuplah untuk sehari.

Prinsip ini ternyata membuat hidup jauuuh lebih enteng.
Yang gak bisa, serahkan Tuhan. Yang masih jauh ke depan, sudah gak usah dipikirin berat-berat.
90% kekuatiran kita tidak pernah terjadi.

Tuhan sudah berjanji, Dia tidak pernah membiarkan atau meninggalkan kita. Dan rancangan-Nya adalah rancangan damai sejahtera, untuk memberikan hari depan yang penuh harapan.
Burung pipit saja dipelihara Tuhan, apalagi kita.
Percayalah!
Tuhan itu pencipta alam semesta, kalau kita benar-benar berjalan bersama-Nya, langkah demi langkah, apa sich yang sulit or mustahil? Dia Allah yang bertanggung jawab dan selalu bisa diandalkan.

Setuju?

Humble yourselves, therefore, under God’s mighty hand, so that in due time He may exalt you. Cast all your anxiety on Him, because He cares for you.

Rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya. Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Shaping Your Future.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Shaping Your Future.

“Membentuk Masa Depan Anda,” judul buku terbaru Barry Bennett. Buku-buku Barry senantiasa memberi wawasan dan meningkatkan pemahaman yang baru.

Benih… Atau biji.
Mangga, misalnya.
Kerap saya hanya melihat, “Yach… Cuma biji mangga..”

Tetapi sesungguhnya biji itu berpotensi menjadi pohon mangga yang besar, subur dan berbuah lebat.
Biji yang hanya 1, bisa menghasilkan ratusan bahkan ribuan buah mangga yang lezat.
Hebatnya lagi, setiap musim mangga, pohon itu tidak lalai menghasilkan buahnya.

Papa mertua saya membawakan bibit mangga gadung Probolinggo, di tanam di rumah kami di Solo. Hingga sekarang 23 tahun papa sudah pulang ke surga, pohon mangga itu tetap menghasilkan buahnya.
Keren ya?

Itulah gambaran berkat yang disediakan Tuhan bagi kita: berupa benih.
Nach masalahnya, ada pada diri kita sendiri.
Apakah kita melihat 1 benih mangga ini dengan sebelah mata, lalu membuang ya ke tong sampah… Atau kita menanam dan merawat ya dengan telaten hingga beberapa tahun kemudian kita bisa panen mangga?
Bisa saja kita jadi juragan mangga lho!

Seorang visioner yang bisa melihat potensi biji mangga untuk kelimpahan di masa depan.
Sebaliknya, pikiran picik, hanya bisa melihat sebutir benih biji mangga yang tidak menarik.
Cara kita melihatlah yang menentukan takdir kita kelak: jadi juragan mangga atau tetap tidak punya apa-apa karena biji mangga endingnya di tong sampah.

Tuhan itu Allah yang adil, memberi semua orang benih yang sama, yang tersimpan di dalam Firman-Nya.
Setiap orang memiliki resources, sumber, yang sama. Punya kesempatan untuk mengakses seberapa banyak pun yang kita mau. Setelah mengakses, dipraktekkan atau tidak?
Tidak sedikit orang yang sangat bangga dengan banyaknya pengetahuan yang dimilikinya. Kalau membahas sesuatu, sangat detail, lengkap dan membuat banyak orang terpesona.
Namun tanpa dipraktekkan, tidak ada hasilnya.

Kita bisa membahas tentang mangga dari A sampai Z, berbagai varian serta keunikannya, potensi bisnisnya bla… Bla.. Bla… Tetapi kalau bijinya tidak ditanam dan dirawat, maka sampai kapan pun tidak akan berbuah.
Masalahnya ada pada diri kita: tindakan apa yang kita lakukan?

Tanah di mana benih mangga itu ditanam, yang membedakan hasilnya. Bisa 30, 60 atau 100 kali ganda.
Tanah itu menggambarkan hati kita. Sikap dan pemikiran kita.
Tidak ada orang yang menanam biji mangga hari ini, lalu mau panen besok.
Biji butuh waktu untuk bertumbuh, berproses hingga menghasilkan buahnya.

Apa yang kita lakukan saat menunggu, menentukan nasib dan takdir kita di masa depan.
Jika pohon mangga dicuekin, bisa tumbuh tapi tidak subur, atau mati dalam perjalanannya.
Sebaliknya jika dirawat dengan telaten, daun-daunnya dikurangi saat hendak berbuah, tentunya nutrisi yang diterimanya sekarang fokus untuk menghasilkan buah. Saat buah mulai membesar, perlu dibungkus, supaya kelelawar tidak lebih dulu mengkonsumsinya. Perawatan yang bagus, memperbesar potensi panen yang berlimpah.

Demikian pula hubungan kita dengan Tuhan.
Apa yang kita lakukan saat menanti jawaban doa terealisasi sangat menentukan hasilnya.
Kata-kata yang meluncur dari mulut kita ketika kita secara kasat mata melihat kemungkinan apa yang kita doakan tidak terealisasi, menentukannya.
Tetapkah kita beriman, percaya lalu berdiri teguh di atas janji-janji-Nya?
Atau justru berkompromi dan berusaha merealisasikannya dengan cara kita sendiri?
Di sinilah ujian iman kita dimulai.
Apa yang sungguh-sungguh kita percayailah yang akan kita lakukan.

Ada sebuah kisah yang diceritakan Joel Osteen yang kerap muncul di saat-sat genting hidup saya.
Ini dia ceritanya:

Pada suatu ketika dalam sebuah peperangan, sekelompok tentara Amerika terdesak oleh serangan musuh. Mereka pun lari tercerai-berai.

Seorang tentara muda lari ke bukit yang banyak gua-guanya.
Dia memilih masuk ke sebuah gua sambil terus berdoa minta perlindungan Tuhan.
Ketika itu dia melihat dari kejauhan, laba-laba membuat sarangnya di pintu gua.

“Yach Tuhan…. Saya itu butuh perlindungan yang kuat. Tentara musuh mengejar…. Koq hanya laba-laba yang ada di sana,” dalam hati si tentara mengeluh.

Terdengar suara langkah-langkah tentara musuh memasuki gua-gua yang ada. Pada mulanya terdengar masih jauh, makin lama makin mendekat. Sang tentara muda menahan nafasnya, hatinya berdebar-debar ketakutan sambil terus berseru kepada Tuhan.
Sekarang suara langkah makin keras terdengar, tanda sedemikian dekatnya, mungkin sudah di pintu gua.

“Tidak usah masuk ke sini. Tidak mungkin ada orang yang bisa masuk tanpa merusak sarang laba-laba yang sedemikian tebalnya …”

Akhirnya, perlahan-lahan langkah tentara musuh kian menjauh. Dan tentara itu pun selamat.

Jalan Tuhan selalu unik. Kerap berbeda dengan apa yang kita pikirkan.
Saya belajar, semustahil apa pun situasinya, tetap jaga perkataan, iman, harapan kita dan tetap lakukan apa yang kita ketahui, sebagai kehendak Allah bagi kita saat itu.

Orang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik, dan orang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaan yang jahat. Karena yang diucapkan orang, meluap dari dalam hatinya.

Pikiran, perkataan, tindakan dan sikap kita adalah benih.
Benih yang diaktifkan dengan iman, didasari oleh firman Tuhan akan menciptakan masa depan yang penuh harapan, sesuai janji Tuhan.

Hati kitalah sumber sesungguhnya masa depan kita.
Karena hati yang memilih apakah kita hidup berdasarkan kebenaran Tuhan atau hidup menurut cara dunia.

Pertanyaannya:
Apa yang tersimpan di hati kita?

If you change the way you look at things, the things you look at change. – Wayne Dyer.

Jika Anda mengubah cara Anda melihat sesuatu, hal-hal yang Anda lihat akan berubah. – Wayne Dyer.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 209 210 211 212 213 314