Articles

Anugerah vs Kasih Karunia

Seruput Kopi Firman Tuhan
Yenny Indra

Anugerah vs Kasih Karunia

Pernahkah kita bingung membedakan antara anugerah dan kasih karunia? Dalam bahasa Indonesia, keduanya sering dianggap sama, padahal dalam Alkitab dan pengajaran Andrew Wommack, ada perbedaan halus namun sangat penting.

Anugerah, atau grace, adalah hati dan sifat Allah sendiri—Dia yang murah hati, memberi tanpa menuntut balasan. Grace adalah dasar dari seluruh hubungan kita dengan Tuhan. Itu bukan sesuatu yang kita usahakan, tapi yang sudah diberikan secara cuma-cuma melalui Yesus Kristus. Saat kita masih berdosa, Tuhan sudah lebih dulu mengasihi dan menebus kita. Jadi, anugerah bukan respon Tuhan terhadap kebaikan kita, tapi inisiatif Tuhan karena kasih-Nya yang besar.

Kasih karunia, atau charisma, berasal dari akar kata yang sama, charis, tetapi bentuknya berbeda. Kalau grace adalah sumbernya, charisma adalah hasilnya—manifestasi nyata dari anugerah yang bekerja dalam hidup kita.
Grace adalah airnya, charisma adalah aliran sungainya. Grace adalah pohonnya, charisma adalah buahnya.

Waktu kita menerima anugerah keselamatan, itulah grace. Tapi saat kita mulai melayani, menyembuhkan orang sakit, menguatkan sesama, mengajar dengan hikmat, atau memberi dengan sukacita—itulah charisma, karunia-karunia yang lahir dari anugerah itu.

Andrew Wommack menjelaskan, grace adalah “apa yang Tuhan berikan”, sementara charisma adalah “apa yang grace hasilkan dalam hidup kita.” Grace membuat kita menjadi anak Tuhan; charisma memampukan kita hidup seperti anak Tuhan dan melayani orang lain dengan kuasa-Nya.

Masalahnya, banyak orang berhenti di grace. Mereka tahu diselamatkan oleh anugerah, tapi belum membiarkan grace itu mengalir keluar lewat charisma. Mereka menikmati kasih Tuhan, tapi belum menyalurkannya. Padahal, anugerah sejati akan selalu mencari jalan untuk memberkati orang lain. Grace yang diterima tanpa dialirkan akhirnya berhenti tumbuh.

Saya jadi teringat pada masa ketika pertama kali mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan. Rasanya seperti air segar di padang gersang. Saya disadarkan bahwa saya tidak perlu lagi berjuang agar Tuhan mau menerima saya. Dia sudah lebih dulu menerima saya di dalam Kristus. Tapi setelah beberapa waktu, Tuhan mulai menantang saya untuk melayani, berbagi, dan menulis. Di situlah saya mulai mengenal charisma. Saat saya menulis atau mendoakan orang lain, saya menyadari itu bukan kemampuan saya sendiri—itu hasil dari grace yang bekerja di dalam saya.

Charisma tidak selalu berbentuk karunia spektakuler. Kadang, itu muncul lewat kesabaran, empati, ketulusan mendengarkan, atau dorongan kecil di hati untuk menolong seseorang. Semua itu adalah bentuk nyata kasih karunia yang mengalir melalui kita. Karena itu, setiap kali kita mengasihi, mengampuni, memberi, atau menolong tanpa pamrih, sebenarnya kita sedang menyalurkan grace dalam bentuk charisma.

Grace diterima lewat iman, charisma bekerja lewat penyerahan diri. Saat kita percaya bahwa Tuhan sudah menaruh segala sesuatu di dalam kita, charisma mulai aktif. Tapi kalau kita sibuk menilai diri, merasa tidak layak, atau takut gagal, grace itu tidak bisa mengalir. Bukan karena Tuhan menahannya, tapi karena kita menutup pintunya lewat ketidakpercayaan.

Andrew berkata, “Grace mengubah siapa kita, charisma mengubah apa yang kita bisa lakukan.” Kalimat itu sederhana tapi dalam. Tuhan tidak sekadar ingin kita hidup dalam anugerah yang membuat kita merasa damai, tapi juga dalam kasih karunia yang membuat dunia di sekitar kita berubah karena kehadiran kita.

Mari hari ini kita buka hati dan biarkan grace bekerja lebih jauh. Kita sudah menerima sumbernya—sekarang izinkan alirannya keluar. Ketika grace dan charisma berjalan bersama, hidup kita menjadi cermin kasih Tuhan yang nyata: menerima dengan rendah hati, memberi dengan sukacita. Dan di situlah, anugerah tidak lagi hanya menjadi teori iman, tapi kehidupan yang mengalir, memulihkan, dan membawa berkat ke mana pun kita melangkah.

Grace is God’s nature to give; charisma is the evidence that His grace is flowing through you.” – Andrew Wommack

“Anugerah adalah sifat Allah yang memberi; kasih karunia adalah bukti bahwa anugerah-Nya sedang mengalir melalui hidupmu.” – Andrew Wommack

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopifirmanTuhan
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Sikap Hati Yang Ternyata Penting Sekali….
Berapa Frekuensi Anda?
DOA yang mendapat JAWABAN