Articles

Belajar Bekerja Sama dengan Hukum-Hukum Allah

Seruput Kopi Firman Tuhan
Yenny Indra

Belajar Bekerja Sama dengan Hukum-Hukum Allah

Beberapa tahun lalu, saya baru sungguh-sungguh memahami satu kebenaran besar: Tuhan tidak akan melanggar hukum-hukum-Nya sendiri.
Dan karena dunia ini diciptakan berdasarkan hukum-hukum itu, kita tidak bisa sekadar berdoa tanpa mengerti cara kerja-Nya.

Sama seperti hukum gravitasi yang berlaku bagi semua orang, hukum rohani juga tetap — siapa pun yang menaatinya akan mengalami hasilnya.
Tuhan sudah menetapkan caranya, dan sekarang giliran kita untuk menyesuaikan diri agar kuasa-Nya bisa bekerja dalam hidup kita.

Saya dulu sering berpikir, kalau saya berdoa sungguh-sungguh, Tuhan pasti bergerak. Tapi kenyataannya, banyak doa yang tak kunjung dijawab.
Bukan karena Tuhan tidak mau, tapi karena saya tidak mengerti bagaimana hukum rohani itu bekerja.

Firman Tuhan berkata, “Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak daripada yang kita doakan atau pikirkan, menurut kuasa yang bekerja di dalam kita.” (Efesus 3:20).
Perhatikan bagian akhirnya — menurut kuasa yang bekerja di dalam kita.
Tuhan memang Mahakuasa, tapi Ia tidak bekerja secara otomatis. Kuasa itu perlu diaktifkan lewat iman dan tindakan kita yang sesuai dengan Firman.

Andrew Wommack menjelaskan, “Allah tidak akan bergerak tanpa kerja sama Anda. Kehendak bebas Anda adalah sesuatu yang tidak akan Dia langgar.”
Artinya, tanggung jawabnya di tangan kita. Tuhan sudah memberi kuasa, tapi kita harus menyalakannya dengan iman.

Mazmur 107:20 berkata, “Disampaikan-Nya firman-Nya, dan disembuhkan-Nya mereka.”
Amsal 4:22 menambahkan, “Karena itulah yang menjadi kehidupan bagi mereka yang mendapatkannya dan kesembuhan bagi seluruh tubuh mereka.”

Firman Allah adalah resep dari Dokter Agung.
Kalau dokter memberikan obat tapi pasiennya tidak meminumnya, tentu tidak ada hasilnya. Begitu pula dengan Firman Tuhan — kalau kita tidak ‘meminumnya’ setiap hari lewat perenungan, pengakuan, dan tindakan iman, maka “obat rohani” itu tidak akan bekerja.

Saya mulai menyadari, kunci kesembuhan, damai, dan berkat bukan pada doa panjang atau air mata, tetapi pada ketaatan terhadap hukum-hukum Allah.
Firman-Nya adalah benih kehidupan. Dan setiap benih akan menghasilkan buah kalau ditanam, disiram, dan dijaga.

Kita tidak bisa berdoa minta damai, lalu tetap membiarkan pikiran dipenuhi kekhawatiran.
Tidak bisa minta kesembuhan, tapi setiap hari mengucapkan, “Aduh, sakitku makin parah.”
Hidup kita akan selalu bergerak ke arah pikiran yang dominan.

Amsal 23:7 berkata, “Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri, demikianlah ia.”

Artinya, kita menjadi seperti yang kita pikirkan.
Kalau pikiran kita penuh ketakutan, hasilnya adalah kecemasan.
Kalau pikiran kita tertuju pada Tuhan, hasilnya adalah damai sejahtera.

Roma 8:6 menegaskan, “Keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.”

Jadi sebenarnya, hidup ini berjalan sesuai arah pikiran kita — bukan karena Tuhan menentukan segalanya, tapi karena kita memberi izin lewat apa yang kita percayai dan pikirkan.

Yang paling mengubah saya adalah kesadaran ini:
Sayalah masalahnya, bukan Tuhan.

Dulu saya sering bertanya, “Tuhan, mengapa Engkau tidak menolong?”
Sampai akhirnya saya sadar, Tuhan tidak pernah berubah. Firman-Nya tetap sama, tapi sayalah yang perlu belajar bagaimana hukum-hukum-Nya bekerja.

Ketika saya menyesuaikan diri dengan Firman, segalanya mulai berubah.
Hidup saya jadi lebih tenang, iman bertumbuh, dan doa-doa saya lebih sering “terjawab” — bukan karena Tuhan baru mendengar, tapi karena saya baru tahu caranya.

Kebenarannya sederhana:
Tuhan sudah menyediakan semuanya.
Ia sudah memberi kuasa, berkat, dan kesembuhan.
Namun, Ia tidak bisa melanggar hukum-Nya sendiri hanya karena kita tidak tahu cara kerjanya.

Kalau kita mau hasil yang berbeda, kita perlu berpikir berbeda.
Isi pikiran kita dengan Firman, bukan dengan kekhawatiran.
Arahkan hati pada kebenaran, bukan pada ketakutan.
Dan biarkan kuasa Allah bekerja melalui iman kita.

Hukum-hukum Tuhan itu tetap — tapi begitu kita belajar berjalan bersamanya, hidup kita tidak akan pernah sama lagi.

Siap praktik? Yuuuk…..

“God doesn’t change His will to fit your plans; He invites you to adjust your life to His will.” – Henry Blackaby.

“Tuhan tidak mengubah kehendak-Nya untuk menyesuaikan rencanamu; la mengundangmu menyesuaikan hidupmu dengan kehendak-Nya – Henry Blackaby.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopifirmanTuhan
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Hati dan Kekuatan Keyakinan
“Cita-Cita New York Times, Realistiskah?” (Part 1)
“Tuhan Bukanlah Variabelnya.”