Category : Articles

Articles, Self Motivation

Kehormatan Itu Harus Diraih- Siapa Yang Dimuliakan?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Kehormatan Itu Harus Diraih- Siapa Yang Dimuliakan?

“Hormat tidak dapat dituntut atau diminta, melainkan harus diraih. Has To Be Earned,” demikianlah Andrew Wommack mengajarkan.

Semua orang ingin dihormati orang lain tetapi tidak mudah mendapatkan penghormatan yang sejati.
Ada orang-orang yang dihormati karena jabatannya, tetapi begitu jabatannya hilang, raib pulalah rasa hormat itu.

Ada yang berusaha dihormati dengan cara menampilkan diri, melebihi kenyataan sesungguhnya.
Memberikan kesan dia termasuk kalangan dengan level ekonomi tertentu, melalui baju, handbag, mobil dan bergaul dengan orang-orang kaya tsb.
Tetapi kalau sesungguhnya belum sampai level itu, hidup akan sangat membebani hidupnya. Hidup dibalik topeng dan penuh kepura-puraan. Suatu ketika, akan terbongkar pula.
Kehormatan yang diperoleh hanyalah kehormatan palsu.

Dihormati karena apa yang dimiliki seseorang secara materi, itu bukan perasaan hormat yang sejati. Orang-orang berlaku hormat karena mengharapkan mendapat keuntungan darinya.

Rasa hormat yang sejati umumnya diberikan kepada orang yang memberikan keteladanan yang baik dan melayankan kasih Allah melalui tutur kata, nilai-nilai hidup serta perbuatan mereka. Singkatnya, orang yang berbuat baik, penuh kasih, dan tanpa pamrih.

Jadi dalam segala hal, lakukanlah kepada orang lain apa yang Anda ingin mereka lakukan untuk Anda, karena ini meringkaskan Hukum dan Para Nabi.

Orang tidak peduli seberapa hebatnya kita, orang juga tidak peduli seberapa kayanya kita, orang juga tidak peduli seberapa pintarnya kita, yang mereka pedulikan hanya satu: apakah keberadaan kita memberikan manfaat bagi mereka – dr. Gamal Albinsaid.

*****

Demikian pula kesaksian Warren Buffett, orang terkaya nomor 3 di dunia:

Buffett adalah orang yang sangat bersahaja; mengendarai mobil tanpa sopir apalagi pengawal pribadi, tidak pernah memakai pesawat jet pribadi meskipun dia pemegang saham terbesar sebuah perusahaan jet terbesar di dunia, memakai baju jahitan penjahit kelas dua, tetap menyimpan uang receh di dompetnya, hidup tanpa handphone maupun laptop.

Buffett tetap tinggal di rumah dengan 3 kamar di Omaha yang dibelinya sejak 50 tahun yang lalu.
Kesukaannya adalah main brigde dan menonton televisi dengan makan popcorn buatannya sendiri.

Kalau Buffett berjalan di tengah kerumunan banyak orang di jalanan maka tidak ada yang menyangka bahwa dialah salah satu orang terkaya di dunia saat ini.

Buffett berkata,
”Saya hanya ingin melakukan hal yang memang perlu. Dalam kehidupan pribadi saya juga, saya tidak peduli apa yang dilakukan oleh orang-orang kaya lain. Saya tidak ingin boat 405 foot hanya karena orang lain memiliki boat 400 foot.”

****
Karakter Tuhan dan Integritaslah yang menjadi dasar untuk meraih rasa hormat.
Tanpa ke dua hal ini, sulit kita dapat mempengaruhi orang lain, apalagi menjadi duta Allah yang efektif.

Orang lain butuh melihat ketulusan, kasih dan gaya hidup kita. Selaraskah apa yang kita katakan dengan yang kita hidupi?
Mereka butuh bukti, bukan janji.

Hormat yang sejati, justru diperoleh karena karakter luhur seseorang dan dia banyak membangun kehidupan orang lain. Membuat hidup orang lain menjadi lebih baik, karena mengenalnya. Itulah kepuasan hidup sejati.

Tuhan mengajar bahwa apa pun yang kita miliki, sesungguhnya bukanlah ‘milik’ kita pribadi. Kita hanyalah pengelola dari milik-Nya.

Uang bukan milik kita, milik-Nya. Kita hanyalah pengelola. Gunakan untuk kebaikan orang lain.
Hukum kehidupan: Tabur dan Tuai.

Hidup pun bukan milik kita. Itu hanya titipan, dan Tuhan menghendaki hidup kita dimanfaatkan untuk membantu orang lain pula. Diberkati untuk menjadi berkat bagi orang lain. Hormat sejati diraih karenanya.

Buktinya?
Saat seseorang meninggal, tidak ada yang sibuk mengenang berapa banyak hartanya. Tetapi yang dikenang, apa yang sudah dilakukan orang yang meninggal semasa hidupnya, yang membuat hidup orang yang ditinggalkan menjadi lebih baik.
Singkatnya, apa investasinya sehingga membuat hidup orang lain lebih baik dan apa legacynya, warisannya bagi generasi mendatang.
Itu yang dihargai.

*****

Salomo mengajarkan, bahwa orang-orang yang mengasihi Tuhan akan diberi umur panjang di tangan kanannya dan di tangan kirinya kekayaan dan kehormatan.

Ketika kita setia mengikuti Tuhan, menghidupi firman-Nya, maka karakter Tuhan kian nyata di dalam kehidupan kita.
Kehidupan orang percaya adalah kehidupan yang ditukar. Dulunya hidup bagi diri sendiri, sekarang hidup bagi Allah, karena roh Allah tinggal di dalam kita.

Kita pun mengasihi orang lain dengan tulus, ingin membantu mereka, memikirkan yang terbaik bagi mereka.
Apa pun yang kita tabur, itu yang kita tuai..
Kasih, hormat, berkat, kepedulian dari orang lain akan mengejar hidup kita.

“Life is an echo. What you send out comes back. …” – Zig Ziglar

“Hidup itu bagaikan gema, apa yang kita kirimkan, akan kembali kepada kita…” – Zig Ziglar

Ketika kita menjadi duta Allah yang bertanggung jawab, Tuhan mengaruniakan kepada setiap kita, panggung di mana kita bisa mempengaruhi dan memenangkan orang lain agar mereka bisa mengenal Tuhan dengan benar dan hidup mereka meningkat menjadi lebih baik, berkualitas dan bermakna.

Namun jangan mencuri kemuliaan Allah. Kita hanyalah bejana yang mengalirkan-Nya. Kemuliaan hanya bagi Allah saja. It’s all about God, NOT us. Semua tentang Tuhan, BUKAN kita.

Mari kita raih kehormatan dengan cara menggenapi tujuan Tuhan dalam menciptakan kita, menjadi Terang & Garam bagi dunia.
Terang, membuat kegelapan sirna.
Garam, memberi rasa dan membuat masakan jadi sedap.
Siap????

“Through Prayer and Meditation on The Word become WIlling To Let God Have All the Glory if any good is accomplished by your service. If you desire honor for yourself, The Lord must put you aside as a vessel unfit for The Master’s use. One of the greatest qualifications for usefulness in the service of the LORD IS HEART THAT TRULY DESIRES TO HONOR HIM” – George Muller.

“Melalui Doa dan Perenungan Firman Tuhan membentuk hati kita sehingga Bersedia Membiarkan Tuhan Yang Memperoleh Segala Kemuliaan jika ada hal baik yang dicapai oleh pelayanan kita. Jika kita menginginkan kehormatan (kemuliaan bagi diri kita sendiri, maka Tuhan harus mengesampingkan kita sebagai bejana yang tidak layak digunakan oleh Tuhan. Salah satu kualifikasi terpenting, yang menentukan seberapa bergunanya kita dalam melayani TUHAN ADALAH HATI YANG BENAR-BENAR INGIN MENGHORMATI & MEMULIAKAN DIA” – George Muller.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles, Christianity

What Do You Say?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

What Do You Say?

Ketika seorang wanita mengandung seorang anak dan kesal serta lelah menunggu setelah 6 bulan, apa yang akan Anda katakan?

“Huh…. tidak masuk akal. Bayi normal itu lahir setelah kandungan berusia 9 bulan 10 hari. Masa baru hamil 6 bulan, ngotot bayi mau dilahirkan?”, komentar orang normal sambil geleng-geleng kepala.

Jika seorang petani menanam jagung dan merasa tertekan, stress, karena tidak ada panen setelah 2 minggu, apa yang akan Anda katakan?

“Lhah… jagung itu butuh waktu 60-70 hari baru bisa dipanen! Masa baru 2 minggu sudah komplain mau panen jagung…
Gak masuk akal….”, komentar orang pada umumnya.

Apa yang akan Anda katakan kepada petani yang tidak menanam apa pun dan mengharapkan hasil yang sama seperti petani tetangganya?

“Ini lebih gak masuk akal lagi..Wong ga menanam benih koq mau panen? Di mana logikanya? Alamaaak…..”

– Akal sehat akan menanggapi ibu hamil bahwa memiliki bayi membutuhkan waktu sembilan bulan, bukan enam.
– Akal sehat akan memberi tahu seorang petani bahwa jagung tidak akan matang untuk dipanen dalam dua minggu.
– Akal sehat akan memberi tahu petani lain bahwa jika dia tidak menanam apa pun, dia semestinya tidak mengharapkan apa pun.

Yesus dengan jelas menjelaskan, kerajaan Allah bekerja menurut prinsip rohani/alamiah dari menabur dan menuai (Markus 4:1-20).
Dia membandingkan benih alami dengan Firman Tuhan.
Beliau menjelaskan tentang macam-macam tanah dan potensi hasilnya. So simple!
Mengapa begitu banyak orang percaya bergumul dengan kebenaran sederhana ini?
Bahkan ada orang kristen yang ngotot berdoa minta diberi berkat, tetapi dia sama sekali tidak menabur benih.
Logikanya bagaimana???

*****
Kesembuhan itu Tuaian

Mengapa orang percaya menjadi kesal, saat mereka tidak segera sembuh?
Kesembuhan merupakan tuaian, apakah itu tuaian langsung (karunia penyembuhan), atau tuaian progresif (“mereka akan sembuh”). Dalam setiap kasus, prinsip benih dan prinsip perkataan harus dipahami.

Perkataan pun merupakan benih, yang berbuah sesuai apa yang dikatakannya.

*****
Imajinasi Itu Benih

Apa yang Anda “bayangkan/Imajinasikan” hari ini adalah apa yang akan Anda tuai besok.
Banyak orang yang tidak sabar menanti terjadinya pembuahan tetapi sibuk mengeluh dan mengkritik ketika tidak ada panen.

Dari Benih, lalu terjadi pembuahan, hingga buah masak dan siap dipanen itu membutuhkan Waktu.

Selama menunggu, kita bertanggung jawab atas apa yang kita izinkan masuk ke dalam hati.
Setiap kita bisa belajar memahami berkat-berkat dan janji- janji Allah, bagaimana prosesnya. Dengan menyelaraskan diri dengan hukum-hukum alam dan hukum-Nya, mindset kita disesuaikan dengan cara pikir serta proses Tuhan.

Kita tidak selalu dapat menentukan waktu panen, itu bagian Tuhan.
Keyakinan kita yang naik atau turun, akan menentukan apakah pembuahan terjadi dengan lancar, atau justru gugur sebelum pembuahan sempurna.

Saat seorang ibu sedang mengandung, tidak diragukan lagi kelahiran merupakan sesuatu yang pasti.
Demikian pula, orang percaya yang sedang mengandung janji kesembuhan atau pemulihan dari Tuhan, sama yakinnya, suatu saat ‘kelahiran kesembuhan’ pasti datang.
Kapan kesembuhan tercipta itu bagian Tuhan.
Bagian kita Tetap Percaya, Yakin, Beriman bahwa Janji Kesembuhan-Nya Ya dan Amin.
Tidak selalu instan kadang butuh proses.

Iman bergantung pada “pendengaran”. Iman tergantung pada “konsepsi” – pengertian yang tersimpan dalam pikiran seseorang.

“Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.” Matius 13:23 TB

*****
Di doa pagi “Berdoa Berbahasa Lidah” by zoom, ada teman dari Surabaya, Siau Siang namanya.
Awal ikut doa pagi, keluhannya macam-macam. Syaraf terjepit, hingga kesakitan luar biasa dari leher, pinggang hingga ke kaki.
Kadang dia mengeluh,
“Ci Yenny, Siang gak kuat ingin mati saja… Sakitnya benar-benar tidak tertahankan.”

Sudah didoakan sepakat dengan teman-teman.
Dan sesuai Markus 11:23-24 (TB) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! Asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya. Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.

Kami percaya dan yakin, kesembuhan SUDAH ada di dalam roh orang yang sudah lahir baru. Penyakit sudah diperintahkan pergi, tetapi belum juga sembuh.
Entah mengapa, Siau Siang tidak kunjung sembuh.

Sakit ada yang penyebabnya natural, harus disembuhkan secara natural. Tetapi ada yang penyebabnya hal-hal rohani, ya diselesaikan secara rohani.

Lalu Siau Siang di terapi oleh Ongputra Logianto, yang sekolahnya langka, ambil jurusan Osteopathy, dari S1 hingga S2, plus lulus Biomedical Science. Lalu bekerja di klinik Osteopathy di Melbourne selama 6.5 tahun.
Saya sendiri sembuh total dari sakit leher, hanya dengan diajari duduk membaca dengan sikap yang benar oleh Ong.

Ternyata Siau Siang pun sakit karena salah posisi saat tiduran santai atau menonton TV dll. Beberapa kali di terapi, membaik tetapi belum tuntas.
Rasanya ada penyebab yang masih misteri, bukan masalah fisik.

Waktu pun berlalu….
Siau Siang setia ikut doa pagi dan ikut pelajaran tentang Firman Tuhan di CLUB, yang diadakan oleh P. Dolfi & B. Ninie.
Seolah tidak ada yang terjadi…
Tetapi semakin lama Siau Siang makin berubah pola pikirnya.

Dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” Yohanes 8:32 TB

Beberapa hari yang lalu, Siau Siang bersaksi. Dia sekarang sembuh total. Ternyata selama ini dia merasa kepahitan dengan seseorang karena dia meminjamkan uang pensiun suaminya, yang berakhir uangnya raib.
Perasaan bersalah, kecewa, marah, tak berdaya dan sebagainya, yang dipendam dalam hatinya, ternyata menyebabkan dia mengalami berbagai penyakit.
Setelah belajar kebenaran firman Tuhan, firman itulah yang pada akhirnya memerdekakan Siau Siang dari penyakitnya.

Menyimpan dendam, marah, kepahitan, tersinggung itu bak kita minum racun tetapi mengharapkan orang yang menyakiti kita, yang mati. Mustahil. Justru kita sendiri yang ‘mati’
Iblis sengaja membuat hati kita terkorek terus, karena dengan demikian iblis punya pijakan, untuk menjajah hidup kita.

Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: ”Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Yesus berkata kepadanya: ”Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali. Matius 18:21?-?22 TB

Perintah untuk mengampuni, itu demi kebaikan kita sendiri.
Terbukti, dengan mengampuni bahkan Siau Siang dengan tulus menerima dan memeluk orang yang melukai hatinya, hatinya lega, bebas dari kemarahan dan sembuh dari berbagai penyakitnya!

Tidak ada kehidupan yang lebih baik dari hidup mentaati Tuhan! Semua perintah-Nya dirancang untuk memberi kita hari depan yang penuh harapan, penuh damai sejahtera yang melampaui segala akal manusia.

Siap praktik? Yuk….

What we believe is directly related to what we receive from God – Carlie Terradez.

Apa yang kita yakini berhubungan langsung dengan apa yang kita terima dari Tuhan – Carlie Terradez.

Sumber: Barry Bennett.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’scakes
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

 

Read More
Articles, Self Motivation

Apa Yang Membuat Hidup Sungguh-Sungguh Bermakna?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Apa Yang Membuat Hidup Sungguh-Sungguh Bermakna?

Ketika menonton Benny Hinn di acara Healing Mastery di Andrew Wommack Ministry Colorado, Benny menceritakan pengalaman masa kecilnya, saat bertemu Corrie Ten Boom, sang Pahlawan Iman.
Rupanya saat di Belanda, Benny Hinn pernah sekamar dengan kemenakan Corrie.

Beberapa tahun lalu, ketika ke Belanda, saya mengajak P. Indra ke Harleem, kota asal Corrie Ten Boom. Rumah mereka dijadikan The Ten Boom Museum untuk memperingati The Hiding Place.
Karena kerap membaca kisah-kisahnya, saya ingin mengunjunginya.
Di rumah inilah keluarga Ten Boom menyembunyikan orang-orang yang hendak dimasukkan ke Kamp Konsentrasi oleh Nazi. Pada akhirnya, apa yang mereka lakukan ketahuan, sehingga keluarga Ten Boom pun ditangkap dan dimasukkan ke kamp konsentrasi.

Kisah Corrie Ten Boom yang selamat dari kamp konsentrasi
ditulis dalam buku berjudul “_The Hiding Place_”, yang difilmkan pula, menjadi best seller.

Saudari Corrie, Betsie namanya, melayani dan mendoakan orang-orang yang sakit di sana, meski mereka sendiri disiksa dan menderita. Bahkan Betsie sedemikian alaminya mengasihi semua orang, termasuk Nazi yang menindasnya. Kasih Allah mengalir untuk semua orang melalui mereka.

“Kita harus memberi tahu orang-orang, apa yang telah kita pelajari di sini. Kita harus memberi tahu mereka bahwa tidak ada lubang yang sebegitu dalamnya sehingga Tuhan tidak lebih dalam lagi menyertai kita. Mereka akan mendengarkan kita, Corrie, karena kita sudah mengalaminya di sini” , ujar Betsie Ten Boom, saudari Corrie yang meninggal di kamp konsentrasi menjelang mereka dibebaskan.

Di kegelapan sejarah yang paling pekat, Betsie dan Corrie Ten Boom menemukan makna hidup: merealisasikan tujuan hidup dari Tuhan: mengasihi sesama. Membuktikan bagaimana doa terjawab dan berbagai mujizat terjadi. Karena di kegelapan itu pun Tuhan menyertai mereka, memberikan damai sejahtera yang melampaui akal manusia.

The measure of a life, after all, is not its duration, but its donation.
Never be afraid to trust an unknown future to a known God – Corrie Ten Boom.

Kehidupan bukan diukur oleh lamanya seseorang hidup, melainkan dari apa yang dibagikannya kepada orang lain. Jangan pernah takut mempercayakan masa depan yang tidak kita diketahui, kepada Tuhan yang kita kenal- Corrie Ten Boom.

******
Seorang tokoh lain, Viktor Frankl, neurolog dan psikiater Austria, merupakan korban Holocaust yang selamat. Beliau menjadikan pengalamannya di 4 kamp konsentrasi Nazi, termasuk Auschwitz, yang terkenal sebagai tempat paling kejam yang pernah ada dalam sejarah, sebagai laboratorium hidup untuk membuktikan teorinya yang terkenal: Logoterapi.

Logo artinya meaning atau kebermaknaan. Frankl mengembangkan terapi yang didasarkan pada pencarian makna kehidupan. Menurut Frankl, yang dicari setiap orang, secara fundamental itu kebermaknaan hidup.

Semua itu dituliskannya dalam bukunya yang terkenal mendunia, berjudul Man’s Search for Meaning yang telah diterbitkan dalam 49 bahasa dan 190 edisi.

Di kamp konsentrasi, Frankl menemukan ada 2 jenis manusia:
– Orang yang terhormat
– Orang yang tidak terhormat.

Terlihat watak asli seseorang di kamp konsentrasi. Tidak perlu ‘Jaim’, toh belum tentu besok masih hidup.
Sebagian besar egois sekali.

Namun diantara mereka, tetap ada Orang-Orang Terhormat, yang tetap Mengasihi dan Peduli kepada sesamanya. Itulah karakter sejati dan kepribadian mereka yang sesungguhnya.
Memancarkan pribadi Allah, seberat apa pun situasinya.

“Kami yang tinggal di kamp konsentrasi dapat mengingat orang-orang yang berjalan melewati gubuk, menghibur orang lain, memberikan potongan roti terakhir mereka. Memang sedikit jumlahnya, tetapi mereka membuktikan bahwa segala sesuatu dapat diambil dari seorang, kecuali satu hal:
Kebebasan Manusia yang Terakhir – untuk Memilih Sikap dalam situasi apa pun, untuk menentukan jalannya sendiri. Memilih tetap menjadi pribadi yang memancarkan karakter Allah.”

Di kamp konsentrasi, istri Victor Frankl yang sedang hamil dibunuh, orangtuanya, saudara-saudara dekatnya semua meninggal, kecuali seorang saudarinya yang sudah berimigrasi ke Australia sebelumnya. Peristiwa kejam bertubi-tubi menimpa Frankl.

“Manusia dapat mempertahankan sisa kebebasan spiritual, kebebasan pikiran, bahkan dalam kondisi stres fisik dan psikis yang begitu mengerikan,” jelas Frankl
“Segala sesuatu dapat diambil dari seseorang kecuali satu hal: kebebasan manusia yang terakhir—untuk memilih sikap, dalam situasi apa pun, untuk memilih jalannya sendiri.”

Nazi bisa menyiksa tubuh Frankl, tetapi mereka tidak bisa memenjarakan pikirannya.
Dan Frankl memilih tetap waras: dengan cara memilih respon yang sesuai nilai-nilai hidupnya. Teknik inilah yang kemudian dituangkan dalam logoterapi.

Tidak sedikit tawanan yang menjadi gila, kehilangan kontrol, bahkan bunuh diri. Namun sesungguhnya, setiap orang memiliki kemerdekaan yang sama.
Respon yang berbedalah yang mengakibatkan hasil yang berbeda.

Between stimulus and response, there is a space. In that space is our power to choose our response. In our response lies our growth and our freedom – Viktor Frankl.

Di antara stimulus dan respon, ada ruang. Dalam ruang itulah terletak kekuatan kita untuk memilih respon. Dan pada RESPON itu, terletak PERTUMBUHAN dan KEBEBASAN kita – Viktor Frankl.

Wow…. Memahami hal ini membuat kita sadar, hidup tidak lagi dipenuhi oleh drama, perasaan cengeng, mental victim- merasa menjadi korban-, mau pun mengasihani diri sendiri. Kita punya kebebasan untuk memilih dan bertindak.

Prinsipnya, fokus pada yang bisa kita kendalikan, – pilih respon yang benar-, serahkan kepada Tuhan hal-hal yang tidak bisa kita kendalikan.

Dari pengalamannya yang sangat tragis, Frankl membawa sebuah paradigma baru dalam ilmu psikologi, yang menjadi solusi bagi orang-orang yang mengalami gangguan psikologis karena ketidakmampuan mereka menentukan orientasi hidup yang tepat.
Wow….!!!
Ada hal positif yang tercipta dari sejarah yang terburuk sekali pun.

****

Menurut Frankl, berfokus pada ‘kesuksesan’ & ‘kebahagiaan’ justru bisa membawa manusia tersesat saat mengejarnya
Lho????

“Jangan bertujuan untuk sukses. Semakin kita membidik dan menjadikannya target, semakin kita melewatkannya. Karena kesuksesan, seperti halnya kebahagiaan, tidak dapat dikejar; itu terjadi, dan hanya terjadi sebagai efek samping yang tidak diinginkan dari dedikasi pribadi seseorang dalam merealisasikan tujuan yang lebih besar daripada dirinya sendiri, atau sebagai produk sampingan dari penyerahan diri seseorang kepada orang lain, selain dirinya sendiri,”
Frankl menjelaskan,
“Kebahagiaan atau kesuksesan terjadi, karena kita membiarkannya terjadi tanpa mempedulikannya. Dengarkan apa yang diperintahkan hati nurani kita, lakukan dan terus lakukan sesuai apa yang kita tahu. Kemudian kita akan melihat, dalam jangka yang sangat panjang, saya katakan!—kesuksesan akan mengikuti kita, justru karena kita lupa memikirkannya.”

Dikombinasikan dengan pendapat Johann Wolfgang Von Goethe,
Kebahagiaan mau pun kekayaan, merupakan hasil sampingan yang diperoleh dalam proses mengerjakan tugas untuk merealisasikan tujuan hidup yang diberikan Tuhan dalam hidup setiap manusia, yang perannya tak tergantikan. Kesuksesan dan berkat, diberikan Tuhan agar dimanfaatkan menjadi berkat bagi orang lain. Diberkati untuk menjadi berkat. Saat mengerjakannya, hidup jadi bermakna dan kebahagiaan pun tercipta.

Mau Sukses & Bahagia?
Ikuti kata hati kita karena suara Tuhan yang lembut, senantiasa berbicara di dalam hati kita.
Inilah saat yang tepat bagi kita untuk memastikan bahwa kita benar-benar sedang menggenapi rancangan Tuhan saat menciptakan kita. Hidup hanya sekali,
mari kita menjalani hidup yang bermakna!

It’s a supernatural work of God when you become adaptable to meet the needs of those around you. When you attain this fruit of the Spirit in your life, you make great progress in your walk with God! – Rick Renner.

Inilah karya supernatural Tuhan ketika Anda dapat menyesuaikan diri untuk memenuhi kebutuhan orang-orang di sekitar Anda. Ketika Anda memperoleh buah Roh ini dalam hidup Anda, artinya Anda sudah membuat kemajuan besar dalam perjalanan Anda dengan Tuhan! -Rick Renner.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

 

Read More
Articles, Christianity

Hati yang Mengeluh – Offended Heart.

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Hati yang Mengeluh – Offended Heart.

“Salah satu area dalam hidup saya yang saya dedikasikan untuk diatasi adalah area mengeluh,” kata Barry Bennett, ”
Saya menyadari, selama bertahun-tahun telah mengeluh tentang banyak hal. Tentang politik, ekonomi, cuaca, tantangan pribadi, gaya ibadah, doktrin yang tidak saya sukai, dan banyak hal lainnya. Semua keluhan itu tidak membuat saya menjadi orang yang lebih baik dan tidak diragukan lagi telah memadamkan beberapa berkat Tuhan dalam hidup saya. Mengeluh bukanlah bahasa Tuhan.”

Dalam kisah Bangsa Israel, banyak ayat yang berhubungan dengan keluhan hati mereka.

Pada suatu kali bangsa itu bersungut-sungut di hadapan Tuhan tentang nasib buruk mereka, dan ketika Tuhan mendengarnya bangkitlah murka-Nya…
Bilangan 11:1 TB

Orang-orang Yahudi mengeluh tentang Yesus.

Maka bersungut-sungutlah orang Yahudi tentang Dia, karena Ia telah mengatakan: ”Akulah roti yang telah turun dari sorga.”
Yohanes 6:41 TB

Para murid sendiri mengeluh.

Yesus yang di dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu, berkata kepada mereka: ”Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu?
Yohanes 6:61 TB

Mereka juga menuduh Dia tidak peduli.

Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: ”Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?”
Markus 4:38 TB

Tampaknya sifat manusia yang sudah jatuh ke dalam dosa, adalah sifat suka mengeluh, bahkan di hadapan Yesus!

Mengeluh merupakan tanda ketidakpercayaan- Unbelief. Ketika mengeluh, kita sedang mengungkapkan ketidakpercayaan kita pada kebaikan dan penyediaan Tuhan. Dalam beberapa kasus, keluhan tersebut secara tidak langsung menuduh Tuhan berbohong. Begitu si pengeluh tersinggung pada Tuhan, dengan cepat dia berubah menjadi tersinggung pada gereja, pada pendeta, dan pada siapa pun yang tampaknya menikmati hidup.

“Berdasarkan pengalaman pribadi, begitu memilih untuk melihat kebaikan Tuhan dan percaya kepada-Nya, saya memasuki musim kehidupan baru, di mana saya menolak untuk tersinggung, menolak untuk berdebat, dan menolak untuk mengeluh,” Barry Bennett menjelaskan,
“Kerinduan hati saya ingin membantu orang, tetapi saya kemudian menyadari, beberapa orang menolak untuk dibantu. Saya berdoa agar pada waktunya mereka sadar akan kebenaran bahwa Tuhan bukanlah masalah mereka. Masalah mereka yang sesungguhnya adalah hati yang mengeluh, hati yang tersinggung. Inilah jawabannya.”

Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat! Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.
Filipi 4:4-7 TB

*****
Saat menerjemahkan artikel guru-guru, saya juga belajar dan merenungkannya.

Puluhan tahun saya menulis dan menerbitkan beberapa buku. Editornya, alm. Martha Pratana, sahabat saya di MDC Surabaya.
Martha sangat disiplin tentang quotes atau kutipan yang saya ambil, HARUS dicantumkan sumbernya Dengan Kalimat Yang Tepat.
Itu kekayaan Intelektual milik orang lain. Hargai itu!”, ujar Martha dengan tegas.
Bahkan saat ambil dari google pun, harus disertakan linknya.

Pengalaman menulis dengan Martha dan nilai-nilai yang diajarkan oleh papa dan mama, saya terbiasa menganggap jika tidak sesuai fakta, itu Tabu. Bohong atau Fitnah namanya.

Di dunia bisnis, janji wajib dipegang. Jatuh tempo mesti bayar tepat waktu. Gak bisa ingkar janji. Nama baik bisa tercoreng. Kata-kata wajib dipertanggungjawabkan.

Salah ya mesti minta maaf. Itu baru gentle, bertanggung jawab. Tanpa sengaja memberi info salah, ya bantu bereskan membenahi hal itu. Gak bisa lepas tangan begitu saja…
Itu nilai-nilai yang saya pegang.
Jangan bikin susah orang lain.

*****
Suatu ketika ada yang menyampaikan informasi yang tidak benar di sebuah forum, spontan saya menyanggahnya.
Info itu Tidak Benar.
Bagi saya, Info yang Tidak Benar wajib diluruskan.
Klo dibiarkan, berarti fitnah.

Kebohongan yang diulang-ulang, lama-lama diterima sebagai kebenaran, ujar orang bijak.

Apalagi jika kebenaran infonya dengan mudah di google, jika info itu benar, sertakan link pendukungnya seperti yang biasa dilakukan editor saya, Martha.
Logikanya begitu….
Setiap kita punya filter, pengalaman, yang membuat kita menilai dan berespon dengan cara tertentu.

*****
Ternyata di dunia pelayanan berbeda.
Karenanya, setiap memasuki bidang yang baru, kita belajar menyesuaikan diri dengan aturan main di bidang tsb.
Masuk kandang kambing, mengembik. Masuk kandang sapi, melenguh. Kata Peribahasa waktu SD.

Itulah sebabnya, Barry Bennett menolak untuk tersinggung, Menolak untuk Berdebat, dan menolak untuk mengeluh…

Di dunia pelayanan, bukan masalah benar atau salah, yang penting.
Pokoknya, Jangan Berdebat!
Kita tidak bisa memenangkan seseorang melalui perdebatan, itu hukumnya.
Jadi, biarkan saja jika ada yang tidak setuju atau infonya gak valid.
Andrew Wommack tidak mau buang waktu meladeni pengkritik. Disalahpahami, biarkan saja.
Oh, begitu…. Paham sekarang. Saya belajar!

Wajib memaafkan pelanggaran, karena kita melayani.
Akal budi membuat seseorang panjang sabar dan orang itu dipuji karena memaafkan pelanggaran. Amsal 19:11 TB

Orang yang ‘bersalah’ diberi ruang istilahnya, hingga oneday menyadari kesalahannya lalu bersedia bertobat, berubah dan dimenangkan bagi Tuhan.
Ada juga yang tetap tidak berubah… mungkin belum.
Who knows?
Ya sudah didoakan saja…
Saya belajar!

****
Benny Hinn melayani di Healing Master Class, Andrew Wommack Ministry.

Pesannya, jangan teralihkan melihat ke kanan dan ke kiri, tetapi fokus pada finish line yang menjadi tujuan pencapaian kita nantinya.
Yang menarik, Benny Hinn mengungkapkan, mestinya yang wajib dikejar orang kristen bukanlah damai sejahtera, berkat atau hal-hal lainnya, melainkan menjadi SEMAKIN SERUPA DENGAN KRISTUS SETIAP HARI.
Wow…..
Saya belajar!

Mari belajar bijak, agar rancangan Tuhan bisa tergenapi dalam kehidupan kita.

When the Spirit is working mightily in you, He shifts your focus from yourself to the needs of those around you. – Rick Renner.

Ketika Roh Kudus bekerja dengan luar biasa di dalam Anda, Dia mengalihkan fokus Anda dari diri Anda sendiri kepada kebutuhan orang-orang di sekitar Anda. -Rick Renner.

Sumber: Barry Bennett.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’scakes
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles, Relationship, Self Motivation

Benarkah Kita Berdoa? Atau Sedang Mengeluh?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Benarkah Kita Berdoa? Atau Sedang Mengeluh?

Suatu ketika Charles Capps, seorang pengkotbah terkenal dari Amerika, sedang berdoa dengan serius.
Ditengah-tengah sesi doanya, Tuhan bertanya lugas:

“Charles, what are you doing? Charles, apa yang sedang kamu lakukan?”

“I’m praying, Lord. Saya sedang berdoa, Tuhan”

“No, you are complaining. Tidak, kamu sedang mengeluh….”

Gubbbrrraaakkkk……

Ketika Andrew Wommack menceritakan kisah ini, saya pun terperangah.
Jangan-jangan saya pun kerap mengeluh bukannya sedang berdoa seperti yang saya pikirkan.

Setiap orang ‘merasa’ bisa berdoa tetapi sejujurnya, kerap kita mengartikan doa dengan persepsi yang salah.
Saat berbeban berat, kerap kita ‘merasa’ perlu lapor detil kepada Tuhan, betapa beratnya masalah yang kita hadapi. Bahkan belum lega jika belum ‘mengingatkan’ Tuhan, jika sampai terjadi A, resikonya begini lho Tuhan….
Kalau terjadi B, lebih gawat lagi Tuhan….. makin besar resikonya. Dibacakan daftar kemungkinan buruk yang bisa terjadi.
Bukannya lega hati, setelah ‘berdoa’ justru berkeringat dingin, makin stress dan ketakutan. Galau….

Klo perlu, dibawa pula berbagai surat perjanjian dan kontraknya, ditunjukkan kepada Tuhan, kuatir klo ada perjanjian yang Tuhan kelewatan belum baca!

Familiar dengan sikap seperti ini?
Dulu, saya pun seperti itu. Sebelum sekolah.

Klo perlu, tokoh-tokoh yang dianggap lebih rohani, lebih suci, diminta untuk mendoakan. Mereka dianggap punya jabatan lebih oke, jadi punya jalur khusus dengan Tuhan.
Jika tokoh-tokoh ini yang berdoa, lebih sakti.

Bahkan ditambah doa puasa, berusaha ‘memaksa’, istilah Andrew Wommack: ‘memiting tangan Tuhan’, supaya doa kita dikabulkan.

Ini sudah menjadi fenomena di mana-mana. Semakin banyak orang yang berdoa, berubaha membuat Tuhan ‘sungkan’, supaya dikabulkan.
(Mirip demo… mengerahkan massa, memaksa Tuhan)

Benarkah?

*******

Coba direnungkan kembali!
Allah kita itu Maha-Tahu. Manusia hanya bisa melihat sejauh mata memandang, sedangkan Allah sudah melihat hingga masa yang akan datang.

Daud bernyanyi:
Tuhan, Engkau menyelidiki dan mengenal aku;
Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri,
Engkau mengerti pikiranku dari jauh.
Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi.

Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya Tuhan.
Dari belakang dan dari depan Engkau mengurung aku, dan Engkau menaruh tangan-Mu ke atasku.

Terlalu ajaib bagiku pengetahuan itu, terlalu tinggi, tidak sanggup aku mencapainya.
Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu?
Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana;
jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situ pun Engkau.
Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut, juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku.
Jika aku berkata: ”Biarlah kegelapan saja melingkupi aku, dan terang sekelilingku menjadi malam,” maka kegelapan pun tidak menggelapkan bagi-Mu, dan malam menjadi terang seperti siang; kegelapan sama seperti terang.

Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku.
Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.
Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah;
mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satu pun dari padanya.
Dan bagiku, betapa sulitnya pikiran-Mu, ya Allah!
Betapa besar jumlahnya!

Apa sich yang Tuhan tidak tahu? Di dunia orang mati saja, Allah ada di sana. Mau bersembunyi di mana lagi?
Allah Maha-Besar, Maha-Dahsyat, Maha…..
Otak kita yang sebesar kacang, tidak bisa memahaminya.
Apa ya perlu kita curhat habis-habisan menceritakan ketakutan-ketakutan kita, padahal Tuhan sudah tahu endingnya bagaimana?

*****
Kami suka apartemen yang tinggi. Dari lantai 30 an, kami bisa melihat jauh ke depan.
Ketika hendak keluar makan, dari lantai 30 an kami bisa memperkirakan: oooo macetnya hanya sekitar 5 meter saja. Setelah sampai perempatan, lancar koq. Bahkan ada jalan lain yang jauh lebih lega.

Sebaliknya, saat kita berdiri di lobby, di lantai dasar, duh…. kelihatan mobil penuh sesak menutupi jalanan, panjaaaang…. seolah-olah tak berakhir.
Kita sudah stress duluan, bisa-bisa memutuskan tidak usah pergi. Buntu, sumpek, crowded….
Inilah gambaran kita yang melihat dari bawah, dari dunia.
Berbeda dengan Tuhan yang melihat dari atas, ibarat dari lantai 30 an. Pandangan-Nya jauh lebih luas, dan bisa melihat big-picturenya, gambar besar secara keseluruhan.
Tuhan tahu jalan mana yang tercepat, terlancar, terbaik untuk mencapai tujuan hidup kita.

Dia Allah, apa yang sulit bagi-Nya?
Tetapi Allah memberi setiap kita Free Will – kehendak bebas dan Free Choice – pilihan bebas, mau mengikuti Tuhan – God’sWay atau mengikuti kemauan kita sendiri – My Way?
Pilihan ada di tangan kita!

******
Menyadari hal ini, sesungguhnya sesi doa itu BUKAN memberitahu Tuhan betapa gawat situasinya, TETAPI sesi di mana kita memohon Tuhan memberikan hikmat-Nya, agar kita bisa melihat apa yang kita alami dari Cara Pandangnya Allah!

Berdoa BUKAN saatnya kita sibuk bicara, dan meminta Tuhan mendengarkan, MELAINKAN saatnya TUHAN BERBICARA dan Kita MENDENGARKAN DIA.

Tuhan, solusi masalahku bagaimana?
Ajari aku untuk melihatnya seperti Tuhan melihat.
Tuntun aku melangkah sesuai kehendak-Mu….
Apa yang harus aku lakukan?
Kapan aku harus melakukannya?
Bagaimana cara aku melakukannya?
Di mana aku harus memulainya?
Beri kekuatan dan kepekaan agar aku bisa melangkah bersama-Mu,
Dan setiap langkah merupakan suatu mujizat dalam menggenapi God’s Way….jalan Tuhan.

Dan Tuhan berbicara Melalui firman-Nya.

*****
Perjalanan hidup bersama Tuhan itu relationship, hubungan pribadi.
Jika doa-doa kita selama ini tidak memberikan hasil sesuai yang kita inginkan, check & recheck ulang.
Mungkin cara berdoa kita selama ini, ada yang kurang pas.

Nach siapa tau ada A Better Way to Pray…. ada cara berdoa yang lebih baik, bisa dicoba.

“Bu Yenny, saya takut …. klo sesat bagaimana?”

Kita kan anak-anak Tuhan yang berhikmat bukan?
Check & recheck, apakah selaras dengan Firman Tuhan?
Jika selaras firman Tuhan, berarti benar.
Standar Kebenaran Sejati adalah Firman Tuhan, karena Firman Tuhan adalah Allah sendiri, – bukan hanya di paskan dengan satu prinsip tetapi keseluruhan firman Tuhan.

Lalu lihat buahnya!
Prinsip kehidupan itu Prinsip Benih.

Jika yang ditanam biji mangga Probolinggo kesukaan P. Indra, buahnya pasti Mangga Probolinggo yang supermanis berwarna kuning kemerahan.
Tidak mungkin berbuah semangka apalagi tomat. Tidak mungkin pula berbuah mangga yang masam dan berwarna kuning keputihan.
Benih tidak pernah menipu! Benih itu berbuah sesuai jenisnya!

Dengan cara yang sama, jika yang ditanam adalah Benih Firman Tuhan, maka buahnya pasti nyata: semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pasti semuanya itu yang ada dalam pikiran mau pun kehidupan orang yang menghidupi firman-Nya. Yang dipikirkan perkara yang di atas, bukan di bumi semata.

Sehingga kita tidak mudah terbuai dengan kata-kata yang indah semata, atau ditakut-takuti dengan berbagai dongeng nenek tua.
Orang-orang yang hidupnya berakar di dalam Tuhan dan dibangun di atas Dia, makin bertambah teguh dalam iman dan hatinya melimpah dengan ucapan syukur.

Kehidupan orang yang hatinya melekat kepada Tuhan itu, supernatural. Hal-hal baik mengejar kehidupannya. Itulah sebabnya Andrew Wommack berujar, jika hidup kita tidak supernatural, berarti hubungan kita dengan Tuhan, tidaklah mendalam.
Penyertaan Tuhan itu kasat mata.

Mari bangun hubungan pribadi yang dekat dengan Allah maka kita akan menikmati surga di bumi dan surga pula di kekekalan nanti.
Mau? Yuk…..

Inconsistency is one of the major reasons why a lot of people don’t experience God’s best – Dr. Jerry Savele.

Ketidakkonsistenan adalah salah satu alasan utama mengapa banyak orang tidak mengalami yang terbaik dari Tuhan – Dr. Jerry Savele

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 105 106 107 108 109 314