Tunggu Pintu Tuhan, Bukan Sorotan Dunia.
Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra
Tunggu Pintu Tuhan, Bukan Sorotan Dunia.
Tuhan membuka pintu yang tak bisa ditutup siapa pun. Kalimat ini sederhana, tapi mengandung kuasa besar yang sering kita lupakan. Apalagi di tengah dunia sekarang yang penuh hiruk-pikuk pencitraan diri, branding, dan kompetisi tak berkesudahan. Seolah kalau kita tidak gencar promosi, tidak aktif mengejar kesempatan, maka hidup akan tertinggal. Padahal, kebenarannya tetap sama: jika Tuhan yang membuka pintu, tidak ada yang bisa menutup. Dan jika Dia yang menempatkan kita, tidak satu pun yang bisa menyingkirkan kita dari sana.
Namun kita sering lupa. Kita lebih percaya algoritma media sosial ketimbang janji Tuhan. Kita merasa harus terus menunjukkan kehebatan kita agar bisa “dipanggil naik”. Tapi sesungguhnya, panggilan Tuhan tidak bisa dipromosikan oleh manusia. Itu murni anugerah. Justru setiap kali aku berkata “ya” kepada Tuhan, bahkan saat aku sendiri belum tahu hasil akhirnya, di situlah aku merasa makin dekat dengan-Nya. Dekat dengan hati-Nya. Dan ketika hati kita menyatu dengan hati Tuhan, itulah posisi paling aman untuk bermimpi.
Mungkin kamu pernah takut bermimpi besar. Takut ditolak. Takut gagal. Takut mimpinya tak jadi nyata. Padahal akar dari semua itu sebenarnya hanya satu: takut dikecewakan. Tapi mari kita pikirkan baik-baik… apa benar Tuhan akan mengecewakan kita?
Mimpi yang dari Tuhan itu bukan seperti ide gila dari pikiran kita. Itu benih surgawi yang Dia taruh diam-diam di hati kita. Mungkin terlihat terlalu besar, terlalu sulit, bahkan mustahil. Tapi justru itulah tandanya bahwa itu bukan dari kita. Itu dari-Nya. Dan Dia sanggup menuntun sampai tuntas.
Masalahnya, kita ini sering menilai mimpi seperti resolusi tahun baru. Kalau belum kejadian dalam setahun, kita anggap gagal. Kita buang. Kita cari yang lain. Kita ingin semua serba cepat. Tapi Tuhan tidak bekerja seperti ponsel zaman sekarang. Dia lebih mirip kamera film analog.
Zaman dulu, habis foto-foto, kita harus sabar. Filmnya dikirim ke studio, masuk ke ruang gelap, prosesnya rumit—9 tahap kimia yang tidak boleh diganggu. Kalau pintunya dibuka sebelum waktunya, fotonya rusak. Demikian juga dengan mimpi kita. Ada prosesnya. Ada masa ‘ruang gelap’ di mana kita tidak tahu apa-apa, tapi justru di situlah karakter kita dibentuk dan gambar besar Tuhan sedang diproses.
Aku pernah diingatkan dengan kalimat yang sangat membekas: “Jangan pernah mencoba menempatkan dirimu di suatu tempat dengan kekuatan sendiri. Kalau kamu yang menaruh dirimu di sana, kamu juga yang harus berjuang keras supaya tetap di sana. Tapi kalau Tuhan yang menempatkanmu, tidak ada iblis dari neraka maupun manusia di bumi yang bisa mencabutmu dari situ.” Dan aku tahu, itu benar.
Kalimat ini menjadi jangkar dalam banyak musim hidupku. Saat aku tergoda untuk mengandalkan kekuatan sendiri, aku kembali pada kebenaran ini—lebih baik menunggu waktu Tuhan daripada memaksa pintu terbuka lebih cepat dari seharusnya.
Dunia terus mendesak kita: “Kejar mimpimu!” “Jadi versi terbaik dirimu!” “Lakukan apa yang kamu suka!” Tapi kalau semua itu tidak lahir dari relasi dengan Tuhan, hasil akhirnya selalu sama: hampa. Tidak ada pemenuhan sejati. Tapi kalau mimpi itu lahir dari perjumpaan dengan Tuhan, kita akan terus maju meski dunia bilang “gak mungkin.”
Jadi hari ini aku ingin mengajakmu… jangan sabotase mimpimu sendiri hanya karena kamu takut atau merasa tidak cukup. Ambil langkah iman itu. Bilang “ya” pada Tuhan, dan biarkan Dia menuntunmu ke tempat yang tak bisa dibuka oleh kekuatan manusia.
“God is not looking for perfection, but obedience.” – Christine Caine.
“Tuhan tidak mencari kesempurnaan, tetapi ketaatan.”- Christine Caine.
YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#Inspirasi Kebaikan #MotivasiKebaikan
#PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama
