Carilah Dahulu Kerajaan Allah — Hikmat yang Tersembunyi.
Seruput Kopi Firman Tuhan
Yenny Indra
Carilah Dahulu Kerajaan Allah — Hikmat yang Tersembunyi.
Ketika mendengar bagaimana B. Silvy memberikan rumah seharga ratusan juta secara cuma-cuma kepada Daniel dan Kristin, reaksi orang tentu beragam.
Ada yang bersukacita dan ikut bersyukur, tapi ada juga yang kecewa, “Kok bukan saya yang dibelikan rumah?”
Wajar, tetapi di situlah kita perlu belajar berpikir dengan cara yang benar.
Berkat Tuhan bukan untuk ditanya “mengapa bukan aku”, tetapi untuk diteladani agar kita pun siap menerima bagian kita. — yennyindra
Setiap kali melihat seseorang diberkati—sukses dalam bisnis, mendapat terobosan, atau menerima jawaban doa yang luar biasa—seharusnya fokus kita bukan pada hasilnya, melainkan pada proses iman yang mereka jalani.
Sebab sumber berkat yang sejati bukanlah manusia, melainkan Tuhan sendiri.
Jangan berharap pada orang yang kita pikir akan dipakai Tuhan menolong kita—itu justru membebani.
Nancy Dufresne bahkan mengingatkan: jangan menempatkan suami sebagai penyedia utama kebutuhan kita, karena itu pun bisa menjadi beban.
Harapkanlah dari Tuhan.
Jika seseorang yang hendak Tuhan pakai tidak taat, Tuhan dengan mudah dapat memakai orang lain. Ia Allah yang Mahakuasa; tak ada yang mustahil bagi-Nya.
Janji-janji Tuhan berlaku bagi semua anak-Nya. Ia tidak pilih kasih.
Kalau Daniel dan Kristin diberkati, kita pun bisa.
Namun setiap janji Tuhan selalu melibatkan bagian kita—respon iman yang harus dilakukan.
Tuhan menyediakan, tapi kita yang menanggapi.
Ingat kisah perempuan yang pendarahan dua belas tahun itu.
Ia tidak berdoa panjang, tidak meratap, tidak menunggu dikasihani.
Ia berkata dalam hatinya, “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.”
Lalu ia bertindak dengan iman—dan mujizat pun terjadi.
Firman berkata,
“Apabila engkau memutuskan berbuat sesuatu, maka akan tercapai maksudmu, dan cahaya terang menyinari jalan-jalanmu.” (Ayub 22:28)
*Pelajarannya jelas: iman bukan sekadar berharap, tetapi bertindak dengan keyakinan bahwa Tuhan setia menepati janji-Nya.*
Kembali ke kisah Daniel dan Kristin—jangan lalu berpikir, “Mudah-mudahan B. Silvy juga menolong saya.”
Bukan begitu caranya.
Harapan kita bukan pada bendahara Kerajaan Allah, tetapi pada Raja-Nya sendiri.
Tuhan punya banyak bendahara lain, dan Dia bebas memilih siapa yang akan dipakai-Nya.
Tugas kita sederhana: carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya.
Artinya, tempatkan Tuhan di pusat kehidupan, hidupi firman, dan pancarkan karakter Kristus dalam setiap hal: pekerjaan, bisnis, tutur kata, maupun integritas pribadi.
Lakukan yang terbaik — do your best and become the best version of yourself.
Sambil kita menunggu Tuhan mengubah keadaan, Dia sedang mengubah kita.
Membentuk karakter, menajamkan hikmat, melatih tanggung jawab, dan menumbuhkan kedewasaan.
Tuhan ingin kita bukan hanya diberkati, tetapi siap mengelola berkat itu dengan benar.
“Ability may get you to the top, but it takes character to keep you there.” — John Wooden.
Kemampuan bisa membawamu ke puncak, tetapi karakterlah yang menjagamu tetap di sana.- John Wooden.
Suatu kali, drg. Iwan pernah berkata dengan bijak,
“Kalau ada kura-kura bisa duduk di atas pagar, pasti ada yang mengangkatnya ke sana.”
Kura-kura, dengan tubuhnya yang berat dan kaki yang pendek, mustahil bisa memanjat sendiri.
Begitu juga kita.
Tak ada seorang pun yang bisa berhasil naik ke atas sendirian. Selalu ada tangan-tangan yang membantu: doa orang tua, dukungan sahabat, bimbingan mentor, atau kemurahan orang lain, seperti B. Silvy, yang Tuhan gerakkan.
Karena itu, ingatlah dan hargailah mereka yang pernah mengangkat kita naik.
Jangan lupakan jasa mereka ketika kita sudah di atas.
Sering kali, yang membuat seseorang bertahan di puncak bukan hanya kepintaran, tapi kerendahan hati untuk tetap menghormati mereka yang dulu menopang langkahnya.
Itulah sebabnya Tuhan lebih dulu membangun karakter kita sebelum mengangkat kita tinggi, supaya saat keberhasilan datang, kita sadar: ini semua tentang Tuhan, bukan tentang kita.
*It’s all about God, not us.*
Dan ketika waktu-Nya tiba, seperti pepatah berkata,
*“Ketika murid siap, gurunya pun akan muncul.”*
Dalam sekejap—in a split second, meminjam istilah Joel Osteen—Tuhan bisa membalikkan keadaan dan menghadirkan jawaban doa yang jauh melampaui yang bisa kita pikirkan.
Sudah siap diproses Tuhan dan naik ke level berikutnya? Yuk, kita praktikkan!
“Nearly all men can stand adversity, but if you want to test a man’s character, give him power.”— Abraham Lincoln.
Hampir semua orang bisa bertahan dalam kesulitan, tetapi jika ingin menguji karakter seseorang, beri dia kekuasaan.— Abraham Lincoln.
YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN
#seruputkopifirmanTuhan
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

