Category : Articles

Articles

Apa Yang Paling Berharga Dalam Hidupmu?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Apa Yang Paling Berharga Dalam Hidupmu?

Demikian pertanyaan yang dilontarkan dalam video yang dikirimkan oleh P. Dani.

“Nama Baik. Dan Nama Baik diperoleh karena kita bisa dipercaya. Pada akhirnya karena kita punya Nama Baik, kemudahan-kemudahan diperoleh dalam hidup kita, sehingga membuat kita berhasil.”

“Setuju pakai Banget, P. Dani… Itu nasehat dari orangtua saya”

“Iya, sama. Nasehat orangtua saya juga begitu.”


Inilah nasehat yang diberikan papa saat saya menikah.
” Orang dagang modal utamanya Nama Baik. Harus jaga kepercayaan. Papa beri modal gak banyak tetapi kalau bisa dipercaya, modal kita menjadi tak terbatas. Orang akan berlomba-lomba kasi barang,” demikian nasehat papa.

Itu yang P. Indra dan saya pegang. Karena hati-hatinya, hingga kami punya 2 cabang, masih gak berani membangun rumah. Padahal kami sudah diberi tanah yang kami beli secara mujizat oleh Tuhan.
Why?
Membangun rumah artinya duit mati. Kami mau memastikan, selalu punya cadangan uang yang cukup untuk bayar Cash atau bahkan indent, supaya bisa dapatkan harga yang bersaing. Waktu kenaikan harga, kerap ditantang indent dulu agar dapat harga lama. Berapa pun tantangannya, kami berani, klo ada cash money.
Dengan memiliki cadangan yang cukup, itu kesempatan meraih keuntungan.

Sementara saat membangun, baik rumah atau pun gudang, biasanya biaya lebih besar daripada yang direncanakan. Kami jaga betul-betul, jangan sampai uang dagangan, tersedot dipakai untuk keperluan pribadi.

“Wajib punya simpenan. Dagang itu tidak tentu. Apa pun yang terjadi, hutang jatuh tempo, mesti sanggup bayar. Pas pasaran sepi bagaimana? Karena itu mesti punya uang simpenan. Itu modalnya orang dagang, bisa dipercaya orang,” ujar papa dengan bahasanya yang kuno.

Konon jaman papa muda, hutang gak pakai catatan, sekedar omongan, tetap beres. Karena saling menjaga kejujuran. Penuh integritas. Jaman sekarang, ya raib tak berbekas…

Sesungguhnya, jika saja kita bayar hutang 1-2 hari SEBELUM jatuh tempo, langsung dapat predikat customer yang excellent. Padahal beda 1-2 hari sesungguhnya ga terlalu berarti bagi kita, tapi langsung dapat predikat excellent. Kunci sukses ternyata sederhana ya?

Terbiasa menuruti nasehat papa, biasanya saat order kue, atau barang lain dengan teman, saya transfer duluan.
Biar gak lupa. Satu beban hilang. Tinggal tunggu dikirim.

Sekian tahun lalu, mesti punya berbagai macam kartu kredit, discount untuk makan di berbagai resto lumayan sekali…
Setiap punya kartu kredit, sebelum diaktifkan, wajib punya tabungan dan diatur debet otomatis.
Kalau terlambat bayar, bunga kartu kredit astaga mahalnya. Lebih aman. Tinggal staf yang cek billing dan pembayarannya.
Risih rasanya klo sampai ditagih-tagih hutang.
Sekarang sudah banyak yang ditutup. Sudah gak ada discount-discount menarik lagi. Percuma.

Dan bersyukur sekali, saya dipercaya teman-teman.
Kerap teman-teman bilang, “Sudah gampang… Nanti saja transfernya. Klo sama Bu Yenny saya gak kuatir… “
Hahaha…. Kehormatan itu!

“Udah cici… Transfernya kapan saja,” kata Monica, upline di AFC. Saya beli untuk konsumsi sendiri. Tapi saya tetap memilih segera transfer.

“Jangan berhutang, klo berhutang, jadi budak yang menghutangi,” kata Raja Salomo.

Nach ada toko kue langganan saya di Surabaya, yang gak mau klo ditransfer duluan.
Kan ada ongkir, jadi saya mesti tunggu kabar berapa ongkirnya, supaya transfernya plus ongkir.
Ini unik sekali.
Saya kerap order kirim ke teman-teman di luar kota.
P. Santoso, sang pemilik, selalu bilang,” Gampang B.Yenny.” Padahal hingga hari ini saya belum pernah bertemu muka dengan beliau.

Saya pernah kelupaan, gak ditagih juga.
Pas ingat, kaget saya… Segera WA,
“P. San, sudah dikirim? Saya mesti transfer berapa?”
“Sudah, bu…” Tapi tagihan Gak langsung dijawab lho!
Jawabannya masih beberapa hari pula…
Bayangin, yang punya hutang justru mesti ngejar mau transfer.
“P. San, tolong saya diingetin. Sungkan punya hutang.”


Suatu ketika, kami lihat ruko. Putri saya tertarik.
Omong punya omong, ternyata pemiliknya kenal baik dengan teman baik kami.
“Silakan tanya tentang kami kepada P. Setiawan,” kata P. Indra.

“Klo sama P. Indra, saya jamin… Gak usah kuatir soal keuangan,” kata pemilik ruko menirukan jawaban P. Setiawan.

Nama baik terbukti membuat jalan hidup kita jadi jauh lebih mulus. Banyak teman-teman tanpa kuatir mereferensi kami, pada teman-temannya. Butuh sesuatu, langsung dikenalin.

Tidak salah ungkapan Raja Salomo, Nama baik lebih berharga daripada kekayaan besar, dikasihi orang, lebih berharga daripada emas dan perak.

Efek sampingnya, ketika kita bisa dipercaya, orang pun menghargai kita. Ke mana pun kita pergi, diterima orang dengan baik. Mereka yakin, pasti aman berhubungan dengan kami.


Nama baik itu bak menggelar karpet merah bagi keturunan kita. Pernah terpikirkan ga?

Ketika awal akan membuka cabang di sebuah kota, kami butuh menyewa gudang.
Nego harga, sambil ngobrol sana sini.
Ternyata sang pemilik kenal dengan papa saya.
Papanya teman papa saya.
Akhirnya harga deal dan kami boleh menempati gudangnya terlebih dahulu, meski pun kami belum ke notaris.
Jadilah kami sudah pindahan dan menempati selama 2 minggu, baru ke notaris dan bayar lunas. Tanpa DP pula.

Di saat lainnya, kami beli truk second hand. Sama juga, dari pembicaraan rupanya si pemilik kenal papa saya, yang dulunya seorang kepala sekolah.

Setelah membeli truk tsb. Si pemilik lama bilang,
“Sudah gak usah dibalik nama. Daripada buang-buang uang. Nanti kalau perpanjangan, saya pinjami KTP.”

Jaman dulu masih bisa. Kalau sekarang sudah gak bisa pinjam nama begitu.
Pelajarannya, nama baik papa, membuat jalan kami jauh lebih mudah dan hemat.

Demikian juga papa P. Indra, terkenal baik, pendiam dan suka menolong orang. Tidak banyak bicara, tetapi langsung bertindak.
Reputasi baik orangtua, membuat kami bangga dan percaya diri bertemu siapa pun.


Ternyata dipercaya juga berkaitan dengan hal-hal rohani.
Andrew Wommack menjelaskan, mengapa kadang kita sulit untuk beriman dan doa lambat terjawab?
Karena mulut kita mengutip janji Tuhan, berdoa dan sebagainya, di saat lain, mengucapkan kebohongan.
Akibatnya, hati nurani kita sendiri tidak percaya pada ucapan yang keluar dari mulut kita…
Alamak!!!
Meski pun bohong kecil, bahkan ada istilah bohong putih, – alias bohong yang tidak merugikan orang lain -, ternyata membuat mulut kita kehilangan kuasanya.

Adakah sumber memancarkan air tawar dan air pahit dari mata air yang sama?
Apa yang kita tabur, itu yang kita tuai…

Hhhmmmm…. Belajar jaga perkataan, kepercayaan serta nama baik yuk….
Biar bisnis jadi lancar, hidup nyaman, kita pun disukai, dihargai serta diterima orang lain. Plus anak cucu pun mendapatkan manfaatnya. Hidup mereka lebih lancar.

“Good name in man and woman is the immediate jewel of their souls.”— William Shakespeare, ‘Othello’.
“Do you not know that a man is not dead while his name is still spoken?”— Terry Pratchett.

“Nama baik pada diri pria dan wanita, merupakan permata jiwa mereka.” – William Shakespeare, ‘Othello’.
“Tahukah kita bahwa seseorang tidak mati ketika namanya masih disebut?” – Terry Pratchett.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Tidak Ada Yang Mustahil Bagi Tuhan!

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Tidak Ada Yang Mustahil Bagi Tuhan!

Wow…. Jika saja kita mempercayai hal ini, betapa berbedanya hidup kita!

Sejak lahir kita dilatih untuk memahami keterbatasan kita. Mustahil kamu dapat memilikinya.
Jangan sentuh itu.
Jangan memasukkan sesuatu ke dalam mulutmu.
Jangan menyentuh api.
Daftar larangan akan makin bertambah panjang lagi dan lagi..

Ketika masih kecil, kita bebas dan berani bermimpi apa saja… Gak takut salah, gak malu dan suka-suka kita.
Bahkan anak kecil meyakini, mimpinya nyata. Dan dia menikmatinya.
Inilah alasan anak kecil mudah dan lentur untuk mempelajari hal-hal yang baru.

Semakin bertumbuh dewasa, – sebenarnya yang disebut dewasa itu, ditandai dengan kesadaran akan keterbatasan kita dan belajar untuk hidup di dalamnya.
Ada berbagai batasan untuk semua hal.
Jika berani melanggar batasan, akan dianggap gak waras. Tukang mimpi. Seperti biasa, umumnya manusia ingin diterima. Takut tertolak.
Jadilah kita menyesuaikan diri dengan batasan-batasan itu, demi dianggap waras, normal dan sewajarnya.
Inilah fakta kehidupan.

Sebaliknya, Tuhan tidak memiliki batasan. Ketika memasuki alam supernatural, kita justru harus menanggalkan semua batasan yang ada di kepala kita. Kita harus memperbarui pikiran kita dengan kebenaran baru, sesuai firman-Nya, bahwa Tuhan tidak seperti kita.
Dia bisa melakukan apa saja.
Nothing impossible with God!

-Yesus mengubah air menjadi anggur ; Melipatgandakan 5 roti dan 2 ikan, untuk memberi makan 5000 orang laki-laki, belum termasuk perempuan dan anak-anak, masih sisa 12 keranjang ; Membangkitkan orang mati ;Menyembuhkan orang-orang sakit.

Kita memiliki Tuhan yang luar biasa, yang kekuatannya sedemikian besarnya, sehingga kita bahkan tidak mampu memahaminya. Dia menciptakan alam semesta dan itu pun tidak membebani kemampuan-Nya. Malangnya, sering kali kita masih kerap terjebak pada pemikiran manusiawi kita, mendapati diri kita khawatir jika situasi yang kita hadapi terlalu sulit bagi Tuhan.
Kita tidak dapat melihat dengan mata rohani, dan mengangkap dengan logika pemikiran kita, bagaimana caranya Tuhan bisa menolong kita untuk menyelesaikan masalah yang kita hadapi dengan penuh kemenangan.

Tuhan berkata kepada Yeremia,
”Sesungguhnya, Akulah Tuhan, Allah segala makhluk; adakah sesuatu apa pun yang mustahil untuk-Ku? (Yeremia 32:27 TB).
Jawabannya adalah TIDAK!
Satu-satunya hal yang membatasi Tuhan adalah ketidakpercayaan kita (Ulangan 7:17).

Hari ini, mari kita menghormati Tuhan dengan mempercayai bahwa tidak ada yang terlalu sulit bagi-Nya.
Nothing Impossible with God.

Buktikan yuk….

Sumber “Nothing Impossible” – Andrew Wommack & dimodifikasi oleh YennyIndra.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Beranikah Kita Menerima Fakta Or Mati-Matian Mempertahankan Gengsi?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Beranikah Kita Menerima Fakta Or Mati-Matian Mempertahankan Gengsi?

Saya tertawa kecil, menertawakan kesalahan saya sendiri.
Salah tulis kalimat dalam Bahasa Inggris.
Lhah… Bahasa Inggris bukan bahasa ibu, maklumlah.
Apalagi rutin menulis setiap hari, itu tidak mudah. Kadang kehabisan stok tulisan, padahal besok mesti post.
Dalam keadaan ngantuk, memaksa diri menulis.
Kadang otak sudah slenco, kata Orang Jawa, gak beneran lurus, saking ngantuknya.
Konsisten itu butuh perjuangan…

Ada 1-2 teman yang sadar kesalahan saya dan memberi tahu.
Yang lain mungkin tahu, tapi males repot… Biarin saja, toh mereka ngerti yang dimaksud. Berbaik hati kepada saya, mengerti…
Sisanya bahkan mungkin tidak menyadarinya.
Maklum gak ada editor….

Dulu saya suka kepikiran klo berbuat salah seperti itu.
Duh, malunya…. Apa kata orang?
Tetapi dengan berjalannya waktu, makin dewasa, yah… Klo salah tinggal diakui dan minta maaf.
As simple as that.

Apa kata orang?
Ya terserahlah… Lha ini aku, apa adanya dengan segala kelebihan dan kekuranganku.
Masa harus berpura-pura lebih baik dari yang sesungguhnya?
Tambah beban dong… Apa adanya sajalah.
Tinggal ke depan diusahakan lebih baik.
Dengan bersikap seperti ini, hidup jaauuuh lebih enteng.


Seorang nyonya rumah akan menjamu tamu-tamu suaminya di rumah. Saat-saat terakhir baru sadar dia kekurangan 1 serbet. Jadilah ada 1 serbet yang tidak sama.
Sungguh hatinya merasa tidak enak karena tamu-tamunya orang-orang penting.
Dia pun berdoa agar para tamu tidak menyadarinya dan yang paling ditakutkannya, ini akan mempermalukan suaminya.

Acara pun dimulai, tamu-tamu terhormat hadir satu persatu.
Semua berjalan lancar, akrab, ramah.
Dahsyatnya, tidak ada seorang pun yang menyadari masalah serbet yang tidak seragam.

Doa menyelesaikan segala masalah, bukan?
Bahkan sedemikian asyiknya sang nyonya rumah melayani tamu-tamunya, hingga dia sendiri lupa tentang serbet!


Pelajarannya, kadang masalah kecil dianggap besar, karena kita yang tahu dan fokus di sana.
Orang lain belum tentu menyadarinya…
Kalau pun mereka sadar, sesungguhnya mereka gak punya waktu juga untuk memikirkannya.
Kita gak sepenting itu bagi orang lain.
Kadang kita yang kege-er-an berpikir kita sedemikan penting bagi orang lain. Sampai stres, kepikiran dan malu.
Memahami hal ini, sungguh membuat hidup jadi ringan.

Ternyata perasaan malu, takut apa kata orang, kuatir ditertawakan adalah tanda-tanda fokus pada diri sendiri.
Menganggap diri kita pusat dunia. Itulah definisi Sombong.
Gengsi. Padahal sahabat saya suka bercanda, sekarang gengsi dijual seribu dapat 3 biji.
Nach lho…
Sombong itu bukan menganggap diri kita lebih baik daripada orang lain.
Menganggap diri kita lebih rendah daripada orang lain, minder, itu juga kesombongan.
Sombong = menganggap dirinya pusat segala sesuatu.
Kesombongan inilah sumber berbagai pertengkaran.

Dibutuhkan kerendahan hati dan kebesaran jiwa, untuk bisa mengakui kesalahan dan menerima keadaan apa adanya.


Seorang sahabat menyarankan, agar saya tidak berkali-kali melihat catatan saat mengajar.
Klo ditanggapi dengan gengsi, pasti tersinggung. Siapa kamu? Justru menyalahkan kembali. Gak terima. Gengsi.

Tapi kalau kita berjiwa besar, ini input yang bagus. Karena sahabat ini ingin saya jadi lebih baik. Daripada ngomongin di belakang, better langsung.

Sejak Sekolah Charis dan bergaul dengan komunitas TLW, kami terbiasa bicara apa adanya dan diskusi perkataan Tuhan.
Saya berprinsip, klo saya berani bicara di belakang orangnya, saya pun berani mengatakan dengan kalimat yang sama di depan orangnya.
Klo ada sesuatu yang gak cocok, saya bicara langsung dengan jujur. Toh tujuan saya baik, demi kebaikan dia juga.

Apa yang saya lakukan menanggapi input tadi?
Saya telpon teman-teman yang saya tau bisa membawakan presentasi dan pengajaran dengan bagus dan menarik. Apa rahasia mereka? Bagaimana strateginya?
Hasilnya?
Saya sekarang bisa bawain pengajaran Tanpa harus terpaku terus menerus pada catatan…. Yeaaayyyy…..
Naik satu level. Berkat menerima input jujur.

Makanya heran sekali, melihat beberapa orang yang tidak bisa menerima kenyataan, kebenaran or kejujuran.
Nyatanya begitu, yo wes tho diakui… Gak usah ngamuk.
Minta maaf dan perbaiki. Daripada mempertahankan gengsi, – menyalahkan orang lain, demi menutupi rasa malu, menuntut orang lain dll. Sesungguhnya malu or tidak, itu pilihan. Kita sendiri yang memberikan arti.
Hidup koq dibikin ruwet.
“Gitu saja koq repot,” jare Gus Dur.

Kejujuran dan keberanian menerima input dan fakta secara positif, memang mahal harganya. Kadang hanya perlu keberanian untuk Face The Problem, hadapi permasalahan.
Tanpa menerimanya, kita mandeg. Stagnan.
Coba recheck, mungkin itu penyebab berkat terhambat, hidup tidak damai dan curiga seluruh dunia gosipin dirimu.
Akibatnya, sibuk membela diri, bukannya memperbaiki diri. Faktanya, kita tidak sepenting itu. Percayalah!
Orang lain gak sepeduli itu pada kita.
Bagaimana pendapat Anda?

The Meaning you give, The life you live. – Prasetya M. Brata, Provokasi

Makna yang Anda berikan, menentukan Kehidupan yang Anda jalani. – Prasetya M.Brata, Provokasi

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Hidup Bebas stres! Mungkinkah?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Hidup Bebas stres! Mungkinkah?

Saat melihat kehidupan Yesus, kita melihat betapa Dia sedang menjalani misi, Dia memiliki tujuan, dan Dia memiliki banyak musuh. Namun demikian, Yesus tetap mampu hidup dengan damai di tengah berbagai tantangan. Rasa damai itulah kekuatan-Nya, merupakan buah dari kehidupannya yang bebas dari stres. Bagaimana Yesus bisa tetap dipenuhi damai, dan bagaimana caranya kita juga dapat tetap berada dalam damai?

“Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu…”
Efesus 5:1?-?2 TB

Ada dimensi kehidupan yang lebih tinggi, di mana sebagian besar dari kita tidak pernah mengalaminya. Dimensi berjalan dalam kasih. Ketika satu-satunya agenda Anda adalah memberkati orang lain, Anda tidak perlu takut pada keadaan atau orang lain. Anda dibebaskan dari stres! Anda berada di bumi ini untuk berbuat kebaikan dan supaya Mendemonstrasikan kasih Tuhan pada orang lain. Keadaan bisa jadi sulit, tetapi tetap berada di dalam kasih-Nya, membuat Anda tetap damai.

“Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.”
Matius 5:44?-?45 TB

Beberapa orang segera berkata, “Saya tidak bisa melakukan itu.” “Kalau saja kau tahu apa yang mereka lakukan padaku!” Yesus tergantung di kayu salib ketika Dia berkata, “Bapa, ampunilah mereka.” Apakah mungkin untuk hidup seperti Yesus? Ya. Kita telah diperlengkapi untuk melakukan hal itu.

…… kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.
Roma 5:5 TB

Jika Anda sudah lahir baru, Anda siap berjalan dalam kasih. Tuhan tidak akan mengharapkan dari Anda, jika hal itu tidak mungkin. Kita telah diampuni, dimurnikan, menjadi ciptaan yang baru, dan dipenuhi dengan kasih Allah. Satu-satunya cara untuk hidup bebas stres, dengan berjalan dalam kasih kepada semua orang. Kita bisa melakukannya.

Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.
Efesus 4:32 TB

“Stress Free” – Barry Bennett.


Apakah saya sudah tiba pada level yang dijabarkan Barry Bennett?
Belumlah, masih jauh. Masih dalam proses…

Tetapi semakin hari saya merasakan kedamaian yang makin besar. Why?
Yang kerap membuat galau dan kehilangan damai, karena kita ‘memaksa’ apa yang kita inginkan terjadi.
Sekarang apa pun saya serahkan kepada Tuhan dan pasrah.
Kalau belum dapat apa yang saya inginkan, berarti belum waktunya.
Saya yakin Tuhan mengasihi lebih daripada saya dapat mengasihi diri saya sendiri.
Percaya saja!
Sambil mengingatkan diri: “Saya BUKAN Tuhan, gak usah sok ngatur!”
Lalu nikmati apa yang ada saat ini.
Mengingatkan diri lagi: “Ini yang terbaik yang Tuhan berikan. Bersyukurlah & nikmati.”
Living Content, istilah kerennya.
Koq ya lebih tenteram….

Bisa mengampuni yang mengkhianati, menyakiti dll?
Ya.
Simple. Doakan saja untuk kebaikannya, Sakit hati saya luntur.
Saya mendoakan kebaikan orang lain – termasuk yang jahat pada saya -, berarti saya menanam benih kebaikan.
Buahnya, saya pasti panen kebaikan.
Buah tidak lari dari jenisnya!

Toh tidak berarti klo mengampuni, saya mesti berhubungan lagi dengan orang itu.
Saya mengampuni demi kebaikan saya sendiri. Beban dan kemarahan terlepas. Bebas merdeka.
Orang yang jahat, biar berurusan sendiri dengan Tuhan.

Banyak yang belum dapat? Banyak!
Tapi gak usah dipikiri…
Tugas saya hanyalah mendekatkan diri dan fokus kepada-Nya. Pada saat yang tepat, Tuhan sediakan. Dia tahu waktu yang terbaik dan sempurna.
Beberapa kali mengalami masalah yang blas ga ngerti solusinya, tetapi beberapa kali sudah membuktikan, Tuhan menolong memberikan solusi seukuran Allah, bukan seukuran saya. Jauh lebih baik dan memukau daripada yang bisa saya pikirkan.

Dulu saya takut, klo diserahkan full pada Tuhan, nanti kalau diminta sama Tuhan semua bagaimana?
Setelah praktik baru tahu, ketika saya serahkan full pada Tuhan, saya justru diberi yang lebih baik. Bukannya kehilangan, malahan terima lebih banyak.
Ini sungguh-sungguh yang diluar logika saya.

God, You are So amazing!

As I look back on my life, I realize that every time I thought I was being rejected from something good, I was actually being re-directed to something better – Steve Maraboli

Ketika menoleh ke belakang, melihat kembali kehidupan saya yang lalu, saya pun menyadari, setiap kali saya berpikir kehilangan sesuatu yang baik, sesungguhnya justru saya sedang diarahkan kepada sesuatu yang lebih baik – Steve Maraboli.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Uang & Tuhan, Apa Korelasinya?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Uang & Tuhan, Apa Korelasinya?

Ada pepatah kuno, yang saya dengar sejak dulu, semakin lama saya hidup di dunia ini, semakin saya meng-amin-kan kebenarannya.

Semua orang nampak seperti Malaikat, sampai kita berhubungan dengannya tentang Uang, baru kita bisa menilai karakter aslinya.

Sungguh benar!
Tidak peduli apa pun jabatannya!
Dari pendeta, rohaniwan, pengerja, full timer, pengusaha, pekerja, pebisnis, ibu rumah tangga dan apa pun profesinya.
Coba saja buktikan, betul ga quotes ini.

Dari mulutnya, tidak sedikit yang meluncur ayat-ayat mau pun teori rohani, filsafat dan kebaikan yang dahsyat dan kerap membuat kita terpesona…. Tunggu dulu, sampai kita berurusan soal uang dengannya, apalagi saat duit besar!

Ada orang yang suka memanfaatkan, nunutan, serakah, nyucukno kata Orang Jawa, mumpung gratis, ambil sebanyak-banyaknya… Nach pas makan buffet, memberikan gambaran kecil…
Saat tour sampai tour leader mengingatkan hal ini… Ambil secukupnya, jangan berlebihan. Malu klo ditanya: “Are you from Indonesia?”

Ada lagi yang klo ngomong soal duit, gayanya enteng… Gampang, tapi giliran waktunya keluar duit beneran, ‘Mingkem’ (tutup mulut) istilah Jawa pembantu saya, alias dompetnya ga dibuka. Omong gedenya gak terbukti.

Trik-trik digunakan, supaya orang lain yang bayar, dia lolos. Memberikan 75% fakta + 25% agak melenceng infonya, ada sedikit ancaman resiko dll untuk menekan orang lain.
Dahsyat!
Mulut yang sama yang mengeluarkan teori rohani, ayat-ayat Alkitab, hari yang lain meluncurkan ‘sedikit’ kebohongan abu-abu.

Apalagi saat menyangkut bisnis… Minta hutang dengan tempo sepanjang-panjangnya. Bayar tidak tepat waktu pula. Berlawanan dengan kemasannya yang serba wah…

Tidak salah jargon bahwa uang itu tidak kenal teman atau pun saudara. Berhati-hati…
Jangan terkesan dengan bungkus kado. Semua bungkus itu cantik mempesona, sampai dibuka, baru ketahuan isinya.
Dieeeennnkkkk!

Memang benar sekali, tidak banyak orang yang jujur di jaman ini. Yang bisa dipercaya kata-katanya, sesuai apa yang diucapkannya.
Meski labelnya ‘Kristen’ dengan jabatan yang keren-keren di gereja masing-masing, tetap langka yang betul-betul punya Integritas! Inilah dunia….., kata orang.

Itulah sebabnya saya sungguh terpesona mendengar kesaksian sahabat saya B. Silvy…
Saat dia menjual tanahnya, mendapat uang dalam jumlah besar, apa yang dilakukannya?
Dia bertanya kepada Tuhan,
“Tuhan uang penjualan tanah ini mau diapakan? Bisa sich di deposito. Tapi ini kan uang Tuhan. Saya mau taat.”

Wow…. Speechless.
Di jaman dunia gonjang ganjing, bahkan yang labelnya keren-keren saja gak terbukti, masih ada anak Tuhan yang sedemikian tulusnya, sungguh-sungguh mentaati Tuhan.
Tuhan pun mengarahkan, hingga menjadi jawaban doa seorang hamba Tuhan yang membutuhkan rumah.

“Vi, gak kepikiran, katanya kita mesti pegang duit supaya tua jangan sampai bergantung sama anak? Kita dihargai anak klo tetap pegang duit, nasihat orangtuaku begitu…,” tanya saya.

“Tapi anehnya, semakin berbagi, aku justru semakin diberkati. Sampai temanku bilang, Ci Silvy ini menyebar harta ke mana-mana, tapi koq justru makin diberkati…”
Saya pun belajar!

Firman Tuhan itu betul-betul YA & AMIN.
Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan. Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.
Amsal 11:24?-?25 TB

“Yang hebat sebetulnya anak-anakku. Klo aku bagi-bagi, berarti warisan mereka berkurang. Tetapi mereka bilang, kami semua sudah mapan. Itu duit mami… Terserah, gunakan saja untuk sesuatu yang mami suka…”

Ibu yang baik, menghasilkan anak-anak yang luar biasa pula.
Amazing!


Mama dulu selalu menasehati: Jangan Hutang Budi sama orang, jadi orang yang tahu terima kasih.
Kalau ditraktir orang, lihat yang nraktir makan apa? Jangan memilih makanan yang lebih mahal daripada yang dipilih oleh si penraktir. Sebaiknya biar si penraktir yang memilihkan makanan dan minuman kita.
Gara-gara pegang nasehat ini, beneran gak enak saat ditraktir di resto yang punya berbagai menu yang saya inginkan. Better bayar sendiri, saya bisa pesan macam-macam…

Seberapa bisa, saya membalas kebaikan orang yang sudah menabur kebaikan. Jangan Hutang Budi.
Ini juga yang saya ajarkan ke anak-anak. Biar pun cewe, pacaran, bayar gantian.
Jangan terima persembahan dari pelayanan. Kita melayani Tuhan sebagai ungkapan syukur. Tuhan sudah sangat baik pada kita.

Kalau penghasilanmu 10, usahakan hidup dengan biaya 5. Klo bisa dibawah 5, lebih baik. Klo gak mampu, gak usah beli.
“Penak-penako nyekel duit dewe, daripada nyadong- lebih enak pegang uang sendiri, daripada harus meminta pada orang lain.”

Orang hidup harus punya tabungan. Klo kamu gak pegang duit, gak dihargai orang.
Usahakan saat meninggal bisa kasi warisan ke anak cucu. Jangan membebani mereka, jangan tinggalkan hutang.
Dan itu yang terjadi. Papa Mama meninggalkan aset yang berharga bagi kami semua. Dan tidak pernah merepotkan.

“Dengan saudara jangan terlalu perhitungan. Beda sedikit, gapapa berikan ke saudaramu. Toh mereka saudara sendiri.”
Mama membuktikannya. Saat kakek nenek meninggal ada sekotak perhiasan peninggalan mereka. Mama mengumpulkan adik-adik kandungnya dalam kamar tertutup, – pasangan & anak tidak boleh ikut -, mereka berunding membagi perhiasan itu dan Mama Tidak Mengambil bagiannya.
Ini teladan yang luar biasa dan saya pun mencontohnya. Perhiasan peninggalan mama dibagikan untuk ke dua adik.

Meski saat saya kecil, mama belum Kristen, tetapi nilai-nilai yang dipegangnya bagus sekali.
Keteladanan berbicara lebih keras daripada sejuta kotbah.


Paham sekali sekarang, mengapa Tuhan meminta kita jangan memuja mamon alias duit…

”Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya? Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?
Lukas 16:10?-?12 TB

Sejak awal menjadi Kristen, saya suka memberi. Bahkan apa saja yang saya punya, saya pinjamkan untuk pelayanan. Villa saya di Tawangmangu sejak baru hingga kini, lebih banyak dipinjam untuk pelayanan daripada dipakai sendiri.
Rumah kecil di Bali, yang dibeli karena Elisa & Chris sekolah di Australia, sekitar tahun 2000, sudah berjasa menjadi tempat bermalam banyak pendeta dari dalam dan luar negeri, teman-teman yang liburan, bahkan temannya pendeta yang dari awal menginap sampai pulang pun, kami gak pernah bertemu. Saat itu di Bali hotel mahal dan tidak sebanyak sekarang.

Tetapi ternyata selama bertahun-tahun, saya belum menyerahkan otoritas keuangan saya kepada Tuhan. Saya merasa ini duit saya, nach sebagian punya Tuhan. Tetapi kendali keuangan ya ada di tangan saya.

Sampai pada suatu ketika, saya berkomitmen menyerahkan keuangan saya kepada Tuhan.
Apa yang terjadi?
Yang sungguh tak terduga: Iman saya bulat.

Sebelumnya, saat menghadapi masalah, kerap galau. Pokoknya saya tahu, iman saya gak bulat, gak utuh.
Sekarang bulat. Yakin Tuhan ada di pihak saya.
Apa pun yang terjadi, endingnya masa depan penuh damai sejahtera.

Mungkin juga dipadu, setelah sekolah fokus pada firman dan rutin berdoa dalam roh, sehingga suara Tuhan makin mudah terdengar. Memberikan arahan dan damai sejahtera yang melampaui segala akal.
Meski pun gak tau solusi masalah di depan, tetapi yakin saja Tuhan yang akan berperang bagi saya, membereskannya.

Tuhan tahu, trik-trik yang sedang dilancarkan orang lain, meski pun saya gak ngerti. Saya gak usah pusing mereka-reka. Orang yang tricky, berperang melawan Tuhan saya…
Tuhan menjagai supaya saya tidak terkecoh, dan rancangan jahat mereka digagalkannya. Langkah demi langkah dituntunnya, dan berbagai mujizat yang tak terpikirkan pun terjadi.

Jika tidak praktek, saya tidak akan pernah tahu hubungan mamon alias duit, dengan iman. Saya membuktikan setelah menyerahkan keuangan, justru Tuhan memberikan hadiah keuangan dengan nilai yang memukau…
Coba klo praktek dari dulu, saya bisa terhindar dari ribuan pertempuran yang tidak perlu. Bodohnya, ga mau taat.

Saya pun sadar, itulah sebabnya Tuhan mengatakan bahwa Uang itu Yang Terkecil di Kerajaan Allah. Klo kita tidak bisa menyerahkan yang terkecil, mustahil kita bisa naik level ke tingkatan yang lebih besar. Mustahil bisa beriman untuk hal-hal yang lebih besar. Termasuk kesembuhan.
Praktik yuk…

Since my money is God’s money, every spending decision I make is a spiritual decision. – John Hagee.

Karena uang saya adalah uang Tuhan, maka setiap keputusan berapa uang yang akan dikeluarkan, merupakan keputusan rohani. – John Hagee.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 165 166 167 168 169 314