Articles

Century Legend Cruise @Nanjing

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Century Legend Cruise @Nanjing

Perjalanan kali ini kami memulai Yangtze Cruise dengan Century Legend Cruise, berangkat dari Shanghai dan berakhir di Chongqing. Total dua belas hari di atas kapal yang meluncur anggun di Sungai Yangtze.
Rombongan kami dari Indonesia cukup besar, 36 orang, dipimpin langsung oleh P. Anton Thedy, pendiri TX Travel, dan B. Rita, istrinya. Wah… luar biasa! Dua bos besar TX ikut turun tangan, pertanda perjalanan ini memang spesial!

Ini pertama kalinya kami menikmati river cruise — kapal pesiar di sungai, bukan di laut lepas seperti biasanya. Menariknya lagi, kali ini bukan di Eropa atau Amerika, tetapi di China! Kapalnya berkapasitas sekitar 400 penumpang, dengan pelayanan dan fasilitas yang tidak kalah dengan kapal internasional. Proses check-in-nya cepat, efisien, dan yang paling menyenangkan — makanannya cocok banget di lidah!
Hidangan melimpah, variatif, dan semuanya lezat. Ah, perjalanan yang menyenangkan dimulai sejak suapan pertama!

Hari pertama, kapal berlabuh di Nanjing, kota tua yang sarat sejarah. Sebelum Beijing menjadi ibu kota, Nanjing pernah menjadi pusat pemerintahan Tiongkok. Di sinilah berbagai dinasti besar menorehkan jejak kejayaannya. Namun di balik kejayaan itu, tersimpan luka mendalam dalam sejarah manusia: Tragedi Nanjing Massacre tahun 1937, ketika lebih dari 300.000 jiwa dibantai oleh tentara Jepang.
Mendengar kisah itu, hati terasa perih. Betapa mahal harga sebuah perang — bukan hanya hancurnya kota, tetapi juga hilangnya kemanusiaan.

Ibukota akhirnya dipindahkan ke Beijing. Konon, apa yang sudah ada di Nanjing disalin ulang di sana — termasuk Forbidden City.
Namun Nanjing bukan hanya tentang luka. Kota ini juga menyimpan warisan budaya yang luar biasa. Salah satunya: relik tulang kepala Buddha Siddhartha Gautama yang kini tersimpan di situs bersejarah Grand Bao’en Temple Heritage Site.

Ribuan tahun lalu, Raja Ashoka dari India — penguasa besar yang kemudian bertobat dan memilih jalan damai — memerintahkan agar abu dan relik tubuh Buddha dibagi ke dalam 84.000 pagoda di seluruh dunia.

Salah satu relik itu sampai ke daratan Tiongkok dan disimpan di Kuil Agung Da Bao’en Si di Nanjing. Di atas situs itu dahulu berdiri Pagoda Porselen Nanjing, salah satu “keajaiban dunia” pada zamannya. Bayangkan, pagoda setinggi lebih dari 70 meter, berlapis ubin porselen putih yang memantulkan cahaya matahari hingga berkilau seperti kristal!

Sayangnya, pagoda megah itu hancur akibat perang dan waktu. Namun sejarah tak bisa dikubur begitu saja. Ketika para arkeolog menggali reruntuhannya beberapa dekade lalu, mereka menemukan sebuah pagoda miniatur kuno. Di dalamnya tersimpan peti perak dan emas berisi relik suci — tulang kepala Buddha. Penemuan itu menggetarkan dunia arkeologi dan mendorong pembangunan kembali Pagoda Porcelain dengan biaya mencapai 200 juta hingga 1 miliar RMB, tergantung lingkup proyek yang dihitung.

Kini, tempat itu berdiri megah kembali sebagai Grand Bao’en Temple Heritage Site, perpaduan indah antara sejarah, arsitektur, dan teknologi modern.

Hari itu, perjalanan kami di Nanjing bukan sekadar wisata, tapi menyentuh sisi terdalam dari kemanusiaan. Kota ini, dengan luka dan kebanggaannya, seakan berbisik lembut:
*Peradaban besar tidak diukur dari megahnya istana atau pagoda, tetapi dari kemampuan manusia menjaga kasih, kebijaksanaan, dan kedamaian di tengah perubahan.*

Ketika kapal kembali berlayar menyusuri Sungai Yangtze yang tenang, hati kami pun terasa penuh.
Ada rasa syukur — telah menyaksikan jejak keabadian di tanah Tiongkok, tempat masa lalu, kini, dan masa depan bertemu dalam satu arus: kehidupan yang terus bergerak, membawa hikmat bagi yang mau belajar.

Kembali ke kapal, hidangan lezat berlimpah sudah menanti.
Wow… God is good all the time.
Praise the Lord!

*”You can’t go back and change the beginning, but you can start where you are and change the ending.” – C. S. Lewis*

“Kita tidak bisa kembali dan mengubah awal, tetapi kita bisa memulai dari tempat kita berada sekarang dan mengubah akhirnya”. – C. S. Lewis

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#Inspirasi Kebaikan #MotivasiKebaikan
#PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Apakah Tuhan mengijinkannya?
“Bagaimana Cara Mendengarkan Suara Tuhan?”
Bahaya Preterism (Bagian 4), “Kapan Perjanjian Lama Berakhir?””