Category : Articles

Articles, Christianity

Bagaimana Tuhan Menyempurnakan Kita? Jangan Salah Paham!

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Bagaimana Tuhan Menyempurnakan Kita? Jangan Salah Paham!

Ini adalah pertanyaan bagus yang patut mendapat perhatian. Pertama-tama, bagian mana dari diri kita yang perlu disempurnakan? Jika kita dilahirkan kembali, bukankah kita “satu roh” dengan Dia?

“Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia. 1 Korintus 6:17 TB
Masih banyak lagi ayat yang dapat ditambahkan di sini yang memperjelas bahwa kita adalah ciptaan baru, diciptakan dalam kebenaran dan duduk bersama-sama dengan Dia di surga. Roh kita telah disempurnakan.

Bagaimana dengan pikiran kita?
“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” Roma 12:2 TB
Inilah tanggung jawab kita. Memahami kehendak Tuhan yang baik dan sempurna bergantung pada pembaharuan pikiran alias Pola Pikir kita terhadap sifat-Nya dan ciptaan baru yang kita miliki.

Bagaimana dengan perilaku kita?
Bagaimana Tuhan menyediakan pertumbuhan dan kedewasaan kita yang berkelanjutan?
“Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.” 2 Timotius 3:16?-?17 TB

Firman Tuhanlah yang memberikan koreksi, teguran dan petunjuk agar kita menjadi utuh.
TIDAK ADA indikasi bahwa itu adalah Firman ditambah penyakit, atau Firman ditambah tragedi atau Firman ditambah pengalaman lainnya.
FIRMAN SAJA SUDAH CUKUP.

Bagaimana dengan hubungan kita dengan orang lain dan dunia?
“Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, Efesus 4:11?-?13 TB
Pelayanan “lima jawatan” diberikan kepada gereja untuk menyempurnakannya.

Bukankah Tuhan menggunakan atau mengizinkan hal-hal buruk dalam hidup kita untuk mengajar dan menyempurnakan kita?
SAMA SEKALI TIDAK!

Jika benar demikian, maka hal ini menyatakan bahwa penyediaan Tuhan bagi tubuh-Nya (lihat di atas) tidak memadai dan tidak mencukupi.
Jika hal-hal buruk adalah guru kita, untuk tujuan apa Tuhan memberikan Roh-Nya dan Firman-Nya?

Seperti ketika seorang anak sudah dinasehati, naik motor jangan ngebut. Tapi nekad tetap ngebut. Akhirnya jatuhlah dia dari motor.

Waktu ayahnya mengetahui hal itu, segera menolong dan membawanya ke rumah sakit.
Ayahnya berkata, “Makanya nurut kalau dinasehati orangtua. Jadikan ini pengalaman, supaya di masa depan bijak mengendarai motor dan berhati-hati.”

Apakah sang anak jatuh dari motor karena ayahnya yang ingin memberikan pelajaran kepadanya?
Tentu saja tidak!
Anak itu jatuh karena kelalaiannya: ngebut saat mengendarai motor.
Tetapi sang ayah memanfaatkan kesempatan itu, untuk mendidik dan mengajari anaknya, agar belajar dari pengalamannya, menjadi lebih bijak, hati-hati dan penuh
perhitungan.

Demikian juga dengan Allah kita, penyakit yang bisa membunuh dan membinasakan berasal dari si musuh, tetapi Allah menggunakan kesempatan ini untuk mendidik kita agar mengambil pelajaran dari pengalaman ini, sehingga menjadi pribadi yang lebih bijak.

Allah sudah memberi kita otoritas dan kuasa untuk menghancurkan si musuh.
Ini kesempatan bagi kita untuk mempraktekkannya, menggunakan otoritas untuk mengalahkan musuh.
Tuhan mendidik kita makin bertanggung jawab.

Tentu saja kita bisa belajar dari pengalaman dan menanggung hantaman dan memar dalam hidup, tapi kita tidak harus melakukannya. Allah telah memberi kita Firman-Nya, Roh-Nya, perjanjian-Nya yang lebih baik, janji-janji-Nya, otoritas-Nya, iman-Nya, perlengkapan senjata-Nya, karunia-karunia Roh-Nya dan kunci-kunci Kerajaan agar kita dapat diperlengkapi sepenuhnya untuk mengatasi kesulitan-kesulitan yang ada. dunia yang jatuh.

Sedihnya, “Umat-Ku binasa karena kurangnya pengetahuan” (Hosea 4:6).
Selama kita percaya bahwa Firman dan Roh Tuhan tidak cukup, kita akan membiarkan kuasa ketidaktahuan dan kegelapan menjadi “guru” kita.

******
Kembali Prinsip Dasar Yohanes 10:10 perlu diulang:
Pencuri (Iblis) datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku (Yesus) datang, supaya kita semua mempunyai HIDUP, dan MEMPUNYAINYA dalam SEGALA KELIMPAHAN. Yohanes 10:10 TB

Prinsipnya mudah: Yang Baik dari Tuhan dan yang jahat dari iblis.

Kita Tidak Lagi Berusaha untuk Diberkati, Sembuh dll tetapi KITA SUDAH DIBERKATI, SEMBUH, SEHAT dsb.

Nach Bagaimana supaya semua kekayaan di alam roh ini termanifestasi dalam kehidupan natural kita?
Sisi Experience, Pengalaman.

That the sharing of your faith may become effective by the acknowledgment of every good thing which is in you in Christ Jesus. – Supaya imanmu menjadi efektif dengan mengakui setiap hal baik yang ada di dalam kamu dalam Kristus Yesus. Philemon 1:6 NKJV

Dengan mengakui jati-diri kita yang baru dalam Kristus, maka kita akan menjadi Pribadi Baru sesuai yang Tuhan kehendaki.
Identitas kita yang sejati di dalam Kristus.
Semakin kita merenungkan firman-Nya, semakin besar pewahyuan kita akan kelimpahan, kesembuhan dll yang sudah kita miliki, maka terjadilah menurut imanmu. ( Roma 12:12)

Sembuh, Sehat, Makmur dll sudah ada di dalam roh kita. Lengkap.
Manusia terdiri dari Roh, Jiwa dan Tubuh.
Saat kekayaan dalam roh akan ditransfer ke alam natural ( Lihat gambar yang ada Kran) harus melewati Jiwa yang berisi Pikiran, Emosi, Kehendak dan Imajinasi.

Seberapa banyak kekayaan, kesembuhan dalam Roh bisa termanifestasi ke Tubuh (Alam Natural), tergantung seberapa SELARAS Jiwa kita dengan Roh ( Allah & Firman).
Semakin selaras, Kran Terbuka Makin Lebar, makin lancar mengalir baik kesehatan, kesembuhan, kelimpahan dll.

Hhhmmm … semua makes sense bukan?
Mari kita hidupi dan jadilah Pemenang!
Siap?

“Rise up; this matter is in your hands. We will support you, so take courage and do it.” – Billy Epperhart.

Bangkitlah, karena hal itu adalah tugasmu. Kami akan mendampingi engkau. Kuatkanlah hatimu, dan bertindaklah!” – Billy Epperhart.

Sumber: Barry Bennett

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’scakes
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

 

Read More
Articles, Relationship, Self Motivation

Hubungan Pikiran, Perubahan Karakter & Doa Yang Terjawab!

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Hubungan Pikiran, Perubahan Karakter & Doa Yang Terjawab!

Setiap orang ingin mengalami peningkatan, menjadi lebih baik, lebih berguna, memiliki hidup yang lebih bermakna.
Itulah kerinduan setiap manusia.
That’s why kita sekolah, ikut seminar dan berbagai pelatihan.

Salah satu hal krusial yang harus dilakukan agar mengalami peningkatan, adalah mengubah pola pikir, mindset, sehingga pada akhirnya tindakan kita pun berubah, selaras dengan tujuan atau goal yang hendak kita capai.

Watch your thoughts, they become your words;
Watch your words, they become your actions;
Watch your actions, they become your habits;
Watch your habits, they become your character;
Watch your character, it becomes your destiny.
Lao Tzu

Perhatikan pikiranmu, itu akan menjadi kata-katamu;
Perhatikan perkataanmu, itu akan menjadi tindakanmu;
Perhatikan tindakanmu, itu akan menjadi kebiasaanmu;
Perhatikan kebiasaanmu, itu akan menjadi karaktermu;
Perhatikan karaktermu, itu akan menjadi takdirmu.
Lao Tzu

Oleh karena itu, pertama-tama Tuhan menekankan Perubahan Pola Pikir, dengan cara Jangan Menjadi Serupa Dengan Dunia ini tetapi gantilah dengan Cara Pikir dan Cara Hidup Ilahi, yang selaras dengan kehendak-Nya, supaya kita dapat membedakan manakah kehendak Allah, apa yang baik, sesuai dengan kehendak Allah dan yang sempurna.

Artinya, kesuksesan, kebahagiaan, keberhasilan, kesembuhan, kesehatan, kesejahteraan kita, itu tergantung seberapa baiknya kita menyelaraskan pikiran kita dengan Firman Tuhan bukan?
Perintah ini juga dengan jelas menegaskan, cara hidup ala dunia dengan cara hidup ala Tuhan itu bertolak belakang!

Cara Dunia menghalalkan segala cara demi meraih keuntungan pribadi. Yang penting “Aku”, “Aku” dan “Aku”…
Flexing… pamer kekayaan, hidup diluar kemampuan, demi prestige, biar bisa diterima kalangan tertentu, dengan harapan bisa meraih proyek-proyek besar.
Jika perlu berhutang dan menggunakan duit milik orang lain, supaya menciptakan image sebagai ‘orang dengan level tertentu’. Dst…dst…dst…

Lucu sekali ungkapan Dave Ramsey, menggambarkan orang-orang di kalangan ini:

We buy things we don’t need, with money we don’t have, to impress people we don’t like – Dave Ramsey.

Kita membeli barang-barang yang tidak kita butuhkan, dengan uang yang tidak kita miliki, untuk mengesankan orang yang tidak kita sukai – Dave Ramsey.

Guubbbraaaaakkkk…..
Aneh Tapi Nyata!
Orang dunia mengejar fatamorgana…. yang dikejar sesuatu yang bersifat sementara, bukan yang kekal!

Sebaliknya God’s Way – Cara Tuhan benar-benar berbeda.
Sumber berkat kita dari Tuhan, bukan bisnis atau pekerjaan kita.
Jadi percaya, Gusti Allah Mboten Sare – Allah tidak tidur, karenanya gak usah menggunakan cara-cara curang, tricky, jahat hanya demi mendapatkan keuntungan besar.
Tuhan bisa melimpahkan berkatnya melalui cara-cara yang tidak terpikirkan.
Keberuntungan-keberuntungan terjadi dengan sendirinya.
Dia Allah, tidak ada yang mustahil bagi-Nya!

Sibuk berbuat baik, mengasihi orang lain, melayani, karena tahu apa yang ditabur, itulah yang akan kita tuai.
Semakin mengasihi, semakin adil, tulus dan dengan penuh kasih melayani, maka berkat dan kebaikan mengejar secara natural.
Semakin baik kita menghidupi kebenaran Firman Tuhan, – dengan cara mengganti cara hidup ala dunia menjadi cara hidup ala Tuhan -, semakin kita mengalami Surga di Bumi.
Hidup sehat bebas dari kekuatiran, sehingga pikiran Tenang & Damai.
Tentu saja Kesehatan Ilahi tercipta….
Tanya dokter, penyebab dari berbagai penyakit selalu: Wrong Thinking – Pikiran yang Salah.
Sehat, pikiran damai, umur panjang dan bahagia pun tercipta secara alami.
Jaminan kehidupan di bumi dan di surga, di dalam genggaman orang-orang yang beriman kepada-Nya!

*****
Banyak orang yang ingin hidup dalam kelimpahan dan kesehatan Ilahi, tetapi TIDAK mau 100% menggunakan God’s Way.
Maunya mixed antara Cara Tuhan dan Cara Dunia.
Masalahnya, anggur yang baru tidak bisa diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya.

Ketika God’s Way dimasukkan ke dalam wadah (mindset) yang lama, God’s Way itu akan terbuang sia-sia.
That’s why orang-orang yang mendua hati tidak memperoleh apa-apa. Kita tidak dapat melayani 2 tuan.
Justru mereka semakin bingung, apa yang harus dilakukan? Bagaimana melakukannya?
Blur….
Berkat, kemakmuran, kelimpahan, kesembuhan mau pun kesehatan Ilahi lepas dari genggaman….

*****
Sesuatu yang unik terjadi, saat kita fokus, konsentrasi pada kebenaran Tuhan.
Yang hatinya teguh berpengang pada Tuhan dan kebenarannya, Tuhan jagai dengan damai sejahtera yang sempurna. Sebab kepada Tuhan mereka percaya!

Kami rutin doa pagi dari Senin hingga Jumat dengan teman-teman. Di samping menggali firman dan mempelajarinya, kami membiasakan mengerjakan pekerjaan lain, sambil memutar apps yang audionya terus membacakan firman Allah. Kami pun terbiasa berdoa dalam roh.
Apa yang terjadi?
Hati menjadi damai dan tidak mudah terbawa emosi. Apa pun yang terjadi, pengendalian diri berjalan dengan natural.
“Tenang dulu, berdoa. Tanya Tuhan,” bisik suara kecil dalam hati.

Kebetulan demi kebetulan baik terjadi, dipertemukan dengan orang-orang yang tak terpikirkan, dan Tuhan menuntun langkah demi langkah… Suara-Nya makin jelas terdengar.

Saat belum sungguh-sungguh mengambil komitmen 100% taat Tuhan, begitu banyak kerancuan, kebingungan menguasai pikiran serta membuat hati galau, tetapi sekarang tidak lagi.
Hitam dan putih jelas terlihat.
Jawaban doa berdatangan, kesembuhan tercipta: ada yang instan tetapi ada yang butuh waktu, tetapi terjawab. Padahal penyakit ‘berat’ menurut kacamata dunia.
Terobosan keuangan, solusi permasalahan berdatangan silih berganti.
Wow… Sungguh Allah senantiasa bisa diandalkan.
Kuncinya, kejar kebenaran Tuhan dan hidupi.
Kebenaran itu yang akan memerdekakan setiap orang.
Firman Tuhan YA & AMIN.
Kami pun semakin cinta Tuhan dan berapi-api…. semangat!
Inilah yang dikatakan Effortless Change, Perubahan Tanpa Usaha yang tercipta karena mendekatkan diri kepada-Nya…

Banyak yang bertanya: koq bisa?
Saya juga tidak tahu prosesnya tetapi It’s Works!
Terbukti berhasil.

Sama seperti saya tidak paham bagaimana listrik bekerja, tetapi terbukti, saat saya menekan saklar, lampu menyala.
Ruangan menjadi terang dan kegelapan sirna.
Kompor listrik dicolokkan ke lubang listrik, bisa untuk memasak.
Tertarik mencoba? Sila buktikan sendiri.

When God is FIRST,
He blesses the REST.

Ketika Tuhan ditempatkan ditempat yang PERTAMA & UTAMA, Dia akan memberkati & mencukupi yang lainnya.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles, Christianity

Apa Rahasia Kesuksesan Yesus?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Apa Rahasia Kesuksesan Yesus?

Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana Yesus mampu menyembuhkan banyak orang, melawan godaan musuh, menenangkan badai, memberi makan ribuan orang, dan membangkitkan orang mati? Apa rahasianya? Beberapa orang mungkin mengatakan bahwa Dia adalah Tuhan dalam wujud manusia, dan itu memang benar, tetapi apakah itu kekuatan yang Dia gunakan? Jika ya, mengapa Dia perlu berdoa?

Yesus adalah seorang pendoa.
Meskipun Dia adalah Anak Allah, Firman yang menjadi manusia, hubungan-Nya dengan Bapa didasarkan pada doa. Dia memulai pelayanan-Nya dengan doa, menghabiskan 40 hari di padang gurun dengan berpuasa dan berdoa dan mengandalkan doa untuk setiap aspek pelayanan-Nya di bumi. Selain hubungan-Nya dengan Bapa, Yesus tidak dapat berbuat apa-apa (Yohanes 5:19).

Yesus sering menghabiskan waktu berduaan dengan Tuhan sebelum, selama, dan setelah pelayanan. Dia menghabiskan sepanjang malam dalam doa sebelum memilih 12 murid. Dia berdoa untuk orang lain dan orang lain. Dia berdoa pada saat pencobaan terbesar-Nya. Doa adalah hubungan-Nya dengan Bapa.

Jika Yesus kecanduan berdoa untuk mencapai tujuan-Nya di bumi, apakah kita harus mengurangi gairah dalam kehidupan doa kita?

“Kalau ada seorang di antara kamu yang menderita, baiklah ia berdoa! Kalau ada seorang yang bergembira baiklah ia menyanyi! Yakobus 5:13 TB
Bagi banyak orang, penderitaan mendorong mereka untuk khawatir, mencari nasihat, mengeluh dan meminta bantuan orang lain. Namun sumber sejati yang dapat melepaskan kita, ditemukan dalam doa. Doa adalah tempat jawabannya. Doa memanfaatkan hikmat Tuhan. Doa melepaskan berkat Tuhan. Doa melibatkan Tuhan dalam kehidupan kita.

Jangan menghindari doa karena itu adalah kewajiban agama.
Kita mungkin terbiasa berbicara dengan bebas tentang apa yang dialami kepada orang lain. Silakan berbicara dengan Tuhan juga. Bicarakan dengan-Nya, apa pun yang ingin kita ceritakan, mengganggu dan membuat kita terbeban. Dia lebih daripada sohib, bff dll.

Kemudian, temukan beberapa janji dalam Firman-Nya yang sesuai dengan situasi yang kita alami dan bicarakan hal tersebut kepada Tuhan. Harapkan Tuhan untuk mempercepat Firman-Nya bagi kita. Harapkan jawaban. Tuhan peduli pada kita sama seperti Dia peduli pada Yesus ketika Dia masih di bumi.

Sumber: Barry Bennett.

*****
Yesus berdoa, kita pun berdoa.
Mengapa hasilnya berbeda?
Mungkin kita perlu mengupas cara berdoa yang sesuai kehendak-Nya, sehingga hasilnya seefektif Yesus.

Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya.”
Matius 9:17 TB

Kerapkali saat berdoa kepada Tuhan dan belajar Firman Tuhan, kita datang dengan mindset lama alias kantong kulit yang tua, sehingga firman, pewahyuan baru, tidak bisa masuk ke dalam kantong kulit tua milik kita.
Anggur baru itu terbuang percuma…. tentu saja hidup kita pun tidak bisa berubah.

Isanity: doing the same thing over and over again and expecting different results – Albert Einstein.

Kegilaan: melakukan hal yang sama berulang kali dan mengharapkan hasil yang berbeda – Albert Einstein.

Dengan kata lain, untuk mendapatkan hasil yang berbeda, kita harus melakukan hal yang berbeda. Dan tindakan yang berbeda, dimulai dari informasi yang berbeda, lalu kita terima, barulah kita bisa bertindak sesuai dengan info tersebut.

Nach sehubungan dengan kantong kulit (kirbat), perlu untuk meninggalkan pola pikir yang lama dan menggantinya dengan pola pikir yang baru. Agar kebenaran Firman Tuhan bisa menjadi pewahyuan baru yang mengisi pikiran kita dan kita bisa bertindak menghidupinya.

Berdoa artinya mengubah cara pandang kita, disesuaikan dengan cara pandang Tuhan dalam menyikapi masalah yang kita hadapi. Dia Allah yang Mahatahu, yang melihat jauh ke depan. Karenanya, kita mengikuti cara-Nya untuk menjalani kehidupan kita. God’s Way…
Berkomitmen sungguh-sungguh hidup bagi Dia, oleh Dia dan untuk Dia.

As He is so are we in this world 1 Yohanes 4:17
Sama seperti Yesus, kita ada di dunia ini.

Jika yang kita perkatakan adalah Firman Tuhan yang merupakan roh dan hidup, pikiran dan hati kita juga penuh dengan firman yang hidup dan berkuasa, maka PERKATAAN KITA SAMA BOBOT DAN KUASANYA DENGAN PERKATAAN YESUS SENDIRI.

Tidak hanya itu saja, semakin banyak stok Firman dalam hati, lalu kita MEMILIH untuk senantiasa memperkatakan, menghidupi serta hidup dengan pikiran yang senantiasa tertuju kepada Tuhan, maka tidak hanya damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal yang memerintah dalam hati dan pikiran kita, namun wibawa, kepribadian Yesus pun terpancar melalui kita.
Setiap orang bisa melihat Kristus di dalam kita dan bagaikan alkitab yang terbuka, semua orang mempermuliakan Nama Tuhan.
Wow….. dahsyat bukan?

Siap sukses seperti Yesus? Yuk…. semua reachable, bisa dicapai karena kita tahu caranya dan kita bisa merealisasikannya dengan bergantung sepenuh hati kepada Yesus. It’s all about God, not us.

Some people don’t let the Bible get in the way of what they believe” – Andrew Wommack

Beberapa orang tidak membiarkan Alkitab mengubah keyakinan mereka” – Andrew Wommack

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
*MPOIN PLUS & PIPAKU*
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’scakes
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

 

Read More
Articles, Self Motivation

Korelasi Cantik & Pengetahuan

 

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Korelasi Cantik & Pengetahuan

Raja terkaya di dunia dan orang paling bijaksana di muka bumi: King Solomon/ Raja Salomo/Raja Sulaiman berkata,

As a jewel of gold in a swine’s snout, so is a fair woman which is without discretion.

Ternyata dalam terjemahan Bahasa Inggris, ada berbagai pengungkapan yang sedikit berbeda, tetapi membuat kita memahami lebih dalam maknanya.:

Seperti anting-anting emas di jungur babi, demikianlah perempuan cantik yang tidak susila.

Wanita cantik yang tidak bijaksana seperti cincin emas di moncong babi.

“Seperti cincin emas di hidung babi, adalah wanita cantik yang tidak punya akal.

Seperti cincin emas di moncong babi adalah wajah cantik dengan kepala kosong.

Ternyata definisi kecantikan adalah wanita yang bijaksana, berakal ( mengerti stategi, cerdik), kepalanya berisi (pengetahuan) dan bersusila (beretika, bermoral baik).

Jika tidak demikian, kecantikannya serupa dengan anting emas yang mahal namun bertengger di hidung babi yang kotor.

“Menurutku, percuma saja menaruh anting-anting emas di hidung babi…”, ujar Duane Sheriff guru saya terbahak-bahak. Babi tetaplah babi… Meskipun dimandikan akan kembali ke kubangan.

Intinya, percuma mendadani yang diluar, karena siapa jati diri manusia itu, ditentukan oleh yang ada di dalam.
Yang rohani menentukan yang jasmani. Yang spriritual membentuk yang natural.

DIIIEEENKKKK….

Kecantikan bukan hanya sekedar fisik, bukan pula apa yang dikenakan di sisi luar seseorang, namun lebih pada kecantikan di dalam kepribadiannya: bijaksana, berakal ( mengerti stategi, cerdik), kepalanya berisi (pengetahuan) dan bersusila (beretika, bermoral baik), tentunya yang selaras dengan kebenaran sejati, Firman Tuhan.

Wanita adalah penolong para pria alias suami. Artinya penasehat. Nach negara kuat jika penasehatnya bijak dan bisa diandalkan.

Inilah target yang mesti dikejar karena kualitas ini akan tetap bersinar, tidak peduli berapa usia seseorang, bahkan akan membuat seseorang tetap dikenang meski sudah tidak ada di dunia ini. Jaminan di bumi dan surga. Keren…

Kualitas ini pula yang mencerminkan karakter Allah, jika dilandasi dengan kasih Allah serta kebenaran firman Tuhan sebagai fondasi hidupnya.
Berkat, damai sejahtera, kelimpahan, kemakmuran, keberuntungan, kesehatan Ilahi, kehormatan, umur panjang akan mengikutinya secara alami.
Diluar Tuhan kita tidak dapat berbuat apa-apa.

******
Semakin lama, semakin menyadari, di dunia ini orang pintar, orang kaya, orang hebat dengan sederet gelarnya, banyak sekali. Tetapi yang langka adalah orang yang memiliki karakter Allah dan berhikmat.
Ini bukan hasil sekolah melainkan terbentuk ketika kita membangun hubungan pribadi dengan Tuhan. Kita menjadi bejana yang mengalirkannya.

Saya suka ketika Andrew Wommack berulangkali mengungkapkan:
I am not the sharpest knife in the drawer – Saya bukanlah pisau yang paling tajam di dalam laci.
Alias bukan orang terpandai, terhebat dsb.
Tetapi terbukti Andrew Wommack dengan pelayanannya, mengubah dunia dan membuat kehidupan orang-orang menjadi lebih baik. Itu karena hubungannya yang dekat dengan Tuhan dan Tuhanlah yang membuatnya menjadi berhasil. Mengikuti caranya Tuhan dan untuk kemuliaan-Nya!

Dunia butuh pribadi-pribadi yang benar-benar menghidupi kebenaran Firman Tuhan dan melalui kepribadian mereka, orang-orang dunia bisa melihat Karakter Allah terpancar melalui kepribadian serta kehidupan mereka. Mereka lebih berhikmat, memiliki kuasa Allah karena mereka menyediakan diri menjadi bejana yang baik sehingga Allah pun mengalir melalui mereka.
Dunia haus akan kasih Allah yang sejati yang mengalir melalui kehidupan anak-anak-Nya.

Orang-orang yang sakit, butuh jalan dan mentor yang mengajari mereka bagaimana bisa merealisasikan kesembuhannya.
Dunia butuh jawaban bagi permasalahan hidupnya.
Sesungguhnya, kita yang mengenal Allah secara pribadi menjadi solusi, peta jalan dalam kehidupan mereka.

******
Karena itu saya memilih berhati-hati sekali dengan buku yang saya baca, film yang saya tonton dan teman-teman dekat dengannya saya bergaul dekat. Semua itu menentukan ending hidup saya berada di mana….

Lalu saya menemukan rahasia besar ini:
These are the proverbs of Solomon, David’s son, king of Israel. Their purpose is to teach people wisdom and discipline, to help them understand the insights of the wise.
Their purpose is to teach people to live disciplined and successful lives, to help them do what is right, just, and fair.

Inilah amsal Salomo, anak Daud, raja Israel.
Tujuan amsal untuk mengajarkan kebijaksanaan dan disiplin bagi orang-orang, membantu mereka memahami wawasan orang bijak. Mengajar mereka menjalani kehidupan yang disiplin dan sukses, sehingga mengarahkan mereka melakukan apa yang benar, tepat dan adil.

Wow… Inilah pengetahuan yang dimaksud, agar seseorang menjadi cantik dan bijak yang sejati. Dari pengetahuan inilah, kita dapat mengambil keputusan yang bijaksana, berdasarkan kebenaran yang sejati: Perkataan Tuhan, yang tidak lekang oleh waktu. Tetap sama, baik dulu, sekarang dan selamanya.

Teringat nasehat Peter Drucker, Bapak Management Modern,
banyak orang yang seumur hidupnya mengejar sesuatu mati-matian, ibarat naik tangga kesuksesan namun setelah tiba di puncak, baru menyadari, ternyata tangga itu bersandar pada sisi tembok yang salah.
Dia tidak menemukan apa yang didambakannya.
Kecewa…. Hampa….

“Hai anakku, janganlah engkau melupakan ajaranku, dan biarlah hatimu memelihara perintahku, karena panjang umur dan lanjut usia serta sejahtera akan ditambahkannya kepadamu.

Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu, maka engkau akan mendapat kasih dan penghargaan dalam pandangan Allah serta manusia.

Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.
Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.

Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan Tuhan dan jauhilah kejahatan; itulah yang akan menyembuhkan tubuhmu dan menyegarkan tulang-tulangmu.

Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya,” demikian nasehat Raja Salomo.

Wow….
Ternyata inilah rahasia agar tidak sekedar cantik tetapi memiliki kehidupan sejati yang didambakan manusia di bumi: umur panjang ada di tangan kanannya, di tangan kirinya kekayaan dan kehormatan. Jalannya adalah jalan penuh bahagia. Jalannya, sejahtera semata-mata.

Mau? Belajar sama-sama yuk….

“When we put God first, all other things fall into their proper place or drop out of our lives. Our love of the Lord will govern the claims for our affection, the demands on our time, the interests we pursue, and the order of our priorities.” – Ezra Taft Benson

“Ketika kita mengutamakan Tuhan, semua hal baik akan berada di tempat yang seharusnya, sementara yang tidak selaras akan keluar dari kehidupan kita. Kasih kita kepada Tuhan akan mengatur perjalanan kasih, seberapa banyak waktu yang kita luangkan, minat apa yang kita kejar, akan mengikuti urutan prioritas kita.” – Ezra Taft Benson

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

 

Read More
Articles, Self Motivation

Film Apa Yang Sedang Anda Ciptakan? Warisan Abadi Apa Yang Anda Tinggalkan?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Film Apa Yang Sedang Anda Ciptakan? Warisan Abadi Apa Yang Anda Tinggalkan?

Pagi ini P. Chris Manusama mengutip quotes Jim Hensen:
“Hidup bagaikan sebuah film. Tuliskan akhir cerita yang kamu inginkan. Tetaplah percaya.”
Menggelitik!

Mengingatkan akan saran *Steven Covey* dalam “7th Habits of Highly Effective People”, Habit 2: Begin With the End in Mind.
Kebiasaan ke 2 yang diajarkan, dengan Memulai Dari Akhir di dalam Pikiran kita.

Ketika mengikuti seminar P. Prasetya M. Brata, kami mendapat tugas, membayangkan berada pada upacara kematian kita sendiri. Lalu peserta diminta membayangkan menjadi anggota keluarga yang memberikan speech tentang kita (yang meninggal) dan menuliskannya.
Menuliskan speech itu, sungguh membuat saya merenungkan serta meresapi sungguh-sungguh: saya ingin dikenang sebagai pribadi seperti apa kelak?

Apalagi ketika papa, mama dan orang-orang yang saya kasihi meninggal, ternyata tidak ada yang menanyakan, berapa jumlah asetnya?
Tetapi yang dikenang adalah apa yang sudah dilakukan seseorang semasa hidupnya, yang membuat hidup orang lain menjadi lebih baik.

Fakta ini memperkokoh keyakinan saya bahwa kita harus Begin With the End in Mind.
Menentukan pada akhir hidup kita ingin dikenang sebagai siapa? Lalu kita mengerjakannya mulai saat ini sehingga pada akhir hidup kita nanti, benar-benar dikenang sesuai keinginan kita.

Salah satu keputusan penting yang saya pilih, “Semua orang yang mengenal saya, hidupnya akan menjadi lebih baik”.
Why?
Karena saya memutuskan, setiap tulisan dan perkataan saya adalah tentang Firman Tuhan dan saya berusaha membagikan prinsip-prinsip yang sudah saya pelajari di sekolah, sudah dihidupi dan saya diberkati karenanya.
Firman Tidak Pernah Gagal! Firman Ya dan Amin.
Ketika yang disampaikan adalah Firman Tuhan, yang merupakan roh dan hidup, tentu Firman itu sendiri yang akan mengubah hidup orang yang mendengar serta menghidupinya.
Dan kamu akan mengetahui Kebenaran dan Kebenaran itulah yang akan memerdekakan kamu.

Saat yang disampaikan, bukan firman Tuhan, seolah-olah diingatkan: ini salah jalur lho. Ayoo kembali ke jalan yang benar.

Semakin kita meyakini hal itu, itulah yang terjadi.
Terjadilah menurut imanmu.
Yang tertarik kepada kita, juga orang-orang dengan nilai-nilai yang sama.
Like Attracts Like, kita akan menarik orang-orang yang serupa dengan kita.

******
Sadarkah kita, jika kita menanam biji mangga, yang tumbuh pasti pohon mangga. Dan buah yang bisa kita panen kelak, pastilah buah mangga?
As simple as that. Sesederhana itu logikanya!

Dengan logika ini, tentunya kita bisa check dan recheck kehidupan kita saat ini, apakah kehidupan yang kita jalani saat ini adalah kehidupan yang kita inginkan?
Jika YA, berarti kita sudah on the right track, berada di jalur yang benar. Lanjutkan!

Tetapi jika kita tidak menyukai buah yang kita panen saat ini, maka gantilah, menanam buah yang kita inginkan.
Jika kita lebih menyukai durian daripada mangga, maka mulai sekarang, tanamlah biji durian.
Pada waktunya, kita akan panen buah durian.

Bagaikan menonton film, coba di fast forward. Disetel pada akhir filmnya. Apakah kita menyukainya?
Jika YA, oke lanjutkan.
Sebaliknya jika tidak suka, ya ganti filmya sejak sekarang. Hidup pun berubah.

Hukum kehidupan itu Tabur – Tuai. Apa yang kita tabur, itulah yang akan kita tuai.
Jika sekarang menabur angin, tentu kelak akan menuai badai…
Sebaliknya, jika yang ditabur hal-hal baik, firman, kasih, kepedulian, maka yang dituai adalah kehidupan, umur panjang, kehormatan dan hal-hal yang bersifat kekal.

******
Bob Bufford menulis buku “Finishing Well”.
Buku apik ini mengajarkan bahwa ada 2 sesi dalam kehidupan manusia.

Sesi pertama, ketika kita hidup untuk diri sendiri. Membiayai keluarga, membesarkan anak, membangun bisnis dan sebagainya.
Saat anak-anak sudah dewasa dan mandiri, sebagian orang beranggapan, inilah saatnya untuk pensiun.

Bob Bufford menegaskan tidak ada pensiun dalam kehidupan orang yang percaya kepada Tuhan.
Selama kita masih hidup, artinya masih ada tugas dari Tuhan yang harus diselesaikan. Hidup yang memuaskan tercipta, ketika kita menggenapi tujuan yang Tuhan berikan dalam kehidupan kita. Saat inilah yang disebut sebagai sesi ke 2 kehidupan, di mana kita tidak hidup untuk diri sendiri, melainkan hidup untuk Membangun Warisan Abadi bagi Generasi Mendatang.

Dengan menjalani sesi ke dua kehidupan yang efektif, kita akan menjadikan kehidupan orang-orang yang mengenal kita menjadi lebih baik dan kita bisa menjalani hidup yang berguna bagi sesama. Warisan abadi pun tetcipta.

*****
Norman Williams, salah seorang penumpang dalam kecelakaan tabrakan antara Boeing 747 milik Pan Am dan KLM, di Canary Islands 27 Maret 1977. Beliau menjadi salah seorang penumpang yang selamat dalam kecelakaan tragis itu secara mujizat, karena ibunya yang mendoakannya sebelum berangkat dan dia tetap berpegang pada firman-Nya di saat hidup dan mati.

Pesawatnya terbakar dan terbukti janji Tuhan:
Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau.
Meski penumpang di kanan-kiri, depan-belakangnya mati terbakar, Norman Williams selamat tidak kurang suatu apa pun.

Norman meninggal 2 Agustus 1997, 20 tahun kemudian setelah selamat dari kecelakaan tabrakan pesawat KLM dan PANAM. Dan saya membaca kisahnya serta menonton youtube-nya, februari 2021. Artinya, 24 tahun setelah Williams meninggal. Dan 44 tahun setelah kecelakaan itu terjadi.
Wow…. Sungguh mengagumkan ketika menyadari bahwa Williams masih bisa mempengaruhi hidup banyak orang, meski pun dia telah meninggal puluhan tahun yang lalu. Padahal rekaman youtube-nya masih sangat sederhana. Maklum th 1997. Belum secanggih sekarang.

Uniknya pula, Ian Borkent, penulis buku “The Norman Factor” menemukan bahwa menerapkan kunci yang sama yang digunakan Norman, membawa kemenangan di tengah situasi yang nampak mustahil- ketika istrinya Jedidja Borkent hampir meninggal setelah dia melahirkan putri mereka.
Mujijat berlaku untuk semua orang yang percaya!

Ternyata menulis, merekam dan membagikan apa yang kita alami, bisa dipakai Tuhan secara ajaib untuk menjadi berkat bagi banyak orang! Warisan abadi bagi generasi mendatang.

Mari kita berlomba-lomba membangun warisan abadi bagi kemuliaan-Nya! Siap?

If God’s Word says it: believe it, accept it, absorb it, apply it in your everyday living, because if God said something, He meant it. He never changes His mind – Norman Williams.

Jika Firman Tuhan mengatakannya: percayalah, terima, serap, terapkan dalam kehidupan sehari-hari, karena jika Tuhan mengatakan sesuatu, Dia bersungguh-sungguh dengan apa yang dikatakan-Nya. Dia tidak pernah berubah pikiran – Norman Williams.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

 

Read More
1 102 103 104 105 106 314