Category : Christianity

Articles, Christianity

“Apakah Anda Di Dalam Terang?”

“Apakah Anda Di Dalam Terang?”

Saya bertanya kepada istri saya, mengapa salah satu jenis tanaman berbunga di kamar tidur kami lebih besar dibandingkan tanaman sejenis yang di dapur?
Keduanya berasal dari paket benih yang sama, ditanam di tanah, air, dan dengan perawatan yang sama.

Jawabannya menjadi “pewahyuan” bagi saya.
Karena lebih banyak cahaya!.
Tanaman di lantai atas mendapat lebih banyak cahaya daripada yang di dapur. Variabel lainnya sama, hanya cahaya yang membuat perbedaan!

Mengapa beberapa orang Kristen kelihatan bertumbuh dan makmur, sementara yang lainnya nampak tertinggal, bahkan tidak pernah maju?
Karena lebih banyak cahaya!

Karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan.
1 Tesalonika 5:5 (TB)

Kita semua memiliki benih anugerah Tuhan yang tidak dapat binasa, Alkitab yang sama, dan 24 jam yang sama dalam sehari. Tetapi beberapa berjalan dalam terang, melebihi yang lainnya.

Cahaya adalah Kehidupan.
Semakin tinggal di dalam terang, semakin kita menerima hidup-Nya.

Renungkan ayat-ayat berikut ini:

Kamu bersinar sebagai cahaya yang menyinari dunia, berpegang teguh pada firman kehidupan.
Filipi 2: 15-16 (TB).

Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.
Mazmur 119:105 (TB)

Bila tersingkap, firman-firman-Mu memberi terang, memberi pengertian kepada orang-orang bodoh.
Mazmur 119:130 (TB)

Ketika merenungkan ayat-ayat ini, saya membayangkan, saat kita berpegang teguh pada Firman, maka terjadi perpindahan cahaya beserta kehidupan Tuhan ke dalam diri kita. Firman itu tidak hanya memberi terang, tetapi juga membuat kita menjadi terang!
Ketika tidak mempedulikan Firman, kita pun melayang kembali ke dunia, itulah saatnya kegelapan datang kembali.

Matamu adalah pelita tubuhmu. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu, tetapi jika matamu jahat, gelaplah tubuhmu.
Lukas 11:34 (TB)

Saat Firman-Nya menjadi fokus dan kegairahan kita, maka diri kita penuh dengan terang dan hidup. Firman adalah terang-Nya. Kita dilahirkan dari kegelapan menuju Terang oleh benih Firman yang tidak fana. Kita adalah anak-anak yang dilahirkan oleh Firman. Kita hidup dari setiap Firman yang keluar dari mulut-Nya (Mat 4:4).
Itulah Terang yang mengatasi kegelapan!

Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang,
Efesus 5:8 (TB)

[Repost ; “Are You In Light?”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra].

Read More
Articles, Christianity

“Apa Yang Anda Lihat?”

“Apa Yang Anda Lihat?”

Bagaimana kita memandang diri kita sendiri?
Bagaimana gambaran kita tentang Tuhan?
Jawaban atas dua pertanyaan di atas, akan menentukan kualitas dan arah hidup kita.

Saudara-saudara yang tercinta! Kita sekarang adalah anak-anak Allah, tetapi keadaan kita nanti belum jelas. Namun kita tahu bahwa kalau Kristus datang, kita akan menjadi seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.
1 Yohanes 3:2 (BIMK)

Pikirkan tentang kalimat terakhir:
“kita akan menjadi seperti Dia, karena kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya (sebagaimana Dia adanya).”

Ketika saya memikirkan hal ini, saya menyadari bahwa yang dikatakan-Nya adalah: kita menjadi seperti apa yang kita lihat.
Sebagaimana kita “melihat” Tuhan, demikian pula kita “melihat” diri kita sendiri, yang pada akhirnya akan menentukan jalan hidup kita.

Nasib Bangsa Israel berubah, karena gambaran di dalam batinnya yang merasa rendah diri dan penuh keraguan terhadap janji Tuhan.

Juga kami lihat di sana orang-orang raksasa……, dan kami lihat diri kami seperti belalang…….”
Bilangan 13:33 (TB)

Bagaimana mereka melihat diri mereka sendiri, menentukan masa depan mereka. Tuhan memiliki rancangan masa depan yang sangat berbeda untuk Bangsa Israel, tetapi citra diri mereka yang merasa rendah dan kalah, menghalangi tujuan dan penyediaan Tuhan.

Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia.
Amsal 23:7 (TB)

Citra diri kita yang salah bisa berakibat fatal.
Jika kita melihat diri kita sebagai orang yang lebih rendah, menjadi korban, lemah, tidak memenuhi syarat atau tidak berharga, hidup kita akan menjadi selaras dengan gambaran itu.
Jika kita melihat Tuhan sebagai Tuhan yang misterius, tidak diragukan lagi, Dia tidak menyukai diri kita, maka kita akan berhubungan dengan Tuhan, lebih sebagai sumber masalah kita daripada sebagai sumber kemenangan dan hidup yang berkelimpahan.

Terlalu banyak orang percaya yang menjalani kehidupan yang sulit, karena apa yang “dilihat” di dalam hati mereka. Mereka telah merangkul mentalitas sebagai korban dan memiliki kekecewaan kepada Tuhan secara umum, sehingga citra itu yang mengendalikan hidup mereka.

Beranikah kita membiarkan Tuhan mendefinisikan ulang diri kita?
Bersediakah kita bekerja sama menggenapi visi-Nya?
Bersediakah kita memutuskan melihat Bapa sebagaimana Yesus menggambarkan Bapa?

Sampai kita berani mengubah apa yang kita “lihat”, kita tidak akan pernah mengalami apa yang telah Dia diberikan-Nya.

[Repost ; “What Do You See?”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra].

Read More
Articles, Christianity

“Informasi atau Transformasi?”

“Informasi atau Transformasi?”

Begitu banyak orang yang memiliki pengetahuan tentang Alkitab melebihi saya. Kadang-kadang saya kagum pada pengetahuan mendalam dari beberapa guru Alkitab. Beberapa dari mereka hidupnya berubah karena pengetahuan Firman Tuhan itu, tetapi yang lain nampaknya tidak ada perubahan.
Apakah pembelajaran kita hanya berfungsi untuk pengetahuan saja,- sekedar informasi-, atau dapat mentransformasi, lalu mengubah kita?

Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
Roma 12:2 (TB)

Ayat diatas menyatakan bahwa pembaharuan pikiran yang benar akan “mengubah” – mentransformasi kita.
Kata ‘transformasi’ dalam bahasa Yunani merupakan kata yang sama yang digunakan ketika Yesus “berubah rupa” di hadapan beberapa murid dalam Matius 17. Itu merupakan kata yang penting, jika pembaharuan pikiran untuk mengubah/merubah rupa dan bentuk kita, mengapa begitu banyak orang yang dipenuhi dengan pengetahuan Alkitab tapi tidak mengalami transformasi?

Mencoba menandai setiap “i” dan menyilangkan setiap “t” yang berkaitan dengan pengetahuan Alkitab bukanlah hal yang buruk, atau dengan kata lain, kita kadang terlalu memperhatikan segala hal kecil-kecil yang berhubungan dengan pengetahuan Alkitab kita, tapi apakah itu membawa perubahan?

Pertanyaannya: apakah kita benar-benar sedang diubahkan?
Apakah kita lebih mencintai, memberi lebih banyak, lebih mudah memaafkan, dan dipenuhi dengan sukacita dan damai sejahtera?
Apakah pernikahan kita lebih baik, apakah anak-anak kita diberkati dan masa depan kita dipenuhi dengan visi?

Anugerah Tuhan merupakan kekuatan yang mengubah serta penyediaan untuk setiap kebutuhan. Ini bukanlah doktrin yang harus dipahami, tetapi kehidupan yang diubahkan, yang harus dijalani. Kita bisa memahami semua misteri, namun jika kita tidak mengasihi. . . Semua tidak berguna. (lihat 1 Korintus 13: 1-3)

Apakah kita menjalani hidup dengan buah-buah Roh?
Apakah kita menghabiskan lebih banyak waktu untuk mencoba memahami hal-hal sepele dalam Alkitab, lebih daripada memikirkan bagaimana caranya memberkati orang lain?
Apakah kita mengejar informasi agar membuat diri kita sendiri dan orang lain terkesan, ataukah transformasi yang kita alami sungguh-sungguh membawa berkat bagi hidup kita dan kehidupan orang lain juga?

Injil kasih karunia dan anugerah Tuhan adalah kekuatan yang mengubahkan. Hasil dari kehidupan yang diubahkan adalah damai sejahtera, kasih, sukacita, iman, kebaikan, kemurahan hati dan hati yang mengampuni. Biarkan Firman melakukan tugasnya di dalam diri kita. Jawaban atas berbagai pertanyaan kita akan datang tepat pada waktunya, tetapi inilah waktunya sekarang untuk menjalani hidup yang diubahkan. Itulah yang butuh dilihat oleh dunia di sekitar kita.

[Repost ; “Information or Transformation”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra].

Read More
Articles, Christianity

Mana Buktinya Mujijat Masih Ada???

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Mana Buktinya Mujijat Masih Ada???

“B. Yenny, tolong kirim renungan Seruput Kopi Cantik ke teman saya ya bu, ini nomor WA-nya,” chat dari Pak Agus Srijanto.

“Siap!”

Jadilah saya mengenal P. Solaiman Giyono. Satu hal yang saya perhatikan, Pak Giyono haus sekali akan kebenaran Firman Tuhan.
Awalnya saya mengirimkan salah satu buku tulisan Andrew Wommack. Rupanya beliau merasa sangat diberkati.
Dan dengan berjalannya waktu, semua buku tulisan Andrew Wommack yang sudah diterbitkan oleh Light Publishing, dibeli sendiri dan dilahap habis. Lengkap koleksinya!

Read More
Articles, Christianity

“Benih.”

“Benih.”

Sungguh menakjubkan melihat berbagai cara berbeda yang Tuhan gunakan dalam menjelaskan konsep benih, waktu bertumbuhnya benih dan panen, serta tabur tuai untuk menggambarkan berbagai aspek Kerajaan Allah. Ketika kita kembali ke Taman Eden, bahkan sebelum Adam jatuh dalam dosa, kita menemukan pohon-pohon di Taman itu sudah memiliki benih.
Untuk apa benih itu?
Apa peran atau tanggung jawab manusia dalam hubungannya dengan semua ini?
Apa yang diungkapkan melalui benih itu dan apa tujuan Tuhan?

Berikut ini beberapa contoh dari prinsip benih yang diwahyukan dalam Kitab Suci :

Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal.
1 Petrus 1:23 (TB)

Firman Tuhan adalah benih yang tidak dapat rusak. Ketika diterima di dalam hati manusia menghasilkan roh yang diciptakan kembali (lahir baru).

Inilah arti perumpamaan itu: Benih itu ialah firman Allah.
Lukas 8:11 (TB)

Yesus menegaskan kembali bahwa Firman-Nya adalah benih. Di bagian lain dia menjelaskan bagaimana prinsip Kerajaan Allah bekerja:

Lalu kata Yesus: “Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah,
lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu.
Markus 4:26-27 (TB)

Benih membawa masa depan didalamnya.
Mereka diprogram untuk berkembang biak sesuai dengan sifatnya. Potensi mereka tidak terbatas. Benih tidak berbohong. Mereka hanya bisa menjadi seperti seharusnya sesuai jenisnya. Firman Tuhan adalah benih yang tidak dapat rusak, yang membawa sifat Tuhan dan potensi janji-janji-Nya.

Segala sesuatu di dalam Kerajaan Allah bekerja sesuai dengan prinsip ini. Segala sesuatu dalam hidup perlu disemai dengan Firman Tuhan. Pikiran kita, tubuh kita, bahkan manusia roh kita membutuhkan pengaruh terus-menerus dari benih Firman Tuhan. Beginilah hidup kita diubah, pikiran kita diperbaharui, tubuh kita disembuhkan, dan kerajaan Allah diperluas ke seluruh muka bumi!

[Repost ; “Seed”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra].

Read More
1 15 16 17 18 19 37