Jawab Tuhan: ”Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu.” Lukas 17:6 TB
Apa yang kita lakukan dengan benih? Jika ingin melihat peningkatan, kita harus menanamnya! Bagaimana cara menanam benih iman? Dengan berbicara. “Kamu mungkin berkata… dicabutlah akarnya…” Kata-kata iman harus ditaburkan jika kita berharap untuk menuai janji-janji Tuhan. Begitulah cara kerja Kerajaan Allah. Tuhan telah memberi kita semua janji-Nya (2 Kor. 1:20, 2 Ptr. 1:3-4), dan janji-janji itu diaktifkan oleh benih/perkataan iman.
Perut orang dikenyangkan oleh hasil mulutnya, ia dikenyangkan oleh hasil bibirnya. Amsal 18:20 TB
Kata-kata kita adalah buah dan benih. Kita berbicara dari kelimpahan hati (buah) dan setiap buah membawa benih. Kehidupan yang berkelimpahan adalah buah dari benih kebenaran yang ditaburkan oleh perkataan kita! Paulus mengatakannya seperti ini:
Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: ”Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata”, maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata. 2 Korintus 4:13 TB
Dari dalam hati kita muncul kata-kata benih yang membawa masa depan kita!
Mulut orang benar adalah sumber kehidupan. Amsal 10:11 TB
Bibir orang benar menggembalakan banyak orang, tetapi orang bodoh mati karena kurang akal budi. Amsal 10:21 TB
Letakkan benih iman agar bekerja melalui kata-kata kita. Biarkan kebenaran berbicara dan kita akan dipuaskan dengan buah mulut kita!
Sesungguhnya, supernatural tidaklah selalu spektakuler.
Mujizat, Keajaiban dimulai dari benih. (Lihat Lukas 17:6). Mujizat dimulai dari kata-kata yang keluar dari hati Tuhan yang didengar dan diyakini di dalam hati kita, kemudian diucapkan oleh mulut kita.
Beberapa mujizat & keajaiban terjadi secara instan. Yang lainnya, terjadi “di belakang layar”. Teruslah menabur Firman dan mujizat akan terjadi.
Siap? Yuk…
If we just REMOVE THE UNBELIEF, a mustard seed amount of FAITH will be sufficient to move our problems – Andrew Wommack.
Jika kita MENGHILANGKAN KEKURANGAN, IMAN sebesar biji sesawi saja sudah cukup untuk memindahkan masalah kita – Andrew Wommack.
Sumber: Barry Bennett.
YennyIndra TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC MPOIN PLUS & PIPAKU PRODUK TERBAIK PEDULI KESEHATAN
“Semua sudah sampai rumah masing-masing dengan selamat..,’ ujar P. Indra ketika saya membuka mata pagi ini. Sekitar pukul 04.58. Sebelumnya, sekitar pukul 12 malam, ketika saya terbangun, P. Indra berkomentar, “P. Dolfi sudah sampai rumah… yang lain belum”
Rupanya P. Indra berkali-kali terbangun dan terus memonitor perjalanan beberapa teman-teman TLW & fam, yang mampir ke villa kami di Tawangmangu, menginap semalam lalu kembali ke Jakarta. Mereka sehabis berlibur ke Jawa Timur.
Khas Budaya Jawa, kami bersukacita mendengar teman-teman akan mampir Tawangmangu dan kami sudah mempersiapkan villa, yang baru selesai direnovasi, sejak seminggu sebelumnya. Berusaha melayani sebaik-baiknya. Bukankah kasih itu melayani dan memberikan yang terbaik?
Terbang dari Jakarta 2 hari sebelumnya. P. Indra berusaha mencari tahu tempat-tempat wisata yang baru dan populer saat ini. Survey dulu, cari info harga, lokasi dan berbagai pernak-perniknya. Ternyata ada Jeep yang bisa mengantar ke beberapa tempat wisata sekaligus. Wow… efisien sekali.
Sebelum mereka datang, P. Indra mengajak saya menunggu di Lawu Pass, perbatasan Jatim & Jateng… Jadi ingat cerita bagaimana sang Bapa menyambut anak yang hilang, kembali… dari kejauhan sudah ditungguin dan disambut. Ini menggambarkan hati Allah yang begitu mengasihi kita, anak-anak-Nya…. Padahal teman-teman masih di Magetan…. duh, lucunya… Jadilah kami makan sate dulu…masih 1 jam lagi.
Bak guide, di tengah waktu yang serba terbatas, berusaha bisa memberi teman-teman gambaran: ini lho Tawangmangu… Effort menjadi tuan rumah yang baik. Apalagi Denny & Marlina akan liburan dengan teman-teman kantornya.
Pagi-pagi mbok pecel dari Sarangan sudah datang. Lengkap dengan ketan bubuk dan gula jawanya. Kami sudah pesan jauh-jauh hari. Sederhana tapi inilah tanda kasih dan kepedulian. We did our best.
Saat mereka akan pulang, P. Indra berusaha membantu agar seefisien mungkin, mereka bisa mengunjungi berbagai tempat wisata sambil menuju jalan pulang ke Jakarta. “Nanti jangan naik ke jembatan layang, ambil jalur kiri, putar kolong, langsung masuk toll Jakarta.”
Maksud P. Indra supaya semuanya lancar & efisien. Klo salah jalan, segera diberitahu supaya tidak ‘kebablasan’ terlalu jauh. Tetapi kadang perhatian seperti ini dimaknai ingin ‘mengontrol’, ada yang justru tersinggung. Ada orang-orang yang lebih senang, klo salah, jangan ketahuan. Malu…
Teringat quotes P. Prasetya M. Brata, khas Provokasi Grup Tercinta: “Segala sesuatu Tidak Punya Makna Hingga Kita yang Memberinya Makna. – The Meaning You Give, The Life You Live” Ssttt… saya punya koleksi kaos dengan quotes tsb. lengkap dengan parkanya yang keren juga lho… 🙂
Semakin lama berjalan bersama Tuhan, saya memilih, jika salah, secepat mungkin diperbaiki. Menghindari kerusakan lebih besar. Bertobat dan segera berbalik ke arah yang benar, adalah keputusan yang cerdas.
Allah memberi yang terbaik dan sempurna bagi Adam & Hawa. Apa pun yang dibutuhkan, Tuhan yang mencukupi. Sedemikian baik hubungan mereka dengan Allah, hingga hikmat Allah mengalir dengan sempurna. Adam tidak memiliki kesulitan memberi nama ribuan hewan. Tidak pernah kekurangan ide & kreatifitas. Berjalan-jalan sambil bercengkerama dengan Allah di hari sejuk… Wow… betapa menyenangkan!
Hidup yang indah, tanpa masalah, tanpa penyakit, tanpa kekurangan, karena tidak ada dosa. Profesi dokter, polisi, hakim, penjara, bahkan pagar pun tidak diperlukan… Segala sesuatu sempurna…. Adam diciptakan serupa dan segambar dengan Allah. Mereka SUDAH seperti Allah.
Tetapi sudah menjadi karakter manusia sejak jaman purba, kita kerap tidak menyadari dan kurang menghargai, fasilitas yang kita miliki ….sebaliknya, menginginkan milik orang lain.
Sampai saat P. Dolfi memotret kami semua… Lho koq bagus ya? Kapan saya terakhir foto disini? Lupa! Tepok jidat.
Dengan cara yang sama, ketika setan menggoda dengan pertanyaan yang menggelitik, menggoda Hawa, dia bisa menjadi seperti Allah, dimakanlah buah pohon pengetahuan baik & jahat. Tidak sadar mereka SUDAH seperti Allah, serupa bahkan segambar. Kurang apa coba?
Apakah Adam & Hawa berdosa karena makan buah terlarang? Sebagian ya… tetapi sesungguhnya yang terpancar dari tindakan mereka adalah motivasi yang ada di dalam hatinya: Tidak Mempercayai Allah, yang dibuktikan dengan melanggar perintah Allah.
Allah itu Bapa yang penuh kasih, yang sebelumnya sudah memberi rambu-rambu bagi anak-anak-Nya dalam firman-Nya agar hidup anaknya mulus, baik, lancar…. Perintah “jangan berzinah”, itu untuk kepentingan manusia, bukan kepentingan Allah. Karena Dia tahu betapa merusaknya akibat dosa itu.
Tetapi kecenderungan kita tidak menghargai nasihat & apa yang sudah disiapkan orangtua. Tidak percaya! Curiga! “Pasti ada yang lebih baik daripada apa yang disiapkan papa.”
Justru bangga jika bisa berbeda dengan orangtuanya, ‘sedikit memberontak’ & merasa lebih macho karenanya…. Kadang memilih Asal Beda pula. “Ah, papa itu kuno…. ini jaman millenial!” Bangga klo bisa bayar mahal, pertanda masa kini, modern & hebat… bukan seperti jaman papa & mama yang serba hemat & sederhana.
Relate? Termasuk saya juga… dulu suka bandel, membantah juga, sampai saya menjadi orangtua, baru sadar…sekarang mengalami dan memahami apa yang dirasakan papa & mama dulu. Kadang menyesal…. Penyesalan itu selalu datang terlambat… Kalo duluan utu namanya Down Payment… wkwkwk…
Makanya sekarang sungguh-sungguh ikut Tuhan, belajar taat, kapok merasakan sakitnya jatuh bangun gara-gara jalan sendiri. Sekarang pilih God’s Way, cara Tuhan semaksimal mungkin.
Berusaha konsisten menulis, agar pengalaman-pengalaman ini bisa menjadi pembelajaran bagi teman-teman, terutama generasi muda. Why? Supaya mereka tidak usah mengalami jatuh bangun yang saya alami, cukup ambil pembelajarannya. Itulah karakter orang yang cerdas.
Harapannya, Seruput Kopi Cantik bisa menjadi warisan abadi bagi generasi mendatang. Mimpinya, suatu saat cucu or cicit saya membacanya, -saat saya sudah di surga-, lalu mereka belajar, dan bangga hidup mereka berbeda, karena ada neneknya, YennyIndra, yang memilih sungguh-sungguh cinta Tuhan…. sehingga please yang share ulang artikel Seruput Kopi Cantik, judul dan nama penulis jangan dihilangkan ya.. 🙂
Mari teman-teman kita tuliskan dalam hidup yang hanya sekali ini, warisan terbaik bagi generasi yang mendatang yuk….
“Carve your name on hearts, not tombstones. A legacy is etched into the minds of others and the stories they share about you.” – Shannon Alder.
“Ukir nama kita di hati orang lain, bukan di atas batu nisan. Warisan yang terukir di benak orang lain dan kenangan yang mereka bagikan tentang kita.” – Shannon Alder.– Shannon Alder.
YennyIndra TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC MPOIN PLUS & PIPAKU PRODUK TERBAIK PEDULI KESEHATAN
Sejak dulu saya berpikir, jika kita kasi makan orang, artinya berbagi, maka Apa yang Kita Tabur Pasti Kita Tuai. Terlebih lagi saat pandemi, makin semangat. Asal bagi-bagi makanan ke sana ke mari.
Sampai saya belajar hal yang baru.
Selama ini saya sudah merasa cukup ‘pintar’ dengan menghidupi pepatah kuno, “Berikan ikan kepada seseorang, Anda memberinya makan untuk sehari. Ajari dia memancing dan Anda memberinya makan seumur hidup.”
Pepatah ini menjadi pegangan kami, sehingga P. Indra kekeuh melatih anak-anaknya agar bisa ‘memancing’. Mumpung orangtua masih bisa membimbing, kami mati-matian berusaha melatih mereka, jika si anak mau.
Tetapi begitu belajar dari David Briggs, saya merasa terlalu kuno…. Pandangan saya terlalu sempit, berpikirnya keciiiilll sekali!
“Berikan ikan kepada seseorang, Anda memberinya makan untuk sehari. Ajari dia memancing dan Anda memberinya makan seumur hidup. Ajari dia mendirikan bisnis perikanan, maka Anda tidak hanya memberinya makan seumur hidup, tetapi juga mendatangkan manfaat bagi keluarga dan komunitasnya.”
Dieeeenkkkk….. Ini baru cara berpikir Besar!
Ditambah pula, ternyata Orang menjadi Miskin, BUKAN Kekurangan Uang, melainkan Kurang Pengetahuan. Ga percaya?
Anak-anak muda sekarang yang memiliki ide brilian dan tahu cara mengeksekusinya, investor pun berdatangan.
Itulah sebabnya Tuhan Memerintahkan untuk Memuridkan, sekedar diberi makan justru membuat orang jadi malas.
Di Amerika, warga yang tidak mampu diberi tunjangan sosial tetapi Andrew Wommack mengajarkan jangan hidup dari tunjangan sosial. Why? Tuhan itu memberkati melalui apa yang dikerjakan oleh tangan seseorang. Jika Tidak Bekerja, Tuhan Tidak Bisa Memberkati.
The LORD will open the heavens, the storehouse of his bounty, to send rain on your land in season and TO BLESS ALL THE WORK OF YOUR HANDS. You will lend to many nations but will borrow from none. Deuteronomy 28 :12 NIV
TUHAN akan membuka tingkat-tingkap langit, gudang perbendaharaan karunia-Nya, untuk mengirimkan hujan ke tanahmu pada musimnya dan MEMBERKATI SEMUA PEKERJAAN TANGANMU. Kamu akan memberi pinjaman kepada banyak negara tetapi kamu tidak akan memita pinjaman dari siapa pun. Ulangan 28 :12 NIV
Banyak yang berpikir, asalkan menabur benih (kebaikan, pemberian) maka dengan sendirinya akan panen. Benarkah?
Prinsip Tabur Tuai itu digambarkan dalam Lukas 8:5-8 (TB) “Adalah seorang penabur keluar untuk menaburkan benihnya. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu • diinjak orang dan burung-burung di udara memakannya sampai habis. Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, dan •setelah tumbuh ia menjadi kering karena tidak mendapat air. Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, dan • semak itu tumbuh bersama-sama dan menghimpitnya sampai mati. Dan sebagian jatuh di • tanah yang baik, dan setelah tumbuh berbuah seratus kali lipat.” Setelah berkata demikian Yesus berseru: “Siapa Mempunyai Telinga untuk Mendengar, Hendaklah Ia Mendengar!”
Terbukti, dari 4 jenis tanah yang ada, hanya 1 jenis tanah yang berbuah lebat hingga 100 X lipat. Ketiga tanah lainnya, membuat benih itu mati sebelum sempat berbuah.
Sesungguhnya, hal yang sama kita alami di dunia natural, jika kita menabur benih sembarangan, terbukti banyak taburan yang tidak berbuah.
Oleh karena itu, Amanat Agung memerintahkan: *Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa MURID-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan AJARLAH mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Matius 28:19?-?20 TB
Karena tanpa diajar dan dimuridkan, Benih Kebenaran Firman Tuhan tidak akan bertumbuh maksimal dan berbuah dengan lebat.
Lebih penting memiliki mentor, pembimbing atau guru yang bisa menunjukkan jalan menuju keberhasilan, serta menjadi teladan dalam menghidupinya. Daripada sekedar diberi uang lalu harus jalan sendiri. Terbukti banyak yang gagal.
Dari pengalaman menaman 2 pohon mangga di kebun kami, yang satu tetap sehat berbuah hingga kini, sementara yang satu lagi, meski sempat berbuah, tumbuh jamur-jamur putih di batangnya, lalu mati.
Jamur ini bisa menggambarkan ketakutan, galau, berita-berita dunia, pikiran-pikiran negatif yang dibiarkan mendominasi pikiran kita, lama kelamaan membuat pohon mangga itu mati.
Yesus berseru: “Siapa Mempunyai Telinga untuk Mendengar, Hendaklah Ia Mendengar!”
Ternyata kunci agar buahnya lebat, ditentukan oleh Apa yang kita Dengarkan.
Tanpa dirawat dan dipelihara, benih akan mati. Perlu dipupuk, disiram dan disiangi agar rumput liar, benalu serta hama tidak mematikan pohonnya.
Jadi Hukum Tabur Tuai tidak terjadi secara otomatis. Ada bagian yang harus kita lakukan, yaitu merawatnya dengan konsisten dan cara yang benar. Artinya harus belajar. Kami butuh guru, mentor, pembimbing yang sudah terlebih dahulu berhasil, untuk mengajari cara memelihara pohon mangga agar tumbuh subur dan berbuah lebat.
“Salah satu manfaat terbesar dari keselamatan kita adalah mendengar Allah berbicara kepada kita secara pribadi. Tidak ada hubungan intim dengan Bapa surgawi kita tanpanya. Namun, semudah kita berbicara kepada-Nya, rata-rata orang Kristen kesulitan mendengar suara-Nya. Ini bukanlah cara yang Tuhan maksudkan,” demikian Andrew Wommack menjelaskan, “Belajar membedakan suara Tuhan dengan jelas sangatlah berharga. Alih-alih menjalani hidup secara membabi buta, karena tidak memiliki hikmat Tuhan yang membimbing dan melindungi kita. Tidak ada satu orang pun yang menerima surat ini yang hidupnya tidak dapat diubah secara radikal dengan mendengarkan suara Tuhan dengan lebih baik.”
Roh Kudus akan mengajar dan mengingatkan firman Tuhan serta mengarahkan pada jalan-jalan-Nya. Bahkan dengan berdoa berbahasa lidah, Roh Kudus menyampaikan keluhan-keluhan yang kita sendiri kesulitan menyampaikannya kepada Bapa, dan Roh Kudus membawa hikmat Bapa, lalu mendownloadnya ke dalam pikiran kita. Tiba-tiba secara supernatural kita mengerti kehendak Bapa, punya ide kreatif yang tak terpikirkan dan mendapatkan kebetulan serta hoki yang tak terduga. Itu karena Tuhan.
Lalu ketika kita mendengar hal-hal yang membuat hati kita offended – tersinggung, terluka, ada potensi mengalami kepahitan, segera ambil keputusan untuk mengabaikan perasaan, lalu Pilih Berpikir & Bertindak Sesuai Firman Tuhan. Roh Kudus yang memampukan kita menjadi pelaku firman, bukan sekedar pendengar saja – Be Doers of The Word and Not Hearers Only
Kembalikan fokus hanya kepada Tuhan dan Firman-Nya. Hidup adalah Pilihan.
Kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. PILIHLAH KEHIDUPAN. Ulangan 30:19 TB
Pilihlah kehidupan, kunci dari Tuhan. Setuju?
“Do not rush to judge someone unless his/her fruits reveal the truth. However, don’t forget; mostly, it’s not the fault of the tree to produce bitter fruits. Sometimes, the soil determines that; blame the source! Deal with the soil! Don’t deal with the tree!” – Israelmore Ayivor
“Jangan terburu-buru menilai seseorang kecuali buahnya mengungkapkan kebenaran. Namun, jangan lupa; dalam banyak kasus, bukanlah kesalahan pohon jika menghasilkan buah yang pahit. Terkadang, tanahnya yang menyebabkannya; salahkan sumbernya! Tangani tanahnya! Jangan berurusan dengan si pohon!” – Israelmore Ayivor
YennyIndra TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC MPOIN PLUS & PIPAKU PRODUK TERBAIK PEDULI KESEHATAN
“Apa rencana Tuhan dalam hidupku?”, menjadi pertanyaan umum yang terus menerus ditanyakan banyak orang, termasuk saya.
Tidak sedikit orang yang mati-matian mengejar kesuksesan ala dunia. Hanya meniru orang lain, terpengaruh sosial media, lalu membandingkan diri dengan sesamanya. Mengejar uang, aset sebanyak-banyaknya….menganggap uang adalah segalanya. Hingga suatu ketika menyadari, ketika sampai di puncak kesuksesan, ternyata tidak menemukan apa yang selama ini didambakannya. Bahkan uangnya pun tidak bisa membeli apa yang dibutuhkannya, contohnya: kesehatan. Sekarang uang banyak yang dikumpulkannya, digunakan untuk mengobati penyakit yang diderita karena mati-matian mengejar harta.
“If the ladder is not leaning against the right wall, every step we take just gets us to the wrong place faster.” -Steven Covey
Jika tangga tidak bersandar pada dinding yang benar, (tujuan yang benar) setiap langkah yang kita ambil hanya membawa kita ke tempat yang salah lebih cepat. -Steven Covey
DIEEEENNNNKKKK……..
Yang tidak disadari oleh banyak orang, sebelum kita ada di dalam kandungan ibu kita pun, Tuhan SUDAH menuliskan hari-hari yang akan dibentuk. Tuhan sudah menentukan tujuan hidup setiap manusia.
Buktinya?
“Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satu pun dari padanya,” kata Raja Daud.
Darimana saya tahu tujuan itu? Dengan membaca firman-Nya karena firman itu adalah Allah sendiri. Firman itu bukan tulisan biasa lho, melainkan roh, hidup dan berkuasa.
Ada tujuan umum dan tujuan khusus dalam kehidupan semua orang yang lahir di dunia ini. Entah mereka kenal Tuhan mau pun tidak, Tuhan sudah punya rencana bagi hidup mereka. Dan peran mereka tak tergantikan, kata Wolfgang Von Goethe.
Tujuan umum Tuhan bagi semua orang adalah: • Agar hidup kita Serupa & Segambar dengan Dia. • Menjadi Terang dan Garam. Sehingga setiap orang yang melihat kita, bisa melihat pancaran karakter Allah melalui kita. • Agar kita mempersembahkan hidup kita sebagai persembahan yang hidup, yang berkenan kepada-Nya dan yang sempurna. • Kita Diberkati untuk menjadi Berkat bagi orang lain, dengan sikap hati bahwa kita sedang menabur benih untuk memberkati orang lain dan menghormati Tuhan. • Tuhan ingin setiap orang Saling Mengasihi dan semua orang mengenal-Nya dengan benar.
Tujuan khususnya bagaimana? Nach ini perlu ditemukan secara pribadi, melalui hubungan personal kita dengan Tuhan dalam doa dan perenungan akan firman-Nya.
Tujuan umum Allah menggambarkan kehendak dan karakter Allah. Tanpa memahami tujuan umum, kita tidak akan menemukan tujuan khusus. Nach tujuan khusus ini, TIDAK akan menyimpang dari tujuan umum mau pun firman Tuhan. Jika menyimpang, sudah pasti itu BUKAN dari Tuhan. Ini fondasi dasarnya.
Rancangan Allah tidak pernah berubah dan tidak pernah gagal, kecuali kita sendiri yang menggagalkannya.
Salah satu rancangan umum Allah, contohnya: Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu Rancangan Damai Sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.
Rancangan Tuhan, Damai Sejahtera. Jadi jika malapetaka terjadi dalam hidup kita, langsung paham, itu BUKAN rancangan Tuhan. Lalu apa yang harus dilakukan? Tunduklah kepada Allah, LAWAN-lah iblis maka ia akan lari daripadamu.
Untuk menemukan rancangan khusus Tuhan bagi kita, diperlukan sikap hati & penundukan diri bahwa kita bersedia fokus dan taat pada apa pun yang Tuhan kehendaki.
Berdoa, baca firman dan merenungkannya sesuatu yang wajib. Lalu sepanjang hari kita menjalani kehidupan dengan sikap MENANTI & penuh pengharapan (EXPECTING). Waspada serta Awas, dengan tanda-tanda dan ‘suara’ Tuhan dalam mengarahkan kehendak-Nya.
Nach perjalanan bersama Tuhan itu terdiri dari ribuan langkah-langkah kecil. Saat Tuhan mengarahkan, kita taat, maka datang arahan berikutnya. Kalau belum ditaati, arahan-Nya mandeg. BUKAN 1 tujuan besar, lalu kita merealisasikannya menurut cara kita sendiri untuk Tuhan. Tuhan mau kita melangkah satu demi satu bersama-Nya, – God’s Way– dan setiap langkah merupakan suatu mujizat.
Dan semua itu bisa direalisasikan dengan SETIAP HARI kita bersujud di hadapan Allah dalam doa. Kekuatan, arahan dan hikmat diperoleh di sana. Tanpa-Nya, kita tidak dapat berbuat apa-apa. Ibarat TV lepas dari sumber listrik, hitam tanpa gambar. Tidak ada kuasa, yang ada hanya formalitas. Bicara tentang Tuhan tetapi tidak kenal Tuhan secara pribadi.
Keberhasilan BUKAN karena hebatnya kita tetapi karena Dia yang berkenan memakai kita. Kita ini wadah-Nya. Allah sendiri yang mengalir melalui kita.
Bagi YennyIndra: saya ini pena di tangan Tuhan. Yang menulis itu Tuhan. Saya sekedar alat semata. It’s all about God not me!
Semakin menghidupi kebenaran firman-Nya, semakin kita hidup secara Supernatural.
If our life are not Supernatural, they are Superficial. – Andrew Wommack.
Jika hidup kita tidak mengalami hal-hal yang Supernatural, itu karena hubungan kita dengan Allah dangkal saja -Andrew Wommack.
Semakin kita memahami kehendak Allah, semakin menghidupinya, semakin kita bisa memanifestasikan segala kekayaan yang terkandung di dalam anugerah-Nya. Semakin Supernatural hidup kita.
Ibarat Pipa ( jangan lupa pakai Pipa PVC PIPAKU & Tangki Air Anti Lumut & Anti Virus MPOIN ya…), kotoran yang menempel di dinding semakin sedikit, sehingga air Anugerah Allah pun mengalir makin deras dan lancar.
Apa saja yang terkandung dalam Anugerah-Nya? Perkenanan, promosi, janji ilahi, ide-ide baru, perlindungan dari kehilangan atau malapetaka, kesembuhan, kesehatan dan setiap berkat lainnya, dilipatgandakan Tuhan dalam kehidupan kita.
Mau? Mari kita bersama-sama belajar sungguh-sungguh menggenapi tujuan Tuhan dalam hidup kita.
Let God be the compass in your life. He will always point you in the right direction.
Biarkan Tuhan menjadi kompas dalam hidup Anda. Dia akan selalu mengarahkan Anda ke arah yang benar.
YennyIndra TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC MPOIN PLUS & PIPAKU PRODUK TERBAIK PEDULI KESEHATAN
Bagaimana Jika Orang Kristen Lahir Baru Jatuh Dalam Dosa?
“Tahukah kita justru orang yang “belum lahir baru”, alias orang dunia, yang tidak bisa jatuh dalam dosa?” P. Bambang Sungkono memulai dengan ungkapan yang menggelitik.
“Lho koq bisa?”
“Karena orang yang BELUM Lahir Baru Memang Hidup di Dalam Dosa. Ini ibarat babi yg berada di kubangan lumpur. Babi akan menikmatinya dan bahkan akan bergerak di kubangan lumpur yang lebih dalam dan lebih dalam lagi. Kubangan lumpur adalah habitat hidupnya. (Roma 3:23)”, demikian P. Bambang melanjutkan.
Hhhmmm… Fakta lain yang mengejutkan, menurut Billy Graham, 70% orang-orang yang aktif datang ke gereja, itu BUKAN orang kristen… Nach lho ?????? Gubraaaakkkk…..
Karena Orang Kristen Sejati adalah Orang yang SUDAH LAHIR BARU. Ternyata banyak orang yang salah mengerti, sekedar rutin hadir di gereja, status di KTP agama Kristen, bahkan menjadi anggota tetap suatu gereja, dikira sudah menjadi orang Kristen. Padahal itu bukanlah cara menjadi orang kristen dan diselamatkan. Mereka tidak pernah Lahir Baru.
Bagaimana Cara Lahir Baru? Roma 10:9-10 (TB) Jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.
Dan INSTAN menjadi Ciptaan yang Baru. Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. 2 Korintus 5:17 TB
Yang penting digarisbawahi, Manusia Ciptaan Baru ini tidak sama dengan manusia lama kita yang sudah mati. Juga tidak sama dengan manusia lain di luar Yesus.
Apa yang terjadi saat lahir baru? Manusia yang Belum lahir baru, rohnya mati. Terpisah dari Allah. Ibarat kabel listrik yang terlepas dari colokan listriknya. Ibarat Televisi, layarnya hitam gelap.
Ketika mengaku dengan mulut dan percaya dalam hati bahwa Yesus itu Tuhan dan Allah membangkitkan Dia dari antara orang mati (Roma 10:9-10), secara INSTAN, langsung ibarat kabel ditancap ke dalam colokan listrik, layar TV yang semula hitam sekarang bisa menangkap gambar. Roh kita tersambung dengan Roh Allah, karena saat Lahir Baru, Roh Allah bersatu dengan roh kita dan berdiam di dalam roh kita serta dimeteraikan oleh Roh Kudus (1 Kor 6: 17, 19 & 2 kor 1: 21-22) Kita berubah kodrat, sekarang memiliki kodrat Allah.
Nach sekarang kembali ke pertanyaan: Bagaimana Jika Orang Kristen Lahir Baru Jatuh Dalam Dosa?
Orang yang Sungguh-Sungguh Lahir Baru, itu Sudah Menjadi Ciptaan Yang Baru. Kodrat yang dimilikinya adalah Kodrat Allah karena Roh Allah tinggal di dalam rohnya. 1/3 dari Orang yang Lahir Baru itu sudah Kekal, yaitu bagian rohnya. Dimeteraikan oleh Roh Kudus. Karena kodratnya Allah, secara alami, gak suka, gak ingin berbuat dosa.
Masih bisa gagal dan jatuh dalam dosa? Bisa! Saat berbuat dosa, hatinya merasa tidak enak, gelisah, merasa bersalah karena kodratnya sekarang sudah kodrat Allah. Ada Allah Tritunggal di dalam roh kita. Ibarat seekor kucing peliharaan tuannya. Kucing bisa saja jatuh ke dalam lumpur, tetapi kucing pasti akan menderita dan secepatnya akan berusaha melepaskan diri dan menjauh, karena lumpur bukanlah habitat hidupnya.
Klo Lahir Baru berbuat dosa, masuk surga gak? Masuk surga. Rohnya sudah dimeteraikan oleh Roh Kudus.
Kalau begitu, berbuat dosa saja…kan tetap masuk surga… Nanti dulu, jika benar-benar Lahir Baru, habitatnya kucing lho, bukan babi. Gak doyan dosa. Dan dosa itu ada konsekuensinya. Sudah lahir baru lalu mencuri, ketahuan ya konsekuensinya dilaporkan polisi. Makes sense?
Betapa pentingnya kelahiran baru menjadi garis start dalam kehidupan kita, untuk membangun Hidup Baru yang dikasihi Tuhan & berkenan kepada-Nya. ( Yohanes 3:3, 5-7)
Dalam hal Kelahiran Baru, juga ada sisi Legal dan sisi Experience.
Secara Legal, kita adalah Ciptaan Baru, Status kita Orang Kudus, memiliki Kodrat Allah. Kita sudah memiliki roh yang baru, hati yang baru, dijauhkan dari hati yang keras, diberikan hati yang taat. Roh Kudus yang di dalam kita, senantiasa menuntun serta memampukan kita hidup selaras dengan kehendak-Nya ( Yehezkiel 36:26-27 ).
Secara Experience, Perilaku Kudus ini membutuhkan proses. Why? Roh kita Sudah Kudus, Kekal dan Sempurna. Tetapi Jiwa ( Pikiran, Emosi, Kehendak & Imajinasi) serta Tubuh kita Masih yang Lama. Oleh karena itu Pikiran kita perlu Diperbaharui sesuai dengan Firman Tuhan. Pikiran lama kita yang dulunya duniawi, sekarang diperbaharui sesuai dengan Firman Tuhan.
Ibarat gelas yang berisi kopi hitam pekat, agar ‘diperbaharui’ caranya dengan terus mengisi gelas itu dengan ‘Air Kehidupan yaitu Firman Tuhan’. ( Roma 12:2) Jika diisi terus dengan Air Jernih, kopinya akan meluber keluar, lama kelamaan gelas itu akan Full Air Bersih.
Faktanya, “Perilaku Kudus”, itu akan berproses dalam hidup kita dan bertumbuh bersama “tuntunan Roh Kudus”. Bisa saja “jatuh-bangun” selaras dengan tingkat pemahaman dan iman kita tentang Anugerah-Nya dan tingkat pengenalan kita terhadap Firman Kristus. Pemahaman kita tentang Anugerah Allah dan pengenalan kita akan Yesus Kristus itulah yang akan membuat kita semakin bertumbuh dalam iman yang teguh sehingga buahnya adalah : “Perilaku Kudus yang semakin nyata”. (2 Petrus 3:18)
Semakin hari kita semakin mengekspresikan Yesus yang ada di dalam kita. Kita semakin serupa dengan gambaran Kristus. (Roma 8:29-30 )
Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah IMAN TANPA PERBUATAN-PERBUATAN ADALAH MATI. Yakobus 2:26 TB
Ayat ini benar sekali, tetapi yang penting diperhatikan, “Mana yang Terlebih Dahulu? Iman dulu atau Perbuatan dulu? Beda tipis tetapi endingnya sangat jauh berbeda.
Prinsip Dasarnya: Kita Diselamatkan oleh Iman, BUKAN karena perbuatan kita!
Jika kita fokus dan mendahulukan “perbuatan baik” itu sama dengan keyakinan orang-orang di luar Kristus. Berbuat baik SUPAYA selamat dll. Itu BUKAN Kekristenan.
Kekristenan itu Keselamatan karena Anugerah. Anugerah diberikan secara Gratis, Cuma-Cuma….karena apa yang Yesus bayarkan dengan mati di Kayu Salib & Bangkit, tak ternilai pengorbanannyamaka disebut Anugerah. Cara Menerimanya dengan Iman.
Iman timbul dari pendengaran, pengengaran akan Firman Kristus. (Roma 10:17). Kita harus fokus dan dahulukan Iman oleh Firman Kristus. Ketika kita konsisten mendengarkan Benih Firman, Iman pun timbul, sehingga Membuahkan Perbuatan Baik (Efesus 2 : 8-10)
Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya. Efesus 2:8-10 TB
Iman kita yang bersumber pada Firman Kristus adalah Iman yang Hidup bahkan Mengalahkan Dunia, karena Kristus sudah mengalahkan dunia bagi kita. (1 Yohanes 1:1, 1 Yohanes 5:4-5)
Sadar Tuhan atau Sadar Dosa?
Ada sebagian teman-teman yang begitu ingin menjaga hidupnya kudus, berkenan kepada Allah, akibatnya menjaga diri sedemikian rupa agar jangan berdosa. Akibatnya, justru “Sadar Dosa.” Jika fokusnya dosa, artinya yang ditinggikan justru si musuh alias si iblis.
Prinsipnya: Apa yang kita Fokuskan itu Membesar!
Ubah fokus, Sadar Tuhan – Pikirkan tentang Tuhan dan kebenaran Firman-Nya! Ajaibnya, saat kita terus menerus memikirkan tentang Tuhan, merenungkan firman-Nya siang & malam, pewahyuan demi pewahyuan akan hal-hal rohani menguasai kita. Endingnya, kita Semakin Serupa dengan Kristus, tanpa usaha!!!! Yeeeeeaaaaayyyy…. Sesuai dengan judul buku Andrew Wommack, Effortless Change –Perubahan Yang Bukan Karena Usaha Kita . Kita serupa dengan apa yang kita fokuskan… berubah dengan Rest…
Mau? Yuuk…
Whatever we focus our attention on is what will dominate our thoughts (Proverbs 23:7). If our thoughts are dominated by the things of this world then we are going to get worldly results in our lives. We need to focus on God to get godly results. – Andrew Wommack.
Apapun yang menjadi fokus perhatian kita, itulah yang akan menguasai pikiran kita (Amsal 23:7). Jika pikiran kita dikuasai oleh hal-hal dunia ini maka kita akan mendapatkan hasil duniawi dalam hidup kita. Kita perlu fokus pada Tuhan untuk mendapatkan hasil yang saleh. – Andrew Wommack.
YennyIndra TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC MPOIN PLUS & PIPAKU PRODUK TERBAIK PEDULI KESEHATAN