Articles

“Kretek-Kretek” dan Nubuat yang Kita Pilih.

 

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

“Kretek-Kretek” dan Nubuat yang Kita Pilih.

Cuplikan yang dikirimkan Prof. Edy Djuwito sangat manis dan reflektif.

Suatu pagi yang cerah di Jakarta, di sebuah kafe kecil beraroma kenangan, empat sahabat lanjut usia duduk melingkar. Secangkir kopi mengepul di tangan masing-masing, hangat mengisi jeda obrolan pagi.

Bu Lisa menyentuh pipinya sambil terkekeh,
“Duh… kerutan di wajah saya ini seperti peta dunia.
Kalau ditarik garisnya, bisa sampai Eropa.”

Pak Budi ikut tertawa, lalu menepuk lututnya,
“Ah, kamu tetap cantik, Lis. Kerutan masih bisa dandan.
Saya ini kalau naik tangga, lututnya bunyi ‘kretek-kretek’ kayak pintu gudang tua.”

Obrolan yang renyah, jujur, dan polos. Tapi tanpa sadar, mereka sedang menubuatkan nasib mereka sendiri.
Bukan dalam pengertian mistis, tapi dalam hukum rohani yang sangat nyata: setiap kata adalah benih. Apa yang kita ucapkan, itulah yang kita izinkan untuk tumbuh dalam hidup kita.

Tuhan menciptakan dunia dengan firman-Nya. Dan kita, manusia, diciptakan menurut gambar dan rupa-Nya.
Itu sebabnya, kita pun diberi kuasa untuk mencipta melalui pikiran dan ucapan.
Seperti orang berpikir dalam hatinya, demikianlah ia.

Artinya, kita ini bukan korban situasi. Kita punya kehendak bebas—diberi hak untuk memilih apa yang kita pikirkan, apa yang kita ucapkan, dan akhirnya… apa yang kita alami.

*Ayub pernah berkata, “Apabila engkau memutuskan berbuat sesuatu, maka akan tercapai maksudmu, dan cahaya terang menyinari jalan-jalanmu.”*

Jadi bukan menunggu nasib, tapi kita memutuskan!
Kita yang memilih. Dan keputusan itu dibuktikan melalui ucapan kita.

Saat seseorang sedang sakit, lalu berdoa minta kesembuhan dan percaya bahwa Tuhan sudah menjawab, tapi setelah itu dia berkata, “Kayaknya makin parah deh…” — maka dia sedang membatalkan doanya sendiri.

Kalau kita betul-betul percaya kesembuhan sedang dikerjakan,
kita akan menjaga ucapan kita selaras dengan iman itu.

Bukan munafik atau sok kuat, tapi memilih untuk berkata sesuai kebenaran, bukan sesuai gejala.
Karena lidah kita sedang mengarahkan ke mana hidup kita bergerak.

Hal ini juga berlaku dalam kasih.
Kasih yang sejati—kasih ilahi—juga bukan soal perasaan, tapi keputusan.
Kita memilih untuk mengasihi, bahkan saat emosi sedang tidak sejalan.
Karena kasih ilahi bukan berdasarkan perlakuan orang, melainkan berdasarkan Tuhan yang menjadi sumbernya.

Kasih manusia itu reaktif:
Kalau kamu baik, aku balas baik.
Kalau kamu kasar, ya aku menjauh.

Tapi kasih Tuhan mengalir karena kita memilih untuk menarik dari-Nya.
Bukan karena orang lain layak, tapi karena Tuhan baik.
Sama seperti kuasa perkataan, kasih pun harus dipilih dulu, baru kemudian kita bisa merasakannya.
Bukan tunggu hati adem dulu, baru mengampuni.
Tapi ampuni dulu, karena itu keputusan iman. Maka damai akan menyusul.

Hidup kita adalah hasil dari gabungan antara apa yang kita pikirkan, kita ucapkan, dan kita pilih.
Kalau hari-hari kita terasa berat, coba cek:
Apa isi pikiran kita?
Apa yang keluar dari mulut kita tiap hari?
Dan apa yang kita izinkan untuk menetap di hati?

Kita tidak bisa mengontrol semua situasi, tapi kita bisa mengontrol respons kita.
Kita tidak bisa mengatur orang lain, tapi kita bisa memilih apa yang kita percayai dan kita ucapkan.
Dan itu cukup untuk mengubah arah hidup kita.

Tuhan sudah memberi kuasa itu.
Tinggal kita mau pakai atau tidak.

Seruput Kopi Cantik kita……
Mari kita perkatakan masa depan yang ingin kita tuai.
Dan memilih kasih… walau tidak selalu terasa.
Karena yang kita pilih dengan sadar, itulah yang membentuk siapa kita sebenarnya.

“Faith will never rise above the words of your mouth.” – Kenneth Hagin.

“Iman tidak akan pernah melampaui kata-kata yang keluar dari mulutmu.” – Kenneth Hagin.

??YennyIndra??
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

 

#seruputkopicantik
#yennyindra
#Inspirasi Kebaikan #MotivasiKebaikan
#PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Bersalah & Tertuduh? Ini Solusinya!
Anda Clark Kent Or Superman?
Soal Hutang Lagi…..