Category : Articles

Articles

Tabur-Tuai, Prinsip Kehidupan. Masa Sich???

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Tabur-Tuai, Prinsip Kehidupan. Masa Sich???

Salah satu apartemen saya dikelola oleh agent penyewaan berbasis apps. Nach seperti biasa, semua komunikasi hanya bisa by chat dan email. Bisa lama tunggu jawaban dan kadang gak jelas.

Suatu ketika, kami ingin menyewakan tahunan saja supaya gak repot dan jelas perolehannya.
Berbasis apps tidak pasti penghasilan tiap bulannya.

Akhir Oktober sudah saya infokan agent tsb. Tgl 5 desember saya minta kunci dan kartu akses bisa saya terima. Tolong diatur prosesnya. Hasil pembicaraan by chatting semua sudah beres. Lega.

2 kali di akhir November saya ingatkan lagi, saya mau tgl 5 Desember kunci dan akses bisa saya terima karena akan langsung ditempati oleh penyewa yang baru.

Tgl 4 Desember saya chat lagi, besok kunci saya minta. Dan alamaaaak…

“Maaf bu, tutup kontrak tgl 5 Desember berarti kunci bisa diterima tgl 9 Desember. Perlu proses…” tertulis dalam chat.

Gubraaaaaakkkkkk…
Duh… Sebelnya… Lha kan sudah diingatkan berulang kali…

Ada suara kecil dalam hati berisik,
“Yenny, tenaang… Percayakah kamu kepada-Ku?”

“Ya Tuhan… Saya sudah janji besok serah terima kunci dengan penyewa baru. Saya malas menjelaskan ini itu dengan berbagai alasan… Koq rasanya saya bukan orang yang bertanggung jawab… Kan sungkan, Tuhan… Gak jadi teladan.”

Menuruti keinginan hati, ingin marah, mengomel dan bete…


Terlintas dalam ingatan ini, P. Adi….
Beliau marketing di agent tsb. dan pernah menghubungi saya sekian tahun lalu.

” Oke, Tuhan… Saya coba kontak P. Adi…”

Beberapa tahun lalu ada marketing agent tsb. menghubungi saya, sambil memperkenalkan diri, P. Adi namanya.
Orangtua dan keluarganya datang dari luar kota dan butuh penginapan.

“B. Yenny, boleh gak saya sewa unit ibu tapi kasi harga khusus ya bu…Supaya orangtua saya bisa agak lamaan mengunjungi saya.”

“Ya sudah P. Adi… Begini saja, P. Adi bayar uang ganti sprei, selama sprei gak diganti, P. Adi kan cukup bayar sekali. Terserah mau tinggal berapa lama. Unitnya free biar dipotongkan jatah saya pakai unit itu… Saya kan bisa pakai free 21 hari dalam setahun.”

“Beneran bu? Wow… Matur suwun sanget bu…”

Setelah itu ya sudah…. Nyaris gak pernah kontak P. Adi lagi. Bahkan saya lupa, sampai Tuhan yang mengingatkannya.

Saya coba telpon P. Adi, menceritakan permasalahan yang saya hadapi.

“Bu Yenny, saya bicarakan dulu dengan bagian serah terima, nanti ibu saya hubungi lagi.”

Tidak lama kemudian, P. Adi menelpon,
“B. Yenny, hari ini kunci dan kartu akses bisa di serah terimakan tetapi untuk prosedur administrasi, ibu ikuti saja arahan kantor ya… Tgl 9 Desember baru secara resmi surat ditandatangani.”

“Baik P. Adi… Terima kasih banyak…”

Yeaaaayyyy….. Semua beres ketika mentaati Tuhan, gak perlu emosi, marah dll. Cara Tuhan tidak terpikirkan.
Ternyata apa yang saya lakukan sekian tahun lalu, dipersiapkan Tuhan agar menjadi solusi masalah hari ini.
Untung koq ya taat saat itu…
Hhhmmm… Pokoknya saat Tuhan menggerakkan untuk melakukan sesuatu, taati saja…

P. Chris Manusama menulis,
Live each day with an open ear toward heaven, eager to respond to any whisper from God.

Hiduplah setiap hari dengan telinga terbuka kepada surga, semangat untuk meresponi setiap bisikan dari Tuhan.


Pelajarannya:
Dalam hidup kita tidak pernah tahu kapan kita butuh bantuan seseorang.
Ada orang yang kalau menolong atau melakukan sesuatu, selalu berpikir : apa untungnya bagi saya?
Atau kalau menolong, dengan tujuan pamrih di belakangnya.

Saya selalu mengajari anak-anak, gak usah mikir begitu…. Tabur saja hal-hal baik selama kita bisa.
Ibarat di sana sini kita menabur berbagai benih. Ada cabe, pepaya, mangga, durian, semangka dll…
Ke mana pun kita pergi, selalu ada tanaman yang berbuah. Kita gak petlu khawatir kekurangan.

Gak usah dipikiri, gak usah ditungguin. Kita punya Allah yang adil dan tidak pernah ingkar janji..
Bahkan belum tentu orang yang menolong kita kelak adalah orang yang pernah kita tolong.
Bisa jadi Tuhan mengutus orang yang tidak pernah kita kenal untuk menolong kita.

Hukum dunia itu Tabur-Tuai… Apa yang kita tabur, pasti kita tuai, entah kapan.
Hukum itu selalu berjalan dan tidak pernah gagal serta tidak pilih kasih.
Percayalah!

Kalau pun bukan kita yang menuai, mungkin anak cucu kita yang kelak menuainya.
Menabur kebaikan itu ibarat menggelar karpet merah di sepanjang jalan kehidupan, yang membuat hidup kita jauh lebih baik, nyaman dan mudah.
Tidak ada orang yang bisa hidup sendiri… Kita senantiasa membutuhkan orang lain. Alangkah aman & melegakannya jika kita punya sahabat baik di mana saja…

Setuju? Praktik yuk…

You bring light into every dark room you enter. – Barbara Purdue.

Anda membawa cahaya ke setiap ruangan gelap yang Anda masuki. -Barbara Purdue.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK-
PEDULI KESEHATAN

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Iman Supernatural, hhmm…. Apa Itu?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Iman Supernatural, hhmm…. Apa Itu?

Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: ”Kami telah melihat Tuhan!” Tetapi Tomas berkata kepada mereka: ”Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.”
Yohanes 20:25 TB

Tomas menolak untuk mempercayai apa yang tidak dapat dilihat atau dirasakannya. Dia lebih mempercayai apa yang bisa ditangkap oleh panca inderanya.

Kelima indera diberikan kepada kita oleh Tuhan dan diperlukan untuk membantu kita untuk berfungsi dalam kehidupan ini. Tetapi jika kita tidak memperbaharui pikiran, untuk mengakui keterbatasan panca indera kita, ke lima indera itu akan membuat kita tidak percaya.
Kerap manusia menganggap hanya yang bisa ditangkap oleh panca indera, itu yang nyata. Seperti Thomas.
Iman dapat merasakan hal-hal yang indera tidak bisa (Ibr. 11:1).

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.
Ibrani 11:1 TB

Percaya dan menerima dulu, baru kita melihat.

Ada iman manusia dan iman supernatural, jenis imannya Tuhan. Iman manusia didasarkan pada hal-hal fisik yang dapat kita lihat, kecap, dengar, cium, atau rasakan. Jenis iman Tuhan percaya secara independen dari keadaan fisik.

Untuk menerima anugerah keselamatan dari Tuhan, kita harus menggunakan iman supernatural, iman Tuhan yang tidak dibatasi oleh panca indera kita. Agar diselamatkan, kita harus percaya akan hal-hal yang tidak dapat kita lihat atau rasakan.

Kita belum pernah melihat Tuhan atau iblis.
Kita belum melihat Surga atau Neraka.
Namun kita harus percaya bahwa hal-hal ini ada. Iman manusia tidak dapat mempercayai apa yang tidak dapat dilihatnya secara kasat mata.

Manusia begitu kekurangan sehingga dia bahkan tidak dapat mempercayai Injil itu sendiri. Untuk menerima anugerah keselamatan dari Allah, pertama-tama kita harus menerima yang adikodrati, imannya Allah.
Dari mana datangnya iman ini?
Bagaimana kita mendapatkannya?

Roma 10:17 mengatakan, ‘Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.’
Firman Allah berisi iman-Nya Allah.
Saat mendengar Firman Tuhan yang memberitakan keselamatan, Kita menerima iman Allah agar bisa mempercayai kabar baik tentang keselamatan. Kita benar-benar menggunakan iman Tuhan agar dapat diselamatkan.

Iman Tuhan ini tidak akan meninggalkan kita, setelah kita lahir baru.

Iman Tuhan menjadi buah Roh yang tinggal di dalam hati kita. Kita tidak pernah kehilangan iman supernatural ini. Kita hanya perlu memperbaharui pikiran kita kepada iman Tuhan yang ada di dalam kita, dan kemudian belajar bagaimana menggunakannya.

Andrew Wommack Daily Devotional.


Semakin banyak firman yang tersimpan di dalam hati dan kita hidupi, semakin masuk akal kehidupan rohani yang diajarkan Tuhan.

Pengalaman pribadi bersama Tuhan, satu demi satu mujizat tercipta…
Kehidupan kita menjadi kehidupan yang supernatural.
Bahkan Andrew Wommack mengatakan, jika kehidupan kita tidak supernatural, berarti hubungan kita dengan Allah, masih dangkal. Karena Allah kita adalah Allah yang supernatural.

Kehidupan kekristenan, sesungguhnya mengubah pola pikir duniawi menjadi pola pikir Kerajaan Allah.
Sebelum mengenal Tuhan, yang hidup hanyalah jiwa dan tubuh. Setelah lahir baru, kita memiliki roh, jiwa dan tubuh.
Di dalam roh kita, Roh Allah tritunggal berdiam di sana, dengan segala kekayaannya, bahkan kuasa yang membangkitkan Yesus dari antara orang mati pun sudah tersedia di dalam roh kita. Apalagi sekedar kesembuhan dari penyakit, tentunya enteng bukan?

Kebenaran ini harus kita terima dengan iman dan dihidupi. Gak bisa diterima dengan pikiran semata. Ternyata semakin pikiran diselaraskan dengan kebenaran firman-Nya, semakin kita menyadari dan mengalami ternyata hidup di bumi seperti di surga itu memang nyata, bagi orang yang mempercayainya.

Nach pertanyaannya:
Bagaimana dengan Anda?
Apa yang Anda percayai?

Don’t copy the behavior and customs of this world, but let God transform you into a new person by changing the way you think. Then you will learn to know God’s will for you, which is good and pleasing and perfect. Romans 12:2

Jangan meniru perilaku dan kebiasaan dunia ini, tetapi biarkan Tuhan mengubah kita menjadi manusia baru, dengan mengubah cara berpikirmu. Kemudian kita akan belajar mengetahui kehendak Tuhan bagi kita, apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. Roma 12:2

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

“Experiencing God!”

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Experiencing God!”

Anda tidak akan menemukan Tuhan, sampai Anda tiba pada batas kemampuan Anda sendiri. The end of yourself, istilah kerennya. Di situlah Anda akan berjumpa dengan Allah!”, demikan ujar sang bijak.

Saya sedang belajar tentang kehidupan Raja Daud, yang banyak kesalahannya, namun diberi julukan, orang yang hatinya berkenan kepada Allah.
Sementara raja sebelumnya, Raja Saul, secara manusia tidak seberat dosa Raja Daud, namun Allah menolak Saul.

Why?
Saat melakukan kesalahan, Saul suka beralasan untuk menutupi ketidaktaatannya, menyalahkan orang lain…
Dan itu umum di masyarakat kita saat ini, termasuk saya pun tanpa sadar melakukannya.
Klo bisa, salah jangan sendirian… Setidaknya ada alasan yang masuk akal, salah ya salah tapi gak banget banget, kata Orang Jawa…
Biar kesalahan kita kelihatan lebih ringan…

Dan Allah gak suka!
Itu masuk kategori pemberontakan dan hati yang degil…
Oh…. Saya pun bertobat.

“Sebab pendurhakaan atau pemberontakan, sama seperti dosa bertenung dan kedegilan adalah sama seperti menyembah berhala.”

Dieeenk…. Beneran gak terpikir sampai segitunya.

Berbeda dengan Daud, ketika didapati bersalah, ditegur, dengan sigap Daud mengakui kesalahannya dan bertanggung jawab.
Tanpa menyalahkan orang lain. Langsung bertobat dan menerima konsekuensinya.
Wow…
Ini yang harus kita teladani.
Pertobatan yang sesungguhnya melunakkan hati Allah.


Dalam hidup, gesekan dengan orang lain itu sesuatu yang wajar. Lumrah.
Besi menajamkan besi, manusia menajamkan sesamanya.

Paling efektif saat perselisihan terjadi, minta maaf, tanpa embel-embel alasan atau pembelaan diri.
Yang kerap bikin orang tidak mau memaafkan kesalahan kita, justru karena jengkel dengan embel-embelnya….

Saya pun belajar dari buku What Got You Here Won’t Get You There – Marshall Goldsmith & Mark Reiter, dengan sub judul:
“How Successful People Become Even More Successful”Bagaimana orang sukses menjadi lebih sukses lagi, ternyata tips yang diberikannya begitu sederhana.

Ketika dikritik, diberi saran, meski pun sudah tahu tentang hal itu atau kritik dan saran itu tidak pas, jangan repot-repot berdebat.
“Just say thank you….”

Padahal yang biasa kita lakukan, segera menjawab,
“Mari saya jelaskan…. Bla… Bla… Bla… Saya lebih berpengalaman daripada kamu…. (segera dengan panjang lebar kita menjelaskan berbagai alasan, fakta serta pertimbangan cerdas kita)…”
Ternyata, cara itu salah menurut Marshall Goldsmith & Mark Reiter.

Cara berpikir, respon serta sikap orang yang super-sukses berbeda.
Ogah berdebat dan pamer, hal-hal yang tidak perlu. Dia tahu identitas dirinya, apa yang dilakukannya dan tidak butuh validasi orang lain. Tidak membuang waktu untuk hal-hal yang tidak penting.


Kunci kesuksesan yang sejati adalah kerendahan hati.
Menyadari sungguh-sungguh bahwa kemampuan kita sebagai manusia, sangat terbatas.
Oleh karena itu, perlu terus bergantung kepada Allah, mengikuti cara-Nya, bersedia menanti waktu-Nya dan mengalami proses pendewasaan diri saat menanti waktu-Nya.

The blessing of the lord makes a person rich, and he adds no sorrow with it.

Berkat Tuhanlah yang membuat seseorang kaya, dan tidak ada kesedihan di dalamnya.

Sukacita dan damai sejahtera yang melampaui segala akal akan memerintah di dalam hatinya, terlepas situasi dunia di sekelilingnya.

Apa buah kehidupan yang bergantung kepada Allah?
Kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri, menguasai kehidupannya.


Bisa ga sukses, kaya dengan kekuatan sendiri?
Tentu bisa.
Si musuh bisa memberikan kekayaan dunia… Tetapi tidak ada yang gratis.
Bergantung pada kekuatan sendiri, membuat kita merasa jagoan, hebat tetapi akan ada satu titik, di mana manusia sadar, kekuatannya terbatas.
Lelah, burn out, stress….

Apa buah dari kehidupan duniawi?
Percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya.

Meski beribadah, berdoa, baca firman, dengan rutin tetapi tanpa menyerahkan hak hidup kita serta menundukkan diri kepada Allah, kita tidak akan dapat masuk ke dalam hubungan yang benar-benar mendalam dengan Allah.
“Anda tidak akan menemukan Tuhan, sampai Anda tiba pada batas kemampuan Anda sendiri. The end of yourself, istilah kerennya. Di situlah Anda akan berjumpa dengan Allah!”, demikan ujar sang bijak.

Hubungan dengan Allah bak lapisan bawang. Kita merasa sudah mengenal-Nya, ternyata masih ada yang lebih dalam dan lebih dalam lagi. Pencarian seumur hidup hingga kita kembali kepada-Nya kelak.

Seberapa banyak berkat, anugerah, kelimpahan, kedamaian yang bisa kita nikmati, berbanding lurus dengan seberapa selarasnya pengenalan kita kepada Allah dan menghidupinya. Experiencing God!

It’s so much better to put your trust in God rather than the systems of this world – Barbara Purdue.

Jauh lebih baik menaruh kepercayaan Anda pada Tuhan daripada kepada sistem dunia ini – Barbara Purdue.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK-
PEDULI KESEHATAN

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Let Go Let God?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Let Go Let God?

Seberapa sering kita mendengar pepatah, Let Go Let God? – “Serahkan saja dan biarkan Tuhan ambil Alih”?
Apa yang tersirat?
Nampaknya ketika menghadapi situasi yang menantang, seseorang akan datang dan menasihatinya agar “pasrah dan membiarkan Tuhan”. Dengan kata lain, menuduh “Tuhan yang memegang kendali”, “Tuhan yang mengatur semua ini,” dengan kata lain, “duduk dan santai saja.”
Apakah itu saran yang bagus?
Apakah ini alkitabiah?

Ada garis yang sangat tipis (namun bagai jurang, perbedaannya sangat dalam) antara iman dan fatalisme.

Fatalisme adalah paham bahwa segala sesuatu Tuhan yang menentukan. Ini paham yang salah.

Ketika kita mencoba dengan kekuatan kita sendiri untuk mencari tahu, melakukan apa yang kita ketahui, dan akhirnya menyerah, itu bukanlah iman. Usaha manusialah yang berakhir dengan frustasi dan menyerah pada keadaan.

Apa yang Firman Tuhan katakan?

Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal….
1 Timotius 6:12 TB

….. untuk menjangkau pengharapan yang terletak di depan kita.
Ibrani 6:18 TB

…… aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena aku pun telah ditangkap oleh Kristus Yesus.
Filipi 3:12 TB

Mungkin ada yang “melepaskan atau pasrah” padahal seharusnya mereka “memegang” janji-janji Tuhan.
Iman bukanlah kepatuhan pasif terhadap keadaan. Iman membawa kuasa Allah untuk bertahan dalam situasi yang berlawanan dengan kehendak-Nya.

Iman bukan sekadar kekeraskepalaan manusia, melainkan keyakinan yang datang dari mendengarkan Allah dan mengetahui bahwa keadaan akan berubah jika kita tetap “yakin dengan sepenuh hati” (Rm. 4:21).
Berapa banyak kemenangan yang hilang, hanya karena orang beriman mengindahkan nasehat untuk “berserah” saja?

Saya paham, adanya kedamaian yang menyertai ketika kita mempercayai Tuhan, tetapi memercayai Tuhan tidaklah pasif. Meskipun dari luar Anda mungkin tampak tidak peduli, di dalam hati, damai sejahtera Allah sangat aktif. Kepercayaan atau keyakinan adalah kata kerja, bukan tidur siang. Damai adalah kekuatan.

Semoga Allah, sumber damai sejahtera, segera akan menghancurkan Iblis di bawah kakimu….
Roma 16:20 TB

Keyakinan iman yang diyakini sepenuh hati akan terus “melihat” kemenangan, mewartakan Firman, dan tidak pernah melepaskan janji-janji Allah. Bangun semangat dan iman di dalam dirimu dan raihlah kemenangan!

  • Barry Bennett –

Pengajaran Barry Bennett di atas, membuat saya merenung.
Wow…. Ternyata berserah yang benar bukan menyerah, tetapi terus memegang Janji-janji-Nya bahwa masa depan kita adalah masa depan penuh damai sejahtera.

Tetap berpegang pada harapan, rancangan-Nya senantiasa rancangan yang penuh damai sejahtera, bukan rancangan kecelakaan.
Tentunya ini menjadi panduan, kapan kita menanti waktunya Tuhan dengan penuh iman, atau sesungguhnya kita sedang berdiam dalam keadaan menyerah, kalah.

Kapan kita harus bertanding dengan iman yang teguh, dan kapan kita menanti dengan penuh harapan dan percaya….?
Hubungan kita yang intim dengan Tuhan, akan mengarahkan kita, langkah apa yang harus kita ambil dari waktu ke waktu.
Hubungan ini tidak tergantikan dengan apa pun juga…

Praktik yuk….

Faith is a leap into the light, not a step into the darkness. – Arthur Meintjes.

Iman adalah lompatan menuju terang, bukan langkah menuju kegelapan. -Arthur Meintjes

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Sikap Hati Yang Ternyata Penting Sekali….

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Sikap Hati Yang Ternyata Penting Sekali….

Seorang teman curhat. Masalahnya beneran berat dan ruwet. Masalah, di kantor, masalah penjualan tanah yang tak kunjung terbayar, sudah 3 tahun pula macetnya. Belum lagi masalah ortu yang sakit.
Duh… Saya pun gak tau solusinya.

Hahahaha… Klo masalah sudah sedemikian beratnya, biasa saya tawari untuk sekolah di Charis. Saya percaya janji Tuhan: Dan kamu akan mengetahui kebenaran dan kebenaran itu yang akan membebaskan kamu.

Awalnya, berulang kali menolak dengan berbagai alasan. Telpon lagi, curhat berulang. Demikian berulang hingga beberapa tahun. Sampai akhirnya situasi betul-betul mentog, kata Orang Jawa… Kuldesak, kata Orang Perancis. Jalan Buntu, Bahasa Indonesianya.

Akhirnya teman ini bilang,
“Oke Yenny… Ini jalan terakhir. Saya mau sekolah,” ujarnya.

Sedang dalam proses pendaftaran, mengisi formulir dll, teman saya telpon. Suaranya sedemikian cerianya, menceritakan berbagai terobosan yang tak terduga terjadi. Orang yang sudah bertahun-tahun mangkir gak menyicil hutangnya, tiba-tiba telepon, berjanji segera melunasi. Padahal gak ditagih.
Belum lagi terobosan pada masalah lainnya. Kesembuhan. Promosi tak terduga.
Wow…..

Gantian saya yang bengong. Kan belum belajar apa-apa, koq mujizat demi mujizat sudah terjadi?

Ketika saya menanyakan hal ini kepada P. Irwan, direktur Charis, beliau menjelaskan,
“Karena sikap hati teman B. Yenny sudah berubah dan Tuhan itu melihat hati….”

Amazing!

Ternyata sedemikian pentingnya sikap hati kita. Kebanyakan orang mementingkan ‘apa kata orang’.
Berpura-pura melakukan kebaikan, hal baik tetapi hanya dari sisi luarnya. Supaya dilihat, dipuji dan dihargai orang lain.
Manusia melihat apa yang kasat mata, tetapi Tuhan melihat jauh ke dalam hati kita. Motivasi kita sesungguhnya, alasan mengapa kita melakukan hal itu, jauh lebih penting bagi Tuhan. Kerendahan hati.
Saya pun belajar.

Semakin merenungkan hal ini, semakin sadar, yang terpenting dalam hidup untuk dikejar adalah menjaga kemurnian hati, tulus, mengasihi seperti Allah. Tujuan hidup manusia, menjadi semakin menyerupai Allah. Menjadi Terang dan Garam dunia…
Kalau sikap hati kita sudah di jalur yang benar, apa pun yang dikejar dan diinginkan orang dunia, Tuhan limpahkan dalam kehidupan kita secara natural.

“Iya benar B. Yenny, semakin kita mengikis sifat-sifat lama, semakin kita menyerupai Tuhan, hati semakin dipenuhi damai sejahtera,” B. Jane menjelaskan,
“Saat aku mesti mengampuni suamiku, secara manusia berat sekali. Tetapi ketika aku taat, sekarang aku sudah lupa tuh kesalahan-kesalahan lamanya… Justru ada kasih Allah yang mengalir di hatiku untuk dia. Hidupku juga damai, berkat-berkat-Nya selalu mengejarku.”

Hhhmmm… Ternyata ini kunci hidup yang bahagia. Pokoknya perintah Tuhan itu memang untuk kebaikan kita, bukan untuk keuntungan Tuhan.
Klo gak mampu melakukannya ya… Simple, minta Tuhan yang memampukannya. Bagian kita, cukup nurut saja… Selebihnya, bagian Tuhan.

Apa pun yang Tuhan mau, ikuti…
Kalau dulu sibuk dengan rencana dan keinginanku, sekarang serahkan kepada-Nya… Tundukkan diri di bawah tangan Tuhan yang kuat. Biarkan Dia benar-benar menjadi Allah kita, dan Dia yang mengatur kapan waktunya untuk melaksanakan dan memperolehnya.
Waktu, proses dan cara adalah milik Tuhan.
Ini cara hidup berjalan bergandengan tangan dengan Tuhan dan setiap langkah merupakan suatu mujizat.


Salah satu perintah Tuhan lainnya adalah bersyukur.
Tidak setiap hari kita bisa mengalami hari-hari yang manis. Kadangkala pagi-pagi sudah ada kabar tidak enak.
Saya mengambil keputusan untuk benar-benar bersyukur, apa pun situasinya.
Biasa berdoa makan sekedar doa rutin. Lalu mulai melatih diri, mengucap syukur sambil menikmati makanan.

“Terimakasih Tuhan, saya sehat. Seluruh keluarga sehat. Bisa menikmati makanan dengan nikmat. Apa yang dibutuhkan sudah tersedia… Itu karena anugerah-Mu… Bersyukur punya Bapa yang peduli, mengasihi dan selalu memberikan yang terbaik. Tuhan yang tidak pernah membiarkan dan meninggalkan kami. Memberikan segala sesuatu melebihi apa yang bisa kami pikirkan dan doakan.”

Semakin fokus pada hal-hal baik dalam kehidupan ini, ternyata semakin banyak hal-hal yang bisa kita syukuri… Semakin sadar, sebelum kita butuh sesuatu, sesungguhnya Tuhan sudah menyediakan jawabannya. Lega sekali!

Meski ada masalah, lalu teringat pula, dulu masalah yang lebih parah saja Tuhan tolong, maka masalah yang dihadapi sekarang, pasti Tuhan tolong juga.

Ketika sikap hati kita senantiasa memuliakan Tuhan, berbagai ‘kebetulan’ pun terjadi. Dan semakin banyak lagi ucapan syukur yang meluncur dari dalam hati, dan semakin jatuh cinta kepada-Nya.

“Tuhan, Engkau baik… Sungguh amat baik…”
Speechless….
Seolah Tuhan memeluk…. Damai, tenteram…
Memiliki Tuhan, artinya memiliki segalanya…

Setuju?

Our minds lay the tracks on which our lives will travel what is your future looking like? Check your thought life and you will know – Barry Bennett.

Pikiran kita meletakkan jejak, mengarahkan ke mana hidup kita akan berjalan nantinya, seperti apakah masa depan kita? Periksa kehidupan pikiran kita, maka kita akan mengetahuinya – Barry Bennett.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK-
PEDULI KESEHATAN

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 143 144 145 146 147 314